GAIRAH CEO

GAIRAH CEO
Sudah Terasa, Pak!


__ADS_3

Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama ceo hot, happy reading Kaka ...


💋💋💋


Aku sangat heran bisa dibilang pacarnya pak Rangga. Sudah sah-sah aku ini hanya karyawan di kantornya, dari segi apa kita menampakan hubungan orang pacaran. Penggemar akan selalu berhalu. Dan itu opini berdasarkan haluannya.


Sudahlah terasa malas memikirnya. Aku sebaiknya naik ojek online lagi karna lebih murah cocok untuk anak kos dan juga gesit supir ojeknya. Kapan selip itu di situasi yang aman dan nyaman jadi cukup baik ojek online ini.


Dan aku tidak butuh waktu lama sudah sampai di kantor, kini diriku kebelakang saja mau istirahat. Triiiing ...! Ponselku berdering, aku melihat benda pipih itu di layarnya ada panggilan masuk dari mas Odi.


"Hallo ada apa mas ?"


"Kamu masih di toko bunga ya, Ra? Ini ada satu kantong besar makanan dari neng Kirana sekretaris pak Rangga itu."


"Aku udah di kantor kok mas, baru sampe."


"Ya sudah kalo gitu, mas taruh di meja dalem ya Ra cie cie! Dapet makanan dari bos jomblo ni yeeee !" Goda mas Odi.


"What ? Siapa yang jomblo mas ?" Sungguh aku terkejut mendengar pengakuan Mas Odi.


Perihal perkataan bos jomblo, sepengetahuanku bosku hanya pak Rangga tapi dia nanti malam tunangan jadi jomblo dari segi mana. Sungguh penasaran dibuat Mas Odi.


"Pura-pura gak tau ah Rara iki, bikin penasaran aja nih udah jujur aja sama mas kalo kamu dideketin pak Rangga toh. Wess jujur itu lebih baik, nanti mas jaga rahasianya !" Desak Mas Odi serius.


"Kurang obat kayaknya mas ini,hahahaaaa ...! Rara cinte matih sama Ariel mas jadi gak ada ruangan buat pak Rangga di hati gue. Soal makanan itu milik mamanya tapi karena mamanya sakit jadi kasih ke gue deh makanannya, soalnya gue sedari pagi tadi stay di ruang pak Rangga bersihin ruangan itu. Gimana mas sudah ngeh belom ?"


"Oh tante Rani sakit toh, wah ibu mulia itu sakit moga cepet sembuhlah. Yowes mas percaya sama Rara, kini ayo cepet kamu ke sini dan makan semuanya karena dapet laporan kamu lembur malam ini jadi jaga kesehatan !"


"Ahsiaaaap mas Odi ganteng,"


Dengan senyum ringan aku memasukan benda pipih bututku ke saku celana. Tiba-tiba, aw!


"Aw," spontan berkata karna terkejut bukan main.


"Maaf,"


Aku mengusap dada dan pundak sebelah kananku yang ditabrak seorang pria tampan lebih tampan pak Rangga menurutku. Dan tapi penampilannya seperti atasan juga. Mengenakan jaz, dan keren, rambutnya juga stylenya terbaik.


"Ada yang sakit ?" Tanya laki-laki itu.


Aku menggeleng.


"Syukurlah, jika ada apa-apa lapor ke Rangga katakan minta tanggung jawab Al namaku Al sekali lagi maaf ya mba." Kata laki-laki itu begitu lembut.


Dan aku mengangguk lalu tersenyum. Orang itu pergi meninggalkanku sepertinya orang itu buru-buru. Dia bertanggung jawab sekali. Namanya Al. Nama yang memukau.

__ADS_1


Ah! Sudahlah aku lanjut ke ruang belakang saja sudah lapar, cacing sudah pada miscall. Nanti keburu sore apes lagi karena si rese' sudah memberitahu akan datang. Aku harus makan dengan cepat.


Klek ...! Bunyi handle pintu yang aku pegang. Wah enak sekali teman-temanku pada selonjoran, tidur-tiduran dengan mulut asyik mengunyah makanan ringan.


"Ra, lo buruan makan gih makanan lo pesenan pak Rangga udah dateng!" Teriak Siska.


"Oke, gue ke dalem dulu ya." Jawabku dan mendapat anggukan dari semua teman kecuali fanz pak Rangga. Muka Gebi manyun sekali.


Kulihat kantong berlabel resto Japan-korea, Syaukira Blacksweet. CEO juga mirip orang Korea seperti idola pemain drakorku. Jadi sudah pasti restoran ini yang ia tuju memesan makanan tadi.


Setelah meninjau semua nama menu Pizza Tuna, Seared Halibut, Spring Chicken & Foie Roulade, Wagyu Cheek dan Black Forest. Menu dengan harga funtastis. Makanan orang kaya, keberuntungan bisa menikmatinya walau hanya satu kali saja.


Benar-benar nikmat. Aku makan menu buatan chef ternama, ada satu faforitku ayam jadi kupilih menu Spring Chicken & Foie Roulade saja yang lainnya tak mungkin bisa menghabiskannya. Sebaiknya aku bagikan kepada teman-temanku. Sedekah.


Selesai makan segera ikut berkumpul dengan teman-teman, sebentar lagi juga tubuh ini harus mandi setelah dibanjiri keringat. Tubuhku terasa lengket rasanya sungguh tidak enak.


"Yang laper noh di meja masih banyak makanannya," tawarku pada teman-teman.


Dan tanpa basa-basi Deodoran langsung lari ke arah meja tempatku makan tadi disusul Dana juga.


"Enak lo ya jadi OB special di sini," sindir Gebi.


"Lo jelous ya hahahaa," godaku pada Gebi.


"Gimana ceritanya Ra, lo dapet makanan dari pak Rangga ?" Tanya Siska serius.


"Mamanya pak Rangga yang minta, karena gue nemuin jam tangan tante yang jatoh tadi terus gue anter jadi mamanya itu seneng banget." jelasku panjang lebar tidak mau menyakiti hati Gebi.


Siska manggut sedang Gebi masih dengan muka kusutnya.


"Pak Rangga diminta pesen makanannya, jadi atas nama dia. Lalu mereka gak makan di kantor karena mamanya sakit." tambahku lagi untuk memperjelasannya.


"Jadi makanan ini bukan special buat elo ya ?" Desak Gebi.


Kuusap lalu kuacak-acakkanrambut si lebay.


"Enggak sayang. dan lo jangan mikir berlebihan dong, nyiksa otak lo mikir tau gak." Imbuhku.


Dan Gebi langsung memelukku dengan senyum bahagia. Ada-ada saja anak satu ini.


Dan kini aku sudah sendirian di ruang OB karena semua sudah pulang. Sehabis mandi aku langsung ganti baju karna harus fresh kata pak Rangga. Jadi gunakan farfum juga, tapi farfum terdesak pengharum ruangan karena aku lupa bawa farfum. Mengenaskan sekali.


Lanjut menuju ruang pak Rangga.


"Ra ...!" teriak pak Rangga.

__ADS_1


Aku menghentikan langkahku dan menoleh ke belakang. Pak Rangga tersenyum dan berlalu meninggalkanku. Keterlaluan mahluk Tuhan paling tampan satu ini.


Sehabis memanggilku dia langsung pergi, lantas untuk apa berteriak memanggilku. Akhirnya dengan rasa begitu malas aku mengikuti dia dari belakang.


Klek! Pak Rangga membuka pintu ruang kerjanya dan PRAAAK ...!


"PAK RANGGAAAAAAA," Teriakku kencang-kencang membuat CEO itu segera membuka pintu yang barusan ia banting.


"Ya Tuhan, sorry Ra!" Pak Rangga terlihat panik.


Mataku mengeluarkan air saking sakitnya, nyeri teramat sangat. Melebihi baper menyaksikan drakor Jungghem saja, ulah si CEO edan sungguh keterlaluan begitu sakit.


Pak Rangga panik lalu spontan ia menggendongku membiarkanku meresapi keharumannya lagi seperti tadi pagi, apa maksud CEO ini.


Aku diam karna hidungku ini sangat sakit dan malas berdebat dengan CEO edan disaat seperti ini. Lalu aku di tempatkan di sova dan pak Rangga pergi mengambil kotak p3k di lemarinya.


Aku diam menahan sakit dan pak Rangga mengusap hidungku perlahan dengan kapas yang sudah ia basahi dengan alcohol dulu lalu kini diusap dengan minyak kayu putih.


"Aw sakit pak!" Jeritku kesakitan hidungku diusap terlalu kasar.


"Ya saya udah pelan ini,"


"Ya sakit,pak! udah kerasa tau."


"Tahan kenapa, bentar lagi udah selesai kok!"


Tok! Tok! Tok! Pintu pak Rangga diketuk.


"Ga kamu ngapain di dalem ?Kamu ama siapa ?" Teriak suara laki-laki tapi tak kukenali.


"Kamu ama siapa ?" Tanya pak Rangga balik.


"Papa dan Luna,"


Sleppp! Pak Rangga menghentikan usapan pada hidungku dan terlihat langsung pucat dan panik luar biasa lalu kembali pak Rangga menggendongku dan segera membawaku naik ke puncak atas kantor lewat pintu samping di ruang pak Rangga. Pintu rahasia kata dia baru saja.


"Kamu duduk di sini diam-diam nanti saya kesini," titah sang CEO langsung kabur.


"Paaaak," teriakku tapi diabaikan.


Oh my God kenapa aku diperintahkan berdiam diri di sini, tempat ini lampunya tidak ada di sini, sungguh gelap. Yang ada hanya ditemani cahaya bulan bintang saja. Sungguh tega pak Rangga dengan perempuan. Semua ini tak patut dicontoh.


Sampai di sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, end tips happy reading ...


💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2