
Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama ceo hot, happy reading Kaka ...
💋💋💋
CEO terus mencari entah apa yang ia cari dan Al menghampiri CEO.
"Apa sudah kau salin databasenya ?"
CEO diam dan menatap Al.
"Astaga itu penting Ngga sekarang mana ssd-nya ?"
"Aku sudah mencarinya di laci dan sekitarku tapi tak ada, bang."
"Seingatku saat aku memberikannya semalam kau masukkan dalam saku jaz cokelatmu."
CEO menatapku. Kemudian CEO langsung menarikku dan meminta lelaki yang CEO sapa abang itu menunggu hingga kami kembali.
CEO sampai di gang kosanku ikut turun menuju rumah kosanku, semua tetangga berbondong-bondong melihat kami apalagi pasti mereka syok melihatku berdandan mengenakan gaun.
Kucari semua sudut kosanku dan CEO menginjakkan kakinya di kamar mandi kosanku demi mencari benda kecil ssd berisi database perusahaan ELANG.
Nihil. CEO sama sekali tak berkata apa-apa denganku dan kami sampai di puncak atap gedung siapa tahu terjatuh disekitar sini tapi tak ada.
CEO membawaku kedalam ruang kerjanya. Baru saja CEO ingin menjelaskan pada Al terlebih dulu ponselnya berdering.
Terdengar ocehan tante Rani karena pertunangan kami tadi sudah tersiar di semua chanel swasta. Tante Rani mengomel perihal bukan Luna gadis yang dilamar CEO dan pernyataan CEO mendesak dirinya harus segera menikah.
Karena sulit mengklarifikasi berita yang sudah ditelan penonton, sulit bagi mereka untuk memuntahkan berita itu. Dan tertangkap telingaku Tante Rani meminta CEO tidak mempermalukan keluarga di depan media.
"Semua karenamu Ra, semakin membuatku pusing. Kau menghilangkan database meliputi nama-nama supplier, nama-nama buyer, stok barang yang tersedia, data pembayaran dan masih banyak lagi." Ungkap CEO yang duduk di kursi kerjanya dengan kedua tangan menangkup wajahnya.
Al diam dan ia memainkan ponselnya membiarkan CEO koar-koar kesal dengan semua yang terjadi hari ini dan diriku dianggap menghilangkan Solid-state drive berisi database perusahaan ELANG.
"Jalan terakhirnya adalah kamu harus menebus kesalahnmu!" Tegas CEO membuatku tersentak kaget.
Kali ini kuberanikan diriku dengan menarik tangan CEO menjauhi ruang kerjanya karena tak ingin Al mengetahui semuanya.
"Kamu mau bicara apa ?"
"Maksud bapak apa aku harus menebus kesalahanku ?"
"Mama mendesakku menikah sudah pasti kita harus segera menikah."
"Jadi maksud bapak, aku harus mau begitu ?"
__ADS_1
CEO mengangguk.
"Apa bapak lupa sudah memperkosaku semalam ?"
CEO menatapku serius, sepertinya dia amnesia kejadian semalam. Kenapa dia harus syok mendengar pernyataanku ini, bukankah ini fakta.
CEO akan melangkah pergi tapi kutarik tangannya dan kutahan langkahnya. Menyentuh betapa keras tangan CEO yang bugar.
"Jangan pergi dulu, pak. Kita selesaikan di sini."
"Aku akan bertanggung jawab dan jadikan pernikahan ini tanggung jawabku untukmu." Terang CEO datar.
"Aku punya kekasih dan pernikahan kita ini tanpa restu orangtuaku karena mamaku tidak menginginkanku bekerja di perusahaan apalagi menikah dengan pemimpin perusahaan." Jelasku.
"Lalu bagaimana ?"
"Kita kontrak saja diam-diam tanpa memberitahu mamaku."
"Baguslah kalau begitu."
"Tapi jika aku hamil maka selesaikan perpanjang kontraknya dan bertanggung jawab dengan anaknya."
CEO menarik nafas panjang. Akhirnya deal kami akan menikah kontrak karena semua ini terdesak. Kita sama-sama tidak saling mencintai.
Ketika menemui Al wajah kami nampak bahagia tidak semurung tadi dan CEO menjelaskan pada Al pilihan kami untuk menikah membuat Al kaget. Tapi kami sepakat menyembunyikan perihal kehamilan karena tak ingin Al mengetahui bahwa kami sudah melakukan kesalahan besar.
"Yakin, bang dan tak ada pilihan daripada mama ngomel-ngomel."
"Luna bagaimana ?"
"Nantilah urusan dia yang penting urusan Rara dulu."
"Kamu jangan mempermainkan anak orang lho, Ngga."
"Tidak kok bang juga buat menebus kesalahan dia menghilangkan database kita."
CEO kemudian menelepon kliennya dan mereka berbicara mengatur waktu bertemu.
"Kamu mau menikah dengan Rangga ?"
Aku mengangguk.
"Apa kamu terpaksa melakukan semua ini ?"
Aku diam tak bisa merangkai kata yang sebenarnya ingin kukatakan, tapi aib ini kusimpan rapi.
__ADS_1
"Kamu sudah dipaksa tunangan kini dipaksa menikah, kamu harus lawan Rangga itu. Jangan biarkan dia memanfaatkanmu."
Aku tersenyum kepada Al bahwa ia tidak tahu cerita yang sebenarnya, justru Ranggalah jangan lepas dari tanggung jawab.
"Oh ya, terima kasih kamu sudah menemukan jam mama kemarin."
"Terima kasih kembali, jadi bapak anaknya Tante Rani ?"
"Iya, saya Abangnya Rangga."
"Oh saya baru tahu dan titip salam pak, untuk tante."
"Panggil saya Al, jangan bapak karena menikah pun belum."
Aku tertawa kecil bersama Al.
"Kamu sudah makan siang ?"
Aku menggeleng.
"Ya sudah mari makan siang ikut denganku." Ajak Al.
"Tapi apa aku harus pakai gaun ini pak, em Al ?"
"Gantilah dulu."
Aku tersenyum, setelah izin dengan CEO langsung kulepas gaun ini juga membersihkan make upnya. Juga ada syal milik Igun yang tertinggal di kamar mandi kugunakan untuk menutupi bekas merah dari CEO di leherku.
CEO akan segera meeting jadi ia tak ikut makan siang bersamaku dan Al. Dan kami menuju sebuah restoran berbintang.
Al sepanjang jalan bercerita lucu denganku dia berbeda dengan adiknya CEO. Saat bertemu CEO selalu tegang dan genit setelah ia menodaiku.
Sedangkan Al sangat ceria selalu membuatku tertawa. Dan akhirnya sampai di restoran berbintang indo internasional. Al membuat diriku kaget saat dia memesan menu seharga puluhan juta untuk satu porsi kecilnya.
Al menyatakan kebaikanku pada Tante Rani dan Rangga tak sebanding dengan harga yang ia rogoh. Sungguh diriku merasa dihargai dengan sikap Al.
Kami pun makan menu Invensi chef C Large di restoran yang menciptakan sebuah menu penuh kemewahaan. Ada daging dari Selandia Baru yang dibumbui dengan garam Himalaya. Ada juga tumpukkan  lobster, duck egg, dan mengutkan ada taburan emas yang bisa dimakan untuk memperkaya cita rasa.Â
Aku menyantap menu terenak dan termahal dalam hidupku ini dengan lahap karena memang sudah lapar. Dalam benakku tadi mengira hanya menyantap steak biasa atau jika ikut makan seleraku hanya bakso biasa.
Selama makan Al selalu bercerita yang lucu benar-benar menghiburku. Dan dia juga menelepon Al memintaku istirahat saja karena ia kasihan jika aku harus menghadapi CEO lagi setelah banyak perintah CEO yang menyiksa.
Kini saatnya pulang. Diriku menunjukkan arah rumah kosanku pada Al. Setelah turun diriku tetap stay melepas kepergian Al meninggalkanku.
Beruntungnya Tante Rani memiliki anak seperti Al yang seratus delapan puluh derajat berbeda dengan CEO.
__ADS_1
Sampai di sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, kritik saran end tips happy reading ...
💋💋💋