
Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama ceo hot, happy reading Kaka ...
💋💋💋
Abang bus terlihat lucu. Sudahlah lebih baik segera turun sudah jam kerja. Kantor masih seperti gedung kosong melompong.Kulangsung masuk m. Di dalam udah ada OB lain melakukan tugas masing-masing.
"Hai anak drakor," sapa Siska salah satu temenku.
Diantara kami bertiga aku, Gebi, dan Siska jelas Siska yang paling dewasa.Penengah saat aku dan miss lebay cekcok sering sekali kami perang mulut, tak da Siska ya kita marahan jangka lama sekali.
"Hai calon tunangan Pradana," godaku membuat Siska tersenyum tipis.
Kita semua tahu kalau Pradana yang kerap kita sapa Dana itu adalah teman kita juga hanya dia pasti perhatian lebih ke Siska walau dia menutupi perasaannya, kita mengerti perubahan sikapnya Dana.
"Eh Gebi mana ?"
"Dia masih molor di kos."
"Kenapa ? dia sakit atau ada keperluan lain gitu?"
"Dia flu, dan kelamaan begadang kita semalem,"
"Lagian, sih, drakor mulu kalian berdua! gue juga suka tapi bagi-bagi waktu buat drakor!"
"Iya, sayang aja semalem itu ya pas uuu adegan ih! gemesh gitu lho CEO perfect ah! ceweknya dua," ucapku dengan memasang ekspresi lebay, kebiasaan saat bicara drakor.
"Stres kalo ngomong masalah drakor sama lo dan Gebi,"
Aku dan Siska berhenti di papan jadwal yang tertempel di dinding pinggir pintu ruang OB, buat melihat papan jadwal hari ini untuk diriku membersihkan ruang meeting.Dan Siska ke bagian ruang lain.
Bawa kain lap, pembersih kaca juga kemocheng. Mulai kerja deh. Sampai di ruang meeting aku senang sekali karena ruangan ini bersih terus jadi cepat selesai tugasku. Kerja sambil bernyanyi-nyanyi. Berasa konser. Ah! ada ide somplak naik atas nakas meeting, tapi rusak tidak ya.
Kuketok dulu lihat bahan mejanya. Tuk! tuk! tuk! mantap suaranya kayak kayu padat. Pasti kuat mampu menopang tubuhku yang tak seberapa beratnya. Naiklah kakiku ke atas kursi lalu berpijak atas nakas. Hup!
Triiiing!
Triiiiing!
Triiiing!
Terdengar deringan suara ponsel cukup memekakkan telingaku berada di ruangan serba tertutup inj, suaranya mantu. Ponsel siapa itu ya sungguh nyaring suaranya. Tapi dimana ya bunyinya. Oke cancel saja konser di atas meja meetingnya. Saatnya mencari ponsel dulu.
Jika metemu orang yang punya ponsel itu habislah diriku diceramahin. Triiiiing! bunyi lagi. Nyaring sekali suaranya.
Apa jangan-jangan ada di sekitar meja ini ya. Hmmm! mustahil tapi kemungkinan iya dari sekitarku ini dari suaranya begitu nyaring.
Buberjalan satu persatu kursi mengitari meja sudah kucari-cari ponselnya sekitar kursi dengan hasil nihil kini kuintip bawah meja. Upst! ketemu.
Astaga! ponsel mahal. Ada panggilan tak terjawab. Aku tak bisa melihat data keterangan pemilik ponsel ini karna terkunci. Wallpapernya lumayan, hmmmm! ternyata milik orang tampan siapa ya tapi ini orang kucoba memutar memori otakku karena mirip sekali dengan aktor drakor semalam.
Jika ponsel ini kukembalikan hatiku ingin minta selfee, pasti dia mau karena diriku OB tercuantik gitu lho. Lihat foto imi dia tampan sekali padahal dia tidak tersenyum, mahal senyumnya.Prediksiku foto ini milik mitra kerja bos atau jangan-jangan foto atasanku, ah! aku tak tahu karrna baru kerja di sini.
Nantilah jika ada yang nelpon kuangkat, tapi apa langsung kutitip ke satpam ya. Biar lebih aman karna pegang sendiri takut ada apa-apanya.
Fikiran absurd jika kepepet kujual saja hape ini lumayanlah buat beli makanan sampai gaji tiba. Tapi selama di tangan nanti kelacak lewat gps, aduh ribet sekali. Aku langsung datang ke possatpam saja.
__ADS_1
Lagi pula ruangan meeting ini bersih jadi tidak perlu terlalu dibersihkan. Oke bearti tugasku sudah selesai. Hub! berlarian sekencang-kencangnya.
"Raa! aduh gue abis ngepel lo lewat," gerutu salah satu OB.
"Sorry! gue buru-buru ada hal penting," teriakku terus berlari.
Gbrakkk! Nabrak ember kosong untungnya tidak terisi air pel jika ada habislah diriku akan terjerembab di lantai kebasahan.
"Raraaaaa!L bisa gak sih hati-hati,"
Maafkan aku tak sempat jawab,aku buru-buru tak mau nanti kelacak keberadaan benda ini di tanganku.Aku masih mau kerja di sini.
"Eh, Ra mau kemana sih lari kayak gitu ?" Tanya Siska.
Kuberhenti berlari dan mendekati Siska dengan nafas ngos-ngosan.
Aku mengaku yang sebenarnya pada Siska,"Gue nemu ponsel Sis orangnya ganteng banget mirip aktor kece semalem."
"Nih anak masih aja ngomong drakor!Lma-lama semua orang di kantor mirip artis drakor,sini gue lihat," omel Siska.
Dan kuerahkan benda pipih segi empat yang kutemukan ini pada Siska, terlihat Siska mengetuk layar benda itu dan terlihat lockscrennya.
"What! Pak Rangga."
"Lo kenal Sis ?"
"Aduh ini ponsel bos kita masa sih lo gak tahu,"
Ku geleng-gelengkan kepalaku.
"Gue gak aktif di sosmed Sis,"
"Terserah! Ya udah buruan lo balikin nanti lo dituduh maling lagi brabe lo diamuk sang bos besar,"
"Aduh gue masih mau kerja Sis,"
"Buruan kasih sana," desak Siska.
"Ya udah gue pergi dulu ya Sis daaaa,"
"Daaaaa,"
Kulanjut berlari sekencang-kencangnya semoga tidak menabrak ember seperti tadi tapi gebrakkk! aduh aku nabrak lagi, nabrak pak satpam ini pasti soalnya udah sampe pos satpam utama kantor. Atur nafas melek dah.
"Maaf ya pak, aku yak sengaja."
Kepalaku terus menunduk. Tapi tak ada jawaban. Salah orang bearti, siapa yang kutabrak ini. Ayo Rara enjoy, angkat kepala dan tatap yang kamu tabrak.
Astaga! Yang kutabrak ini orang mirip idolaku yang wajahnya ada di ponsel yang kutemukan tadi. Tapi Siska bilang ponsel ini milik CEO. Bearti dia CEOku. Ini pertama kali kubertemu empat mata dengan CEO idola Gebi tapi asli tampan sekali.Terlalu sibuk kerja atau bagaimana sampai baru sekarang bertemu snag CEO.
"Bos," gemetar tulang-belulangku. Sepagi ini bos suah datang.
"Pak! Saya sengaja datang ke sini ingin bertemu pak satpam. Tapi langsung bertemu bapak emm saya ingin menyerahkan ini yang saya temukan di ruang meeting," terangku kalem sambil menyerahkan ponsel mahal itu sama si pemilik ponsel.
Sedikit kupandang rupa dia di depanku sumpah tampan tapi dia no komen, ah! membuatku malu-malu kucing deh sebenarnya takut asli bakal dicacu maki berani pegang barang orang kaya.
__ADS_1
Dan asli sumpah tampan sekali. Tapi inget cerita temen-temen dia jarang ngomong jadi pantes juga dari tadi dia diem.
Tiba-tiba.
"Aw," jeritku ketika gawai yang kupegang diambil secara paksa sakit sekali jari tanganku, nyeri sumpah.
Aku menunduk melihat kemerahan dan terluka di jari manisku. Sakit. Dan hup! dia CEO dingin itu memegang tanganku.Dia pasti mau mengobati tanganku. Bisa juga so sweet ya CEO.
Aduh ni CEO jalannya cepat sekali membuat jariku tambah sakit, lagi pula mau ke mana dibawa kesebelah kantor lewat samping. Siapa sih nama CEO ini sumpah aku lupa, sering diomongin anak-anak omOB itu siapa ya aku lupa.
Dan sleppp!Tubuhku di dorong CEO aneh ini masuk ke sebuah ruangan, oh my God dia mau apa. Ruangan ini sepi sekali dan ada tempat tidur. Aku tebak dia mau mesum. Lalu ia menyibak rambut blondenya sumpah tampan sekali dan cool rambut style blondenya terlihat gemas..
CEO itu berjalan menuju sebuah lemari kaca, dia ambil sesuatu. Kotak. Lalu mendekatiku. Oh kotak p3k, good di kantor disediakan seperti ini jangan komputer dan kertas. Aku tak menyangka CEO ini baik walau dia diam tapi ini bukti dia bertanggung jawab.
"Ini kotak p3k ada apa aja yang dibutuhin jari jelekmu itu, jadi obat sendiri gak perlu saya buang-buang waktu di sini."
Segitu ucapannya dan dia langsung melangkah gagah ke luar ruangan ini. Abis menyibak rambut gondrongnya dia pergi begitu ajah
Rese' sekali orang itu. Dia suah melukai jari cantikku terus dibilang jari jelek terus jauh-jauh diseret kesini hanya untuk memberi obat ini saja. Sumpah kesal sekali ama ini bocah.
"By the way, thanks handphonenya ...," teriak CEO rese' itu dari jauh lalu berlalu pergi.
Aagghhhhrrrr...©¢{£}€÷ @(#)¢°{£\¢¶€∆¶£`\=¢°
"Bos jangan gitu dong bertanggung jawab dong," teriakku histeris.
Nih CEO memang taga karena percuma dia tampan seperti BTS juga mirip sekali aktor korea faforitku. Kelakuannya tak bermoral. Memamang benar ini hanya luka kecil tapi setidaknya perduli itu lebih perlu. Tidak usah seperti ini.
Aku kembali ke belakang saja merasa malas memikirkan CEO aneh itu. Kurang kerjaan. Huh,aku berjalan gontay menuju dapur belakang. Dari jauh terlihat team ob pada kumpul dengan tatapan beruang kehausan.
Pasti masalahku tadi. Hmmmm! Resikolah. Aku pura-pura gak tau saja. Ya aku berjalan seperti biasa saja.aa
"Ra sini lo," titah Mas Odi.
Aku kenalkan dulu mas Odi ini senior di sini selain usia ya lama kerja juga disini. Tak tahu kepastianya berapa tahun mas Odi kerja di sini tapi kata teman-teman dia terlama.
Aku lngsung duduk di sebelah sahabatku Siska. Dan di sini juga ada Deodoran dan Dana, kini aku bersiap mendengar ocehan senior.
"Hebat lo ya Ra, lo dipuji atasan tertinggi di kantor ini Ceo muda tadi," ungkap mas Odi.
Dipuji siapa, CEO setahuku cuma si monster pagi tadi yang rese' itu. Itu saja. Terus maksud mas Odi apa ya karena itu kalimat sindiran yang artinya kebalikan dari makna katanya.
"Lo nemu ponsel mas Rangga! Lalu lo balikin langsung ntu ponsel mahal lo bisa beli motor gede apa mobil mini juga tu harganya,"
"Siapa mas namanya bisa diulangi," pinta gue serius nih.
"Rangga! keren 'kan namanya," dengan bangga mas Odi berkata itu.
"Keren dari mana ? Itu bos rese' tau. Nih liet jari manis gue," gue tunjukin deh bukti kekerasan bos rese' itu siapa tadi namanya si Rangga.
Semua ob melihat jari tanganku. Kurasa mereka iba melihat luka di jari manisku yang memang hanya sedikit. Terima kasih sudah mengasihaniku.
Sampe sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, end tips happy reading ...
💋💋💋
__ADS_1