GAIRAH CEO

GAIRAH CEO
Jam Tangan Tante Cantik


__ADS_3

Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama ceo hot, happy reading Kaka ...


💋💋💋


Mau mengambil uang saku buat jajan grabfood bersama teman-teman karena mereka sering begitu dan aku ikut saja, tapi ada waktu ini lebih baik telpon Ariel saja siapa tahu cowoku itu ada waktu sedikit aja buat ngobrol sama cinta sejatinyanya, aku berasa rindu dan khawatir padanya.


Ting ...! bunyi pesan si hijau masuk.Aku buka dari CEO Rangga mengirim foto bunga yang di ruanganya minta diganti nanti malam karena dirinya akan bertemu orang penting nanti malam. Aku balas oke. Jadi harus ke toko bunga. CEO ini buat aku sibuk saja. Tak memberi santai sedikit saja.


Baru mau manfaatkan waktu santai sebentar saja untuk menelpon Ariel tapi mau ke toko bunga lagi. Buat hatiku gerah. Cari kontak Ariel dulu dan oke ketemu kontak ayank bebebku, klik telpon deh.


Tuuuuut! Panggilan menunggu diangkat.


Tuuuut lagi.


"Hallo sayangku," sapa Ariel dengan suara lembutnya selembut kapas.


"Hallo juga sayangku, gimana kabarmu sayang sejak kemarin gak berkabar ?" Tanyaku penasaran dengan kabarnya.


"Gue baik-baik aja kok, cuma sedikit capek jadi banyak istirahat kemaren. Ditambah nenek juga kurang sehat jadi gue baru sekarang pegang gawai. Sayang jangan marah ya gue gak ngasi kabar," bujuk Ariel manja seperti biasanya buat si nenek sihir tak jadi ngomel-ngomel.


"Emuach, gue ngerti kok sayang jadi gue gak akan marah kalo sayang gak kasih kabar. Sengerti gue ya terkadang gue khawatir dengan kondisi sayang disana takut sakit atau bagaimana gitu, kalau ada apa-apa kabari ya sayang!" pintaku kalem.


"Emuach, iya sayang makasi ya udah ngertiin gue. Nambah sayang sama nenek sihir cantik ini,hehehehehee ...," ini nih ledekannya yang aku suka m dari pacarku, dia tahu sedang mengejekku tapi dia tidak takut.


"Iya gue nenek sihir, lo kakek sihirnya," semprotku langsung.

__ADS_1


Hahahahaaa! Kami tertawa bersama di telepon. Aku mengerti ejekan itu hanya lelucon untuk suasana menjadi hangat saja. Tidak dingin seperti orang asing. Seperti saat berhadapan dengan pak Rangga si aneh.


"Riiiiii ... lll tolong ambil ember kosong nak nenek pipis di kasur," teriak suara wanita dari jauh tapi seperti suara ibu-ibu, pasti ibunya Ariel.


"Iya, ma emmm sayang gue bantu nenek dulu ya nanti gue telpon lagi I love you, honey emuach,"


Tuuuuuut! panggilan berakhir. Aku belum sempat bicara apa-apa tapi sudah dimatikan si Ariel. Tak bisa apa-apa karna saat ini neneknya sedang butuh Ariel. Aku menghela nafas lalu ambil dompetku, teringat dalam dompet ini ada uang pemberian Ariel. Jadi bisa traktir Gebi.


Ariel sama kerasnya dengan aku tapi dia care sekali tanpa aku jelaskan dia tahu aku butuh apa. Belum jadi suami dia sudah begini bagaimana kelak pasti aku akan bahagia jadi istrinya. Sudah saling mengenal semua sifatnya jadi sudah terbiasa kalau terjadi apa-apa dalam pernikahan.


Malah lebih bebas saat sudah nikah kalau belum ya seperti sekarang semua terbatasi. Tak bisa memberi perhatian lebih atau ada yang sakit tak bisa leluasa memperhatikannya. Indah kalau sudah nikah. Oh Tuhan,aku ingin segera nikah.


Triiinggngnginging ...! Aku berdoa minta nikah malahan benda pipihku berdering. Baru saja aku masukan kesaku celana. Semoga yang menelponku Ariel karena sudah selesai membantu neneknya, semoga calon suamiku.Aku lirik ternyata pak Rangga. Bos ini ganggu sekali, baru saja orang halu nikah sama Ariel adanya dia menelponku. Rese' jadi orang.


"Hallo pak,"


Tut! panggilan dimatikan. Aku belum sempat menjawab perintahnya langsung dimatikan telponnya. Mana perutku m miscal lagi. Oang ini memang tidak pernah mikirkan untuk melihat jam dulu oh, si Rara cantik mau istirahat harus makan jadi kuat bergadang.


GEBRAKKKK ...!


"Kasar amat Ra," celetuk Deodoran spontan kaget mendengar suara pintu lamari aku banting keras-keras.


"Gue nih udah laper mo makan tapi pak Rangga nelpon minta gue ke ruangnya sekarang, sebel banget gue belum lagi lembur sampe malem. AGHRRRRRR sebel, sebel gue," ocehku seperti bebek.


Siska tertawa dan menutup mulut Gebi saat aku lewat meninggalkan mereka. Sepertinya si Gebi mau protes, kenapa bukan dia yang dipanggil pak Rangga tapi aku. Lagi pula saat hatiku panas dengar nyirnyir bisa aku skakmat langsung. Termasuk Gebi. Jadi Siska sudah paham sekali.

__ADS_1


Aku malas sekali dengan pak Rangga. Coba jadi orang itu kalem jadi keluar pesona tampannya, ini malah percuma kece tapi menyebalkan. Pokoknya sebal, sebal.


"Aw," spontan teriakku tapi tidak kencang.


"Maaf nona, saya enggak sengaja. Maaf ya nona sakit ya mana sakitnya ?" Tanya ibu-ibu cantik langsung meriksa tubuhku yang barusan dia tabrak.


Aku menggeleng "Enggak sakit kok bu, saya hanya kaget. Maaf ya bu,"


Ibu itu tersenyum, masya Allah cantik sekalj. Dan ibu ini styles papan atas dari atas sampai bawah pokoknya berkelas semua.


"Syukurlah kalo begitu, ya sudah saya tinggal dulu ya," kata ibu itu dengan satu tangannya mengusap lembut pipi cubbyku. Seperti belaian mama. Jadi rindu mama.


Ibu itu langsung berjalan meninggalkanku dan saat ibu itu masuk lift ada sesuatu jatuh, aku berlari tapi pintu lift sudah tertutup. Ngos-ngosan nafasku berlari buru-buru seperti ini. Aku ambil barang yang jatuh itu, jam tangan bermerk ini! Seperti yang di google kemarin ada aku baca yang harganya ratusan juta. Wow ini jam mama muda sosialita.


Tiba-tiba jiwa pamerku meronta-meronta. Ingin aku pakai lalu jepret. Mantab. Tapi ini jam orang dan tanpa izin orangnya nanti dia beritakan hilang jam mahalnya dan aku terciduk memakai barang orang, barang curian.


Ya udah aku simpan saja nanti aku serahkan pada satpam.Karna di sini ada cctv-nya jadi. Mudah mencari tahu pemilik jam branded ini. Aku lanjutkan jalan ke ruang pak Rangga saja nanti telat tak mau mendengarnya ceramah. Masalah sepele saja mulutnya itu pedas sekali.


Husyalalla husyalalala! Aku bernyanyi sedikit biar santai tidak tegang. Dan sampai juga di ruangannya pak Rangga.


"Siang Mba pak Rangganya ada ?" Tanyaku sok imut ke sekretarisnya pak Rangga.


"Ada mba silahkan masuk sudah ditunggu pak Rangga,"


Aku mengangguk dan siap pegang handle pintu tapi pintu langsung terbuka sendiri dan aw ... tubuhku ...

__ADS_1


Sampe sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, end tips happy reading ...


💋💋💋


__ADS_2