
Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama ceo hot, happy reading Kaka ...
💋💋💋
Diriku ditemani Siska duduk di depan cermin hias di kamar kosan. Mataku basah karena sebentar lagi statusku akan berubah.
Siska berdiri di belakangku dengan hangat memegang kedua pundakku. Airmata Siska pun tumpah.
Kini Siska membelai rambutku bagai seolah belaian itu terakhir kalinya, seolah kami tak lagi bertemu setelah ini. Begitu memilukan.
"Kamu harus kuat,Ra!"
"Gue takut,Sis."
"Semua akan indah pada waktunya, Ra."
"Tapi yang gue cintai itu, Ariel."
"Jangan takut jodoh di tangan Tuhan."
Tok!
Tok!
"Sis itu pasti bodyguard CEO, gue takut."
"Gue liet ke depan dulu."
Siska pun meninggalkanku di kamar.
Triiiiing!
Ponsel berdering dan kulirik yang meneleponku adalah malaikat tak bersayapku. Semakin membuat mataku basah. Inilah yang kutakutkan. Dan di pernikahan ini tak ada kehadirannya.
"Hallo, Ra."
"Iya,ma."
"Kamu baik-baik saja 'kan ?"
"Baik,ma."
"Mama mimpi kamu menikah dengan pangeran sangat tampan."
Aku terisak karena itulah nyatanya. Tuhan menggariskan hati mama lewat mimpinya. Aku tak tahu bagaimana memberitahu mama tentang semua ini.
Banyak larangan dari mama yang telah kulakukan sampai akhirnya kurasa ini karna melawan perintah orangtua. Begitu perih rasa hatiku.
Siska datang akhirnya kuberalasan ingin bekerja mengakhiri panggilan dari wanita terbaikku. Kini diri mama membayangi langkahku.
Dengan berat hati kupeluk erat-erat Siska sahabatku dan diriku pamit meninggalkannya. Meninggalkan kosanku, meninggalkan semuanya.
__ADS_1
Diriku akan rindu semuanya. Semoga aku bisa menjalani kehidupan baru ini. Dengan berat hati diriku mengikuti dua bodyguard CEO.
Menempuh perjalanan berapa belas menit kini tiba di gedung mewah serba krim keemasan. Diriku dibawa ke ruang hias dan ada Igun menungguku.
Setelah meriasku kini aku duduk di ruang tunggu, menunggu jemputan untuk akad nikah. Diriku akan menikah begitu cepat. Semua tak pernah dibayangkan. Entah apa rasanya.
Tok!
Tok!
Kreaaak!
Al memasuki ruang tempatku menunggu. Al terlihat tampan mengenakan jas hitamnya. Dengan tersenyum manis Al menjulurkan tangannya menjemputku.
Dengan gemetar kusambut tangan Al dan dengan hangat menggandengku menuju ruang akad nikah. Di sana semua tamu berdiri ketika aku datang.
Dan kini aku berhadapan dengan calon suamiku. Begitu rupawan CEO mengenakan jas putih. Dan dia pun terdiam melihatku mengenakan gaun putih.
"Ehem!" Al mendeham memberi isyarat agar kami tidak berdiam diri.
CEO tersenyum dan menjulur tangannya menyambutku. Kulepaskan tangan Al dan menyambut tangan CEO, akad nikah pun dimulai.
"Saya terima nikah dan kawinnya Dara Samudera binti Gilang Pradipta dengan emas kawin satu set perhiasan emas seberat delapan puluh gram bertahta sepuluh karat berlian dan seperangkat alat shalat dibayar tunai."
"Bagaimana saksi ?"
'Sah'
'Sah'
CEO memberi senyum yang manis dan di hadapan semua orang CEO mengecup keningku. Apa mau dikata kini bersiaplah menghadapi hal yang tak bisa dibayangkan. Menjadi istri sah Rangga Ryuga Winata.
Dan selesia mendampingi CEO di pelaminan kami segera menuju rumah CEO. Mengenakan mobil mewah berwarna hitam CEO duduk dengan pandangan menerawang jauh ke luar jendela. Entah apa yang ia fikirkan saat ini.
Kini kami sudah sampai di sebuah mantion putih. Berhenti di pintu utama langsung maid membuka pintu mobil untuk CEO lalu untukku.
CEO menggandengku masuk ke dalam mantion. Para maid membuka pintu utama. Diriku dibantu maid lain membawa gaun yang sunggu memiliki ekor yang bagiku sangat berat dibawa berjalan.
Saat memasuki mantion bertemu keluarga CEO dan semuanya tersenyum menyambutku. Kubersalaman dengan semuanya. Dan kini mengetahui kedua mertuaku dan kedua kakek dan nenek CEO. Juga ada Al yang tersenyum begitu manis menyambutku. Dia menyambut adik iparnya.
Mereka semua mengerti akan kelelahan kami berdua dan kami diizinkan istirahat dahulu. Juga CEO membawa sebuah kado dari Tante, salah dari Mama Rani.
Terlihat maid mengikuti kami membawa baki kayu berisi dua teko keramik beserta dua cangkir kecilnya mengeluarkan aroma teh tapi juga ada aroma lainnya, aku tak tahu itu apa.
Sampai di kamar mewah CEO para maid perempuan membantuku melepas baju pengantinku. Dan memberikanku kimono. Terlihat para maid menyiapkan air hangat dalam bathtub untukku.
"Tuan ini minuman teko besar untuk tuan dan teko kecil untuk nona dari tuan besar." kata maid.
"Ini hadiah dari nyonya besar untuk nona." kata maid satu lagi meletakkan kado dari mama di atas tempat tidur CEO.
Aku dan CEO mengangguk. Maid segera ke luar meninggalkan kami. Diriku berjalan menuju kamar mandi melihat seisi ruangan kamar CEO sudah luas sangat luas melebihi berapa petak kamar kosanku.
__ADS_1
Diriku mengunci kamar mandi karena di kamar mandi tak mungkin mandi tetap mengenakan kimono. Usai mandi diriku keluar.
Saat membuka pintu CEO sudah berdiri di depan pintu kamar mandi mengenakan handuk putih. Diriku langsung syok melihat tubuh CEO memperlihatkan roti sobeknya.
Tatapan mata CEO begitu tajam namun bibirnya sedikit tersenyum. CEO tidak berkata apa-apa dan ia langsung masuk kamar mandi.
Kini diriku kebingungan mencari baju karena aku tak mengerti di mana bajuku. Gaun pengantin tadi pun dibawa para maid.
Aku minum teh hangat dulu karena tadi sudah dikatakan ada teh khusus untukku. Berbeda sekali menikah dengan orang blasteran Korea-Indo, ada jamuan khusus untuk pengantin. Dan istimewa karena dibedakan jamuan untuk lelaki dan wanita.
Kutandas habis teh hangatku karena kehausan dan kusuka rasa dan aromanya. Sambil menunggu CEO untuk menanyakan bajuku kubuka kado dari mama, setelah kubuka mataku dibuat melek besar.
Mama memberiku sungguh aku tak mengerti. Warna merah membara tapi sangat tipis. Jika dikenakan maka tetap terlihat.
Apa aku harus mengenakan baju ini. Ini baju model khusus orang yang sudah menikah karena jika belum menikah maka habislah diserang kaum bertubuh macho.
Di sini ada ****** ***** pun bentuknya aneh sekali, pemberian mama sungguh membuatku meringis ingin menangis karena malu memakainya.
Tapi tak ada busana lain. Akhirnya kukenakan juga. Dan tetap mengenakan kimono. Kemudian duduk di tempat tidur.
Cuma terasa aneh ac dinyalakan tapi kenapa tubuhku terasa gerah bukan main. Padahal baru saja mandi tapi langsung gerah.
Tak berapa lama CEO keluar dari kamar mandi. CEO tersenyum melihatku. Dan melihat CEO membuatku terpesona dengan rambut masih basah CEO mendekatiku.
Diriku menunduk khawatir akan terjadi sesuatu. Apakah akan terulang kejadian itu. Apalagi sekarang sudah halal.
"Pak ac nya rusak ya kok masih panas ?"
"Tidak,apa kau sudah minum ramuan dari Kakek ?"
Alisku mengerut, ramuan dari kakek.
"Apa yang bapak maksudkan itu teh ?"
"Iya."
"Sudah,pak."
"Baguslah maka sebentar lagi pertualangan akan dimulai."
"Maksud bapak ?"
"Itu ramuan dari kakek,nikmati saja semua akan menyenangkan."
Aku tak mengerti dan tubuhku terasa semakin gerah. Akhirnya kubuka kimonoku dan mengibaskan kimono itu ke tubuhku untuk mendapatkan angin lebih.
CEO duduk di sebuah kursi tersenyum melihatku, tetap dengan handuknya CEO duduk mengangkat satu kakinya dan memandangku kepanasan.
Sampai di sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, kritik saran end tips happy reading ...
💋💋💋
__ADS_1