GAIRAH CEO

GAIRAH CEO
THE END GAIRAH CEO Asha Hanako


__ADS_3

Di part terakhir ini Asha minta maaf banyak lakuin kesalahan & makasi atas krisan yang kalian berikan. Enggak bisa disebut satu persatu. Asha akan terus menulis tapi beda akun, nama pena tetap sama. Jangan lupa kelak singgah di karya baru Asha yah. Dan biarkan keyboardmu yang bicara😁 inilah akhir cerita DARA SAMUDERA gadis asli indo yang menjadi incaran para CEO BLASTERAN & LUAR. SARANGHEYO


GAMSAHAMNIDA


i πŸ’œ you


Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan bertahan hingga detik ini mau baca, semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama CEO hot, happy reading Kaka ... Jangan lupain Thor aneh ya.


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


Aku beranikan diri bicara serius dengan Rangga malam ini. Karena aku tak bisa membiarkan semua ini. Aku tak sabar ingin bertemu papaku.


Kudengar mobil Rangga sudah sampai, segera kuberlari membuka pintu untuknya. Melihat kedatanganku, ia tersenyum.


"Kita langsung bicara saja, sayang nanti baru aku mandi." ucap Rangga dengan berjalan sambil memelukku.


Kami duduk di meja makan, kuambilkan minuman kaleng dingin rasa jeruk untuk Rangga.


"Sayang mau bicara apa?"


"Sayang, aku akan bicara langsung. Nikahi Luna!"


"Apa? Kamu kesambet setan apa bicara begitu?"


"Aku serius, aku ingin kamu nikahi dia."


"Apa dia mengaku hamil?"


"Tidak, pokoknya kamu harus nikahi dia."


"Jika dia hamil itu ulah perbuatan dengan orang lain, keinginannya minta diriku yang bertanggung jawab. Sudahlah, aku mau mandi."


"Nikahi Luna!"


"Bicara sama rumput yang bergoyang sana!"


Aku kesal dibuat Ranga, melihatnya melanglah pergi membuatku segera menelepon Luna. Kukatakan jawaban Rangga membuat Luna melakukan live di akun instagramnya.


Tak berapa lama Rangga mendekatiku, ia sudah selesai mandi. Rangga tertawa melihatku menonton siara live Luna tapi kami sama-sama terkejut melihat Luna memasang seutas tali di pintu kamarnya dan ia menggantungkan dirinya begitu saja.


Kami ikut panik segera berlari menuju mobil, kami langsung menuju rumah Luna. Rangga memacu mobil begitu kencang. Sampai di rumah Luna, rumah itu ramai dan kabar dari pembantunya menyatakan bahwa Luna dilarikan ke rumah sakit.


Dan sampai di rumah sakit kami bertemu Al, Andrew, dan Mark yang masih di indonesia. Kami melihat Luna di ruang icu.


Menunggu tengah malam saat Luna sadarkan diri baru kami bersama masuk karena diizinkan pihak rumah sakit. Cukup mengerikan melihat leher Luna luka gesekan tali semacam tali tambang yang begitu keras.


"Na,kenapa kamu lakukan ini jangan gila seperti ini." bisik Al dengan mengusap rambut Luna.


Luna meneteskan airmata,"Aku ingin menikah dengan Rangga."


Semua menatap Luna serius dan mendengar ucapan Luna membuat Rangga langsung pergi, dan kuberlari mengejar Rangga.


"Kookie tunggu!"


"Ayo kita pulang!"


"Kookie, tunggu! jangan gegabah, Luna itu baru sadar. Tolong Kookie, tenangin dia jangan sampai dia nekad lagi."


"Rara jangan buat aku marah, ayo kita pulang. Dia memang nekat tapi aku tidak mau mengisi hatiku dengan orang lain selain kamu."


"Iya, tapi kita tenangin Luna aja. Beri dia kebahagiaan sedikit dan aku tetap jadi istrimu kok. Aku hanya takut Luna nekat lebih gila."


Rangga diam, akhirnya ia mengikutiku masuk ke ruang icu. Melihat kedatangan kami, Luna smirk. Al menatap tajam pada Rangga sedang Andrew dan Mark memandang kami terkejut.


"Luna, Rangga akan menikahimu."


"Apa?"kaget Al, Andrew, dan Mark bersamaan.


Rangga langsung ke luar sedangkan aku masih di ruang icu.


"Ra, kamu gila izinkan Rangga nikah lagi sama Luna lagi. Gue harap lu enggak nyesel." bisik Andrew.


"Ra, ini parah kamu izinkan mereka nikah." tambah Mark.


"Kalian tidak tahu apa-apa." belaku lalu berjalan mendekati Luna.


Luna meneteskan airmata dan menggenggam tangan Al.


"Ra,kalian akan ceraikan?" tanya Luna.


"Kamu tenang aja, aku akan cerai dengan Rangga."


"Kalian berdua ini ada rencana apa sih?" tanya Al.


"Kak Al, kakak sayang aku 'kan?" tanya Luna pada Al.


"Iya."


"Kakak akan terus bersamaku 'kan?"


"Iya,saya akan bersamamu tapi kamu jangan nekat seperti ini lagi ya!"

__ADS_1


Al mengecup dahi Luna. Aku diam melihatnya. Begitu cepat Luna melupakan Al. Dan aku menoleh melihat Andrew dan Mark meninggalkan ruang icu.


***


Dua hari kemudian aku menemani Luna memesan gaun pengantin, karena aku tahu ukuran baju Rangga. Sedangkan Rangga, ia tidak mau ikut. Luna masih terlihat pucat tapi ia terlihat bersemangat.


"Em, Ra sini. Aku mau baju ini. Mana ukuran Rangga?"


"Oh, ini baju pas buat dia."


Tapi aneh Luna malah mengambil stelan jas pria sebelahnya yang sedikit kecil, sepertinya Luna ingin pilihannya sendiri. Stelan itu bagus tapi ukurannya kecil dan Rangga akan kesempitan.


"Na, baju itu kekecilan lho buat Rangga!"


"Aku mau ukuran ini."


Aku diam saja.


"Ra, besok acara pernikahan aku dan kamu akan positif 'kan besok berangkat ke Pontianak?"


"Iya, aku akan kesana!"


"Ada orang suruhanku yang akan mengawasimu, awas kamu bohong!"


"Alamatnya mana?"


"Besok kuberikan dan kamu akan bicara dengan papamu!"


Luna mengambil ponselnya di tasnya, ia melakukan video call dan terlihat wajah papa.


"Om Gilang, saya ada kabar gembira untuk om!"


"Kabar apa, bu?"


Luna menyerahkan ponselnya untukku.


"Hallo papa!"


"Maaf ini siapa ya?"


"Aku Dara Samudera, anak papa dan mama Astrini."


Gilang terkejut.


"Papa pergi saat mama mengandungku, kami tak tahu papa masih hidup!"


Luna menarik ponselnya dan ia mematikan panggilannya.


***


Tiba-tiba paket cokelat pink muncul di hadapanku, kuangkat wajahku dan kuusap airmataku. Kurir ini mengenakan sweater hitam menutupi wajahnya.


Kuambil kotak itu dan kubuka kartu ucapan yang menempel di kotak cokelat ini, kulihat isi pesannya.


_Aku pengagum rahasiamu, di hadapanmu_


Mataku membulat melihat lelaki di depanku. Aku segera berdiri dan kupegang sweater tutup kepalanya, kusingkap tutup kepala itu. Dia tersenyum membuatku terkejut bukan main.


"Kak Louise!"


Dia mengacak-acak rambutku dan duduk di sebelahku. Ia menarikku untuk duduk.


"Maafkan aku, Ra. Dan aku ingin kamu tahu sebelum aku meninggalkanmu."


"Maksud kakak apa?"


"Besok aku akan ke Pontianak bertemu klien dan malamnya akan terbang kembali ke Singapura!"


"Besok aku juga ke Pontianak."


"Kamu ngapain ke sana bukankah besok Rangga akan nikah."


Akhirnya kuceritakan pada Louise sambil mataku terus banjir air mata. Louise memelukku.


"Ra, kamu jangan khawatir. Aku yang akan bertanggung jawab dengan anak yang kamu kandung. Aku akan menikahimu. Dan kita hidup bersama dengan kedua orangtuamu."


Kembali kami berpelukan.


***


Pov Luna.


Di ruang ganti baju.


"Mana baju untukku?" tanya Rangga.


"Em, Ngga maaf ya kita batal nikah. Hari ini aku akan tetap nikah tapi bukan kamu calon suamiku."


"Apa? kamu gila ya?"


Aku acuhkan Rangga dan aku berlari menemui Al yang ada di ruanh sebelah, melihatnya sedang duduk. Kuserahkan jas pengantin lelakiku kepada Al.

__ADS_1


"Apa ini, Na?"


"Kakaklah yang akan menikahiku."


"Kamu kenapa, bukankah Rangga calonmu dan mana Rara?"


"Dia di bandara, dia akan pergi meninggalkan Jakarta selamanya."


"Apa, aku harus mengejarnya."


"Lho, kakak kemarin bilang akan melakukan apa saja untukku jadi kakak harus menikahiku."


"Aku mencintai Rara dan aku akan mengejarnya."


Al berlari meninggalkanku membuatku terkejut dan menjerit sekerasnya. Kuambil ponselku dan segera menelepon lelaki brengsek.


"Hallo."


"Hey, bajingan. Aku sudah menuruti perintahmu memisahkan Rangga dan Rara tapi kau tahu orang yang aku cintai juga mencintai Rara. Aku benci ditinggal Al, lihatlah aku akan membongkar siapa dirimu."


***


Pov Rangga.


Aku merasa gila diulah Luna gila. Kini Rara kucari ke rumah tak ada. Entah kemana dia.


Ting tong!


Bel rumah berbunyi dan itu pasti Rara, aku berlari dan terkejut melihat Andrew dan Mark.


"Ada apa?"


"Ngga, kami tak tega memisahkanmu dengan Rara dan kami tak bisa menjalankan tugas lainnya. Dia membawa istriku saat ini. Dan dia menembak Luna sendiri demi menutup aibnya dan kami berlari ingin memberi tahumu siapa orang itu ... "


DORR! DORRR!


Aku terkejut tepat di jantung Mark dan Andrew tertembak membuat mereka tewas di rempat, yang menembak dari kejauhan langsung pergi. Kini jenazah dua sahabatku diurus para tim polisi.


Aku meminta semua orang pembunuh bayaran menyelesaikan semua ini dan kini aku menuju rumah Luna, dari penjelasan orang bayaranku memnuatku marah dan murka melihat riwayat panggilan terakhir di ponsel Luna tertera nomor bajingan Louise.


Kini kuburu Louise dan dengan bantuan Al semua bandara di tutup saat ini. Aku bersama tim melacak lewat gps istriku, menemukan mereka berada di kota B. Juga kuminta bantuan polisi dan teamku melacak penerbangan yang masuk ke pulau Jawa karena aku tahu Louise memiliki jet pribadi, aku tak ingin ia membawa istriku diam-diam.


Bersama tim kini sampai di kota B, langsung ke gedung mewah persembunyian mereka. Mengetahui di kepung Louise santai ke luar dari persembunyiannya, ia mengenakan sweater persis dengan penembakan Andrew dan Mark. Dasar bajingan.


Mengejutkan lagi ia menodong istriku tepat di kepala istriku. Mata Rara di buka begitu saja, istriku menangis.


"Turunkan senjata kalian semua jika tidak mau Nyonya Rangga tewas mengenaskan!" teriak bajingan itu.


Semua team menjatuhkan semua senjata atas perintahku.


"Louise apa yang kau mau?"


"Kau dulu memisahkanku dengan wanitaku ini Rangga dan kini kau juga mau memisahkan kami, aku akan menyerahkan dia setelah dia melayaniku sampai aku puas." Louise CEO mesum itu tertawa terbahak-bahak.


Tiba-tiba DORRR!


Al menembak Louise tepat di kepalanya membuatnya terjatuh dan tewas, aku langsung berlari memeluk istriku yang juga terkejut tak sadarkan diri. Aku tak menyangka Louise begitu nafsu melihat istriku sampai demi melepas nafsu bejatnya ia merenggut nyawa tiga sahabatku. Mendiang Luna, Andrew, dan Mark.


Keesokan harinya rumah kami terlihat sangat ramai karena mempertemukan istriku dengan kedua orangtuanya. Istriku sangat bahagia. Dan saat memperkenalkan diri awalnya mertua perempuanku tak merestui, apalagi ia syok mendengar nama papaku.


Setelah kedatangan papa mertuaku baru semua terungkap. Aku juga terkejut mengetahui mertua perempuanku itu adalah istri pertama papaku dan anak mereka adalah Al, jadi Al dan Rara saudara kandung.


Mereka bercerai karena papa menikahi mama Rani. Karena papa dan mamaku sepasang kekasih yang terpisah karena cita-cita mereka berdua sendiri. Dan papa mertuaku ini adalah tangan kanan papaku, karena itu dia pergi jauh membawa mantan istri pertama papa. Semua mengejutkan.


Kini semua sudah bisa menerima keadaan dan aku lebih bahagia melihat istriku mengundang sahabatnya Siska dengan niat menjodohkan dengan kakak kandungnya, Alfarendra. Kini kami hidup bahagia.


"Sayang." kusapa istriku yang senyum-senyum melihat Al dan Siska.


***


Kembali pov Rara.


Aku tak menyangka semua ini akan berakhir begitu membahagiakan dan parah aku dan Al saudara kandung. Kasihan dengan Al mencintai adik kandungnya. Tapi kini mencomblangkan Kakak Al dengan Siska,mereka malu-malu kucing.


"Sayang!" sapa My Kookie.


"Iya,sayang sini deh liet tuh mereka malu-malu kucing."


"Kayaknya mereka mau tapi malu, oh ya sayang besok ingat kita jadwal kontrol kandunganmu lho."


"Iya, dan bayi kita hasil usg kemarin kembar cowok dan semoga mereka sehat selalu ya sayang."


Rangga mengecup dahiku dan saat orang tak melihat kami kukecup bibir suamiku,"Sayang malam ini adidas ya."


THE END.


Sampai di sini dulu ya kaka dan jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, kritik saran end tips. Makasi mengikuti jejak dari ufuk timur sampai ke ujung barat. ASHA SANGAT MENYAYANGI KALIAN SEMUA. Sampai jumpa.


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


karya yang akan diteruskan,nantikan ya

__ADS_1



__ADS_2