GAIRAH CEO

GAIRAH CEO
Aku Dipanggil Curut


__ADS_3

Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama ceo hot, happy reading Kaka ...


💋💋💋


Keesokan harinya aku lihat papan jadwal OB melihat aku pagi ini di mana. Terlihat aku, Gebi dan Deodoran di ruang CEO edan. Aku mendengus berbalik meninggalkan papan info OB berjalan dengan lesu.


"Ra! nih kain lap lo, kita bawa ini aja lainnya tuh ada Deodoran." Gebi bersemangat sambil menyerahkan kain lap warna pink kesukaanku.


Aku diam saja malas bicara saat suasana hatiku kacau. Dan aku berjalan lebih dulu dan di belakangku terdengar rumpian lebay Deodoran sama Gebi. Ada-ada aja mereka berdua ini, mau muntah aku mendengarnya.


"Bi nanti lo jangan kecapean, ya."


"Santai aja De, gue gak bakal capek 'kan di sana nanti kita kerja sama bersihin ruang CEO tampan yang gede banget,"


"Apanya Geb yang gede?"


"Anunya." Aku yang jawab asal-asalan dengan tetap berjalan di depan dua sohibku miss lebay dan yang bucin sama miss lebay Deodoran nama gelar dari kita.


Gebi dan Deo berhenti melangkah dan semua menatapku tajam kayak setajam silet.


"Biasa aja keles! gue lagi sebel sama dia CEO pujaan lo bedua."


"Ah udah Geb yuk kita jalan lagi nih bocah asbun asal bunyi dia gak tahu ya CEO Rangga itu gue puji ketampanannya." Tutur Deo mendapat anggukan dari Gebi yang bucin CEO itu.


Dan ingat dia itu membuat kesal, tapi lihat facenya entah mengapa mulai lagi halu tak karuan. Faktor sering drakor


"Geb nanti lo bagian lap meja aja nanti nyapu, ngepel ada Rara kok." Tukas Deo.


"Eh, eh kenapa begitu beratin kerjaan gue. Enggak mau gue gitu, maunya kerja sama. Titik," protesku.


Sesaat kami bertiga beradu pandang. Semua pandangan sinis. Aku tahu si Deodoran benci dengan perkataanku, dia love love mati sama Gebi yang jatuh hati sama CEO edan itu. Kalau aku ogah jatuh hati sama CEO itu cuma ya ah! sudahlah halu kumat.


Si Gebi kesempatanlah merasa jadi wanita special di hati Deodoran yang tidak dicintainya. De kalau tahu isi hati Gebi akanl nangis bombay.


"Woy anak-anak kalian kok malah bengong, ayo kerja durasi berjalan nih," celetuk Siska menyenggolku membuyarkan lamunan.


"Iya nih, Sis makasi ya eh lo bagian mana ?" Tanyaku.


"Gue di ruang sebelah sama Dana, kalian bertiga di mana ?"


Dana tersenyum samaku setelah disebutkan namanya. Biasa saja Dan tidak usah lebay.Batinku.

__ADS_1


"Gue sama Gebi dan Deo di ruang ...,"


"CEO tampan dong! gue gak nyangka kayak mimpi pagi ini dapet ruang itu oh my God hati gue berbunga-bunga," si lebay motongin pembicaraan gue deh, kebiasaan nih anak.


"Gebi udah jangan gitu 'kan ada gue yang akan buat hidup lo bahagia," balas Deodoran..


"Apa sih De, ini ya gue bilangin ke elu hati gue udah mentok sama pak CEO tampan jadi gak ada tempat buat lo," semprot Gebi.


"Jangan gitu dong Geb," Deodoran nampaknya merajuk.


"Udah ah lebay lu bedua, cepetan kita keruang CEO itu nanti telat keburu CEO datang!" kataku meninggikan intonasinya.


Gebi dan Deodoran dengan muka manyun mengikuti langkah kakiku dan Siska bersama Dana ke ruang tugas mereka. Aku terkadang senang terkadang sebal saat Gebi bertemu Deodoran. Seperti m tadi cinta sepihak.


Hati Gebi memang tak ada ruang buat Deodoran karena lelaki itu bukan tipe Gebi. Tapi mau bagaimana lagi Deodoran beda isi hatinya sama Gebi. Siang malem pagi sore dalam fikirannya pun selalu Gebi. Bucin sekali anak itu.


Cara apa pun dijabanin demi Gebi. Dan menahan hati saat Gebi memuji pujaan hatinya CEO edan itu. Seperti tadi dimarahjuga tidak akan mengurang rasa sukanya ke CEO edan itu.


Dan kita akhirnya di ruang CEO edan itu. Aku buka pintunya dan masuk diiringi Gebi dan Deodoran.


"Lo tau 'kan ini ruang siapa ? Ruang orang yang bikin dia (gue nunjuk si lebay) meleleh boooooooook,hahahah jadi lo mesti kuat bro nahan sakit hati lo dan lo mesti bisa lengserin posisi pemilik ruangan ini dari hati dia," atensiku sambil cengengesan melihat Deodoran.


"Busyet gila lo ya, Ariel mau tarok dimana ha di jonggol huuh nyaho' lu. Nih ya kalau sama ceo edan ini amit-amit dah gue mau jadi pacarnya, amit-amit bakal suka sama tuh orang," ingin muntah sumpah membayangkan suka sama orang aneh itu.


"Ra perkataan itu doa lho, nanti kena karma kebalikannya baru tau rasa lu,"


"Udah ah sebel gue sama lo,"


"Eh kalian pada ngomongin gue ya ha ?" Teriak si lebay.


"Udah deh gak usah teriak-teriak berisik tau," sergahku malas dengar ocehan si lebay.


Dan kita bertiga memulai tugas membersihkan ruang CEO edan itu. Aku bagian mejanya dan melihat tempat duduk CEO edan kemarin. Aku duduk di kursinya, terasa enak ternyata kursinya empuk sekali. Dan ada foto CEO edan itu sama seorang gadis, cantik sekali.


Pasti istrinya apa pacarnya. Aku tak bisa menebak dan aku tidak kepo dengan kehidupannya. Beda dengan Ariel di mana harus tahu semua tentang kehidupannya. Dan menurutku ni CEO edan tidak cocok sama wanita cantik di foto itu.


Pasti wanita ini gadis baik jadi tidak cocok sama si edan yang kerjanya membuat orang pusing terus. Apalagi viral berita dia penakhluk seribu wanita.Mana jahat lagi melukai jari tanganku.


Tidak cocok. Coba dia kenal dan jadian sama Gebi brabe si edan sama si lebay tapi kasihan Deodorannya juga. Mengenaskan.


Dan aku lihat kertas yang dirobek CEO edan itu banyak sekali dan hasrat kepoku datang tiba-tiba. Aku pungut kertas robek itu dan gue sambungkan untuk membaca isinya dan jadinya seperti surat. Aku baca suratnya.

__ADS_1


Isi surat edannya si edan ;


Sejak matahari meninggi membakar sekujur tubuh ini sampai rembulan menyiram kerontangnya hati ini, diriku tetap setia menanti kesempatan yang kurasa tak 'kan terulang. Membuka pintu hatimu.


Upst tunggu dulu itu surat sudah selesai tapi dibawah surat itu what? Oh my God, maksudnya apa si edan menulis namaku.


Rara


Rara


Rara


Rara


Rara


Rara


Rara


Bawel,


Rese'


Curut


Besok 24jam full


curut


Itu yang si edan tulis. What, aku tidak mengerti. Ini maksudnya apa. Isi suratnya Seperti puisi yang romantis tapi di bawahnya ada tulisan seperti itu ada namaku tapi ada kata curutnya, jadinya tidak enak dibaca karena aku cantik bohay dipanggil curut.


Aduh di mana CEO edan itu, jika ada aku ingin menjambak rambutnya dan aku tarik hidung sok mancungnya. Ah! benci sekali aku dipanggil curut dan dia itu bekicot. Dimana-dimana selalu menyebalkan. Pokoknya aku sebal sama CEO edan. Awas ya jika bertemu aku tanya ini maksudnya apa ada namaku plus dengan kata curutnya.


Jika dihubungkan sangat bagus puisisnya pas katanya membuka pintu hatimu, Rara. Lebih mendingan seperti itu saja, tapi hasilnya membuka pintu hatimu Rara curut ah! sebal sekali hatiku. Apa karena akh kecil ini mirip curut tapi si curut 'kan mancung mulutnya mirip Gebi sedangkan aku perfect.


Tapi dalam puisi ini ada namaku apa jangan-jangan si edan jatuh hati sama aku, benarkah tapi wajar karena aku satu-satunya OB perfect di sini pasti dia terpesona sama Aku. Dan setelah aku lihat ni dari foto wanita yang ada di meja kerja CEO edan ini tetap lebih cantik aku dan wanita itu menang tinggi saja. Rara gitu lho.


Sampe sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,happy reading ...


💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2