GAIRAH CEO

GAIRAH CEO
Dipeluk Pak Rangga


__ADS_3

Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama ceo hot, happy reading Kaka ...


💋💋💋


Aku mengangguk dan siap pegang handle pintu tapi pintu langsung terbuka sendiri dan aw ... tubuhku ... aduh ini mimpi atau bagaimana. Tubuhku huph! Aku dipeluk pak Rangga. Tubuhnya wangi sekali dan begitu hangat. Dia mandangku dan wajah kita dekat sekalu. Tatapan matanya menusuk.


Ini baru pertama kali seumur hidupku dipeluk pria dan ini yang melukku CEO-ku sendiri yang populer tajir melintir. Oh my God, aku berasa ini mimpi apa nyata. Apakah aku berhalu lagi.


Berasa seperti film drakor yang aku tonton itu cowok menyelametkan kekasihnya yang hampir jatuh. CEO facemu mirip sekali idolaku.


"Kamu tidak kenapa-kenapa 'kan ?" Tanya pak Rangga lembut dan bibirnya seksi itu dekat sekali.


Aku menggeleng kepalaku dan menggigit bibirku sendiri, aku jadinya salting. Sumpah! Bos, aku nervous. Ada rasa lain. Dihatiku.


Tiba-tiba KEDUBRAK!


"Awwwww bapak sakit tau," teriakku kencang sambil mengusap bokongku.


Bagaimana tidak sakit CEO ini langsung melepaskan pelukannya setelah tahu aku baik-baik saja, membuatku terjatuh ke lantai. Baru kali ini aku baru saja halu film drakor jadinya begini . Benar-benar CEO aneh.


Dan pak Rangga memiringkan sedikit bibirnya lalu memasukkan kedua tangganya kesaku celanya dan dia berbalik mau kembali ke ruangannya tiba-tiba ...


"Aduh," teriak Pak Rangga.


Pak Rangga kesandung kakiku sampai dia jatuh juga dan Mba sekretaris itu menutup mulutnya menahan tawa melihat aku dan pak Rangga terjatuh ke lantai.


"Heh! Kalo tidak suka itu ngomong jangan bales dendam begini," oceh pak Rangga dengan mata melotot kearahku.


"Kenapa sih sayang, lho kamu kenapa kok duduk di lantai." Terdengar suara wanita dari dalam ruang kerja pak Rangga, tapi mirip suara ibu-ibu yang menabrakku di bawah tadi.


"Lho ada kamu cantik ayo bangun," kata ibu itu setelah melihatku dan membopongku buat bangun.


"Ma yang jatuh itu aku bukan dia," protes pak Rangga.


"Cowok itu harus kuat bisa bangun sendiri, tapi cewe itu lemah sayang harus dibantuin dong," jelas ibu itu, ternyata dia mamanya pak Rangga.

__ADS_1


Bahagia rasanya dibelain ibu cantik ini, lumayan sekali dan rasakan balasannya pak Rangga. CEO kejam sekali sehbis bertanya aku sakit apa tidak terus langsung dilepas pelukan hangatnya membuat bokong seksiku sakit.


"Udahlah ma, jangan urus dia. Dia kesini Rangga minta cek bunga karena nanti malem ada papa juga kesini ada pertemuan penting dan special disini ma," jelas pak Rangga dengan manja pada mamanya.


Ibu itu tersenyum dan menjewer telinga pak Rangga.


"Aduh mama sakit, ma" rengek si kejam.


Pak Rangga yang dingin dan aneh ternyata bisa manja sama mamanya ternyata. Bingung deh gue dia itu ya bawel, garang banget sama bawahannya tapi ketemu mamanya langsung manja total dia ckckckckck gak nyangka deh gue anak manja ternyata. Tampang aja sok keren


"Jangan suka keras ya dengan karyawan disini, mama gak suka lho sayang kamu tuh harus lembut dan sopan. Mama dan papa gak pernah didik kamu punya sifat jelek kayak tadi," atensi mamanya bikin gue mau ketawa liet ekspresi pak Rangga.


"Iya ma iya Rangga tidak akan seperti itu lagi sama dia," janji pak Rangga dengan tersenyum manis pada mamanya.


Aku ikut tersenyum pada mamanya Pak Rangga.


"Kenapa kamu senyum-senyum begitu apa kamu ngeledek saya ?" sembur pak Rangga yang ternyata memperhatikan aku.


"Apa ? Enggak kok pak, saya em ...," jadi bingung mau bicara apa.


"Kenal ma, dia OB disini."


Aku mengangguk saat ibu cantik itu melihatku dan dia tersenyum terus manis sekali.


"Kamu kerja disini sayang ?" Tanya ibu itu halus.


Oh my God, Mama CEO menyapaku dengan panggilan sayang. Special sekali. Seperti panggilan mama di kampung.


"Iya bu,"


"Panggil tante aja sayang," pinta ibu itu lembut.


Aku tersenyum dan ibu itu membelai puncak rambutku.


"Hebat ya kamu Rangga nerima karyawan cantik kayak dia, lucu lagi dan manis banget anaknya." puji ibu itu uspt tante itu untukku.

__ADS_1


Membuatku malu-malu saja tante ini. Pak Rangga tak menjawab apa-apa tapi matanya fokus melihatku, pandangannya tajam bagai mata elang melihat mangsanya.


"Nama kamu siapa sayang ?" Tanya tante cantik itu.


"A ...,"


"Rara, ma," jawab pak Rangga.


Tapi bukan aku yang menjawab tapi dia yang menjawab pertanyaan Mamanya unyukku.


"Kok sayang tau aaa jangan-jangan kalian pacaran ya ?" Goda tante cantik itu sambil menyenggol pak Rangga.


Aku salting salah tingkah, tapi jangan goda seperti itu karena aku sebenarnya tidak pacaran dengan anak tante ini yang bar-bar sikapnya. Sangat rese' jadi orang. Meski dia tampan seperti idolaku sikapnya itu dan arogan.


"Tuh ada ditulis di pin namanya ma," jelas Pak Rangga dengan menunjuk pin namaku.


Tante cantik itu tersenyum dan menggeleng kepalanya melihat pak Rangga. Dan pak Rangga langsung menuju sova santai di ruang kerjanya.


"Jangan heran ya sayang dengan tingkahnya Rangga, dia itu bawel dan rese' banget anaknya itu susah ditebak dan di kantor dia itu dingin banget," ungkap tante cantik itu yang merangkulku dengan ramah.


"Iya, tante oh ya tante ada yang mau aku kasih ke tante," kataku dengan mengambil jam tangan yang aku temukan tadi di pintu lift lantai bawah.


Tante cantik itu menaikkan alisnya keheranan dengan yang aku katakan ini dan jam tangan cantik itu segera aku berikan.


"Nih tante jam tangannya jatuh tadi di depan pintu lift, saat aku mau manggil tante tapi pintunya udah tutup dan tante langsung naik keatas," beberku bernada ramah.


"Oh my God ini jam tangan hadiah om sama tante. Baik banget kamu sayang nemuin jam ini dan ngembaliinnya," ucap tante cantik itu lalu cupika cupiki padaku dan langsung melukku.


"Ayo sini duduk sini sayang," ajak tante cantik itu merangkulku untuk duduk dekat pak Rangga.


"Rangga coba kamu lihat dia nemuin jam tangan mama dan dia ngembaliinnya. Dia karyawan kamu baik banget," ungkap tante cantik itu.


Dan aku lihat pak Rangga melihat jam yang dipamerkan mamanya itu. Dan dia memandangku tanpa berkedip.Jujur diriku merasa canggung saat mata kami terpaut seperti saat ini, ada gejolak malu di dalam hatiku.


Sampe sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, end tips happy reading ...

__ADS_1


💋💋💋


__ADS_2