
Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama ceo hot, happy reading Kaka ...
💋💋💋
Ah! Sudahlah bisa nambah titik emosi intinya jika bertemu aku tanyakan perihal puisi tak berguna itu, puisi sampah ini. Bisa jadi nanti aku dibilang kepo kertas sudah dirobek kusambungkan, tak enak.
Apalagi kemarin kalau tak salah dengar dia katakan suamimu, apakah itu suatu pertanda. Dara samudera jangan berfikir yang tidak masuk akal.
"Eh eh foto siapa itu, Ra ?" Tanya Gebi yang langsung mengambil foto di atas meja CEO edan.
Aku baru saja mau bangun dari kursi empuk ini dan si lebay datang menghampiriku.
"Istrinya mungkin," jawabku singkat.
"What ? Ra, kapan mereka nikahnya dan di mana kok gue enggak tau !" desak Gebi dengan mata memerah.
"Ya gue enggak kepo ya dengan ceo edan itu! Jadi gue gak tau kapan dan di mana mereka merid," jelasku dengan nada datar lalu bangun dan meninggalkan meja milik orang menyebalkan itu.
"Eh, Ra! kok lo gitu sih jika gau tau lo jangan ngomong ngaco kesian 'kan belahan jiwa gue nangis," tegur Deo yang langsung berlari mendekati Gebi.
Aku mendengus kesal tapi bercandaku salah tidak memikirkan dan menghargai perasaan sahabatku. Aku pun brrjalan mendekati Gebi dan memeluk sahabatku ini dengan pelukkan hangat.
"Maafin gue ya Geb, gak bermaksud nyakitin elu, gue cuma bercanda kok. Wanita di foto itu bukan istrinya kok, mungkin saudara atau temen biasa. Udah ya lo jangan nangis lagi," bisik gue dengan terus memeluk Gebi.
"Jika ... aa cewe itu pacarnya giman ... na ?" Tanya Gebi terbata-bata.
Aku lepaskan pelukanku dan menangkup wajah Gebi dengan kedua telapak tanganku.
"Cuma pacar, helloooo cuma pacar sebelum janur kuning melengkung masih bisa ditikung." Selorohku dengan senyum manis.
Gebi langsung terkekeh dengan matanya masih basah dan langsung menghambur kepelukanku. Aku lega bisa bikin dia tersenyum lagi. Bagaimana pun dia adalah sahabatku. Kebahagiaan dia itulah kebahagiaanku.
"Iya inget itu, tapi kalo lo gak bisa dapetin pak CEO tenang aja ada gue kok," sanggah si Deodoran dengan membusungkan dadanya di hadapan kami.
Pluk! Gebi memukul dada Deo dengan pukulan cewek yanh tidak sakit. Bibir Gebi manyonh kearah Deodoran, ia meledek tanda gak akan ada tempat di hatinya buat Deo.
"Sabar bro sabar," Ucapku menepuk pundak Deodoran.
__ADS_1
"Ho'oh mesti sabar," akunya Deo.
Dan kami bertiga langsung menyapu, ngepel, dan mengelap semua sisi ruang kerja pak CEO edan itu. Sudah kinclong. Kini saatnya kembali ke belakang karena bentar lagi para karyawan bakal datang dan si edan juga.
Selesai. Kini kami kembali ke belakang. Aku buru-buru sampai di ruang khusus OB, aku rebahan di kursi panjang lelah melakukan pekerjaan dengan terlalu cepat. Dan cukup lama aku memikirkan si edan sepanjang kerja di ruangannya tadi yang tidak karuan terus aku fikirkan. Tak jelas.
Tapi puisi tadi ada namaku membuat aku baper jadinya mumet lagi kepalalu ingat kata curut di deretan namaku tadi. Kenapa disamakan dengan nama yang tidak pantas. Aku ini seksi, cantik, smart malah dapat nama itu. Curut.
Ya Tuhan kenapa itu terjadi denganku. Tak mungkin itu pasti nama orang lain, apa nama wanita di foto itu Rara juga. Pasti kisahnya si wanita itu bernama Rara juga. Dia sok jual mahal pada tu CEO edan yang sudah mendaftar jadi calon suami lalu ditolak alhasil wanita itu diberikan julukan si curut.
Aku yakin pasti begitu kronologinya. Si wanita lebih cantik aku saja mau jual mahal sama si CEO itu walau dia tajir melintir. Tidak mau duit banyak wanita itu. Kalau akub lihat face dan bibirnya membuat bibir tergigit sendiri. Halu lagi Dara Samudera
Aku terus rebahan santai nanti siang saat kantor sepi sudah beres-beres lagi. Penat Mataku ngantuk juga.
"Mba Dara Samudra,"
Aku terbangun seperti ada yang manggil namaku.
"Mba Dara Samudera,"
Eh! Memang ada m ternyata. Aku bangun dan mencari sumber suara. Ternyata dari Kirana, sekretaris CEO edan itu.
"Mba dipanggil bos untuk menghadap sekarang," tutur wanita itu.
Aku mendengus dan bangun dari tiduran. Untuk apa si edan memanggilku. Dan saat aku sampai di pintu Gebi, Siska, Deodoran dan Dana menghadang jalanku.
"Kalian ngapain sih? gue mau keruang pak ceo nih,"
"Moga lo baik-baik aja Ra," harap Siska.
"Gue takut ada kesalahan dengan kerjaan kita tadi ,Ra!" sambung Gebi dan Deo mengangguk.
"Moga ini gak ada hubungan dengan gawai bos yang lo temuin kemaren ya, Ra!" ucap Dana juga.
"Jangan nyumpahin soal gawai dong! gara-gara itu sejak kemaren si Rara berubah jadi banyak diem," celah Siska.
"Semua baik-baik aja kok, mungkin bos ada urusan lain buat gue kerjakan." kataku nenangin diri.
__ADS_1
Semua sahabatku tersenyum memberi semangat buatku.
"Mba bisa cepet gak nanti bos marah," kata cewe yang manggilku tadi.
Aku mengangguk.
"Gue pamit dulu ya gaes, doain gue baik-baik aja ya emuach !"
Semua sahabatku melambaikan tangan. Lucu seprti aku mau berlayar jauh saja. Padahal hanya ke ruang si edan saja. Dan diriku juga ketularan si Gebi jadi lebay berpamitan dengan teman-teman. Paling CEO mau memberi tugas buat lembur sampai nanti malam, aku yakin.Seperti titah sultan kemarin.
Mulai lagi aku berhalu cowok tampan seperti dia dengan sikap aneh kenapa bisa ya disatukan, lebih sempurna sudah tampan, menggiurkan, terus jadi baik itu 'kan enak. Nyatanya dia sikapnya itu susah ditebak.
Bicara saja sama dia itu susah serba salah tak dibicarakan itu lebih salah, semua ditutupi tampang hotnya jika tidak dijamin satu kantor akan mengumpatnya.
"Mba hebat ya." kata sekretaris CEO itu membuyarkan haluanku.
"Apa Mba?"
"Iya jarang bos manggil OB biasanya langsung kasih perintah lewat saya."
"Oh."
"Tapi Pak Rangga mau memberi tugas langsung dengan Mba dan tepat deh manggil Mba ya gue puji kecantikannya orangnya dan kerapian dalam sistem kerjanya,"
Aduh namaku dipuji membuatku ingin terbang ke alam bebas.
"Em makasi ya Mba pujiannya Mba jauh lebih cantik dari saya." Aku balik memuji Mba dengan alis tebal nyatu kedua alisnya ini.
"Oh ya Mba saat ketemu Pak Rangga gimana perasaan Mba?"
"Em biasa aja Mba."
"Masa sih Mba ugh galau saya Mba ya pas dipanggil gak berani natap Pak Rangga senyumanya itu menggoda dia superstar."
Terdeteksi ini fans ke 999. Aku harus maklumi berhadapan dengan orang seperi ini.
Sampe sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,happy reading ...
__ADS_1
💋💋💋