GAIRAH CEO

GAIRAH CEO
Bertemu empat mata


__ADS_3

Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama ceo hot, happy reading Kaka ...


💋💋💋


Semua OB melihat jari tanganku. Mereka iba melihat lukanya cuma sedikit tapi membekas. Aku berterima kasih bila mereka empati padaku.


"Iya, ada tadi mas Rangga bilang cuma dia gak tau gimana cara ngobatin luka lo. Dan lo diliburkan sampe tangan lo sembuh," tambah mas Odi.


Disusul anggukan Dana dan Siska tidak tahu benar apa tidak perkataan Mas Odi itu. Yang jelas dalam fikiranku ini pasti diriku sudah dipecat masalah ponsel yang kutemukan itu,CEO mungkin tidak senang denganku.


Matilah aku jika fikiranku ini benar. Ini bukan libur, ini pasti pemecatan oh my God. Bagaimana ini dan harus bagaimana. Apa aku tunggu bos rese' itu saja. Dia pasti main sandiwara bilang libur nanti kirim pesan anda dikeluarkan. Oh TIDAAAAKKKK.


Berasa jengah kumpul di sini. Aku diam sambil mandang tumpukan galon kosong. Mataku menerawang jauh sekali.


Hup! Aku berdiri bagai catwoman siap bertarung ah!fikiranku semraut salah ingin menyebut wonderwoman sebenarnya gara-gara terus memikirkan nasib kerjaan takut dipecat. Halu jadi pahlawan kartun kesiangan.


"Rara, mau ngapain ?" Siska menarik tanganku.


"Dia kegirangan Sis, jadi biasalah kalo Rara seneng begini." ungkap keanehan deh mas Odi cengengesan.


Aku saat ini jauh dari jiwa humoris jadi mereka mau becanda segala macam tak bisa masuk ke hatiku. Aku takut dipecat guys, kalian tidak ngerti. Aku terus membatin tiada henti.


Males ah! meneruskan berfikir aneh. Aku tetap diam menyimpan seribu tanda tanya. Tapi perasaanku belum menghitung berapa jumlah tanda tanya di kepalaku sebenarmya kok bilangnya seribu. Absurd.


Ugh! intinya aku sebal sama seniorku mas Odi padahal tidak perlu begitu memberitahu ke orang tentang aku. Sudahlah tidak perlu aku balas ucapannya, acuhkan saja. Buang-buang waktu.


Aku positif harus berjuang menghadap siapa tadi mas Rangga itu buat minta maaf. Aku jangan sampai dipecat. Tanggunganku ada lho, aku inu tulang punggung sapi upst! keluarga jadi aku butuh sekali pekerjaan ini.


Mana sekedar menyapu saja aku harus ikut test, ini baru perusahaan luar alam upst! luar binasa aduh, salah lagi maksudku luar biasa pokoknya. Itu tadi nyapu saja ditest. Bagaimana buat karyawan kantornya ya. Aku rasa penuh halangan dan rintangan yang mereka lalui demi menjadi seorang karyawan di sini.


Dan kini aku tutup pintu ruang belakangnya. Terserah mereka di dalam mau bicara apa, bagiku tidak penting. Aku berjalan lunglai rasanya. Mendadak kefikiran Gebi, dia kelaparan tidak ya.


Aku dapat uang diberikan cowokku yang uuu tampan plus banget tadi sebaiknya aku berikan pada Gebi saja, tapi bagaimana mau memberinya aku masih kerja. Oh my God. Malang sekali nasibmu, Geb.


Hadeeuh! Pusing sekali memikirkan Gebi, dan sudah jauh juga aku berjalan ternyata. Sudah sampai parkiran. Emmmm, aku berfikir dulu sampai di parkiran aku harus berbuat apa ya. Kira-kira jadi tukang parkir cakep tidak ya.


Aku sih oke-oke saja tapi takutnya semua karyawan cowok di sini pada kepincut denganku heheehee! Kasihan bini mereka. Aku juga bisa kena cakar ujungnya dibilang ngembat laki orang padahal tidak sempat mau ngembat laki orang. Begini tukang sapu saja aku sibuk, tak ada waktu buat ngembat hak orang.

__ADS_1


Ckckckckk! Kini aku dapat ide. Aku 'kan mau minta maaf sama duh siapa lagi namanya aku lupa si mamas CEO tadi. Intinya minta maaf. Titik.


Alu ragu pasti mas Odi tadi tidk enak mau bilang aku diberhentikan jadi dibilang libur dua hari. Dua hari tidak baik semua ini.Lagi pula mana ada libur 2 hari tanpa asbab eh sebab. Ugh! Penasaran dengan yang sebenarnya buatku.


Duduk di bawah pohon di sini saa menunggu CEO datang ambil mobilnya terus aku samperin. Opssstttt! Boss besar biasanya ada supir lho dan dia dijemput di depan pintu utama. Gila! Salah dong kalau diriku menunggu CEO itu di sini.


Kemana kucari dia. Di tong sampah ada tidak ya hahahahahaaaa! Di tong sampah yang ada bukan CEO tapi mantan. Karna buang mantan pada tempatnya terdekat. Haahhahaaaaa! Jadi cari mantan ubek-ubek saja tong sampah terdekat.


Huuu, kalau bicara asal aku suka sekali. Emmm, aku datang ke ruang CEO langsung saja. Aku harus berani. Aku datang dengan hormat gerak jadi semoga diterima. aamiin.


Bejalan lagi masuk ke dalam. Mau menghadap pada paduka raja rese'. Berjalan menuju ruang CEO aku merhatikan karyawannya sibuk ngetik di ruangan merka sebelum sampai ruangan sultan tersere' pemilik tatapan hot.


Huuu, aku halu ah! seandai aku sudah menjadi karyawan gaji pasti lebih tinggi, kerjanya hanya ngetik-ngetik saja. Mantap sekali. Pakaian slalu rapi dan wangi. Aku besyukurlah walau sebagai OB datang harum pulang bau ikan asin.


Jadinya ya gimana gitu. Tapi ya bersyukur masih kerja. Bisa makan. Tiap kerjaan ada bedanya sesuai kemampuan pelakunyalah. Seperti aku mampu jadi OB hmmmm, misal ikut test model, bergaya ngaca bisa diterima. Model sabun colek baru diterima mungkin hahahaha! membawa piring kotor terus cuci,udah kelar deh.


Hah, begitulah hidup. Eh, sudah sampai di ruang CEO. Aku masuk ah. itu ada papan nama di atas pintu.


"Maaf, nona mau bertemu siapa ?"


Ada perempuan cantik ternyata. Aku kira masuk sini langsung ketemu CEO. Ini sepertinya asisten CEO bagian informasi khusus CEO.


"Oh, ya maaf. Saya ingin bertemu CEO sekarang,"


Alis perempuan itu mengekerut. Wajah dia heran melihatku. Dia memandang tubuh mungilku dari atas sampai bawah kakiku. Lalu dia menarik nafas seperti latihan pernafasan saja.


"Ada keperluan apa nona ?"


"Ada hal penting yang harus saya bicarakan, soal ponsel bos yang saya temukan tadi pagi di ruang meeting." jelasku pelan.


Perempuan yang di papan namanya itu bernama Kirana itu mangut-mangut lalu mengangkat telponnya. Tidam semuanya di angkat sama mejanya. Duh fikiranku kenapa jadi emosi begini. Lalu Kirana itu komat-kamit pelan dan meletakkan telpon itu ke tempatnya kembali.


"Mari nona bos ada di dalam."


Kirana imbangun dari duduknya dan berjalan di depanku. Aku mengikuti dan dia membuka pintu ruang kerja CEO. Wow funtastic keindahan ruangannya.


Aku munundukkan sedikit kepalaku pada Kirana tanda berterima kasih dengan isyarat hormat dan kini berjalan mendekati CEO yang sedang kutak-katik ponselnya di meja kerjanya.

__ADS_1


Ruang kerja CEO begitu menakjubkan. Ada tanaman buatan tanpa tanah kecuali dalam vas di dalamnya dan juga ada aquarium besar. Ikannya juga seperi ikan arwana merah deh.Ah, aku tak tahu itu jenis ikan apa. Ini ruang kerja apa taman ya.


"Ehem," desah suara itu mengagetkanku.


Coba mendeham itu lembut jadi orang tidak kaget seperti ini.Rese' sekali. Sudahlah aku terpaksa ya berpura-pura jadi baik detik ini. Lihat saja habis ini ini. Aduh kenapa aku beraninya nantangi bos untung hanya dalam hati.


Lagi pula dia sibuk bermain hape dan aku tidak dianggap. Sudah ah, dekayi saja. Ini alu duduk atau berdiri ya. Tapi dia tidak memberi intruksi mana yang bagusnya untukku.


Dan CEO melepas ponsel mehongnya ke meja dan dia menatapku. Wow jelas tampan ketampanannya. Ini orang atau orang ya. Seperti pangeran di negeri dongeng.


Tampan sekali. Ini orang yang dipuja-puja satu kantor. Menakjubkan.


"Ada keperluan apa kamu kesini ?" Tanya CEO dengan menatapku begitu lekat.


Tanganku gemetar sampai kedua tanganku berpegangan dan dilihat CEO itu semakin membuatku gemetar takut jadi takut sama dia. Sementara alis CEO itu mengerut melihatku meremas kedua tanganku berulang-ulang.


"Tanganmu kenapa ?"


"Jahit eh jahit." Aduh aku nervous.


"Jari tanganmu mau dijahit ? Jari yang tidak menarik tidak dirawat dengan baik."


"Tidak Pak, emm!" Aku gugup.


"Kamu sakit ya apa mau saya antar ke rumah sakit ?"


"Ah saya sehat Pak,"


"Tidak apa jika mau saya antar,"


"Rumah sakit mana Pak ?"


"Rumah sakit jiwa,"


CEO itu tersneyum dan aku terbelalak mendengarnya dan menarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan. Dan apa tega sekali tebakkannya. Tidak mungkin tanganku mau dijahit ini tangan apa kaos oblong sih.Mau anyar ke rumah sakit jiwa lagi. Dasar rese' aneh tapi keanehannya tak bisa nimbulin kesel saat mandang wajahnya dan kita bertatapan.Tapi dia merhatiin jariku ternyata. Oh my God.


Sampe sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, end tips happy reading ...

__ADS_1


💋💋💋


__ADS_2