
Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama CEO hot, happy reading Kaka ...
💋💋💋
Chiiiit!
Mobil Al berhenti membuat jantungku berpacu tak menentu.
"Ra ... !" teriak Rangga menghampiriku.
Al segera ke luar dari mobilnya ketika melihat Rangga menghampiriku. Perasaanku tidak enak.
"Kak, Rara akan pulang denganku."
"Kau sudah menceraikan, Rara. Jadi kurasa kau tak perlu mengantarnya."
"Cukup!" teriakku.
Aku menoleh ke arah Rangga dan berbisik,"Aku tidak perlu lagi uangmu dua ratus juta itu."
Rangga menatapku tajam. Aku tak perduli dan aku melangkah mendekati Al.
"Kak, aku pulang sendiri dan terima kasih sudah mau menjemputku."
Al tersenyum dan mengangguk. Rangga berlari dan menarik tanganku. Mata Rangga begitu tajam menatapku.
"Kau jangan berbuat gila, ayo kita pulang."
"Sudahlah, jangan mengusik hidupku lagi."
Kulepaskan cengkraman Rangga dan langsung berjalan meninggalkan Rangga dan Al. Aku menuju kontrakanku.
Setelah naik bus kini sampai. Aku berjalan gontay menuju kosan. Banyak warga menyapaku karna sudah lama tak melihatku. Melihat gadis melayani CEO mesum.
Kulihat pintu kos terbuka dan ada sandal lelaki.Ada siapa di kos. Aku diam tidak memanggil Gebi. Aku berjalan mendekati kamar Kos.
'Ah'
'Uh'
'Ah'
Suara desahan begitu hebat bergantian. Aku sudah biasa mendengar itu saat melakukannya dengan Rangga
Tapi siapa yang melakukan itu di kamar kos. Aku biarkan itu dan karena haus aku minum dulu. Saat akan membuka kulkas kutak sengaja melihat tongsampah di sebelah kulkas, ada bungkusan testpack.
Mataku terbelalak dan kuambil bungkusan itu, kuchek tak ada isinya. Dan aku menoleh ke arah kamar kos. Aku minum dulu.
Usai minum aku masak mie instan kemudian duduk di kursi dapur dan langsung menyantapnya.
"Rara!" bersamaan dua orang itu menyebutkan namaku.
Saat aku menoleh 'Uhuk uhuk uhuk' aku mendadak tersedak. Hidungku merasa perih karena mie yang sedang kukunyah masuk kehidungku dan berhampuran saat kubatuk tadi.
Gebi menyerahkan air putih segar untukku yang langsung kutepis gelas itu hingga tumpah dan jatuh. Aku bangun dan mengambil minuman sendiri.
__ADS_1
Brugh!
Saat akan pergi meninggalkan dapur aku tak sengaja menyenggol Dana yang mematung di pintu tengah.
Aku menarik nafas dan berusaha memecah fikiran gila saat ini. Sebuah peristiwa menjijikan bagiku. Aku menyesal mendiamkan ini sedari tadi. Jika aku tahu tak mungkin mereka nyaman menyelesaikan permainan itu
***
Sampai malam aku dan Gebi tidak bicara sepatah kata pun. Aku melihat jam menunggu jemputan setelah kukirim maps alamat kosanku pada Luis.
Tak berapa lama ada nomor baru meneleponku. Jemputan dari Luis. Aku minta menunggu. Aku memoles make up tipis dan kugeraikan rambut pendekku yang sudah sampai pundakku.
Kucarikan baju apa yang akan kukenakan ke club sultan. Aku cari-cari semua pakaianku bertema teen tak ada pakaian dewasa. Kusingkap lemari Gebi. Aku tersenyum sinis. Dia punya puluhan gaun.
Beruntung diriku punya teman miss lebay yang selalu tampil memukau. Kukenakan gaun terbuka Gebi yang ketat dan menampakan tubuhku juga belahan yang dulu canduan Rangga.
'Sudahlah jangan fikirkan Rangga saat ini karena malam ini aku akan bermain gila'
Aku ke luar kamar membuat Gebi tersontak kaget tapi ia terlihat masih takut menegurku untuk bertanya.
Kugunakan jacket panjang menutupi baju sensualku dan dengan hels kumelangkah menuju mobil jemputan Luis.
"Nona, kita ke club dulu dan setelah itu baru bersama tuan Luis yang sudah memesan fila." terang supir macho itu.
Aku mengangguk. Dan tibalah kini di club Sultan yang berisi orang kaya semuanya. Selama ini hanya melihat dari google dan youtube tapi sekarang kuinjakkan kakiku di club Sultan.
Supir itu terus menuntunku dan dari jauh kulihat di sebuah meja ada Rangga, Luis, dan dua temannya yang seingatku bernama Mark dan Andrew saat Rangga menyebutkan nama mereka tadi siang.
"Lihatlah wanitaku uuuuwaw akan membuatku gila malam ini." teriak Luis melihat kedatanganku.
Luis menjilat jempolnya dan mendekatiku. Luis segera membuka jacketku dan membuat semua mata temannya melotot dengan mulut menganga melihatku.
'Uhuk uhuk'
Rangga tersedak karena saat sedang menenggak minumannya ia menoleh melihatku. Rangga terbelanga dan langsung meletakkan gelasnya ke meja.
Aku tersenyum dan langsung menggandeng Luis, dan lelaki bejat yang kugandeng ini berteriak bahagia dengan terus memegang daguku.
Terlihat Rangga langsung menerobos dua temannya dan langsung mendatangiku dan Luis. Mata Rangga begitu tajam dan ia melihatku dan Luis bergantian.
"Ayo kita pulang."
Aku menggeleng.
Saat Rangga menyintak tanganku Luis melepaskan cengkraman Rangga.
"Rangga jangan ganggu dia, dia wanitaku yang akan bercinta lohay denganku."
"Ayo kita pulang."
Rangga tak mengubris Luis sama sekali dan aku tetap menggeleng.
"Sekarang kau pilih mau ikut aku atau dia?"
"Aku pilih Luis."
__ADS_1
Mendengar jawabanku spontan Rangga menarik Luis dan tanpa rem langsung melayangkan tangannya kemuka Luis dan juga ke arah uluhati Luis. Berkali-kali dengan gerak cepat Rangga menghajar Luis sampai memuntahkan darah.
Mark dan Andrew segera meleraikan Rangga dan Luis dan aku terdiam ketakutan. Setelah Luis jatuh Rangga mendekatiku dan ia meraba saku celananya.
Dengan gerak cepat Rangga memasukan cincin pernikahan ke jari manisku dan ia angkat tanganku menunjukkan cincin pernikahan kami ke pada Luis, Mark, dan Andrew membuat ketiga CEO itu terbelanga.
"Dia istriku. Siapa yang ingin mendekatinya langkahi dulu mayatku."
Lalu Rangga menyeretku dan menarik jacketku yang dipegang pelayan club. Rangga tak berkata apa-apa langsung mendorongku ke mobilnya dan ia langsung tancap gas.
POV Luis.
"Kau gila ingin bercinta dengan istri teman." ledek Mark.
Andrew membantuku berdiri dan kuusap bibirku yang berdarah.
"Aku suka dan akan ikuti permainan menantang ini."
"Maksudmu?" tanya Mark dan Andrew bersamaan.
kembali ke POV Rara.
Sampai di rumah Rangga menarikku dan meski kulawan tenaga Rangga begitu kuat disaat sedang marah seperti saat ini.
Aku terjatuh karena kesusahan berjalan cepat menaiki anak tangga tidak membuat Rangga berhenti. Dengan kasar Rangga terus menarik tubuhku.
Rangga mengangkat tubuhku dan menghempaskanku ke ranjangnya, tatapan Rangga semakin tajam. Tubuhnya dibanjiri keringat yang sampai menetes dari wajahnya.
Aku meringkuk ketakutan dan sepatuku ditarik paksa Rangga, tanpa terlebih dahulu ia membuka tali pemanisnya. Tarikan itu menyakitkan kakiku.
Aku ketakutan luar biasa kali ini melihat kemarahan begitu mengerikan. Rangga memegang kepalaku dan menariknya.
"Kapan kau kenal dengan Luis?" bisik Rangga yang suara hembusan nafas memburunya memenuhi pendengaran sebelahku.
"Tadi di kantor." jawabku ketakutan.
"Lalu bagaimana kau bisa disewa Luis?"
"Dia akan membayarku empat ratus juta."
"Haaaah!"
Teriak Rangga. Dan kulihat Rangga berdiri dijendela kaca kamarnya dan ia terus berdiri di sana.
"Semurah itukah hargamu?"
Aku gemetar ketakutan.
"Aku memilikimu secara sah dengan mahar melebihi harga Luis berikan, kau lebih memilihnya."
Rangga menunduk dan sampai ia terjatuh. Rangga menutup kedua tangan ke wajahnya. Dan ia diam semakin menakutkan bagi diriku saat ini.
Sampai di sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, kritik saran end tips happy reading ...
💋💋💋
__ADS_1