GAIRAH CEO

GAIRAH CEO
Nyonya Rangga


__ADS_3

Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama CEO hot, happy reading Kaka ...


💋💋💋


Pagi ini tidak seperti biasa, Rangga bangun pagi sekali dan ia ikut menyiapkan sarapan. Sarapan tidak enak bagiku, tapi kuhargai dia yang rela bangun pagi menyiapkan semuanya.


Serba jeruk diulah Rangga. Roti selei jeruk, jus jeruk, buah jeruk serba jeruk, selain itu dia tidak tahan dengan aromanya.


Selai choco peanut pun dia tidak mau, aroma menyengat katanya. Bagiku biasa. Jika ingin makan selain jeruk maka diperbolehkan Rangga, dengan syarat makan di taman belakang. Sungguh keterlaluan.


Kini dia sudah rapi menungguku di mobilnya, melihatku sudah mengunci pintu dia tersenyum. Aneh sikapnya saat ini. Bagiku manja sangat manja.


"Sayang kok pakai baju ini?" Rangga menarik ujung bajuku.


"Ya kerjalah."


Aku tersenyum dipanggil sayang, terasa mimpi.


"No, aku tidak mau kamu kerja di kantor."


"Tapi ...!"


"Ganti bajumu."


"Hari ini aja ya, besok aku gak pake baju ini lagi kok."


Rangga menoleh, tatapan sinisnya membuatku tegang.


"Hari ini saja."


"Boleh, pulang nanti adidas." request Rangga dengan senyum sinisnya, lalu ia melajukan mobilnya.


Membuatku manyun, pulang kerja akan adidas. Tapi aku suka. Bahagia rasanya melakukan adidas atas dasar suka sama suka.


"Sayang, kok kamu senyum sendiri?" tanya Rangga.


Aku tak bisa menjawabnya, aku semakin senyum. Membuat Rangga mencubit hidungku. Kuperhatikan lelaki di sebelahku ini bukan lagi musuhku, dia suamiku. Aku tak tahu akan merasa bahagia seperti sekarang di sisinya.


'Kuingat semalam berat hati untuk melepasnya. Aku tak menyangka musibah dulu membuatku sayang beneran dengan Rangga.' batinku.


Kini mobil Rangga sampai di kantor. Dia memberhentikan mobilnya di depan kantor, biasanya dia parkir sendiri.


"Kookie kok berhenti di sini?"


"Memangnya kenapa?"


"Gak apa-apa sih."


Rangga tersenyum, ia turun dahulu lalu memberi isyarat pada security. Dan pintuku dibuka security,mata security yang kuingat memergok kejadian absurd dengan Rangga dulu mulutnya menganga terkejut melihatku.


Aku tersenyum lalu aneh Rangga memasang tangannya untukku gandeng. Aku menolak tapi dia melotot ke arahku. Aku nervous, kugandeng tangan Rangga.


Kami melangkah memasuki kantor membuat pandangan semua karyawan terbelanga kaget. Semua mata yang melihat kami tidak berkedip sedikit pun.

__ADS_1


Sampai di jalan ke ruang OB kulepas peganganku dan Rangga menyentuh daguku sebelum ia menuju ruangannya dengan syarat aku tidak boleh bekerja apa pun itu dan harus sering ke ruangannya.


"Eh,liet deh OB pake pelet."


"Iya, hebat dia jadi pelakor padahal pak Rangga baru aja nikah."


Aku tersenyum mendengar ghibah Mba Ani dan Ina.Terserah mereka mau bicara apa, karena lucu jika mereka mengetahui siapa nyonya Rangga yang sebenarnya.


"Ra, ni daftar menu yang harus kamu beli di kopishop." kata Ani menyerahkan daftar belanja kepadaku.


"Oke." jawabku dengan senyum sangat ramah membuat Ani keheranan.


Hanya ke kopi shop kurasa bukan hal yang berat, jadi Rangga pasti mengizinkan. Aku naik ojek online. Tak berapa lama aku sampai di kopi shop. Kulihat ada mobil Al, apa dia ngopi di sini.


Saat akan masuk aku berpas-pasan dengan Al, ia tersenyum sambil membawa satu coffelatte hangatnya.


"Tampaknya ada yang sedang bahagia." ucap Al menatap manikku.


"Siapa,kak?"


"Entah siapa, sejak tadi dia tersenyum bahagia terus."


Aku berfikir mencoba memecah misteri siapa yang dikatakan Al. Aku menoleh kiri kanan tapi tak menemukan pengunjung yang tersenyum, semua biasa saja.


"Kamu tidak tahu?"


Aku menggeleng lalu tersenym pada Al. Dan Al memegang pundakku membalikkan tubuhku menghadap pintu kaca kopi shop, di pintu itu terlihat hanya aku dan Al.


"Sekarang sudah tahu belum?"


"Kamu, orangnya."


"Aish ...!"


Aku tertawa dibuat Al.


"Ada apa yang membuatmu bahagia, cantik?"


"Em, kak! aku pesen kopi dulu ya untuk anak-anak devisi."


Al menarik nafas panjang dan mengangguk. Aku pun menuju penjaga toko, memesan sederet menu kopi buat para devisi.


Karna banyak kutempelkan nama pada tiap cup, takut salah. Tak ingin menerima cacian seperti yang sudah-sudah, aku memesan sesuai menu tapi disalahkan karena salah pesan dan segalanya.


Kini selesai dan langsung kubayar, uangnya pas tidak ada serupiah pun kelebihannya.


"Mba Ara!" panggil penjaga toko.


Aku dan Al baru mau ke luar menoleh ke wanita cantik seperti seusiaku berlari mengejarku. Dia menyerahkan biskuit cup.


"Untuk siapa,mba?" tanyaku.


"Buat,mba Ara."

__ADS_1


"Rara." perjelas namaku pada wanita itu yang langsung nyengir.


"Dari bos setiap pelanggan akan mendapat aneka biskuit cup, ini buat mba. Makasi selalu langgan."


"Ra, aku ke mobil dulu ada perlu. Kita barengan ya."


"Oke,kak."


Al berjalan ke mobilnya membawa berapa kantong kopi pesanan devisi.


"Kue ini special pilihan bos aku, mba." kata penjaga toko itu.


Untung kopi sudah dibawa Al ke mobil, jika tidak kesusahan membawanya. Jadi sekarang kuambil cup cake itu, terlihat isinya biskuit berlapis cokelat pink berbentuk hati.


"Cake ini mirip cokelat dari ...!"


"Dari siapa,mba?" tanya penjaga toko itu memotong pembicaraanku.


"Gak apa-apa, mba. Oh, ya siapa bos di kopi shop ini?"


"Baru mba, ganteng banget. Dia langganan kami dulunya, lalu dia membeli kopi shop ini dua kali lipat dengan alasan menyukai racikan kopi kami."


Alisku terpaut mendengarnya.


"Siapa nama bosnya?"


"Wah, saya tidak tahu mba. Kami panggil dia bapak saja, ganteng banget deh mba orangnya, bikin saya jatuh cinta hehehehe."


Aku tersenyum melihat reaksi gadis ini. Membuatku penasaran, siapa bos kopi shop ini. Membeli kopi shop ini dua kali lipat. Kusegera pamit menuju mobil Al.


"Kalian bicara apa, Ra? kayaknya asyik."


"Gak apa-apa kak, biasalah perempuan."


Al tersenyum lalu segera melajukan mobilnya.


'Siapa ya pemilik kopi shop itu dan kenapa cup cakenya mirip cokelat dari orang misterius itu, bedanya hanya di sini ada cake bronis keringnya sedangkan dari orang misterius itu cokelat murni.'


"Hello cantik, kok melamun."


"Hah, apa kak?"


"Kamu mikirin apa sih, Ra?"


"Gak apa-apa kok, kak."


"Tadi senyum terus, sekarang melamun. Uniq sekali hari ini."


"Ah, perasan kakak saja itu."


Al tak lagi bicara, ia tertawa mendengarku. Aku tak mungkin membicarakan tentang pemilik kopi shop yang itu. Mustahil.


'Malah akan membuat Al terkejut dan bingung, apalagi bila kukatakan tentang cokelat misterius itu. Apakah Al, ah! jika Al ada angin apa jika ia diam-diam memberiku cokelat dan ia tidak pernah terlihat menyukaiku. Hanya aku salah faham jika menebak dia pelakunya.'

__ADS_1


Sampai di sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, kritik saran end tips happy reading ...


💋💋💋


__ADS_2