GAIRAH CEO

GAIRAH CEO
Taruhan


__ADS_3

Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama CEO hot, happy reading Kaka ...


💋💋💋


'Huuuuuuuuu'


Tangis Gebi pecah. Diriku mengusap puncak rambut Gebi menengkannya begitu pun Siska. Deo alias Deodoran berdiri bersender di dinding menatap tangisan pujaan hatinya. Dana duduk di dekat Siska.


"Kenapa sih tuh ibu kos nagih melebihi batas." gerutu Siska.


"Ibu itu baik kok, mungkin saat ini dia membutuhkan dan takut dibohongi anak kos lain." pendapatku.


Siska mengangguk. Aku tahu Gebi panik karena baru saja kuserahkan uang untuk bayar kos bulan ini tapi Gebi memaparkan ibu kos minta double untuk bulan depan karena tak mau banyak alasan alias telat membabi buta dari kos lain dan semua kos kena dampratnya.


Uang kos kami lima ratus ribu satu bulan. Aku dua ratus lima puluh ribu begitu pun Gebi, kami patungan. Kini Gebi panik karena kami belum gaji. Tiba-tiba rasa aneh menjalar di perutku. Aku langsung berlari ke kamar mandi.


'Uweak'


'Uweak'


"Ra, lo sakit ya?" tanya Siska.


Aku menggeleng dan terduduk lemas di kamar mandi. Mendadak perutku mual.


"Rara, sayang uuu lo mual-mual kenapa sih?" tanya Gebi yang ikut ke kamar mandi.


'Uweak'


Kembali aku mual. Dan terasa tengkuk belangku diusap Siska dengan minyak kayu putih dan Gebi mengusap punggungku.


"Eh, Ra! Lo hamil ya?"


Semua menoleh ke arah suara itu termasuk diriku. Wanita yang hobi mengusik kehidupan orang. Wanita yang kerap memfitnahku. Aku cuci wajahku dengan air di wastafel dan aku berjalan dengan sengaja kusenggol wanita tua itu.


"Ngaku aja, Ra. Sering gituan ya sama bos."


Aku berbalik dan menoleh ke arah wanita itu dan berkata, "Jika iya kenapa?"


Spontan semua mata di sekitar kamar mandi yang ramai tercengang melihatku. Aku sedang lemas tak bisa menjambak rambut wanita tua itu.


Masuk ruang OB lalu kuambil ponsel di tasku. Terlihat berapa belas panggilan dari Ariel. Segera kutelpon balik.


Tuuuuut!


Tuuuuuut!


"Hallo, sayang."


"Hallo, uweak."


"Sayang kenapa? mual-mual ya?"


"Iya, asam lambung naik sayang."


"Sayang, doakan pacarmu ini ya."


"Berdoa apa, sayang?"


"Aku sudah masuk ruang perawatan."


"Perawatan apa?"


"Perawatan mengatur makan dan minum sampai puasa untukku, sayang."


"Lho memangnya kenapa?"


"Besok gue akan menjalani operasi, sayang. Gue menjual ginjal gue dengan pejabat yang istrinya butuh ginjal."

__ADS_1


'Ya Tuhan berita ini begitu mengejutkan'


Aku lunglai dengan ponselku terjatuh ke lantai. Tubuhku langsung seperti orang mabuk tak berdaya terjatuh ke lantai. Siska, Gebi, Deo,dan Dana berusaha membantuku duduk.


Sementara itu para geng wanita ghibah sibuk mengawasiku. Aku syok mendengar kabar Ariel. Kuraih ponselku yang dipegang Dana. Kulihat Ariel sudah mematikan panggilannya.


Triiiiing!


Rangga meneleponku.


"Ra, tolong bawakan empat gelas bening ke ruanganku sekarang."


"Baiklah."


Segera kutinggalkan ruang OB, kuambil empat gelas bening istimewa di dapur dan langsung menuju ruang Rangga.


Kulihat Kirana tak ada jadi aku mengetuk langsung. Sebenarnya hatiku masih kesal mendapat sikap Rangga kemarin. Tapi aku harus berbuat baik demi kekasihku.


Aku tidak rela Ariel menjual ginjalnya demi nyawa neneknya. Dia begitu mencintai neneknya. Sungguh aku tak tega dengan keputusan yang Ariel ambil. Dan kini saatnya kulakukan perjuangan untukmu, Arielku.


Kulihat pintu ruangan Rangga terbuka sedikit, biasanya selalu tertutup dan mungkin saja Kirana ynag masuk dan lupa menutupnya. Kuintip siapa yang datang. Tiga lelaki tampan.


"Berapa hari tak bertemu kangen juga nongkrong dengan tiga CEO tampan ini." ucap Rangga yang sedang duduk di ujung sisi mejanya.


'Ngga, enak gak wanita taruhan itu'


'Oh, ya Ngga! sekarang kau masih bersama gadis itu 'kan'


'Dia terbukti perawan 'kan'


'Coba saja aku yang menang kudapati gadis itu'


'Nikmatkan Rangga'


'Hahahahahaa'


"Gadis itu tinggal di rumahku, menang banyak diriku." jawab Rangga terlihat sedang memegang botol hard liquor.


'Bulshit'


'Rangga berkata bahwa gadis taruhan itu tinggal bersamanya dan hanya aku yang tinggal bersamanya'


Brugh!


Tak sengaja tanganku menyenggol sebuah guci di sebelah meja Kirana. Terlihat seorang lelaki melihatku dan aku segera berlari.


Hap!


'Aw'


Laki-laki itu menarik tanganku. Jantungku berdebar kencang. Laki-laki itu menyentuh daguku dan mengangkat wajahku.


Dia. Laki-laki itu tersenyum dan membelai hidungku. Laki-laki yang menabrakku di kopi shop waktu itu.


Flashback Off


Menuju wanita yang menunggu langsung menyerahkan daftar menu. Karena pagi masih sepi jadi begitu cepat proses pembuatan pesanannya. Saat akan berbalik seorang lelaki berjas hitam menabrakku.


Laki-laki itu tampan dan tersenyum kepadaku, aku cukup menganggukan kepalaku lalu segera berjalan. Sampai di pintu kopi shop kumenoleh ke arah lelaki yang menabrakku tadi. Dia masih menatapku dan kembali ia memberiku senyum yang manis.


Flashback On


"Hey, Nona cantik kita bertemu lagi."


Aku tersenyum dalam hatiku merasa kebingungan.


"Kau kerja di sini?"

__ADS_1


Aku mengangguk.


"Akhirnya bertemu lagi, aku tak ingin kehilangan kesempatan."


Alisku terpaut.


"Maukah jalan denganku sekarang?"


Alisku terus terpaut semakin penuh keheranan dengan lelaki ini.


"Aku akan membawamu ke surga dunia dan aku sudah lama menyukaimu dari pertama bertemu."


Aku menggeleng.


"Ayolah, kau istimewa bagiku."


Aku tetap menggeleng.


"Aku akan membayarmu."


Lelaki itu meraba rambutku dan mencium rambutku walau aku mencoba menggeser tubuhku tetap lelaki itu memainkan rambutku.


'Dia lelaki bejat terang-terangan mengajakku mesum'


'Dan lelaki itu ikut taruhan bersama Rangga, kurasa jika ia menang maka aku pasti akan melayaninya tapi melayani Rangga dan pernikahan ini pasti alasan Rangga untuk dilayani gratis. Dasar CEO mesum'


"Hey, Nona."


Kutatap lekat manik lelaki itu, dia tampan sama dengan Rangga tapi dia terang-terangan meminta tubuhku tidak semunafik Rangga.


"Jika kau mau membayarku tiga ratus juta maka aku akan bersedia melayanimu." tegasku lantang.


Karena aku tahu mana ada bayaran seperti itu antara wanita dicap wanita malam yang seperti itu dan hidung belang. Harga itu melebihi batas. Dan itu caraku biar cara gila tapi cara menjaga harga diriku.


"Oke, satu minggu bersamaku dan kubayar cash empat ratus juta."


Aku tercengang dan menelan ludah.


"Berikan nomor ponselmu dan aku akan menjaga identitasmu karena aku tak mau wanitaku disentuh orang lain."


Apa yang harus aku lakukan dan aku sudah jadi taruhan mereka yang dimenangkan Rangga. Kini lelaki ini memintaku dengan membayarku dua kali lipat uang yang Rangga bawa.


Apa aku sudah hancur menjadi gadis taruhan harus hancur lagi. Tapi kuberkeyakinan cara ini untukku membalas sakit hatiku dengan Rangga. Biarlah dia menghinaku.


'Kini kubalas bermain gila saja dengan temannya. Aku ingin dia merasakan sakit hati itu bagaimana. Bukankah dia tidak perduli dengan hatiku dan perduli hanya dengan wanita yang mentah-mentah menolaknya'


Kuberikan nomor ponselku untuk lelaki itu. Dan lelaki itu membuka dompetnya, lalu ia mengeluarkan berapa lembar uang merah dan memasukan dalam saku bajuku.


Dia genit ketika memasukkan uang dalam saku bajuku tepat di dadaku berusaha ingin mengecupnya namun kutolak. Lelaki itu tersenyum.


"Nanti malam ada anak buahku menjemputmu, kita ke club sultan dulu foreplay di sana biar temanku ikut kepanasan." atensi lelaki itu.


Usai mencubit hidungku lelaki itu masuk ke ruang Rangga dan memainkan kerlipan matanya, sama dengan Rangga. Kerlipan mata penggoda. Kulihat Kirana datang dan kuserahkan gelas dalam baki yang kubawa dan minta diantarkan untuk Rangga.


Dan aku langsung kembali ke ruang OB. Kulihat uang yang diberikan lelaki itu lima ratus ribu rupiah tips untukku. Aku menggeleng. Nanti malam aku membalas sakit hatiku pada Rangga.


Aku menghampiri Gebi dan kuserahkan uang lima ratus ribu itu untuk bayar kontrakan.


"Dapet dari mana, Ra?" tanya Gebi seraya menerima pemberianku.


"Tips dari teman-teman CEO pas gue anter gelas tadi."


Semua manggut-manggut


Sampai di sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, kritik saran end tips happy reading ...


💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2