
Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama CEO hot, happy reading Kaka ...
💋💋💋
"Baru pulang?"
Aku tersentak kaget melihat Rangga duduk di ruang tamu dihadapkan dengan berapa botol wine, ia menenggak wine begitu tenang. Maniknya melirik kepadaku.
"Masuk kamar, puaskan aku malam ini!"
Aku merasa ketakutan. Aku takut melakukan kesalahan membuatnya akan berkata kasar atau sampai memukulku. Tapi ini kesalahanku.
Rangga bangun dari duduknya membuatku semakin takut. Aku langsung berlari ke kamar, saat sampai di pintu kamarnya kumenoleh melihat Rangga tersenyum mengikutiku. Tamatlah sudah.
Tak berapa lama Rangga memasuki kamarnya dan ia menatapku begitu dalam.
"Ini balasanmu?" Rangga membuka obrolan serius malam ini.
"Aku tidak berbuat apa-apa, kak."
"Kau sudah memanggilku kakak?"
"Maafkan aku, Kookie."
"Aku batalkan pertemuanku demi kamu, jika malam ini kamu tidak pulang akan kuperlihatkan hubungan terlarang di depan matamu. Caraku membuatmu sakit terus menerus, aku tidak suka dipermainkan." ancam Rangga.
"Aku minta maaf, Kookie!"
Airmataku tak bisa setahan aku menangis sejadinya,mengenang ancaman Rangga. Apakah hubungan terlarang itu selama ini yang sering aku tuduhkan pada Rangga.
Begitu menakutkan jika tuduhan-tuduhanku dulu benar ia lakukan di depan mataku. Semoga Tuhan melindungiku. Melindungi rumah tanggaku.
Rangga menarik paksa tubuhku, ia mencium aroma tubuhku.
"Kamu tidak minum wine 'kan?"
"Tidak, aku hanya makan seafood bakar di resort Kak Al."
Rangga tersenyum dan mengacak-acak rambutku.
"Aku lega jika kau bersama Al, dia sudah pasti menjagamu dengan baik. Ya sudah tidurlah, besok aku akan membawamu!"
"Kemana?"
"Surga dunia!" jawab Rangga cengengesan.
Aku bingung, kukira ia akan meminta jatah tapi ternyata setelah menyebut nama Al membuatnya kembali lucu dan ia menyuruhku istirahat.
"Sayang!"sapaku dan memeluk Rangga dari belakang.
"Saranghaeyo!" Ucapku.
"Saranghaeyo!" jawab Rangga.
Ia berbalik dan memelukku begitu erat. Lalu ketika melepas pelukannya Rangga menyentuh daguku yang sering ia bilang mungil dan berkata,"Chagiya!"
__ADS_1
Aku tak menyangka mendapat panggilan itu yang biasa diucap oppa pada pasangannya, sekarang aku mendapat panggilan itu dari suamiku yang parasnya menyamai oppa blackcard. Sugar daddy.
Kupeluk Rangga lagi dan tertawa kecil bahagia bersamanya, menjanjikan pada diriku sendiri untuk setia pada my sugar daddy.
***
'Sayang'
'Chagiya'
'Hey Chagiya'
Kubuka mataku setelah mendengar panggilan Rangga, kulihat jam sudah pagi. Aku beringsut bangun. Kulihat Rangga sudah selesai mandi, dia yang mabuk malah diriku yang terbuai kantuk hingga kesiangan.
Kusiapkan jas untuk Rangga, usai ia kenakan jasnya kupasangkan dasi untuknya. Dia sudah sangat tampan. Melihatnya membuatku senang mendapat keindahan semalam, suamiku diam-diam romantis.
Kami berjalan bersama menuju meja makan. Kusiap kan quaker oats hangatnya, susu murninya, dan buah jeruk.
Makan dengan kidmat hingga habis seperti kebiasaan keluarga Rangga, makanan di dalam piring makan tidak tersisa jadi mengambilah seperlunya. Dan nikmati kelezatan makanan saat ini tanpa melakukan apa-apa yang akan mengurangi rasa makanannya. Termasuk berbicara.
Kulihat Rangga duluan menyelesaikan sarapannya, ia menenggak habis susunya. Dan ia melihatku dengan masih gelas susu di tangannya, lalu ia tersenyum.
Astaga, aku lupa membuatkan jus jeruk untuknya. Kupercepat makanku hingga habis akhirnya. Segera kubangun dan langsung membuat jus jeruk, menyerahkan pada Rangga.
Dan ia mengecup dahiku sembari mengambil jus jeruknya. Setelah semua selesai kubersihkan piring dahulu dan kini siap ikut Rangga ke kantor.
"Sayang, kamu pake dress gih lebih anggun karena kamu ini istriku bukan OB ku."
Aku tersenyum dan segera menggantinya. Kukenakan dress berwarna krim, sebatas lututku. Dengan atasan cardigan rajut warna cokelat muda dan kukenakan sepatu kets cewek berwarna putih dengan list smile merah muda. Dan slimbag putih dengan gantungan bulu berwarna pink fanta. Untuk rambutku kugunakan bando hitam kecil dihiasi sebiji permata white berkilauan.
Sampai di hadapan Rangga, ia terpana dengan penampilanku. Ia mangut-mangut dan memintaku berputar memperlihatkan pesonaku.
Kami langsung menuju kantor. Diperjalanan kulihat Rangga fokus menyetir dan ia sama sekali tidak membahas hal semalam.
"Kookie!"
"Hmmm!"
"Kookie tidak marah lagi 'kan sama aku?"
Rangga menoleh dan dahinya mengerut ia tersenyum begitu damage. Ia kembali melirikku dan mulailah usilnya, maniknya ia kedipkan. Bermain mata menambah damage.
"Jawab,Kookie." desakku mulai salah tingkah.
"Aku sama sekali tidak marah, aku hanya memberimu peringatan!" ungkapnya pelan.
"Saranghaeyo!"
"Menikah dengan anak-anak harus begini." ucap Kookieku cengengesan.
"Aish ... jawab dong Kookie."
"Iya, Saranghaeyo Chagiya!"
Aku tersenyum dan mencubit hidung bangir Rangga damage membuatnya melotot kesakitan. Dan kini kami sudah tiba di kantor.
__ADS_1
Security membuka pintu mobil untukku dan kulihat bapak perut roti berisi ini menundukkan pandangannya,berbeda bapak ini seperti pemalu tidak seramah dulu. Ada apa ya.
Dan Rangga mengajakku masuk ke kantor, bersamaan kami berjalan bergandengan dan semua yang melihat kami membungkuk sedikit dan selalu menyapa;
'Selamat pagi, pak'
'Selamat pagi, ibu Rangga'
'Pagi Pak'
'Pagi ibu cantik'
'Ehem'
'Cantiknya bu bos'
Aku tersenyum melewati tukang-tukang bully jaman bahula, kini mereka memuji yang mereka bully. Kulihat Sugar daddyku diam tanpa memberi senyum sedikit pun, ia terus menggandeng tanganku.
"Selamat pagi, pak dan ibu Rara!" sapa Kirana yang langsung bangun dari duduknya saat kami datang.
Kubalas senyum Kirana tapi tidak dengan Rangga, ia diam dan wajahnya begitu menyeramkan. Kami memasuki ruang kerja Rangga.
Aku bersantai di sova dan Rangga ke meja kerjanya, aku tersenyum saat ia membuka laptopnya. Semoga aku tidak usil melakukan kesalahan seperti waktu itu.
Dan aku bosan menunggu Rangga kerja duduk di sini, ia bermain laptopnya dan sesekali menelepon. Aku jenuh.
"Kookie."
Ia menoleh melihatku yang bangun dari duduk menghampirinya. Wajah Rangga tegang segera ia menutup laptopnya, aku tersenyum ia khawatir aku usil.
"Ada apa, sayang?"
"Em, aku ke ruang OB ya bertemu sahabatku. Aku bosan di sini." rengekku.
Rangga mengangguk dan ia bangun sekedar mengecup dahiku dan mengusap puncak rambutku.
"Jika ada yang memerintahkanmu, segera lapor suamimu ini ya Chagiya!"
Aku berdiri dengan gaya kaki balerina, karena aku kecil. Rangga mengerti, ia membungkuk sedikit membiarkan istrinya mencium pipi kiri kanannya.
Aku tersenyum berjalan ke luar ruangannya. Mendapat sebuah izin itu begitu membahagiakan. Rangga langsung mengizinkan, karena masih di kantor jadi keberadaanku bisa terdeteksi.
Beruntunglah bila kita menjadi harta yang amat berharga bagi suami, sampai ia membatalkan segala hal penting karena terlalu menyayangi hartanya.
Bernyanyi kecil berjalan menuju ruang OB dan kulihat dari jauh ada Al, kami saling senyum dari jauh. Ketika berdekatan Al berhenti, memasukan kedua tangan ke saku celananya.
"Ada yang bahagia lagi, ya hari ini?"
Aku mengangguk membuat Al tertawa kecil dan ia manis sekali.
"Apakah semalam ada keributan?"
Aku menggeleng.
Al tertawa lagi dan ia mencubit hidungku membuatku terdiam, mendapat sentuhan usil Kakak ipar damage seperti adiknya. Begitu gemas hatinya sampai ia merasa lucu sedemikiannya.
__ADS_1
Sampai di sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, kritik saran end tips happy reading ...
💋💋💋