
Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama ceo hot, happy reading Kaka ...
๐๐๐
"Maaf Pak, saya masih mau kerja di sini pak."
"Ada yang memberhentikan kamu ?"
Tiiiiiing!
Benda pipih CEO berdering, dia mengangkat tangannya dan menunjukkan telapak tanganya ke arahku intruksi untuk menunda sesaat pembicaraan kita. Lalu dia melihatku oh tanda diriku sudah dibolehkan bicara lagi.
"Tadi teman OB saya bilang saya libur dua hari terus saya kira saya diberhentikan sama bapak jadi saya berharap bapak menjadikan saya ...,"
"Suamimu."
Kutatap pak CEO itu terlihat dia meletakkan benda pipihnya di atas nakas lalu dia mengambil kertas dan pena, menatapku sebentar lalu menulis lagi.
"Pak." panggilku pelan.
"Iya lanjutkan penjelasan kamu tadi."
Aku menarik nafas panjang mengatur emosiku ternyata dari tadi dia tidak mendengar pembicaraanku,cueh CEO ganteng tega banget bapak.
"Saya diberitahu mendapat izin libur dua hari."
"Betul."
"Hah betul pak jadi maksudnya saya beneran libur pak bukan dipecat ?"
"Biasa aja tak usah berlebihan."
"Tapi pak saya kira saya dipecat."
"Sudah,sudah saya tak ada waktu untuk ngobrol diluar topik kerjaan."
"Baik pak,maafkan saya."
"Saya tidak butuh maaf."
Aku beranikan diri menatap pak em aku baca nama dia di atasnya, Rangga Winata. Kita beradu pandang,dia menatapku tenang menghanyutkan.
"Kamu tidak punya televisi ya?"
"Ah! apa pak teve?"
"Mandang saya kelamaan."
Aku tersenyum antara malu dan grogi. Jantungku jadi tak beraturan jadinya.
"Saya cabut izin libur dan besok tetap kerja dua puluh empat jam patuhi perintah saya jika masih mau kerja di sini." ucap Pak Rangga santai dan dia menyender ke senderan kursi menatapku.
"Baik pak."
"Ya sudah silahkan keluar rusak pemandangan saya berlama di sini."
__ADS_1
Saya tersenyum paksa lalu menunduk.
"Baik pak, saya permisi kembali ke belakang."
"Silahkan."
Aku keluar memikirkan tugas berat dua puluh empat jam. Matilah aku tak tahu mau bilang apa. Di Jakarta cari kerja susah, nyapu aja pakai test tapi gajinya wow banget. Bisa buatku bantu mama di kampung sana. Jadi aku tak mau kehilangan kerjaan ini.
Daripada dipecat ya terima saja perintah si edan. Mau tak mau. Salah paham tadi saja bikin dia berubah fikiran cabut izinku libur, diganti kerja 24 jam. Aduh Gusti.
Senja berganti malam.
Aku duduk selonjoran di lantai sedangkan Siska dan Gebi sedang makan di dapur kosan. Malas rasanya gabung rasa laparku sirna memikirkan besok aku lembur sampai malam. Aku takut di kantornya malam-malam.
"Ra,sini deh makan mie goreng masih anget enak tau," teriak Gebi.
"Dari kantor dia aneh banget, sampe sini masih aneh." bisik-bisik Siska yang kudengar.
"Udah deh, lo bedua mau makan ya makan. Gue lagi males makan," cetusku enteng.
"Lo mikirin Ariel, ya ?" Tanya Gebi.
"Ariel kenapa ?" Tanya Siska yang kudengar. Nanya ama siapa juga tak jelas.
Aku bangun lalu menghempas paksa tubuh mungilku ke sova sederhana kita punya. Ya lah di kosan kita hanya sova ini alas duduknya.
"Neneknya sakit jadi dia pulang ke kampungnya dan ga tau berapa hari," jelasku singkat.
"Oh, pantes dia gak ada di kantor." imbuh Siska.
"Eh lo gak usah nyumpahin begitu deh, kalo ada apa-apa enggak mungkin tuh Ariel gak bilang sama gue lagian masalah gue tuh bukan dia. Stres banget deh lo Geb ngomong begituan, perkataan itu doa tau !" hardik gue panas denger omongan Gebi barusan.
"Udahlah Geb lagian kalo temen ada masalah jangan asbun kayak gini, brabe jadinya 'kan." pesan Siska.
"Heheheee ...!" tawa kecil Gebi ah muak mendengarnya.
Dan mereka lanjutkan makan malamnya karena tadi pulang kerja aku beli satu dus mie instan, dan roti keju. Makanan murmer saja setidaknya nih perut keisi sampai gajian nanti.
Aku cari di mana ya tadi aku meletakkan ponselku. Kesal jadinya saat butuh tak ada. Tapi ya sifatku begini meletakkan barang dimana lalu mencarinya di mana, asal-asalan jadi lupa. Aduh udah jam berapa nih aku harus cukup tidur karena besok lembur.
Tapi aku mau bicara sejenak dulu sama Ariel, ini penting. Aku rindu sama dia. Memastikan keadaan neneknya karena barusan didoain Gebi, dia dijodohimkan. Walau tebakan saja tapi hatiku merasa takut, takut tersakiti.
Hatiku mau taruh di mana jika jaman now masih jodoh-jodohan. Kalau aku pribadi amit-amit dengan jodoh-jodohan. Nikah dengan jodoh terpaksa itu ogah. Kenal tidak tau-tau dirias mama buat tunangan dengan cowok tak jelas lalu nentuin tanggal nikah. Menakutkan.
Kalau perjodohan terjadi dalam hidupku, aku tak tahu cara apa untuk kabur dari perjodohan itu. Memalukan mama sendiri dan nanti juga pihak cowoknya pasti malu kapan mau nentuin tanggal si cewek kabur.
Itu resiko mereka. Lagi pula tak diberi tahu duluan tahu-tahu langsung gol. Sorry sekali kalau begitu. Dalam hidup Rara cewek tercantik di seantero kota ini paling anti perjodohan. Semua jodoh terpaksa. Mengurung dalam penjara cinta buta.
Kalau dalam sinetron sama dengan novel koleksiku jarang ada perjodohan langsung suka. Berliku-liku yang dilakukan cowok buat memebuka hati cewek jodoh terpaksanya.
Kalau sampai perjodohan terjadi sama Ariel, dia cowok yang bodoh mau saja dijodohin. Lagi pula dia sudah punya aku buat apa juga main jodoh-jodohan. Itu bego pokoknya.
Sekaya setampan apa kalau aku tidak cinta ya mau bagaimana. Aku kasih tahu tuh bosku sendiri CEO sering lupa namanya. Aku puji ketampanannya tapi liet sifatnya mudah ngehina orang edan. Padahal dia sendiri yang edan.
Mau nganterin aku kerumah sakit jiwa. Saraf tuh orang. Andai aku dijodohkan sama dia, aku tetap ogah. Apapun alasannya nikah terpaksa sama dia tetap tidak mau.
__ADS_1
Aku bahagia sama Ariel. Jadi jangan main-main sama aku, Ril. Ingat. Ini pesan batinku. Aduh ponselku dimana ya capek cari dari tadi. Jam terus beputar keburu tengah malam. Aku mau tidur cepat m.
"Ra, cari apa sih rusuh banget ?" Tanya Siska.
"Ponsel gue di mana ya! Gue mau nelpon Ariel," jawabku setengah panik soalnya penting buatku.
"Hahahaha ...!" Tawa Gebi dan Siska barengan.
Aku berhenti cari ponselku dan dengan menekan pinggang dengan kedua tanganku sambil melotor pada kedua bocah itu tertawa lepas di tengah kepanikanku.
"Nih gawai lo," kata Siska sambil mancungin bibirnya kesudut meja makan.
"Oh my God, disitu rupanya gawai gue pantesan lo gak ada disini gue cari dari tadi." teriakku bersorak soray nih benda segi empat pipih ketemu.
Aku sun dulu nih sahabatku Siska cantik tapi cantikan akulah. Dan sun bebek judes satu ini Gebi sayang.
"Emuach maafin gue yang tadi marah sama lo ya Geb, gue sayang banget sama lo. Nih gue beli banyak mi buat lo sahabat terkasih gue, emuach !" Ungkapanku manja ke Gebi.
Dia mangut-mangut no komen, soalnya dia sedang mengunyah mie ke mulutnya saat aku kiss barusan. Jadi ya bagaimana itu. Sudahlah biarkan mereka makan sepuasnya dan aku ke kamar dulu mau ngobrol bedua dengan Ariel.
Tertawa si Siska melihatku menuju kamar. Dalam fikiran dia nih anak langsung hepi menemukan ponselnya. Jadi lupa dengan kegalauan barusan. Terserah Siska mau memikirkan apa. Aku sedang bahagia rindu mau memdengat sreg sreg basah suara gebetanku.
Beda dari suara CEO edan tadi pagi benar-benar beda. Tadi pagi bagai kaleng comberan dipukul-pukul cemprang cempreng bikin sakit dan kuping sexyku ini mendengarnya.
Oke kini aku cari nomor ayang omayku dulu. Yesss! ketemu. Oke telpon deh. Emmm!
Tuuuut! Tak dijawab.
Telpon lagi. Tuuuut! Sama tak dijawab. Aku kirim pesan aja.
To: Ariel
Sayang kok gak diangkat ? lo lagi ngapain ? keadaan nenek lo baik-baik aja 'kan ? sayang gue kangen mau ngobrol sebentar aja sama lo abis itu gue mau tidur cepet. Besok gue lembur sampe malem. Sayang angkat dong,pliiiiiisssss๐๐ถ๐ค๐
Ceklek
Kirim. Lalu telpon lagi dan tuuuut! Sama saja tidak diangkat. Merusak suasana hatiku saja. Aku jadi manyun. Tapi jangan negatif thinking. Ariel kecapean kayaknya lama diperjalanan menuju kampungnya.
Aku cewek yang tidak memikirkan cowoknya bearti jika maksa komunikasi seperti sekarang. Oke aku kirim pesan lagi saja.
To : Ariel
Sayang lo lelah yaโบ๏ธ selamat beristirahat sayangku. Slalu merindumu dan semoga nenek baik-baik aja. Emuach.
Oke saatnya aku tidur. Besok hari menyebalkan yang baru. Kerja lembur semoga tak diawasi CEO edan itu. Laki-laki menyebalkan seumur hidupku.
"Ra! yuk kita nonton drakor," teriak Gebi miss lebay.
"Libur Geb soalnya besok gue lembur butuh istirahat total," balas teriakku.
"Oke deh,"
Sampe sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,happy reading ...
๐๐๐
__ADS_1