GAIRAH CEO

GAIRAH CEO
Pertanda Apa Ini


__ADS_3

Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama ceo hot, happy reading Kaka ...


💋💋💋


"Tante,"


"Mama,"


Bersamaan aku dan pak Rangga mendekati tante, aku melihat adakah luka di tangan tante dan pak Rangga menjauhkan pecahan beling keramik dari sekitar kaki tante.


"Mama kenapa sih, ma ?"


"Mama mendadak lemes sayang, kayak kecapean" keluh mamanya pak Rangga.


"Aku pijitin ya, tante" tawarku pada tante.


Tante pun tersenyum dan duduk di kursi sovanya. Pak Rangga duduk menghadap kearahku dan mamanya. Sekilas aku melihat pak Rangga fokus memperhatikan mamanya dan sebentar pandangan kita bertabrakan.


Ya mungkin pak Rangga mau cek caraku memijat mamanya kulakukan dengan baik atau asal-asalan karena dia tidak mau terjadi apa-apa dengan mamanya.


"Udah sayang," tante itu menarik lembut tanganku dan kutatapi matanya basah. Apa gerangan tante sampai menitikkan airmatanya.


"Tante ...," sapaku lembut.


Pak Rangga pun berpindah duduk di sebelah tante dan mengusap pundak mamanya lembut.


"Kamu baik banget Dara, dulu tante ingin sekali punya anak perempuan tapi dua anak tante laki-laki. Bahagia rasanya jika kamu ada di dekat tante terus, baik dan cantik."


"Mama nih ngomong apaan sih," sergah pak Rangga.


"Tante saya permisi dulu ya, mau ketoko bunga nanti saya makan di luar tante. Tante istirahatlah,"


Aku merasa ada suatu keanehan. Tante itu begitu mengidamkan adanya anak perempuan di rumah mereka, tapi pak Rangga langsung mencegat ucapan mamanya. Pertanda dia tidak menyulaiku dan juga nanti aku jadi bawahan besar kepala. Selama ini cukup anganku yang besar ingin bahagiakan mamaku.


"Makan sama tante saja sayang," bujuk tante.


"Rangga antar mama pulang ya, mama istirahat di rumah saja. Ini mama ngomong ngelantur faktor karna terlalu lelah nih," pak Rangga mengambil tas mamanya.


"Ra, tolong kamu bawa ini ke mobil biarku biar aku bopong mama" titah sang CEO.


Aku mengangguk dan mengambil tas tante itu. Kami berjalan bertiga menyusuri kantor sampai ke parkiran. Pak Rangga menyuruhku membuka pintu mobil putihnya dan dia membawa mamanya masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Ra makanan yang datang nanti kamu makan sendiri saja, saya baru nanti malam ke sini. Kamu harus rapi dan wangi di ruang kerja saya nanti malam tunggu sampai saya datang," pesa pak Rangga pelan.


"Baik pak, terima kasih banyak."


"Ingat ya percantikan ruangan saya,"


Aku mengangguk dan menyaksikan pak Rangga meninggalkan kantor. Masih lelah sebenarnya tapi tak enak ke toko bunga langsung, aku harus membersihkan pecahan beling tadi dan menunggu makanan datang dulu. Sungguh moment yang menyebalkan.


Tunggu! Tapi tante itu kenapa langsung berubah, nada bicaranya juga lirih sekali seperti ada kesedihan yang dalam. Mungkin benar tebakan pak Rangga semua itu karena tante kelelahan. Jadi harus istirahat total.


Atau bisa jadi tante itu dulu hamil anak perempuan tapi keguguran, jadi menyisakan kepedihan yang dalam. Semoga tante itu baik-baik saja dan semoga meski sudah dewasa usia pak Rangga, mamanya hamil lagi anak perrmpuan. Aamiin.


Dan kini sudah selesai beres-beres ruang kerja pak bos jadi aku ke toko bunga saja.Kini ruangannya kinclong lagi. Saatnya keluar.


"Aw," jeritku.


Saat akan bangun tiba-tiba gagang sapu menyodok memasuki baju ke bagian dadaku membuat berapa kancing bajuku terbuka memperlihatkan gundukan gunung exotisku.


Juga merasa lain gagang sapu ini mengenai buah dadaku sampai berapa kancing bajuku juga jadi longgar. Semoga kancing bajuku bertahan hari ini.


"Mba nanti saya telpon ya saat ada pesanan pak Rangga datang, katanya buat mba saja." ucap sektretaris pak Rangga saat aku menutup pintu ruang kerjanya CEO.


"Kita bagi dua aja Mba," jawabku lalu berlalu meninggalakn wanita itu.


Dan aku sampai di toko bunga setelah naik ojek online. Pilih toko bunga terdekat saa.


"Siang mba, cari bunga apa mba ?" Tanya seorang pelayan toko dengan ramah.


"Emmm cari bunga fresh kak, boleh gak gue rancang sendiri kak ?"


Alis wanita itu mengkerut sedikit lalu ia tersenyum lebar dan menarik tanganku ke tempat penuh terisi bunga fresh.


"Silahkan mba dekor sendiri bunganya, nanti free pita bunganya." kakak itu mengambil vas dan lainnya siapa tau aku memerlukannya. Pelayan yang pandai.


Aku memberi sekali anggukan kepala pada wanita itu dan aku langsung menyusun bunganya juga membayangkan keindahan nanti malam.


Cari bunga mawar merah yang utama dan di pintu masuk ruang kerja pak Rangga soft pink saja. Sanat keren jadinya sehabis ini aku minta di antar saja ke kantor karna tak mungkin aku bawa naik ojek online.


Juga tadi sempat di pesan pak Rangga pembayaran via transfer saja jadi itu urusan dia dan pemilik jasa bunga hiasnya.Juga kontak pemilik toko sudah aku kirim ke pak Rangga.


Aku heran kenapa apa alasan pak Rangga memintaku dekor sendiri, kenapa dia tidak memesan di toko bunga langsung. Heran raja rese' punya seribu meanehan susah ditebak.

__ADS_1


Dan kini aku harus bertanggung jawab dengan kepercayaan yang CEO berikan. Jangan bermain-main sama bos. Brabe jadinya kalau disepelekan.


Oke ini sudah aku masukan bunga mawar merahnya, serba merah. Nanti semprot pengharum aroma mawar seperti tadi pagi pasti pak Rangga senang.


"Aw aduh," desahku, lagi kancing bajuku terkena ujung tangkai mawar merah. Tidak sakit hanya kancing terbuka satu dan tangkai mawar mengenai buah dadaku lagi. Di kantor gagang sapu, di sini tangkai mawar. Pertanda apa ini.


Finish. Aku sudah lelah menyusun bunga dengan rumit kini saatnya aku balik ke kantor. Penat juga karna banyak membungkuk menyusun bunganya. Bukannya satu pot tapi berapa pot. Banyak juga.


"Mba ini bunga mau di bawa kemana ?"


Aku menoleh kepenjaga toko bunga itu.


"Ke kantor ELANG di sana mba, tau 'kan ?" Aku balik bertanya.


"Oh itu milik pak Rangga itu ya ?"


"Lho kok mba tau ?" Penasaran jadinya dengan mba ini kok bisa tahu nama pemilik perusahaan itu. Apa pak Rangga sering membeli bunga disini ya?


"Taulah mba, saya sering follow akun sosmed pak Rangga. Ngefans sama ketampanan pak Rangga itu, kaleeeem banget uh gemesh udah tajir udah ganteng udah berotot!" puji mba itu.


Apa aku tidak salah dengar, serius apa sedang bercanda mba ini. Juga mengejutkan pak Rangga dibilang kalem, kalem darimana. Tiap detik ngomel-ngomel tidak jelas.


Mana pagi tadi sudah melepas pelukannya hingga sakit bokongku jatuh ke lantai. Dimana dia buka pintu grasak-grusuk sekali dan tidak bertanggung jawab lagi. Membuat kesal jadi tak ada kata kalem di kamus pak Rangga.


Dia itu penipu netizen lewat sifat asli di sembunyikan biar difollow jutaan orang, seeprti youtuber ingin menembuz satu juta viewer itu berkarya sedangkan pak Rangga karyanya tidak ada.


Yang menang dalam diri pak Rangga itu HARTA, TAHTA, DAN RUPA. Dia memiliki harta berlimpah ruah juga tahta penting nomor satu di perusahan ELANG, dan rupanya sungguh menyihir kaum hawa. Termasuk diriku saat pertama kali melihatnya. Nasibku fifty fifty setengah baik mendapat kepercayaan menjadi asisten khusus dan setengah lagi sering terkena apes ulah pak Rangga.


"Mba suka banget ya ama pak Rangga, dateng aja ke kantornya minta tanda tangan."


"Kalo bisa mau ajak dinner mba, uuuu special banget."


Aku tersenyum saja. Mba ini fans ke seribu dan sedang berhalu dengan idolanya. Malas berlama-lama berurusan dengan orang halu sama idolanya. Biarkan dunia milik mereka aku hanya menumpang lewat saja.


"Mba ... em mba ini pacarnya pak Rangga ya wah cocok satu ganteng satu cantik imut-imut cocok banget mba,"


Aku syok dibilang cocok dengan pak Rangga. Tak bisa dibayangkan bagaimana hidupku jadian dengan orang seperti itu. Amit-amit. Lagi pula cocoknya di mana asal bunyi alias asbun mba ini.


"Pantes bunganya mba susun sendiri ternyata untuk kantor cowoknya, uwaw mba kita selfee dulu yuk mau saya uplod di sosmed kalo toko saya kerja kedatengan woman special pak Rangga !" Mba itu sibuk mencari ponsel di akunya.


Aku langsung kabur saja. Daripada di foto dengan caption kekasih pak Rangga bisa gempa kantor lihat postingan begitu.

__ADS_1


Sampai di sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, end tips happy reading ...


💋💋💋


__ADS_2