GAIRAH CEO

GAIRAH CEO
Bos Galak Jadi Sweet


__ADS_3

Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama ceo hot, happy reading Kaka ...


💋💋💋


"Saya salut sama kamu," bisik pak Rangga pelan di sebelah kupingku.


Aku menoleh sedikit pada pak Rangga yang terlihat tanpa senyuman, lalu aku kembali memperhatikan tante cantik itu sedang meliht jam tangannya.


"Ra, kamu bisa tidak dekor bunga seperti itu ?" Tanya pak Rangga dengan menunjukan arah bunga yang dia maksud, di atas nakas tepat depanku.


Aku perhatiin bunganya, sudah mulai mau layu.


''Bapak ingin bunga nanti seperti ini ya ?" Tanyaku pelan.


"Saya mau yang beda dengan ini, ini buat hari biasa dan nanti malam saya mau yang special,"


"Sayang kamu yakin mau melamar Luna ?" Tanya mama pak Rangga.


"Iya ma karna pas nanti malem ada papa dan bang bro jadi pas banget aku mau ngasih cincin special sama Luna,"


"Tapi selama ini kalian enggak pernah ada ikatan misalkan ttm gitu atau jadian sekalian, kalian kayak saudara kandung sayang apa Luna sudah tau rencana kamu ini ?"


"Belum ma, tapi perasaan Rangga gak bisa ditutupi ma ini murni. Malah bagus dong kita kayak saudara jadi udah saling kenal dan nanti saat nikah udah faham betul,"


Aku mendengar curahan hati CEO dan mamanya. Aku cukup menyimak saja. Pantas dibilang nanti malam special ternyata ada acara surprise buat siapa tadi si Luna pacar rahasia pak Rangga.


"Nanti kalau Luna belum siap gimana ?"


"Selama ini gak pernah dia nolak saat aku punya keputusan, ma dan juga kita deket banget dan pastilah ngerti si Luna sama perasaan Rangga. Dia juga sering ke rumah dan perhatian special sama Rangga tapi dia malu ungkapinnya,"


"Semoga saja sayang,"


"Ra kamu udah bisa ngebayang belum dekor yang romantis ?" Tanya pak Rangga.


"Bisa pak akan gue eh saya dekor mewah romance pak," tawarku sama pak Rangga.


Kalau soal dekor sedikit aku bisa, sejujurnya meniru dekor karya Siska karena kalau ada acara atau apa dia yang dekor tempatnya, karena kita sering kumpul-kumpul dengan tempat hasil dekor Siska lalu kita unggah di sosmed.


Jadi udah terbiasa cuma sedikit takut kurang menarik, takut salah sedikit nanti pak Rangga kecewa.


"Santai aja ngomong sama saya, Ra tidak usah merasa terkontrol kecuali saat jam kerja,"


"Iya Pak,"


Aku tersenyum saja karna bingung mau bilang apa, yang penting bicara gue elo sama atasan kurang sreg kalau di tempat kerja.

__ADS_1


"Dia mah atasan yang gaul sayang," tambah mamanya pak Rangga.


Aku senyum lagi.


"Ya sudah kamu ke toko bunga sekarang terus dekor dan bawa bunga kesini juga dekor jangan meja saja tapi ruangan ini dekor thema ladies feminim, saya mau liet jiwa dekormu siapa tau sekata dengan keinginan saya. Tadi pagi aja kamu tau aroma yang saya suka yaitu mawar," perjelas pak Rangga panjang lebar.


Aku tersenyum tipis setidaknya telingaku mengembang lebar mendapat pujian dari penyebab jari manisku sakit.Siapa CEO ini sebenarnya karena dia ketus tapi saat memuji membuatku ingat dia begitu rupawan dan tubuhnya harum dan hangat.


"Kenapa mukamu cengengesan gitu ?" Tanya pak Rangga dengan tatapan datar.


"Boleh gak pak, saya kekantin dulu sebentar!" pintaku mendapat izin pak Rangga.


"Ditanya malah balik nanya dasar orang gak jelas."


"Maaf Pak em saya izin ke kantin ya Pak."


"Bunga tak ada di kantin," jawab pak Rangga singkat.


"Sejak kerja saya belum makan pak. Saya butuh tenaga apalagi saya lembur sampai tengah malam," lirihku.


Mata mamanya pak Rangga melotot kearahku, beliau bukan marah tapi syok.


"Astaga dia laper Rangga, tega kamu ya nindaz karyawan begini apalagi dia lembur sampe malam. Dia wanita lho sayang bukannya pak security yang ada di kantor dua puluh empat jam yang fisiknya kuat. Ngaco kamu ya kasih tugas ke orang," protes mamanya ke pak Rangga.


"Gak jelas kamu nih, sayang. Ya sudah siapa tadi namamu nak ?" Tanya mama pak Rangga padaku setelah bicara dengan pak Rangga.


"Rara tante," jawabku singkat.


Aku mohon pengertian pak Rangga kali ini. Karna kerja juga butuh tenaga jadi tidak makan seharian nanti aku kelaparan dan kerjanya tidak konsen.


"Kita makan di sini aja ya sayang. Makan bareng tante dan Rangga ," tawar mama pak Rangga.


Dahi pak Rangga mengkerut dan menyunggingkan bibirnya.


"Ma enak banget dia OB makan di sini ," celah pak Rangga kelihatannya tidak memyukaiku makan di sini, di ruang privatnya.


"Kamu ini ya bentar baek bentar kejam banget sama orang, gak baek begitu sayang. Lagi pula Rara udah nemuin jam tangan mama jadi mama wajib traktir dia makan dong sebagai ucapan makasi mama," urai mamanya


"Terserah mama yang jelas Rangga ...,"


"Akan makan bareng mama dan Dara di sini sekarang titik ," potong mamanya pada pak Rangga yang sedang bicara.


Pak Rangga membuang nafas beratnya kesal dengan mamanya. Dan tante cantik itu cuek dengan tanggapan anaknya. Tante malah memberi senyum yang ramah padaku.


"Rangga cepet kamu pesen makanan enak minta anter sekarang," titah tante itu.

__ADS_1


Aku lihat dengan muka kusut pak Rangga menarik ponselmya dan mengotak-atiknya.


"Rara, kamu akan tante pecat kalau kamu nolak makan disini jadi inget !" peringatan tante itu.


Aku menarik tanganku dan memberi hormat pada mamanya pak Rangga.


"Siap bu komandan," kataku disambut cubitan tante itu di hidungku.


"Saraf," ledek pak Rangga.


Tapi aku acuh karena sudah diberi tahu tante, sikap pak Rangga jangan ditanggapi.


Aku pun mulai kerjaanku melihat langsung susunan bunga dalam vas ini dan membayangkan dekor ruangannya. Sedangkan tante cantik itu merapikan keramik di lemari hias yang ada di sisi dinding dekat ruang kami duduk ini.


Dan pak Rangga masih bergelut dengan ponselnya. Dan ini bunga pak Rangga biasa saja, pantas dia mau yang special karena ada pujaan hatinya nanti malam.


Dan ada hal lucu jika ingat tingkah pak Rangga depan mamanya manja sekali. Tak menyangka, aku kira dia itu garang bagai singa kelaparan ternyata hatinya hello kitty.


"Rara kamu asli sini ya ?" Tiba-tiba Mamanya pak Rangga bertanya.


"Bukan tante, saya anak rantauan,"


"Oh dari mana ?" Tanya tante lagi.


"Pulau pariwisata tan ...,"


"Bangka Belitung ya ?" Tante memotong pembicaraanku, tapi benar.


"Kok tante tau ?" Tanyaku penuh tanda tanya.


"Iya tante sama om sering ikut acara trihatlon sayang di pulaumu dijuluki pulau pariwisata pas pantai Matras itu lautnya indah banget," beber tante.


Dan aku tak menyangka kalau tante ikut di acara akbar itu di mana pesertanya itu ya dari seluruh dunia. Benar-benar menakjubkan acara trihatlon itu.


"Masa sih tan wah aku gak nyangka tante ikut. Itu acaranya keren banget tan,"


"Iya siapa sih nama orangtuamu siapa tau tante kenal dan mereka mungkin ikut juga trihatlonnya ?"tante itu menoleh kearah gue sambil memegang keramik kaca di lantai atas lemari hias itu.


"Orangtuaku tak pernah ikut Tan, saat ada acara pun Mamaku tak pernah ikut menyaksikan. Dan namanya papaku Gilang Pradipta tapi udah meninggal dan mama saya Astrini tan,"


Priiiiiiing ...! keramik yang dipegang tante itu pecah membuat pak Rangga dan aku terkejut bukan main.


Sampe sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, end tips happy reading ...


💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2