
Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama ceo hot, happy reading Kaka ...
💋💋💋
Kini terasa begitu panas membakar kulit ariku. Membuatku menggeliat meregangkan otot-ototku terasa kaku. Sedikit mata ini terbuka, begitu silau menerpa mata ini dan dipejam lagi. Arunika telah membelah kota.
Mengucek-ucek mataku dan berusaha memecah silaunya binar surya. Serasa betul tubuh ini terpanggang karna tidur di atap gedung nan tinggi mencakar langit.
Aku terus berbaring di tempat yang empuk, setelah kulirik bantalku mengejutkan, oh Tuhan. Aku tidur di pangkuan pak Rangga dan dia sendiri tidur bersender ke dinding.
Terima kasih pak Rangga sudah meminjamkan paha bapak untuk bantalku tidur. Sangat terima kasih. Tubuhnya apa benar ini perkasa yang merenggut paksa kehormatanku tadi malam.
Perempuan mana yang bisa menolak bergelut penuh birahi dengan lelaki tampan bertubuh begitu kekar. Kupuji dirimu tapi sakit mengingat kejadian semalam.
Apalah jaminanku untuk masa depanku kelak bila tiada lagi tahta suciku. Kini diriku sudah tak berharga. Lelaki di hadapanku ini begitu pulas, dialah pelakunya.
Aku tersenyum menatap pak Rangga di antara kagum dan berduka, melihat ia masih tidur serasa menggemaskan. Tampan sekali tapi rupa itulah penahluk wanita.
Hidungnya mancung, bibir bawahnya ada belahannya. Dagunya lancip dan rambut blondenya begitu subur. Kubelai rambut lelaki tampan terkejam dalam hidupku.
Pak Rangga menggeliat merasa terganggu dengan belaianku di rambutnya tapi dia masih tidur. Lucu sekali. Semalam dia berikan bajunya dan rela bertelanjang dada demi wanita yang sudah ia nodai.
Masih membelai rambutnya tertampak jelas berlian yang kupasang di jari manisku. Bibirku tersenyum getir, cincin tunangan ini kukenakan bukan karena tunangan tapi menerima kenyataan benda yang terbuang.
Nanti saat suasana hatinya sudah membaik Cincin ini apakah akan diminta kembali. Dan bagaimana sambungan cerita semalam untuk sebuah pertanggung jawaban. Aku tak ingin tak dihargai karena kesucianku betul-betul kujaga.
"Aaaaaggghhhrrrr !" Jeritku mengacak-acak rambut pak Rangga.
"Apaan sih, Ra ganggu tau !" cetus pak Rangga dengan muka sebalnya dan matanya masih terkatup.
Aku menatapnya dan memikirkan ia sadar tidur dengan siapa.Di tengah pemandangan itu kucengram rambutnya membuat pak Rangga gelisah dan menarik tanganku.
"Pak aduh sakit pak ,aduh !" Tukasku kesakitan.
Tangan pak Rangga yang satunya mengucek matanya lalu perlahan mulai membukanya. Tapi tetap saja tenaga lelaki perkasa begitu kuat, aku berusaha menarik tanganku tapi tak bisa. Lalu pak Rangga memegang dagu wajahku dengan mata melotot.
"Saya masih ngantuk jahat kamu ya bangunin sultan tidur, ganggu banget nih anak !" sembur pak Rangga pagi-pagi.
__ADS_1
"Lho pak Rangga," sapa security kantor dari belakang.
Aku buru-buru merapikan rambutku yang masih acak-acakkan dan rapikan bajuku sisa semalam lalu akan berdiri sebelah pak Rangga duduk, tapi masih nyeri liang perawanku membuatku spontan mencengkram lengan pak Rangga.
"Maaf pak ganggu acara bapak," pak Security menunduk dan berdiam diri.
"Ya kamu kalo mau ngurung bos itu pilih dulu ruangan yang tepat jangan di sini. Sinyal juga susah disini," gertak pak Rangga masih tetap duduk.
"Iya pak, semalem saya di tugasi mengunci seluruh pintu kantor pak tapi saya pake headset jadi gak bisa denger ada bapak di sini," bela pak security.
Kulihat pak Sexurity itu celingak-celinguk meninjau tertuju padaku dan pak Rangga. Tatapannya bagai kucing mengintai ikan asin.
"Ra, baju saya mana ?"
Aku mencari sekitarku dan kuambil jaz cokelat tua itu dan nampak di bawah tubuhku kemeja pak Rangga tapi kemejanya ternoda. Aku segera merapat menduduki kemeja putih CEO agar tidak terlihat pak Security.
Kusodorkan jaz pak Rangga tanpa berkata apa-apa, terlihat lelaki macho berotot dengan perut roti sobek itu menatapku dengan menyatukan alisnya.
"Kamu saja pakai ini, kemeja saya mana ?" Tanya pak Rangga lembut.
Mataku mengajak pak Rangga berbicara, mengisyaratkan benda yang ia tanyakan itu berada di bawah tubuhku.
"Apa ?" Teriak pak Ranga saat ia mengetahui kemejanya ternoda, dipenuhi bercakan darah keperawananku.
Pak Rangga mendekatkan wajahnya pada telingaku, "Kamu benar masih perawan, Ra ?" Bisiknya pelan.
"Apa Bapak tidak bisa membedakan rasa locis dan longgar ?" Tanyaku balik.
Dia ingin mengatakan sesuatu dengan nampak mengulum sedari tadi di mulutnya tapi ia tahan entah apa yang ingin ia katakan. Pak Rangga membuang nafas beratnya.
"Buka bajumu sekarang !" Titah CEO pada security.
"Apa pak ?"
CEO menatap security itu dengan tajam, akhirnya ketakutan segera security itu membuka bajunya dan memberikan bajunya itu pada CEO.
CEO mengenakan baju security itu dan segera ia memakaikan jaznya padaku lalu ia menarik kemejanya,serasa sakit liang perawanku bergesekan dengan kain yang ditarik itu.
__ADS_1
CEO memasukan kemejanya dalam jaz yang kukenakan. CEO diam dan dia menarik tanganku untuk meninggalkan atap gedung.
"Ngegym biar perutnya sixpack." Sindir CEO pada security itu yang nampak buncit perutnya.
Saat melewati pak security aku mendapat senyum yang sangat ramah dari bapak itu. Aku pertama kali mengacuhkan senyuman security di kantor.
"Non, noooon." Teriak pak security.
Aku menoleh juga pak Rangga menoleh pada Security.
"Ada apa pak ?"
"Ini non kotak cincinnya ketinggalan, wah ternyata non Rara ya tunangannya pak Rangga. Masya Allah pilihan pak Rangga ini tepat, gadis ayu periang setiap waktu." Seloroh pak security sambil menyerahkan kotak cincin itu ke tanganku.
Saat aku ambil kotak itu mata bapak itu menatap cincin di jari manisku.
"Bagus cincinya, ada bapak liet di sosmed pak Rangga semalem. Ternyata non ya wanita specialnya pak Rangga,"
"Apaan sih bapak ini, gue bukan tunangannya pak Rangga ya catet. Gue minjem aja cincinnya," tukasku ketus.
"Cie cie malu-malu kucing niye, tadi juga kalian mau heheheee itu ya sun sun itu ya non. Pas pak Rangga megang wajah ayu non heheeee maaf non enggak jadi sun sunnya karna ada saya." Goda security itu cengengesan.
"Ra cepatlah dan kamu jangan bocorkan rahasia ini, jika public tahu maka penjara tempatmu. Karena saya ada waktu khusus memberitakan pilihan saya pada public." Atensi CEO membuat security salah tingkah dan ketakutan dengan ancamannya.
Akhirnya aku melanjutkan jalanku agak kesusahan karena begitu perih liang perawanku, sedikit membungkuk menahan sakitnya ulah ganas CEO semalam.
Akhirnya aku dan CEO sampai di ruangannya. Manikku kagum akan keindahan ruangannya pak Rangga banyak bunganya dan harum mawar merekah. Pas pintu utama pak Rangga di buka di sambut karpet soft pink dengan hamburan kelopak mawar merah.
Lalu di sepanjang karpet itu di tepinya ada berjejeran bunga mawar soft pink dengan balutan pita merah di tiap potnya. Pot kaca bentuk mug petak. Dan di ujung karpet kuberikan papan tulis cuma gambar love dengan tulisan I LOVE YOU saja dan kutata pita softpink panjang yang kuselempangkan di sudut papan tulis itu untuk percantik dekorasiku kemarin.
Di satu sisinya ada burung dara mainan yang mirip burung dara aslinya. Burung itu menggigit mawar merah untuk diberikan keburung satunya yang kuikatnya pita kupu-kupu warna softpink di lehernya.
Dan di setiap sudut ruangan pak Rangga kuletakkan vas kaca tinggi dengan isi bunga mawar merah yang menggoda. Dan di nakas ruang santai pak Rangga yang kami tempati kemarin bersama tante Rani itu aku padukan nakasnya dengan taplak berbulu motif rasfur berwarna softpink panjang sampai ke lantai. Di tengahnya vas kaca kecil dengan bunga mawar merah.
Lalu aku letakkan sentuhan akhir seikat mawar putih dengan pita merah dan kartu ucapan hanya seuntai kata for you saja.
Sebegitu hasil dekorasiku tapi indah dan special saat ruang kerja seorang CEO hasil dekorasi OB yang ia gagahi semalam.
__ADS_1
Sampai di sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, kritik saran end tips happy reading ...
💋💋💋