Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
Chap 11


__ADS_3

Xia duduk dimeja makan. sendirian. mengunyah makanan dengan perasaan dongkol.


"Apa-apaan ini? kenapa aku sampai mabuk segala? sudah sesiang ini tak mungkin aku kerja." gedumelnya sambil menjejalkan makanan kemulutnya.


"Mana hp ku mati lagi."gedumelnya."Tunggu, mungkin aku bisa minta bantuan bibi Ana."


"Eeehhheeemmm!" Dehem Xia.


"Ada apa Nona ?" tanya Ana yang cepat tanggap.


"Hp ku mati.."


"Biar saya uruskan." Ana menengadahkan tangannya.


"Mohon bantuannya bibi Ana." senyum menyerahkan hpnya.


"Suatu kehormatan melayani anda Nona xia."tersenyum ramah


"Bibi Ana,"


"Iya nona."


"Dimana orang itu?"


"Ohoho... Anda sudah kangen yaaa?" goda bibi ana.


"Siapa yang kangen?" kesal Xia.


"Tuan Zander sedang bekerja. Mari saya antar berkeliling jika anda bosan"tawar bibi Ana."Biar anda tidak terlalu kangen."tersenyum nakal.


"Aku tidak kangen Bibi!"kesal xia karena dituduh kangen.


"Ohohoho.." berjalan mendahului tidak mendengarkan elakan Xia.


Bibi ini tidak menghiraukan... Dia pasti pura-pura tak dengar. Xia membatin dengan kesal.


Dia mengikuti bibi Ana mengelilingi Vila Zander, juga memperkenalkan beberapa tempat.


Kupikir orang yang dipekerjakan pria itu bermasalah semua. Bibi ana ini juga begitu, suka sekali meledek. dan sekertaris bernama Zene itu, juga sama. Apa kriteria menjadi asistennya adalah selalu tersenyum dan kelihatan bodoh?


Nona? Nona?"panggil bibi Ana mengibaskan tangan di depan Xia, Gadis itu tersentak kaget.


"Apa anda melamun?"tanya Bibi Ana datar. Lalu wajahnya berubah dengan senyum meledek."Apa anda sedang memikirkan tuan kami?"


"Tidak! Siapa juga yang memikirkannya!" seruu Xia kesal. berjalan mendahului. Membuat bibi Ana semakin tersenyum lebar.


"Nona itu arah menuju kamar tuan Zander." ucapnya sambil menunjuk arah Xia berjalan dengan tangan yang lainnya menempel dimulut menahan tawa.


"Uuuugggghhh.. Aku mau pulang. Dimana pintu keluar?" tanya Xia berbalik.


"Maaf Nona, anda tak bisa pulang sebelum tuan Zander kembali." tersenyum ramah.


"Apa? Maksudmu aku harus disini seharian? apa aku begitu senggang? Aku juga punya kerjaan!" seru Xia kesal.


Xia mengatur nafasnya.

__ADS_1


"Begini saja. biarkan aku menelponnya."


"Baiklah."


Bibi Ana berjalan menuju sebuah ruangan dan mengambil telpon. dia menghubungi tuannya.


"Tuan nona Xia ingin pulang."suaranya


"Biar aku yang bicara dengannya." Xia menyentuh bahu Bibi Ana dan mengulurkan tangannya yang lain.


Bibi Ana menyerahkan ganggang telponnya.


"Tuan Zander.."


Hening.


kenapa diam saja? apa ini benar-benar tersambung?


"Hei! apa kau mendengarku? apa kau pingsan?"Seru Xia tak sabar.


"Ia aku masih disini." sahut Zander dari seberang sana.


"Bagus! Aku mau pulang! Aku sudah membolos kerja karena ini dan juga belum meminta ijin. Bosku pasti akan marah karena aku tidak profesional."


"Tunggu! Aku antar."


"Apaa?? Sebentar...."


TUTUTUTUUUTTT


Xia berjalan tak tentu arah. Bibi ana juga masih mengikutinya. Xia menghela nafasnya.


"Bibi , sudah berapa lama kerja disini?"


"Sejak tuan Zander masih remaja."


"Oooohh.. Orang seperti apa dia?"asal tanya saja tidak benar-benar ingin tau. hanya basa basi. Namun ditanggapi berbeda oleh bibi ana. Dia menatap Xia dengan pandangan geli.


"Aku tidak benar-benar ingin tau. Bibi tidak usah menjawabnya." Xia berbalik lagi dan meneruskan langkah.


"Tuan Zander orang yang baik." jawab bibi Ana.


"Aaahhh tentu bibi kan bekerja padanya"


"Tidak. sungguh, jika nona Xia mau mengenalnya lebih jauh, pasti nona akan tau nanti. walau cuek tapi dia sangat perduli." terang Bibi Ana tersenyum teduh.


"Benarkah?"


"Hmmm... ini pertama kali nya tuan Zander berhubungan dan membawa seorang wanita ke vila ini." ucap Bibi Ana tersenyum senang.


"Itu artinya Nona Xia sangat sepesial."


"hahahhaha..." Xia tertawa kecut.


Sepesial apanya? Dari mana aku bisa sepesial? Kami bahkan baru beberapa kali bertemu. Benar benar aneh. Bibi ini pasti dibayar untuk membual.

__ADS_1


Setelah mereka selesai berkeliling, tibalah Xia dan bibi Ana diruang utama. Xia tertegun, ada seorang wanita cantik duduk disana.


Siapa dia? kenapa ada wanita cantik disini? Bukankah bibi Ana bilang aku wanita pertama yang berhubungan dan dibawa kesini? Aaaahhh... ketangkap juga ekormu. Kau berbohong! untung aku lebih cepat mengetahuinya. batin Xia sedikit kesal.


"Nona Alexa! Apa yang anda lakukan disini?" teriak Bibi Ana kesal.


Bibi Ana berpaling, menatap pelayan muda yang ada disana.


"Siapa yang membiarkan wanita muda ini masuk?" serunya menggeram.


"Ma-maaf bibi Ana. Nona Alexa menerobos masuk." jawab si pelayan muda.


"Bibi Ana! Aku akan memecatmu pertama kali jika sudah menjadi nyonya Zander."


Aaaa... jadi dia calon istrinya.... Dasar pria sampah. Bisa bisanya membawaku pulang kerumah saat dirinya sudah punya calon istri. Semua laki laki sama saja. Tidak dia tidak Darren.


"Huuuhh.... Silahkan saja Nona Alexa bermimpi,"


"Aku menandaimu karena kamu yang paling menatang." ucap Alexa santai.


"Siapa wanita ini?" beralih menatap Xia "Kenapa ada jalllaaang disini?"


"Huuuhhh... Dia adalah wanita Tuan Zander."balas bibi Anna Huh, berani sekali dia menyebut Nona Xia jalllaangg. Tunggu tuan mendengarnya. Mulutmu pasti dirobeknya.


Aaappaaa? seenaknya saja dia bilang begitu. batin Xia terkejut.


"Bahkan pelaccuuuurr pun bisa sampai dirumah ini." kekeh alexa berjalan mendekat.


"Apaa??"


"Nona Alexa sebaiknya anda pergi sebelum tuan kami marah"ucap Bibi Ana.


"Wanita tua berani sekali kau mengusirku. Hanya babu saja..!" sinis Alexa mendorong bibi. Ana yang berdiri didepan Xia.


Zander memasuki vilanya...


"Ribut ribut apa ini?"


"Zanderr!" Alexa berlari dan memeluk lengan Zander dengan antusias. dan manja.


Huuuuhhh, dasar sampah batin. Xia yang melihatnya. Trikmu terbongkar Haah?


___€€€____


Reader kuuh , kasih semangat donk, biar othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___


😊


●●●

__ADS_1


__ADS_2