Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
Chap 47


__ADS_3

"Baguuss...."


"Lanjuuutttkann sayangg....."


Readers, yok intip apa yang terjadi didalam kamar Zander dan Xia.


Zander tengah berbaring tengkurap, dengan tubuh bagian atas yang terlihat terbuka, membiarkan kulit indahnya terbuka merasakan dingin yang mulai mencair oleh hangatnya kamar itu.


"Eennaaakk... Sekali...." ucap Zandee merem melek.


"Sudah! Aku lelah!" pinta Xia dengan keringat yang bercucuran di wajahnya.


"Em... emm... eemmm... Aku belum puas!" tolak Zander dengan wajah menang.


"Uuuuggghhh....." Xia kembali melanjutkan memijit Zander.


Sudah hampir dua jam pria itu minta di pijit dan di urut. Tentu saja tangan Xia pegal setengah mati. Mungkin malah sudah mati rasa. Padahal Xia pikir waktu Zander meminta melayaninya, untuk hal lain, Ehem.. Ehemm..


"Ternyata memijitpun termasuk dalam kategori melayani" Batin Xia.


"Aku menyerah! Aku sudah tak kuat!" rintih Xia menjatuhkan tubuhnya disamping Zander dengan terlentang. Zander menoleh melihatnya


"Haaaaaahhh.... Tanganku sudah kebas."


"Xia! Aku belum puas."


"Pergilah ke tukang pijit kalau begitu."pasrah Xia .


Zander meliriknya dan perlahan berguling, lalu merangkak diatas Xia. Xia terkejut, menatap lurus pada suaminya yang kini ada diatas tubuhnya.


Zander memdekatkan wajahnya, menyambar bibir Xia dan memakannya.


"Bbuuuuaaaaaaahhh...." Xia menarik nafasnya, Zander membuatnya kehabisan nafas. Wajahnya memerah. Zander melummaatt lagi bibir istrinya, lidahnya menyusul masuk menari-nari di dalam rongga mulut Xia.


"Zander! Kenapa kau memukulnya?" lirih Xia begitu Zander menjeda ciumannya.


"Haruskah kau menanyakannya disaat seperti ini?"


Zander berlanjut menyusuri leher Xia dengan bibirnya.


"Heemm.. Aku harus tau alasan yang membenarkan tindakanmu."


"Kenapa kamu pulang dengannya?" Zander berbalik bertanya.


"Aku...


Ban mobil kempes, tepat saat itu Peter menelpon dan menawarkan tumpangan."


"Kenapa tidak menghubungiku?"


"Aku.... kupikir tidak apa-apa, lagi pula, aku tak ingin merepotkanmu. Kau sudah melakukan banyak hal untukku."


"Bodoh! Kau lihat bagaimana repotnya aku sekarang!!"


"Maaf!!" lirih Xia merasa sangat bersalah." kenapa kau memukul Peter?"


"Dia sudah menyentuh milikku tanpa ijin! Masih untung aku tidak merobek mulutnya." Balas Zander melummaaatt lagi bibir Xia, kali ini lebih agresif.


Mata Xia melebar. Apa? Apa maksudnya menyentuh dan merobek mulut?" batin Xia,


Zander mengatur nafasnya, kali ini mereka sama-sama kehabisan nafas.


"Kau mau bilang Peter menciumku? Saat aku tidur?"


"Jangan mengatakannya. Itu membuatku kesal." gerutu Zander, "Aku harus menghapus jejaknya."


Zander lagi-lagi melahab bibir Xia dengan rakusnya.


"Maaf."


"Kau harus di hukum!" Zander menyupitkan matanya yang sudah berkabut.


"Sampai tak bisa mengangkat tubuhmu besok pagi.."


Zander menautkan kedua tangannya pada tangan Xia, dan menekannya. Memakan habis mulut Xia tanpa ampun..

__ADS_1


*****


####


Keesokan pagi nya Xia mengerjap, membuka mata perlahan, melihat riak-riak mentari yang menembus jendela kamar bambu itu.


"Bagaimana perasaanmu?"


Zander yang berbaring miring kearah Xia, dengan tangan yang menyangga kepalanya.


"Hheeeemmmm....."


Tubuh Xia serasa remuk, seluruh badannya sangat pegal dan lelah. Xia merapatkan tubuhnya pada suaminya. Dan kembali menutup matanya.


"Jam berapa sekarang?"


"Jam 11 lewat 10 menit."


"Oohh, jam 11 ...." Lemah Xia,


sepersekian detik kemudian matanya terbuka lebar.


"APAAA??" histeris Xia, "Jam 11 lewat 10 menit?"


"TIIDAAKKK~


Aku terlambaaaattt...." rintihnya histeris.


Xia langsung duduk terbangun. "Bagaimana ini??"


Zander menghembuskan nafasnya, menarik tangan Xia hingga terbaring lagi dengan keras dikasur yang empuk. Zander memutar tubuhnya dan mengukung Xia.


"Kalau mengenai pekerjaanmu, aku sudah memintakan cuti untukmu."


"Tapi, aku kan baru bergabung....."


Zander tersenyum miring.


"Apa kau lupa siapa aku istriku?"


Xia membuka matanya lebar.


"Aku Zander Zoe, memiliki hak istimewa....." ucap Zander menenggelamkan wajahnya diceruk leher Xia.


"Lagi?"


"Sudah kukatakan sebelumnya, kau harus dihukum sampai pinggangmu sakit dan tak bisa bangun..." seringai Zander semakin gencar dengan hukumannya.


*****


Hari bergulir begitu cepat, Xia dan Zander kembali ke ibu kota. Xia mengobrak-abrik tasnya mencari ponselnya.


"Kenapa lagi?"


"Mencari hp."


Xia menemukan hpnya terselip diantara lembaran kertas laporan pekerjaan berikut dengan dompetnya. Xia tertegun mengambil kedua barang itu. Lalu terbengong.


"Kau tau suamiku?"


"Heeeemm?"


"Sepertinya aku beneran dihukum." Xia menunjukan dompetnya.


Zander hanya melihat tidak mengerti.


"Semalam aku jungkir balik mencari dompet, dan tidak ketemu. Tapi lihat ini! Secara ajaib berada didalam tasku!"


Zander menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Maaff..." lirih Xia lagi.


"Kenapa minta maaf terus?"


"Apa kamu mengutukku selama aku pergi kemarin?"

__ADS_1


"Tidak...." Mata Zander melihat keatas dan memalingkan wajahnya.


"Beneran?"


"Tidak!"


"Jadi yang mana? Benar apa tidak?"


"Tidak!"


"Suamikuuuu...."


Zander menoleh,


Xia memasang wajah imut menggemaskannya. Membuat Zander tak tahan, membingkai wajah Xia dan melahabnya.


"Uuummmpp...."


Zene melirik kecil melalui spion. Lalu menutup pembatas memberi pasangan di belakang ruang privasi.


Beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai di vila Zander. Xia hendak memunguti gumpalan tisu yang berserakan di bawah kakinya. Namun ditahan Zander,


"Buat apa mengurusi itu. Sudah ada yang akan membereskannya nanti."


"Tapi..."Dengan wajah memerah.


"Sudah! Ayo keluar." Zander menarik lengan Xia.


****


####


Hari berikutnya,


Zander duduk kursi kebesarannya. Sibuk dengan komputernya. Pintu ruangannya diketuk. Muncullah Zene sang asisten.


"Tuan!"


Zander meliriknya.


"Ada orang dari Alexander grup ingin mengajukan beberapa kerja sama."


"Tolak."


"Alexander grup adalah..."


"Tidak perduli."


Zene menghela nafasnya.


"Nona Xenia adik Nyonya..."


Zander menegakan kepalanya melirik Zene.


Hehehe.... Sepertinya anda mulai tertarik. batin Zene dengan senyum menang. Zander masih menunggu.


"Orang dari grup Alexander Nona Xenia ingin bertemu secara langsung dengan anda, guna membahas penawaran kerjasama."


"Heeehhh,, Xenia ya...." Zander menggosok dagunya dengan jarinya.


"Aku sampai lupa dengannya karena terlalu sibuk mencintai Xia."ucap Zander tersenyum jahat,


"Ayo buat permainan dengan nya, Zene."


_____€€€_____


Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___


😊

__ADS_1


__ADS_2