Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
Chap 66


__ADS_3

Susie menghela nafasnya. Membuang beban berat di dadanya. Tubuh gadis itu bersandar pada tembok yang menyembunyikan tubuhnya dari pandangan mata. Di belakang tembok itu, Andi dan seorang wanita tengah bercumbu menghimpit tembok di sisi yang lain.


Tentu saja, hatinya sangat hancur. Tadinya Susie berniat berbelanja sayur dipasar. Namun salah satu teman menghubunginya. mengatakan melihat Andi pacarnya sedang bermesraan di sebuah apartemen mewah.


Gegas, Susie berlari menuju apartemen yang dimaksud. Berharap temannya itu salah lihat. Namun kenyataan pahitlah yang dia terima. Andi memang berselingkuh dengan dengan seorang wanita.


Dengan membulatkan tekatnya, Susie melangkah walau kaki nya bergetar. Air matanya dia sapu dan hempas. Matanya sudah memerah, namun sekuat mungkin dia tahan agar tidak mengeluarkan kristal bening lagi.


"Andi."


Pria yang disebut Andi itu menoleh, dengan bercak liptik di sekitar bibirnya. Membuat Susie sakit sekaligus jijik. Pria itu tertegun bukan kepalang.


"A-apa yang kau lakukan disini Susie?"


"Harusnya aku yang bertanya begitu."


"Siapa dia sayang?" tanya si wanita.


"Dia, bukan siapa-siapa."


"Begitukah? Bukan siapa-siapa?"


Andi menghela nafasnya sambil menggosok kepalanya.


"Bagaimana ya Susie, Aku tidak butuh wanita yang tidak berguna dalam hidupku. Kau sama sekali tak punya apapun. Jangan kan jabatan dan pengaruh. Uang saja kamu tak punya. Aku tak bisa meneruskan hubungan yang seperti ini." racau Andi mencemooh.


Susie tertawa kecil.


"Jadi kau bersama dengannya karena dia kaya dan berpengaruh?"


"Tentu saja, untuk menjadi pasanganku haruslah wanita seperti dia. Kamu harusnya bersyukur dan berterima kasih sudah menjadi pacarku selama beberapa taon ini."


Wanita yang bersama Andi terkekeh menghina.


"Ayo sayang kita lanjutkan dikamar saja." ajak wanita itu mengeluarkan kartu aksesnya.


Andi pun merangkul pundak wanita itu. Dan tersenyum penuh penghinaan pada Susie.


"Jangan cari aku lagi." berjalan dengan santai."Kita sudah tak memiliki hubungan lagi."


Susie masih terdiam. air matanya menetes deras di pipinya. Seorang pria menyodorkan saputangan padanya.


Susie mendongak melihat pria itu, yang tersenyum ramah padanya.


"Dokter Jil?"


Susie mengusap air matanya, dengan sapu tangan Dokter itu. Dokter Jil juga salah satu dokter yang menangani ibunya. Saat kontrol kemarin Mereka sempat bertemu.


"Anda melihatnya?"


"Melihat apa? Adegan ikan terbang?" kekeh dokter Jil.


Susie ikut terkekeh kecil.


"Untuk apa menangisi pria sampah? Simpan air matamu. Kamu begitu tegar dengan ibumu. Kenapa bisa selemah ini untuk pria sampah sepertinya?"


Susie tertawa kecil.

__ADS_1


"Benar!"


"Kalau kamu longgar bagaimana jika menemaniku makan? Aku butuh teman makan."


"Maaf. Aku harus pulang dan menemani ibuku." tolak Susie halus.


"Terima kasih untuk sapu tangannya akan ku kembalikan bila sudah ku cuci bersih."


"Hmmm.. Baiklah. Tapi sebenarnya aku juga membutuhkannya."


Dokter Jil mengusap dagunya dngan jari. "Bagaimana jika aku makan dirumahmu saja?"


Susie tertegun. Bagaimana ini? aku tak punya cukup uang untuk makan tambahan dia. Bagaimana caraku menolaknya.


" Apa kamu bisa memasak sup rumput laut?"


"Iyaa.. tapi..."


"Aku ingin sup rumput laut. Ayo kita belanja bahan."


Dokter Jil menarik lengan Susie dengan riang keluar dari apartemen mewah itu.


Sesampainya disupermarket mereka memilih bahan yang dibutuhkan. Semua Dokter Jil yang mengambil sambil mendorong kereta belanja.


"Ya Tuhan, Kenapa dia mesti mengambil semua bahan yang bagus." gumam Susie berbalik dan membuka dompetnya menghitung uang yang ada disana.


Dokter Jil tersenyum melirik apa yang Susie lakukan. Dia mengambil sebuah kartu dari dompetnya dan menyodorkannya pada Gadis itu.


Susie melihat kartu hitam platinum didepannya, dia mengangkat kepalanya menatap sang dokter.


"Untukmu!"


"Kau harus menggunakannya, jika tidak kau harus membayar denda."


Susie masih melongo. Kesambet apa dokter ini? Bisa -bisanya memberiku kartu semacam ini. Tunggu! Apakah dia menyukaiku? Aaahh,, tidak mungkin. Dia dokter dan aku hanya seorang wanita lusuh yang berkerja dengan jabatan rendah. Tidak mungkin dia tertarik padaku. Aku juga tidak cantik. Lalu kenapa dia lakukan ini?


Sepanjang dari supermarket sampai kerumahnya, Susie masih bermonolog tidak jelas.


Dokter Jil yang saat itu menyetir melirik melalui ekor matanya.


"Kenapa dari tadi diam saja?"


"Aku tidak mengerti!"


"Apa yang tidak kamu mengerti?"


"Kenapa kau baik padaku?"


"Kenapa?"


"Apa karena aku terlihat begitu kasihan tadi, jadi dokter berusaha menghiburku?"


Dokter Jil tergelak.


"Aahh,, jadi benar ya?" Susie bergumam menarik kesimpulan.


Sepertinya kamu melupakanku. Tidak apa, itu tidak penting lagi. Dalam hati Jil melirik Susie dengan senyuman.

__ADS_1


Sesmpainya di kosan Susie, Ibu nya membukakan pintu. Dia tertegun melihat Susie bersama dengan Dokter Jil.


"Ibu! Kenapa turun dari tempat tidur? Aku masih bisa membuka pintu sendiri."


Susie meletakkan belanjaan di meja dan menuntun ibunya kembali kekamar.


"Kenapa bisa bwrsama dengan dokter Jil?"


"Kami hanya kebetulan bertemu dijalan."Jelas Susie enggan bercerita." Ibu istirahat saja. Biar aku masakkan sesuatu untuk ibu."


Susie mempersilahkan Dokter Jil duduk, sedang dia sendiri sibuk berkutat di dpur. Jil menyapukan pandangan matanya mengelilingi kamar kos yang terdiri dari tiga ruangan itu.


Ruang tamu, kamar tidur dan dapur. Kos yang sangat sempit menurut Jil.


Setelah semua masakan siap, Susie meletakkannya di meja tamu. Susie membantu ibunya makan dikamar.


"Dokter makanlah dulu, aku masih menyuapi ibu."


"Oke."


Setelah selesai dengan tugasnya, dan memastikan ibunya kembali tidur. Susie keluar dari kamar. Susie terkejut, melihat dokter Jil tertidur dengan duduk dilantai, dan tangan yang dilipat di dada. Di depan meja dan makanan yang masih utuh itu.


"Dokter."


"Dokter jil?"


Dokter itu membuka matanya. Melihat wajah susie.


"Sudah sellesai?"


"Heemm."


"Baiklah. Ayo makan!"


Mereka akhirnya makan dalam keheningan berdua.


****


"Ini"


susie menyodorkan kartu platinum itu pada dokter jil.


"Aku tak bisa menerimanya."


"Ini.. Bukan gratis."


"Ya?"


"Masakanmu enak. Aku langsung jatuh cinta. Jdi bisakah kau memasak untukku. Anggap itu sebagai gaji. Kau sedang butuh uang bukan?"


_____€€€_____


Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.

__ADS_1


Salam___


😊


__ADS_2