Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
Chap.31


__ADS_3

Zander dalam perjalanan pulang ke vilanya.


"Tuan!" panggil Zene melirik tuannya yang termenung dibelakang, "Apa anda ingin kembali memutar?"


Zander hanya terdiam.


"Jika melewati belokan di depan kita akan melewati kantor tempat Nyonya bekerja. Tapi kita akan memutar sangat jauh." ujar Zene dengan senyuman diwajahnya.


"Belok saja."


"Ehehe.. Baik Tuan."


Zene membelokkan kemudinya, Zander masih terdiam di belakang.


"Tunggu!" suara Zander menegakkan punggungnya, "Xia tidak suka dengan para pengawal dibelakang."


"Tenang saja tuan, saya sudah menginstruksikan mereka menyebar kedepan dan beberapa meter dibelakang. Nyonya tidak akan menyadarinya." Senyum ramah Zene menjelaskan.


"Ng?" Zene melebarkan sedikit matanya, saat melewati depan Gerbang perusahaan tempat Xia bekerja."Krumunan apa itu?"


Zander melongok, melihat jelas keluar. Matanya membola, melihat istrinya tengah dibuli banyak orang. Hatinya terasa panas, dan darahnya mendidih.


Zander menerjang keluar dari mobilnya. Berlari dan berdiri tepat didepan Xia,


CEPPLLOOKK!


Sebutir telur pecah di dada bidangnya. Meninggalkan noda disana. Zander menggeram ganasss, menatap tajam pada orang-orang didepannya. Yang perlahan mundur dengan kaki gemetar. Wajah-wajah ketakutan terlukis di setiap rupa yang semula mengerubungi Istrinya.


"KAAAUUUU!!" geram Zander dengan suara beratnya yang mendominasi penuh tekanan.


"Gawat..." suara salah satu orang-orang itu.


Xia menarik baju lengan Zander, yang lalu menoleh padanya.


"Bawa aku pergi dari sini."pinta Xia lirih.


"Gawat, ayo cepat pergi dari sini." gumam orang-orang itu samar.


Zander masih terlihat sangat marah. Melihat cengkraman tangan Xia dilengannya begitu kuat. Zander berbalik dan menggendong istrinya. Dan mulai melangkah.


"Zene!"


Zene yang memang berada tak jauh dari sana tersenyum kecil.


"Buat mereka bahkan tak bisa mengangkat wajahnya lagi." Zander melangkah dengan pasti membawa Xia ke mobilnya.


"Baik, Tuan." seringai Zene.


Kumpulan orang itu gemetar kakinya, perlahan mencoba kabur. Namun para pengawal Zander dengan sigap mengambil posisi dan msnghentikan langkahnya.


"Mari kita buat ini mudah dan tanpa kekerasaan." ucap beberapa pengawal yang mencengkram orang yang berusaha kabur itu.


"Tidak! Ampuni kami! Maaaff kan kami."


"Aaakkhhh...."


Zander dan Xia duduk di dalam mobil. Zander mengambil tisu dan membersihkan tubuh Xia.


"Aaaa... Mobilmu jadi kotor."Lirih Xia menahan tangan Zander dan mengambil tisu,


"Tidak apa, masih bisa dicuci." ucap Zander kembali mengambil tisu lain.


"Aku sangat bau."


"Nanti beli pewangi."


Xia menatap Zander yang berbalik menatapnya.


"Bajumu juga kotor. Biar aku bersihkan." ucap Xia pelan. Membersihkan baju Zander yang terkena noda telur.

__ADS_1


Xia menggosok-gosoknya dengan tisu yang dia bawa.


"Kenapa noda nya sulit sekalii hilang." gerutu Xia masih menggosok baju Zander."Ini tak bisa hilang..."


Zander menangkap tangan Xia, mengangkat dagu Xia dengan jarinya. Mata gadis itu sudah berkaca-kaca. Menatap Zander dengan pandangan yang entah apa. Lamat-lamat Xia sesenggukan, menangis sejadinya.


"Huu.. huuuaaaaa....." tangis Xia keras.


Zander mengusap kepala Xia dan membawanya kedadanya. Mengecup pelan punca kepala istrinya.


"Tidak apa-apa. Ada aku disini. Jangan takut." ucap Zander pelan, mengusap lembut kepala Xia.


Sedang tangannya yang lain mengepal kuat diatas pahanya. Mata tajamnya pancarkan aura kemarahan yang berlebihan.


Setelah Xia cukup menangis, pintu depan kemudi dibuka. Zene masuk dan meletakkan sekantung kresek ke balik kursi kemudi. Zene memasang sabuk pengamannya dan mulai menjalankan mobilnya. Zene melirik Xia masih sesenggukan di dada tuannya.


Zene menekan tombol, dibelakang kursi kemudi muncullah pembatas yang menutup sekat hingga dia memberi privasi bagi bosnya.


Mobil itu bergerak dengan kecepatan standar. Xia sudah menenang. Zander perlahan membersihkan tubuh istrinya dengan telatan.


"Istriku, lengan bajumu sangat kotor. Harus dicuci. Dilepas ya?"


Xia mengangguk. Zander membantu Xia melepas bajunya. Melempar baju istrinya yang kotor kebawah. Zander membuka jasnya dan menyelimutkannya di tubuh Xia.


"Begini dulu sementara." Senyum tulus Zander.


Xia menatap wajah suaminya itu, sedikitpun Zander tak menyinggung masalah yang terjadi barusan.


"Kamu, tidak mau bertanya?"


"Kamu masih syok. Tidak usah memaksakan bercerita. Aku akan tau sendiri nantinya." ucap Zander tersenyum ramah,


"kemarilah, agar kamu merasa aman." Zander membawa Xia ke dadanya, dan memeluk hangat tubuh istrinya.


Sesampainya di vila Zander masih menggendong Xia, yang menyandarkan kepalanya didada bidangnya.


"Apa kamu mau mandi dulu, membersihkan diri?"


"Baiklah." Zander membawanya ke kamar mandi. Mendudukan Xia diatas dudukan kloset. Zander menghidupkan kran air hangat, dan menuangkan sabun aroma terapi di bathtube.


"Mandilah, aku tunggu diluar." lembutnya mengayunkan kakinya.


Lengan Zander tertahan oleh genggaman tangan Xia. Zander menoleh menatap Istrinya.


"Jangan pergi."pinta Xia lirih.


"Baiklah! Aku bantu menggosok punggungmu."


Zander membantu menggosok punggungnya.


"Bajumu basah kenapa tidak kau lepas saja."lirih Xia pellan.


"Baiklah. Kamu mau bergantian menggosok punggung?"


Xia mengangguk. Tanpa sadar setelah kejadian sore ini Xia tak ingin jauh dari suaminya. Seusai mandi bersama dan menyelesaikan makan malam, Xia tidur diatas pangkuan Zander dan bersandar didadanya. Pria itu juga memejamkan matanya.


Zander membuka matanya perlahan, saat dirasakan ada bayangan mendekat. Zander melirik Zene yang berdiri tak jauh dari sofa tempatnya duduk.


"Tuan."


Zander menempelkan telunjuknya dibibir. Mengusap lembut kepala Xia yang terlelap di dadanya.


"Sesuai yang anda perintahkan. Semua sudah mendapatkan ganjaran. Tak satupun dari mereka akan berani menegakkan kepalanya, Bahkan untuk keluar dari kamar pun tak akan sanggup." lirib Zene pelan memberi laporannya.


"Sebelum esok berakhir, perusahaan itu harus gulung tikar."


"Tapi itu perusahaan milik tuan Peter adik anda tuan." Zene mencoba memberi tau.


"Jangan membuatku mengulang, Zene."

__ADS_1


"Baik." tunduk Zene.


"Siapkan penerbangan ke kota S. Aku ingin membawanya berlibur beberapa hari. Tolong uruskan sisanya."


"Baik."


*****


Xia membuka matanya, melihat dia tengah berada di kabin pesawat. Zia menoleh kesamping. Xander tersenyum padanya.


"Kamu mau minum sesuatu?"


"Ini dimana? Kita mau kemana?" tanya Xia pelan.


"Kita masih dalam perjalanan. Istirahatlah. Kalau sudah sampai aku bangunkan."


Xia mengangguk. Matanya terasa sangat berat. Xia memejamkan matanya lagi.


Keesokan harinya, Xia terbangun di kamar hotel. begitu membuka matanya Xia disambut oleh senyum hangat suaminya.


"Good morning."


Xia duduk, menatap berkeliling.


"Kita dimana?"


"Kamar hotel. Bagaimana tidurmu?"


"Sangat bagus."


"Untunglah." balas Zander."Ayo sarapan. Setelahnya kita akan mengunjungi seseorang."


Xia hanya bertanya-tanya dalam hati. Siapa?


****


Di sebuah rumah sakit ternama di kota S.


"Aku memindahkan nenekmu kemari. Disini lebih bagus fasilitasnya." ucap Zander pelan. Di ujung lorong tampak Nenek Xia sedang duduk di kursi roda.


Xia tertegun, itu adalah rumah sakit dimana neneknya dirawat sekarang.


"Aku pikir mungkin kamu merindukan nenekmu." ucap Zander dengan senyum ramah.


Xia tersenyum haru, lalu memeluk tubuh kekar suaminya itu.


"Terima kasih."ucap haru Xia. Dia tidak menyangka akan dibawa Zander ke tempat neneknya.


"Nenek!" Seru Xia girang melihat neneknya lebih bugar sekarang.


"Xia cucuku." sahut nenek.


Mereka melepas rindu, berpelukan dan bercerita. Xia mendorong kursi roda Neneknya mengelilingi taman rumah sakit. Sesekali Xia menoleh kebelakang memastikan Zander masih mengikutinya. Xia tersenyum melihat Suaminya itu melambaikan tangan padanya dengan senyum ramahnya.


Xia mengulas senyum, dan kembali mendorong kursi roda sang Nenek.


Sedangkan Zander menempelkan ponselnya di telinga, dengan tatapan dingin dan wajah seremnya, Zander menyipitkan mata.


"Kau sudah dapatkan penyebar beritanya? Sisakan dia untukku." titahnya mutlak penuh dendam.


____€€€____


Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___

__ADS_1


😊


__ADS_2