Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
Chap 59


__ADS_3

"Zen!"


Zene melirik tuannya yang sedang duduk di sofa tamu ruangannya.


"Hari ini Xia akan bertemu dengan mantan pacarnya."


Zene mengangkat kelopak matanya. Melebarkan sedikit netranya, tanda ia tertarik.


"Bagaimana menurutmu?"


"Apa anda rela, Tuan?" Zene balik bertanya.


"Nyonya bilang pria itu memiliki dokumen rahasia milik perusahaan. Dan itu menyangkut mendiang mamanya. Aku tidak ingin dia terlibat dengan orang-orang di masa lalu yang tidak berkepentingan."


"Baik, Tuan."


"Biarkan dia bertemu, sisanya aku serahkan padamu."


"Baik."


####


Di depan restoran tempat Xia dan Darren janjian, Mobil Zander berhenti. Kali ini Zander yang menyetir, Zene sengaja tidak diikut karena dia memiliki tugas lain dari bos nya.


"Aku akan menunggu mu disini. Masuklah." ucap Zander menatap istrinya lembut.


Xia melepas sabuk pengamannya. Dan menyentuh pintu hendak keluar.


"Jika ada apa-apa panggil aku." sambung Zander lagi.


Xia menoleh dan melempar senyum.


"Jangan terlalu lama didalam." lanjut Zander seperti masih tak rela.


Xia mengulas senyum lucu.


"Ada lagi." tanya nya geli.


"Apapun yang dia katakan. Jangan kembali padanya." tegas Zander masih cemas.


"Okey." Xia membuka pintu disampingnya. "Percaya padaku, heemmm?"


"Aku beneran akan masuk." ijin Xia sekali lagi.


"Aku meencintaimu."


Xia menghela nafasnya.


"Jangan memberiku beban berat."


"Jadi cinta dariku adalah beban?"


"heemmm..Berat sekali. Aku tak sanggup memikulnya sendiri." Xia mengulas senyum."Kau mau ikut membawanya?"


Zander hanya menanggapi dengan tertawa kecil.


"Aku masuk dulu. Tidak akan lama."pamit Xia, mengeluarkan tubuh nya.


Zander memarkirkan mobil. Kebetulan tempat Dareen dan Xia duduk dapat Zander lihat dari arahnya mobilnya terparkir. Zander menatap mereka dari balik kaca bangunan dan dibelakang kemudi. Zander mencengkram setirnya dengan kuat. Melihat Darren menahan lengan Xia yang hendak pergi.


"Akan ku tabrak kau dari sini!" geramnya hendak menghidupkan mobilnya. Lalu Zander tersenyum puas mwlihat Xia menendang telur berharga Darren.


"Hahaha... Bagus! Begitu, baru wanitaku." kekeh Zander.


Dia keluar dari mobilnya dan berjalan hingga ke dekat pintu masuk. Bersandar pada dinding bangunan sebelah luar dengan bersedakep.


Tak lama Xia keluar. Zander melihat sisi Xia dari belakang.

__ADS_1


"Apa urusanmu sudah selesai?"


Xia menoleh dan mwngumbar senyuman.


"Hemm.."


Zander mendekat dan merangkul pundak Xia.


"Ayo kita pulang."


Setelah Zander dan Xia pergi, Zene melangkah perlahan dari tempatnya berdiri. Memasuki restoran. Ditempat Darren duduk, disana duduk juga Alexa. Zena mengulas senyum misterius.


****


"Kau gagal."


Daren masih meringis memegangi telurnya sambil duduk dihadapan Alexa.


"Berisik." tukas Darren."Apa rencana selanjutnya?"


Alexa mengulas senyum licik. "Tentu saja aku sudah menyiapkan rencana cadangan. Jangan kuwatir."


Alexa mengangkat hpnya dan mengirimkan beberapa foto yang dia ambil tadi pada Darren.


"Besok, di acara pernikahan mereka, ini akan beredar. Pasti akan jadi hadiah yang besar sekali."


"Apa?" Daren tersentak. Terkejud dengan apa yang Alexa ungkapkan.


"Sayang, kau tak berhasil menciumnya. Tapi masa bodoh , aku akan pakai kenalanku untuk membuat kalian terlihat berciuman mesra." jelas Alexa dengan senyum sinis dan licik.


"Apa? kau tak bisa melakukan ini! Ini skandal!" sentak Daren tak terima."Jelas ini akan merugikanku dan Xia."


"Aku tidak perduli. Yang penting acara pernikahan mereka gagal. Zander menceraikan wanita itu. Aku dapatkan Zander. Dan kau dapatkan Xia. Bukankah ini adil?" ucap Alexa tanpa beban dengan senyum yakin yang meremehkan.


"Kaaauuu..." geram Darren.


"Kenapa wajahmu ketakutan begitu? Apa kau melihat hantu? Atau monster?" kekeh Alexa mencemooh.


Darren masih terlihat sangat tegang melihat dibelakang Alexa.


"Apa sih?"


Alexa menoleh. Wajahnya ikut berubah tegang melihat sosok dibelakangnya.


****


####


Hiruk pikuk manusia terlihat ber hilir mudik di Vila Air mengalir. Mereka mengenakan pakaian terbaik. Di tempat yang begitu indah dan romantis itu banyak tamu yang ber swafoto ataupun berselfi. Ada pula yang bertegur sama demi memperluas bisnis dan menambah rekanan.


Di depan gerbang masuk Vila berdiri beberapa orang yang cantik dan tampan dengan pakaian seragam berwarna merah muda. Tersenyum dengan ramah pada para tamu yang membawa undangan.


Di samping mereka banyak berderet rangkian bunga ucapan selamat dari rekanan dan saudara


"Silahkan masuk." ucap penerima tamu dengan ramahnya.


Hingga tiba Giliran Silvia dan Alan yang maju kedepan penerima tamu,


"Mohon undangannya." cegat mereka.


"Apa?" sentak Silvia, "Kami ini keluarga dari mempelai wanita. Apa masih perlu undangan?"


Silvia tentu saja tak terima dicegat begitu saja. Sangat memalukan jika dia yang kwluarganya tidak hadir diacara pernikahan Xia dan Zander.


"Maaf tuan dan Nyonya, aturan disini sudah sangat jelas, hanya pemegang undangan yang bisa masuk."


"Apaaa??" Silvia yang malu karena menjadi pusat perhatian itu tak terima.

__ADS_1


"Panggil Xia kemari! Biar dia mengkonfirmasi jika kami beneran keluarganya."


"Maaf Nyonya, Mempelai sedang sangat sibuk. Silahkan jika tidak membawa undangan untuk mundur dan meninggalkan tempat ini. Masih banyak yang perlu kami layani."


"Appaa? Kurang ajar... Aku pasti akan..." lantang Silvia masih marah dan kesal.


Alan menarik lengan istrinya agar menjauh dari sana. Jika diteruskan hanya akan memanbah malu saja.


"Ayo ma, kita pergi dulu."


"Tapi Pa, kita adalah orang tua nya. Keluarganya, Bagaimana bisa kita ditolak untuk masuk."


"Sudah kita bicarakan lagi nanti. Ayo pergi."


"Tidak bisa kita harus hadir disana!"


"Sudah ayo!" Alan menyeret Silvia dan masuk kedlaam mobilnya.


"Lihat saja kalian, akan kuadukan pada nyonya kalian! lihat saja!" ancam Silvia masih tak rela.


Sedangkan para penerima tamu berbisik dan menggeleng.


"Memalukan, bisa-bisanya mereka mengaku-ngaku menjadi keluarga mempelai wanita. Ckckck."


"Sudah jangan bergosip. Sekarang kita punya kerjaan yang lebih penting." tegur yang lain.


Di dalam ruang rias di Vila Air Mengalir Xia baru saja selesai di make up. Tentu saja dengan gaun terindah wajah Xia tampak cantik sempurna.


"Nyonya, anda adalah hasil karya terbaik yang pernah saya rias. Sempurna." ucap sang MUA.


Xia terkekeh,


"Kau terlalu memuji." ucap Xia dengan wajah berbinar.


"Sungguh."


TOK TOK!


Pintu ruang rias diketuk.


"Itu pasti Tuan Zander." ujar MUA berjalan untuk membukakan pintu.


Tak lama kemudian, pintu terbuka.


"Aa... Anda siapa?"


____€€€____


Hmmmm... siapa ya yang datang?


a. Darren


b. Peter


c. Mama dan papa Zander


d. Susie


e. terserah deh asal othor senang😆


Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___

__ADS_1


😊


__ADS_2