
"I-ini....."
"Apa kau menyiapkan ini sendiri?"tanya Xia dengan wajah datar.
Zander mengangguk walau dengan wajah tak yakin. Masih penasaran dengan isi kado nya.
"Jadi kau membelinya sendiri?"
"Apa? memang apa?"Zander makin penasaran terngiang ucapan Zene:
"Yang pasti membuat tuan dan nyonya senang."
Apa dia sedang senang? pikir Zander, Tapi kenapa wajahnya begitu datar?
"Kau membelinya sendiri?"
Mungkin jika menjawab iya akan membuatnya sedikit gembira. batin Zander.
"Tentu saja. Aku memilihnya secara khusus untukmu." jawab Zander dengan mimik dibuat serius.
"Aaaahhhh.... " Xia manggut manggut.
Xia mengambil isi dari kado itu, lalu menjembrengkannya. Zander melirik sekilas dan matanya membulat. Melihat baju transparan berwarna hitam yang begitu minim.
"Apa ini?" pekiknya terkejut.
"Bukankah kau yang membelinya?" cemooh Xia.
Zene sialan.....!! umpat Zander meremas baju itu. Tunggu! Jika Xia memakainya mungkin akan terlihat bagus. Pikiran Zander mulai traveling.
"Apa yang kau pikirkan? Dasar maniak otak mesum!" Kesal Xia melempar pakaian dalam warna senada tepat memgenai wajah Zander yang merona.
Xia memalingkan wajahnya kasar dengan tangan yang dilipat di dada. Lalu gadis itu melemparkan diri kebelakang dan tidur dengan menarik selimut.
"Aku ngantuk! Mau tidur."
Huuuhh,, pantas saja melarangku tidur,, ternyata dia merencanakan itu. gerutu Xia dalam hati.
Sedangkan Zander meninggalkan linggerie itu begitu saja dilantai. Lalu dia sendiri berjalan melangkah lebar keluar kamar dengan hati kesal.
Zander menghubungi Zene melalui ponselnya.
"Zene! Kau membuat nyonya kesal. Potong gaji!" tuntas Zander langsung menutup sambungan telponnya,
Sedang di sebrang sana, Zene yang sedang minum terkejut dan menjatuhkan gelasnya.
"Astaga! Ada apa dengan mu, tuan. Membuatku terkejut saja."gumamnya."Apa tuan mendapat omelan dari Nyonya?"
****
Xia yang masih di bawah selimutnya. Membuka mata, dia masih belum terlelap. Begitu mendengar suara pintu ditutup. Xia langsung duduk terbangun, menatap pintu yang tertutup itu.
Xia menghela nafasnya, Xia turun dari ranjang dan berdiri di sisi. Xia melirik sekilas baju yang tergeletak begitu saja dilantai. Lalu menghela nafas lagi.
Kenapa aku jadi merasa bersalah. Apa aku terlalu keras padanya? batin Xia.
"*Saya pikir hanya Nyonya yang tuan anggap sebagai keluarga."
__ADS_1
"Sejak saat itu tuan tidak pernah tersenyum lagi, saya sangat senang waktu nona berkunjung kemari. Wajah tuan Zander terlihat berbeda*." Suara bibi Ana lagi-lagi terngiyang dikepalanya.
"Keluarga." gumam Xia pelan."Sepertinya kita memang punya masalah dengan keluarga masing-masing."
Xia memungut linggerie dari lantai, melihatnya dengan pandangan yang entah apa, lalu sudut bibirnya terangkat kecil.
*****
#####
Zander menuang susu kotak ke dalam gelasnya. Membawanya dan berjalan menuju kamar sembari minum sesekali.
"Zene sialan! Apa yang dia pikirkan saat membeli barang itu? Apa jangan-jangan dia membayangan Xia sedang memakainya?"gumam Zander sedikit kesal.
HAAAAHH??
"Zene! Awas saja kau jika pikiranmu membayangkannya!"Kesal Zander geram."aku potong kau jadi tujuh bagian."
*****
Disisi lain, di apartemen Zene.
Pria itu tengah menonton film, tiba-tiba merasa begidig dan merinding.
Kenapa tiba-tiba dingin? Apa karena film horor ini atau tuan sedang menyumpahiku? Batin Zene.
****
Kembali ke Zander,
"Xia?"
"Xia? Kau didalam?"
Tak ada sahutan. Zander masuk ke kamar mandi lebih dalam.
Kosong.
Zander menghela nafasnya. "Apa yang aku pikirkan? Mengharapkan dia ada disini?"
"Pantas saja dia menyebutku maniak."
Zander melangkah keluar kamar mandi, lalu berpindah ke ruang ganti. Disana juga kosong.
"apa dia keluar kamar?" gumam Zander lagi.
Zander berjalan keluar ruang ganti, sambil berpikir.
"Mungkin dia memang keluar kamar." gumam Zander lagi, melangkah ke pintu keluar.
Langkahnya terhenti ketika sudut matanya menangkap gorden tipis yang berkibar-kibar dimainkan angin. Zander melangkah mendekati beranda kamarnya. Membuka lebar pintu yang sedikit terbuka itu.
Di ujung beranda. Xia duduk diatas pagar pembatas beranda. Menatap langit malam, lalu berpindah menatap suaminya.
Xia membalut tubuhnya dengan kain putih yang membungkus sempurna tanpa memberi celah kulitnya untuk terlihat.
"Angin malam ini sangat bagus, suamiku."
__ADS_1
"A-apa yang kau lakukan disana? Kau bisa jatuh." Zander mengeraskan suaranya terselip kecemasan disana.
Zander melangkah mendekat, Xia turun dari pagar pembatas dengan melompat. Ikut memangkas jarak, dengan selepas kain putih yang membungkusnya, dan dibiarkan jatuh begitu saja di lantai beranda.
Zander membeku, tak bergerak dari tmpatnya terakhir menapakan kakinya. Matanya melebar sempurna. Jakunnya turun naik dengan sangat susah. Beberapa kali Zander menelan ludahnya melihat pemandangan yang begitu menggoda didepannya.
"Kurasa, kado ini bukan ditujukan untukku, tapi untukmu tuan Zander." Xia tersenyum kecil, menarik kebawah kerah Zander. Dan menautkan bibir mereka.
"UUUUMMMMPPP....."
Yaaaa... kami memang keluarga... yang saling membutuhkan satu sama lain. Batin Xia.
"Haaa..... aaahhh...." Xia dan Zander mengambil nafas, setelah cukup lama bibir mereka bertautan.
"Kau.... Kenapa memakainya?"
"Apa kamu tak suka?"
"Suka. suka. suka sekali...." ucap Zander dengan wajah memerah hingga ketelinganya.
Netra Zander terpusat pada dempetan bola kenyal dan padat didepan. Menciptakan belahan yang menggugah selera. Membentuk suatu fatamorgana yang membuat pandangannya makin berkabut.
"Arrrggg......"
"Zander kamu mimisan..."
****
####
Keesokan paginya, Zander yang masih dengan hangat dan enggan untuk bangun, memgeratkan pelukannya pada tubuh mungil Xia. Dengan senyum lebar pria itu kembali teringat pada malam sebelumnya. Walau harus mengalami insiden memalukan lebih dulu. Mimisan.
"Aku mencintaimu Istriku."
Zander mengecup punca kepala Xia yang masih terlelap.
Zander mendengar suara bising-bising di luar kamarnya. Tentu saja Zander terganggu.
Siapa pagi-pagi begini sudah membikin kesal.
BRRAAAK!!
pintu kamar dibuka paksa dari luar.
____€€€____
Duuhh,, siapa lagi sih yang mengganggu kenyamanan tidur tuan Zandeer??
Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
Salam___
😊
__ADS_1