
Malam itu Zader duduk dipinggiran ranjang, pria itu sedang menelpon saat Xia sedang dikamar mandi.
"Kau dapatkan seorang lagi?"
Zander menjeda ucapannya, menunggu seseorang disebrang sana berbicara. Matanya mengernyit.
"Adiknya? Kau yakin? Bagaimana hubungan mereka?"
Sekali lagi Zander terdiam. "Baiklah! Aku tidak akan sungkan kalau begitu."
CEKLLEEEKKK. (Suara pintu kamar mandi dibuka)
Buru-buru Zander mengakhiri telponnya. Lalu meletakkan ponselnya diatas nakas. Xia terlihat lebih segar dengan rambut basah yang dibiarkan terurai kedepan. Zander menatapnya tanpa berkedip.
Xia melangkahkan kakinya mendekat dan berdiri satu meter didepan Zander.
"Tuan...."
Zander masih menatap wajah Xia, dengan membisu, Xia menarik tali bathrobe nya, dan membiarkan tubuh bagian depannya terekspose. Zander menelan ludahnya sangat susah.
"Tuan Zander Zoe, Biarkan aku melayanimu...." ucap Xia lembut dengan menghiasi wajahnya dengan senyuman.
Tanpa suara Zander menatap Xia yang perlahan mendekat. Xia menumpukan lututnya di sela sela antara kaki Zander. Tangan Xia menyentuh pundak kokoh pria yang menatapnya sayu.
Xia memangkas jarak, menyatukan bibirnya pada benda kenyal Zander. Dengan sendirinya Zander menutup matanya, mengikuti permainan Xia menari-nari di dalam mulutnya. Tangan Zander memeluk pinggang Xia. Tubuh Zander terjatuh ke belakang, mendarat sempurna di atas ranjang yang empuk.
Xia menjeda ciumannya, mengatur nafas yang mulai tersengal. Begitupun dengan Zander yang nafasnya kian memburu.
"Bagaimana kau akan melayaniku?" Zander menatap Xia dalam jarak sedekat itu dengan mata yang berkabut.
"Biar aku yang bekerja tuan Zander..."
"Panggil aku suami."
"Biar aku yang bekerja suamiku..."
"Aku menantikannya..."
Xia kembali memangkas jarak, memulai lagi yang sempat terjeda. Bibir mereka terus bertubrukan, saling memakan satu sama lain dengan rakusnya.
Xia menggeser bibirnya, mengecup pipi, lalu bergeser ke telinga, menggigit kecil daun telinga Zander. Gelayar gelayar terus menjalari tubuh pria itu, dari setiap sentuhan yang Xia berikan. Apa lagi Gigitan di telinganya membangkitkan naluri kejantanannya.
Xia menggeser lagi bibirnya ke leher Zander. Membuat jejak-jejak kemerahan di kulit putih suaminya. Bibir Xia semakin turun ke bawah, menyesapi kulit dada Zander. Berpindah ke perutnya..
Wajah Zander semakin memerah, bibir Xia turun lagi ke bawah lagi, Zander menjadi tak sabar. Mencengkram lengan Xia dan berbalik menindih tubuh wanita yang dengan berani membangkitkan gairahnya yang terpendam.
"Kau....." Wajah merah Zander semakin merambat hingga ke telinganya.
"Aku tidak akan sungkan lagi...."
Zander melummmaaaatt habiiss wajah pasrah Xia yang sangat menggemaskan itu...
*****
__ADS_1
###
Zander membuka matanya, tubuhnya serasa remuk. Zander melirik Xia yang terlelap dalam dekapan nya. Mengelus lembut kepala wanita yang dia sangat cintai. Zander mengecup punca kepalanya, disaat wanita itu menelusupkan wajah ke dadanya.
Beberapa saat kemudian, Zander menuruni ranjang dengan perlahan, agar Xia tak terbangun. Zander menutupi tubuhnya dengan jubah tidur yang berserak di lantai. Dia berjalan keberanda, menghirup udara malam yang pekat.
"Zene, aku tidak sungguh-sungguh akan melepaskan mereka."ucapnya pelan.
"Saya tau tuan." balas Zene yang berdiri di beranda sebelah. Kamar mereka menginap bersebelahan.
Tentu saja, anda seorang yang pendendam tuan, tak mungkin akan melepaskan mereka dengan mudah. Batin Zene tersenyum getir.
"Tidak perlu sampai gulung tikar. Nanti nyonya curiga." ucap Zander menatap bintang di langit malam itu.
"Saya akan membatasi gerak mereka."sahut Zene.
"Dan Xenia Tan."
"Saya akan mengurusnya dengan bersih."patuh Zene,
"Tidak! Aku akan turun tangan sendiri."
Hyuuuuuusssshhh..... Angin malam itu bertiup menemani dua pria yang sedang merencanakan sesuatu yang buruk untuk pembalasan atas perlakuan buruk yang Xia dapatkan.
"Sayang!"
Zander menoleh, Xia berdiri berbalut selimut di tubuhnya. Membuat jantung Zander mengentak tak karuan, reflek Zander berbalik.
"Kenapa bangun?"
"Aku.... " Xia melangkah mendekat."Aku membuka mata dan kamu tak ada..." lirih Xia sempoyongan.
Xander mendekat perlahan, "Masih punya tenaga untuk turun dari ranjang,Haahhh?"
Zander menangkap tubuh Xia yang oleng. Zander mengulas senyum dan menggendong istrinya masuk kembali ke kamar. Meletakkan perlahan tubuh Xia di atas ranjang, dan dia sendiri merangkak diatasnya.
"Zander-ku..."
"Xia-ku."
Zander melummaaaattt lagi bibir lembut istrinya..
*****
Dilokasi lain di waktu yang berbeda.
Mama Anggia mendatangi kediaman Zander. Tepat di depan pintu gerbang Vila-nya.
"Hei buka!" teriak Anggia kesal karena sudah sangat lama dibiarkan menunggu di depn gerbang.
Hanya seorang penjaga keamanan di depan gerbang saja sempat menyahut.
"Maaf Nyonya! Tuan Zander tidak mengijinkan siapapun masuk selama beliau pergi."
__ADS_1
"Apa? Pergi kemana dia?"sentak Anggia kesal."Aku mamanya, bagaimana bisa tidak di ijinkan masuk? Kau mau di pecat haahh?"
"Setelah membuat kekacauan dia pergi?" gumam Mama Anggia.
"Maaf nyonya tuan tidak mengatakan apapun."ucap Si penjaga gerbang."Maaf nyonya kami lebih takut dengan kemarahan tuan Zander jika nekat memasukan seseorang dan melanggar perintahnya."
"Kaaauuu…"Tentu jawaban itu membuat Anggia makin kesal.
"Sialan!" umpat Anggia pelan.
"Ke gedung pusat Z2x!"
Anggia akhirnya menyuruh supirnya berbalik arah ke gedung Z2x grup. Dimana Zander bekerja.
Begitu sampai di gedung Zandeer pun Anggia tak juga mendapati Anak sambungnya itu disana.
"Kemana dia?" gumamnya kesal karena tak mendapati Zander dimanapun. Dengan tangan kosong Anggia pergi.
###
Disisi lain,
Peter hanya duduk terdiam dan memejamkan matanya. Peter berpikir, akan kesalahan apa yang dia perbuat.
Zander tidak. pernah menyentuhku sebelumnya. Ini pertama kalinya dia mengusikku. Kenapa dia lakukan ini ? Apa ini bagian dari rencananya. Menghancurkan kami?
Peter membuka matanya dan memajukan duduknya hingga perutnya menyentuh bibir meja. Peter meletakkan sikunya di mejja, menyatukan telapak tangannya dan menumpu wajah tampannya.
Apa dia tau aku mendekati Xia. Peter tertawa kecil. Apa dia pikir jika melakukan ini aku akan berhenti mendekatinya? Kau membuatnya semakin menantang Zander.
Peter mengulas senyum tipis.
Ini justru membuat darahku mendidih. Akan kurebut wanitamu sampai kau menangis darah. tekat Peter dalam hati dengan membara.
Peter keluar dari ruangannya. Dia ingin menemui Xia. Peter berjalan perlahan di lorong kantornya. saat itu dia bertemu dengan pak Dira yang berbincang dengan karyawan yang lain. Pria itu membawa sebuah amplop panjang.
"Sebenarnya dia berbakat,sayangnya Xia terlalu banyak sekandal."ucap Dira yang sempat Peter dengar."Karena itu dia mengundurkan diri.."
Peter tertegun. Dia beebalik dan mencengkram lengan Pak Dira. Hingga pak Dira meringis.
"Apa kau bilang?" geram Peter,"Mengundurkan diri..??"
____€€€____
Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
Salam___
😊
__ADS_1