Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
Chap 40


__ADS_3

"Kenapa Zene langsung pergi? Kenapa dia tidak ikut?" Xia heran, tak biasanya Zene dan para ekor Zander tak ikut berhenti."Ekormu juga..."


"Ituu.... Mereka sudah ada tugas yang lain." ucap Zander menggaruk kepala yang tidak gatal mencari alasan.


"Haaa.... kupikir tugasnya hanya menyertaimu." gumam Xia kecewa.


Memang! Tapi aku tak mau mereka ikut menyertai kita makan berdua. Mengacau saja. Batin Zander.


"Ya sudahlah. Ayo kita masuk."


Xia menarik lengan Zander agar memasuki resto Banyu biru. Sampai didalam, Xia membawa Zander ke meja yang sudah Xia pesan. Beberapa meja di satukan menjadi panjang dan sudah ditata berbagai jenis makanan.


Xia menarik kursi untuk Zander duduk. Pria itu menatapnya,


"Tunggu! Bukankah seharusnya aku yang menarik kursi untukmu?"


"Hhaaa? Sudah lah itu tidak penting." acuh Xia menarik kursi untuknya sendiri dan bersiap duduk.


"Tidak! Pria harus menarik kursi untuk wanitanya."Zander menahan lengan Xia hingga dia tidak jadi duduk.


"Aaa, itu sungguh tidak penting, suamiku. Ayo makan." ucap Xia lembut walau jengkel.


"Itu penting! Jika tidak penting dalam film-film romantis tidak akan ada adegan itu."


Xia tertegun, antara geli dan tidak percaya.


"Jadi, Tuan Yang mulia Zander menonton film romansa?"


Zander tidak menjawab. Namun airmuka nya yang berubah merona menjawabnya. Tentu saja Xia tergelitik untuk tertawa, namun sekuat tenaga ditahannya. Bagaimana bisa seorang seperti Zander punya hobi nonton film romansa.


"Baiklah, akan aku kembalikan kursinya." Xia merapikan kembali kursi agar Zander menarik kan kursi untuknya. Dengan tangannya Xia mempersilahkan, Mulutnya tergulum rapat menahan senyum.


Dengan sok Cool Zander menarik kursi untuk Xia. Tentu wanita itu langsung mendudukinya.


"Terima kasih Suamiku. Kamu pria sejati..." ucap Xia memuji tentu itu hanya agar Zander senang. Sedang dia sendiri masih menahan tawanya yang sebentar lagi meledak.


"Kenapa tertawa?"


"Aku tidak tertawa suamiku."


"Apa kau pikir aku buta?"kesal Zander melihat Xia mati-matian menahan tawa.


"Aku hanya teringat film komedi romantis yang aku tonton, suamiku." Elak Xia, Zander meliriknya sekilas dalam diamnya.


Zander lalu mengambil duduk di samping Xia. Dia melihat makanan yang begitu banyak di meja.


"Kenapa makanannya begitu banyak?" tanyanya terkejut.


Ya elah, suamiku, kamu terkejutnya telat harusnya dari tadi bertanya. Bukannya malah mau melakukan adegan menarik kursi. Batin Xia menepuk jidatnya.


Xia mengulas senyum ramah.


"Tadinya aku ingin mentraktir serta ekormu dan Zene."terang Xia, "Udah terlanjur pesan. Nanti biar dibungkus saja."


"Ooohhh begitu."


"Ayo dimakan."


"Kamu mau makan apa?"


"Kamu?"

__ADS_1


Xia mengambil beberapa jenis lauk kepiringnya dan beberapa ke piring Zander.


"Bagaimana kalau begini? Oke?"


Zander mengangguk. Xia tersenyum simpul. Lalu dia melihat sekeliling mencari pelayan.


"Mas!"panggil nya mengangkat tangan.


"Iya."


"Ini semua tolong dibungkuskan. teman-temanku tidak jadi datang. tolong di bungkus menjadi satu porsi sebanyak 15 bungkus ya." pinta Xia menunjuk makanan di meja.


"Baik."


"Terima kasih."


Zander hanya menatap Xia, entah dengan pandangan apa. Xia meliriknya.


"Kenapa melihatku? Makanan nya tidak akan habis hanya dengan melihatku saja." ucap Xia menyuap makanannya.


Zander mengalihkan pandangan pada piring didepannya. Lalu makan dengan tenang.


Seusai makan siang berdua, Xia membayar dengan uang cash. Zander yang melihatnya memprotes.


"Kenapa dengan uang Cash? kenapa tidak pakai kartu yang kuberikan?" protesnya menahan lengan Xia.


"Diamlah!" Xia menarik kuat tangannya dan segera menyerahkan uang untuk membayar.


"Terima kasih." ucap Xia begitu menerima kembalian beserta struk nya.


"Xia!"


"Iya sayang. Ayo bantu aku membawa bungkusan ini." pinta Xia mengambil beberapa kantong yang sudah terisi makan bungkus. Zander menyaut semua bawaan agar Xia tak perlu membawa.


"Akan dikemanakan ini semua?" tanya Zander meletakkan. nasi box dijog belakang. Lalu masuk kedalam mobil.


"Tentu saja diberikan pada ekormu!" jelas Xia."Dan satu yang sepesial untuk Zene."


Xia menepuk satu box dipangkuannya. Dengan senyum jail menatap suaminya.


"Apa?"


Air muka Zander berubah bete."Kenapa Zene dapat yang spesial sedangkan aku tidak?"


"Tenti saja, Kamu kan sudah dapat yang paling spesial tiada tandingannya." ucap Xia menghibur.


"Kamu bahkan sudah menarikkan kursi untukku. Benar-benar pria sejati." bujuk Xia dengan menahan geli, namun menampakkan wajah yang serius.


Xia melirik wajah Zander yang merona.


Dia benar-benar mudah sekali dibujuk. kekeh Xia dalam hati.


"Ayo jalan."


"Baik." patuh Zander.


Sesampainya didepan gedung Z2x grup Zander menghentikan mobilnya. Lalu ikut keluar dengan membawa kantong nasi box. Zene terlihat sudah menanti bersama para ekor Zander didepan pintu masuk.


Xia melihat salah satu pengawal Zander dan mengibaskan tangan memanggil.


salah satu datang mendekat.

__ADS_1


"Ini untuk kalian." Ucap Xia menyerahkan bungkusan nasi box. Tentu saja pengawal itu terkejut.


"Ambillah." titah Xia, pengawal menatap Zander meminta ijin. Zander yang sudah keluar dari mobil dan berdiri di belakang Xia mengangguk walau wajahnya bete.


Pengawal itu mengambil dan menoleh, lalu melambai memanggil temannya agar mendekat.


setelah semua nasi box sudah berpindah tangan, dan wajah-wajah cerah terbit di menimbulkan atmosfer disekeliling sangat bagus.


"Terima kasih nyonya, terima kasih Tuan."ucap mereka serentak membungkuk setengah badan.


"Iya iya... Makanlah." balas Xia senang.


"Suamiku, aku pulang dulu." pamit Xia melangkah mendekat. Zander terdiam. Dia menunjuk pipi.


Xia tersenyum dan menoleh, Semua pengawal dan Zene berbalik mengalihkan pandangan. Xia lalu tersenyum geli mengecup pelan pipi suaminya.


"Sudah."


Pandangan keduanya bertemu. Entah malah membuat masing-masing wajah mereka memerah.


"A-aku pulang dulu." pamit Xia cepat cepat memasuki mobil dan mulai menjalankannya.


Zander menatap mobil Xia yang semakin jauh. Dia lalu berbalik melihat Zene yang tersenyum melihat bos nya itu. Zander yang sedari tadi membawa nasi box spesial milik Zene, melempar nasi box itu ke tubuh Zene.yang langsung ditangkap.


"Ini jatahmu." ucap Zander berlalu masuk.


Zene melihat nasi boxnya lalu membuka untuk melihat isinya.


Nasi box milik Zene terlihat hancur berantakan. Semua nasi dan lauk bercampur jadi satu bak muntahan Nenek kabayan.πŸ˜‘(expresi Zene kira-kira seperti ini πŸ˜‘ ). Zene melihat punggung Zander yang berlalu itu.


Tentu saja karena kesal Zander mengocok nasi box sepesial milik Zene.😁


Hiikss gini amat punya bos. Batin Zene mengeluh sedih.


****


Dilain pihak, Xia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Xia mampir ke pom bensin untuk isi bahan bakar. Sememtara menunggu di isi, Xia pamit ke toilet. Seusai dari toilet Xia kembali tepat saat pengisin selesai.


Mobil kembali melaju,tiba-tiba ada yang memotong jalurnya. Dengan cepat Xia mengerem untuk menghindari tubrukan.


"Apa-apaan mobil didepan itu?" gumam Xia kesal. Xia keluar dari mobilnya bermaksud menanyakan ada apa? Dan mengapa memotong jalannya?


Si pengendara didepan juga keluar. Xia tertegun...


____€€€_____


Readers, siapa ya itu?


A. Zander menyusul lagi.


B. Peter


C. Daren


D. Alexa atau wanita lainnya.


Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.

__ADS_1


Salam___


😊


__ADS_2