Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
chap 38


__ADS_3

Alexa mengendarai mobil nya tak tentu arah pagi tu. Gadis cantik itu masih merasa marah, dan sakit hati atas perlakuan Zander padanya semalam. Apalagi ucapannya yang mengatakan bahwa Zander sudah menikah.


Alexa mwnggigit kukunya.


"Dia memang sudah tak memgijinkan aku masuk kesana. Tapi, ini masih pagi. Jika wanita Jalllaaang itu beneran ada. berarti dia ada di ranjang Zander sekarang." gumam Alexa.


"Benar! Aku harus memastikannya." tekat Alexa memantapkan diri.


Alexa membawa mobilnya menuju vila Zander. Sampai di depan pintu utama Alexa menghentikan mobilnya. Ada mobil lain yang terparkir tak jauh dari sana juga.


Alexa yang baru saja keluar dari mobilnya memperhatikan mobil putih itu. Itu adalah mobil milik Tante Anggia.


"Tante Anggia ada disini. Bagus." gumam Alexa mempercepat langkahnya.


Diruang utama terdengar suara Anggia sedang marah-marah. Alexa mengintip. Ada Bibi Ana dan beberapa pelayan diisana.


Karena itu adalah nyonya besar tak ada yang berani mellawannya. Dengan banyak gaya, Alexa datang mendekat.


"Tante!"


Anggia dan para pelayan menoleh. Bibi Ana sudah tampak tak suka.


"Apa yang tante lakukan disini?"


"Apa? Tentu saja aku mau melihat wanita jallaang mana yang menjadi istri Zander. " seru Anggia.


"Benarkah? Kalai begitu, ayo ke kamarnya saja, tante." ajak Alexa tak tau malu.


"Kita kejutkan Zander. Apakah semalam dia bohong atau tidak."


"Aku sudah mengintrogasi mereka. Zander memang sudah menikah. Tapi mereka ini pelayan merrka. Siapa yang tau mereka bohong atau tidal." ucap Anggia tersenyum tipis.


"Ayo, Tan."ajak Alexa menarik lengan Anggia.


"Ayo!"


Bibi Ana terlejut.


"Jangan nyonya!"cegah Bibi Ana."Tuan Zander akan marah besar."


Alexa mendorong jatuh bibi Ana hingga terjembab dilantai.


"Uuuuggghhhh..."


Alexa melirik dengan pandangan mencemooh. Dan berlalu menuju kamar Zander.


Tepat didepan pintu kamar Zander. Alexa yang sudah tidak sabar mendorong pintu itu dengan kasar.


BRAAAKK!"


"Mari kita lihat, Sayang. Apakah kau benar-benar sudah menikah atau belum."


Anggia dan Alexa melangkah masuk kedalam kamar. Mereka tertegun. Di atas tempat tidur Zander sudah menatap mereka berdua dengan tatapan sadis. Dan menggeram pelan.


Zander menghubungi penjaga ,lewat interkom dilamarnya.


"Segera kekamarku dan bawa orang asing ini keluar tanpa suara."


"Zander!" pekik Alexa melihat ada wanita yang sedang tertiidur dalam dekapnannya, membuat Alexa marah.


"Siapa kalian? Lancang sekali masuk ke kamarku dengan kasar!" geram Zander memelankan suaranya. Dia tak ingin Xia terbangun.


Tak sampai satu menit. Penjaga yang Zander panggil sudah sampai dikamar. Mereka menunduk memberi Zander salam. Dan langsung membekap mulut alexa dan juga Anggia. Lalu menyeret mereka berdua keluar kamar.

__ADS_1


"UUUUMMM..."


Xia melenguh, menenggelamkan wajahnya kedada Zander. Dengan penuh rasa sayang Zander mengelus kepalanya dan mengecup ringan pipi Xia dan terakhir dikepala Xia.


"Tidurlah yang nyenyak. Daddy masih harus menggurus dua jallaang lancang itu." gumam Zander seketika pandangan matanya berubah dingin.


Di ruang utama vila Zander.


Anggia dan Alexa duduk diatas sofa tamu. Zander berdiri menatap dua tamu kurang ajarnya itu.


"Jika bertamu, bertamulah dengan benar dan beretika."ucapnya.


"Menerobos masuk sampai dengan lancangnya memasuki kamarku...."sambung Zander lagi.


"Ada urusan apa nyonya dan nona Alexa kemari?" ujar Zander."Harusnya itu sangat penting sampai menerobos masuk ke ruang pribadiku."


"Zanderr.... Aakuuu....." Alexa


"Zander, Alexa adalah calon istrimu. Kamu...."


"Siapa kau mau mengatur hidupku? Aku yang menentukan dengan siapa yang aku akan menikah. Kalau begitu sangat ingin dia menjadi mantumu. Jodohkan saja dia dengan Peter. Peter adalah anakmu sebenarnya."


"Zander! Aku mencintaimu..." mata Alexa sudah berkaca.


"Aku tidak! Jangan memaksakan cintamu pada orang yang bahkan tidak berminat."


"Zander.... bagaimana bisa..... Dulu kamu tidak seperti ini..."


"Aku sangat sibuk. Dan tidak menerima tamu."ucap Zander melangkahkan kakinya.


"Bibi Ana, antarkan mereka keluar. Atau minta saja keamanan untuk mengantar mereka sampai gerbang."


"Zander! Bisa-bisanya kamu mengusir mama.." protes Anggia merasa tersinggung.


"Tante, Zander benar-benar sudah berubah.. Ini karena wanita jalllaaang itu...."lirih Alexa pada Anggia mengusap punggungnya.


Zander menggeretakkan gigi, mendekat pada Alexa dan mencapit pipinya dengan tangan kiri. Hingga gadis itu merintih kesakitan.


"Apa yang kau lakukan Zander! Kau sudah gila."pekik Anggia panik.


"Bukankah sudah kuperingatkan kepadamu, jika aku mendengar kata kotor itu keluar dari mulutmu mengatai dia. Akan ku potong lidahmu!"geram Zander dengan mata tajam yang melebar.


"Aaaaaaa~"Alexa merintih dengan wajah yang sangat takut, Zander akan benar-benar memotong lidahnya. Alexa tau Zander adalah pria dingin yang tak berperasaan.


"Zander! Kau gila..."Anggia panik berdiri dan memegang tangan kokoh Zander. Memukulnya agar Melepaskan Alexa.


"Bibi Ana! Pisau!!"


"Zander! Jangan berlebihan! Jika orang tuanya tau mereka tidak akan tinggal diam."pekik Anggia masih mencoba membebaskan Alexa. Anggia juga tak mau Zander sampai melakukan hal gila yang mungkin akan mengancam bisnis keluarganya.


"Siapa yang sudah menyinggung siapa? Harusnya berpikir sebelum menyinggungku!"


"Suamiku?"suara Xia dari arah tangga.


DEG!


Zander melepaskan tangannya perlahan. Alexa lemas menyentuh pipinya yang sakit, air matanya sudah banjir saja. Tangan dan kakinya bergetar hebat.


"Pergilah, selagi aku masih berbaik hati." ucap Zander datar dan dingin. Namun masih mengintimidasi.


Zander berbalik dan melangkah lebar menghampiri Xia.


"Bibi Ana pastikan mereka keluar dari gerbang dalam satu menit."

__ADS_1


"Baik, Tuan." tunduk bibi Ana.


"Mari nyonya dan nona, kita buat ini mudah." suara Bibi Ana dengan lembut namun tegas.


Anggia menatap Xia dengan amarah.


Wanita ituu.... Akan ku ingat wajahnya... batin Anggia.


Semua gara-gara dia, aku pasti akan membuat perhitungan dengan nya... pikir Alexa dengan amarah dihatinya.


Alexa dan Anggia melangkah bersama keluar dari Via Zander.


"Kenapa membiarkan mereka pergi? Sepertinya mereka tidak senang."


"Abaikan saja. Mereka hanya pengemis." ucap Zander dengan senyum ramahnya."Kenapa bangun? Apa pinggang mu sudah tidak sakit?"


Xia merona.


"Ini sudah sangat siang. Kenapa aku tak boleh bangun?" kesal Xia menuruni tangga melewati Zander.


"Ooh iya. Hari ini aku akan mencari kerja. boleh aku pinjam salah satu mobilmu?"


"Cari kerja? Kenapa?"


"Mmmm... Aku ingin menghidupi diri sendiri."


Zander terdiam sejenak.


"Kau tidak mau bergantung padaku? Aku suamimu." ucap Zander dengan wajah kecewa.


Xia mengulas senyum melihat wajah Zander yang seperti kecewa itu.


"Aku akan menggantungkan hal lain padamu."hibur Xia."Aku akan bosan jika hanya dirumah, tuan Zander."


"Kalau begitu, bekerjalah di tempatku."


Xia tergelak.


"Tidak mau!"


"Kenapa?"


"Aku hanya tidak mau. Nanti akan jadi sangat canggung disana..."tolak Xia dengan senyum kecil.


"Bibi Ana..."panggil Xia mengalihkan perhatian."Apa sarapan kita hari ini....?"


Xia berjalan menjauh dari Zander, dia merasa enggan jika harus berdebat dengan pria itu.


Zander hanya menatap punggung Xia, dengan pandangan yang entah apa. Dia lalu mengulas senyum.


"Mari kita lihat perusahaan mana yang mau menerimamu?" seringai Zander licik.


____€€€_____


Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___


😊

__ADS_1


__ADS_2