Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
Chap 62


__ADS_3

Zander berjalan di sisi terdalam Vila Air Mengalir, Di ikuti oleh Zene. Begitu sampai di lorong yang buntu, Zene memutar lampu tanduk rusa, hingga terbukalah pintu keruang bawah tanah.


Zene berjalan mendahului, lalu dia menoleh karena Tuannya hanya mematung di atas.


"Kenapa tuan?"


"Bau tidak enak apa ini?"


Zander mengernyitkan hidungnya. Pria itu menutup hidung dengan jarinya.


"Bau?" Zene mengerutkan dahi.


"Tidak ada yang aneh dengan bau nya, Tuan."


"Kau yakin? Rasanya seperti..." Zander mesih menutup hidungnya.


"Tuan, mungkin bau itu datangnya dari jari anda." Zene menunjuk dan mengangkat jari nya sendiri.


"Apa?" wajah Zander sudah merah karena kesal.


"Apa katamu barusan? Jariku kenapa?"


"Saya rasa tidak ada yang salah dengan jari anda, memang bau ini sedikit tidak umum untuk ruang bawah tanah." ungkap Zene mencari aman.


"Aku tidak bisa masuk kesana. Terlalu bau. Kau saja yang selesaikan." Zander berbalik sambil menutup hidungnya.


"Jangan lupa dibersihkan! Pasti terlalu pengap disana, dan perlu dibersihkan." Gumam Zander melangkah menjauh dengaan masih menutup hidungnya.


"Baik tuan."


Zander masih saja menggedumel dengan bau ruang bawah tanah. Rasanya bau itu terus mengikutinya.


"Sial, sepertinya aku butuh mengatur pengharum ruangan." gumamnya masih menyumpal hidungnya.


Zander berjalan hingga ditemukannya sang istri yang sedang membawa sepiring buah potong. Xia tersenyum melihat suaminya.


"Kau mau? Aku baru saja memotong buah...." ucap Xia yang langsung memdapat pelukan dari suaminya itu. Zander menenggelamkan wajahnya di dada Xia.


"Hmmm.. disini nyaman. Baunya juga enak." gumamnya.


"Ya Ampuuunn... Tak biasakah jangan disini?" Xia masih menyangga piring buahnya disamping.


"Heeemmmm..." Zander menggeleng dengan masih menenggelamkan wajahnya disana.


Hmmm... kenapa dia jadi sedikit manja seperti ini? pikir Xia, diambilnya potongan buah dan meemakannya.


Entah sudah berapa lama merrka dengan posisi itu. Hingga buah dipiring Xia tinggal separuh.


"Sayang, kamu beneran nggak mau makan buah?"


Zander menggeleng.


"Aku lelah berdiri. Duduk yuk."


Zander membuka matanya sedikit. Perlahan melangkah tanpa merubah posisinya, membuat Xia terpakse memundurkan langkahnya. Dan kakinya terpentok sofa. Tubuhnya terduduk begitu saja, Sdang Zander masih tak mau berpindah dari memeluk tubuh Xia dan membenarkan posisi wajahnya di dada istrinya itu.


"Haaaaahhh... Kau ini kenapa sih?" Xia menghela nafasnya, dengan kelakuan aneh suaminya itu.


"Sayang, Bau tubuhmu manis sekali. Parfum apa yang kamu pakai?" Zander mendongakkan kepalanya, menatap wajah Xia dari bawah.


"Tidak ada, hanya pakai sabun yang di kamar mandi."


"Oohh yaa? Kenapa rasanya semanis ini?"


"Aku tak tau mungkin memang cocok dengan bau alami tubuhku."

__ADS_1


"Sayang, baunya manis sekali, bagaimana kalau kita buat parfum seperti ini. Komposisinya aroma sabun kamar mandi dan bau alami tubuhmu?"


Xia tertegun. Lalu dia tergelak.


"Kenapa tertawa?"


"Yaahh... Komposisi yang bagus."


"Benarkah?"


"Heemm.. Kamu harus menghargainya sangat mahal. Dan, untuk mendapatkan bau alami tubuhku mungkin kamu bisa merebusku dulu, lalu saring airnya dan masukkan dalam koposisi. Aahh atau aku diperas dan diambil keringatnya untuk bahan dasar komposisimu?"


Zander menatap Xia dengan kesal.


"Jadi kau memang mau mati dengan cara seperti itu ya?" Jengkel nya menenggelamkan wajah ke dada Xia lagi.


"Sudah! Bangun dan makan buahnya." Xia menarik lengan Zander agar sedikit duduk berjarak. Lalu menyuapi pria itu sepotong buah.


"Hmmmm... Buah ini enak, seger lagi." Komen Zander mengunyah dengan semangat.


"Aaaaa....." Zander membuka mulutnya lebar-lebar, Xia menyuapinya lagi.


"Kamu juga makanlah."Zander mengambil alih garpu dari tangan Xia dan menusukkan pada buah dipiring lalu menyuapi istrinya.


"Oke. Sekarang giliran hidangan menutup."


Zander menyingkirkan piring dan garpu yang sudah habis buahnya itu.


Menarik wajah Xia dan mendekatkan wajahnya. Bibirnya perlahan menyentuh ujung bibir Xia, Pria itu lagi-lagi merasakan gejolak di perutnya.


"Uuugggghhh...."


Zander menutup mulutnya.


"Kita ke dokter saja yaa?" ajak Xia menatap wajah suaminya dengan kasihan."Sepertinya kamu butuh obat.


"Yaaahh... Tapi,,,"


Zander menatap Xia ragu.


"Sudah! Cepat bangkit. Kita pergi sekarang."


Zander masih duduk diatas sofanya, seolah enggan.


"Panggil dokter saja."


"Ya sudah, yang penting kamu dapat obat dulu."


Setelah menunggu beberapa saat, Dokter pribadi Zander, Dokter Jil datang. Dokter pria itu masih terlihat muda. Mungkin seumuran dengan Zander.


"Kenapa memanggilku? Bagian mana yang sakit?" tanya nya serius.


"Aku hanya mual."


"Mual?" Dokter Jil sedikit heran.


"Heemm..."


"Sepertinya hanya masuk angin dokter, dan dia semalam minum banyak." timpal Xia yang berdiri tak jauh dari Zander duduk lemas di ruang keluarga.


Dokter itu menatap Xia yang mencoba memberi penjelasan. Lalu beralih menatap Zander.


"Biar ku periksa."


Dokter Jil melakukan serangkaian pemeriksaan awal.

__ADS_1


"Semuanya normal kok."


"Yang benar saja! Periksalah yang benar. Aku mual seperti ini, badanku juga lemas, apa sertifikat doktermu itu hanya pajangan?" protes Zander kesal.


"Baiklak kalau kamu sangat memaksa." ucap Dokter Jil. Dia memeriksa lagi denyut di lengan Zander dan memejamkan mata.


"Hemmm...." Dokter Jil terlihat berfikir cukup keras.


"Baiklah ini sudah jelas penyakitnya."


"Apa?" antusias Zander. Xia pun memperhatikan dengan seksama apa yang hendak Dokter itu ungkapkan.


"Penyakit modus!"


"Apa?" sentak Zander. Wajah Zander sudah merah saja saking kesalnya.


"Iya. Penyakit modus, aku tau ini memang umum terjadi pada pengantin baru. Kamu tidak usah kuwatir. Akan aku tuliskan resepnya..."


"Dasar dokter gadungan! Keluar!" Zander yang kesal menendang Dokter Jil keluar dari vilanya.


Xia terkekeh juga.


Memang benar, semua orang yang dia pekerjakan tidak ada yang waras. Tidak Zene, tidak Bibi Ana, dan kali ini Dokter pribadinya. ckckck.. pikir Xia geli.


Malam harinya, Zander dan Xia melakukan makan malam di atap Vila Air Mengalir. Dari sana terlihat seluruh halaman dan taman. Air yang mengalir dari curug buatan yang mengaliri sungai kecil keliling vila, terlihat jelas dan bercahaya di malam hari.


"Ini jadi malam terakhir menginap disini. Besok sudah harus kembali ke vila utama. Aku juga sudah masuk kerja. Bagaimana kalau kamu ikut berkunjung ke gedung Z2x grup?"


Zander memakan menu makan malam nya.


"Aku takut akan mengganggumu nanti." ungkap Xia.


"Tidak. Tenang saja."


"Kamu masih libur satu hari lagi kan?"


"Heemm...."


"Kalau begitu datang saja. Lagi pula Kamu istri Zander Zoe, cepat atau lambat kamu akan melakukan inspeksi juga."


"Yaahh.. besok kita pikirkan. Sekarang makan dulu."


Seusai makan malam, pasangan itu masih menikmati suasana malam diatas atap. Zander memeluk istrinya dari belakang, Tangannya menelusup diperut istrinya.


Zander menumpukan dagunya pada pundak Xia. Xia menoleh, Zander mengulaa senyum dan menyambar bibir istrinya.


"Uuuggghhh....." Zander bergegas menutup mulutnya dan sedikit menjauh dari Xia.


"Maaf, nggak tau kenapa perut malah jadi mual kek gini."


"Kamu, Apa aku begitu menjijikkan sampai kau mual setiap kali akan menciumku?" perotes Xia melihat Zander tidak senang. Jujur saja Xia sedikit merasa tersinggung karena beberapa kali tiap mereka akan menyatukan bibir, zander malah mau muntah.


"Tentu saja tidak. Pemikiran macam apa itu?" elak Zander, dia juga merasa kesal. Beberapa kali mencoba mencium istrinya malah gagal terus. Gara-gara perutnya yang bergejolak.


_____€€€_____


Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___


😊

__ADS_1


__ADS_2