Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
chap 25


__ADS_3

Xia baru saja turun dari taksi online yang dia pesan tadi didepan gedung Xander.


"Xia!"


Luxia menoleh, Peter mendekat, pria itulah yang tadi memanggilnya.


"Iya pak." Xia menunduk hormat.


"Jangan lupa Hari ini kita kunjungan ke Alexander grub." Peter mengingatkan. Mereka pun berjalan beriringan masuk kedalam gedung Xander corp.


"Aaaa.... saya minta ijin dulu pada Pak Dira ya pak. " ucap Xia,


"Ooohh.. masalah itu sudah kami bicarakan. Kamu akan langsung pada penanganan saya."


"Apa?" Xia terkejut. Dia hanya seorang enginer biasa. Bagaimana bisa langsung berhubungan dengan pemilik perusahaan. Bukankah itu melanggar kebijakan?


"Tapi, saya pikir itu tidak sesuai dengan prosedur, pak Peter." ucap Xia sedikit keberatan, dia sadar jika seperti ini hanya akan membuat para rekannya cemburu.


"Itu, kebijakan baru."Sahut Peter mengambil langkah lebar.


Meninggalkan Xia yang terbengong, dan berhenti sejenak. Xia tertegun. Dia tak tau harus berkata apa?


"Wah,wah... Hebatnya pegawai baru ini. Belum ada setahun sudah bisa menjadi asisten langsung pak Piter." Suara seorang wanita di sekitar Xia. Xia menoleh kearah suara.


Xia menyipitkan matanya.


"Siapa ya?" tanya Xia karena tak merasa mengenal wanita cantik bertubuh ramping dengan pakaian yang sedikit terbuka itu.


"Hmmmpp..." Kekeh nya. "Aku sekertaris pak Peter. Reina." Sombongnya.


"Aaahhh... Kalau begitu mohon petunjuknya senior.." Ucap Xia, "Aku masih ada yang perlu dilakukan. Permisi!"


Wanita itu sedikit kesal. Namun dia berniat melakukan sesuatu nanti. Reina menyeringai jahat.


Beberapa jam kemudian. Peter, Xia, Reina dan rombongan berangkat ke perusahaan Alexander grub.


Peter sudah menunggu didalam mobil. Pria itu mengambil duduk di jog tengah, disampingnya ada seorang asisten pria. Xia tidak tau pria itu duduk disana. Xia membuka pintu mobil, namun langsung diserobot oleh Reina yang mengambil duduk di samping bosnya itu.


"Terima kasih Xia sudah membukakan pintu." ucap Reina dengan senyum mengejek.


"Sama-sama senior." balas Xia menutup pintu dan beralih membuka pintu depan. Tentu saja sikap biasa saja Xia membuat Reina kesal.


"Personil sudah lengkap. Ayo berangkat." Perintah Peter.


Mobil mulai melaju membelah jalanan menuju perusahaan Alexander grub. Peter menatap Xia yang duduk didepan. Dia ingat akan permintaan Alexa tempo hari.


Aku harus menyingkirkan gadis ini dari sisi Zander. Entah bagaimana....? Dia tidak terlihat seperti jalllaaang penggoda yang Alexa katakan. Pikir Peter.


Atau itu kepolosannya hanya untuk menutupinya saja. Lanjut Peter bermonolog dalam pikirannya.


Sesampainya di perusahaan Alexander grub. Rombongan Peter disambut oleh direktur bagian perencanaan Xenia Tan. Wanita itu sedikit terkejut melihat Xia ada didalam rombongan Peter.


Kenapa jallaangg penggoda ini ada didalam rombongan Tuan Peter. Aku tau Xia bekerja di Xander corp, tapi apa dia begitu dipercaya hingga bisa masuk kedalam rombongan project ini? pikir Xenia.


"Pagi ini kita awali dulu dengan metting lalu kita akan melakukan kunjungan ke lokasi." ucap Xenia memberi penjelasan awal.

__ADS_1


"Mari ikut saya ke ruang metting." Lanjut Xenia lagi.


Setelah melakukan metting awal, rombongan bergerak ke lokasi project. Xenia selaku manager perencanaan memberi penjelasan. Xia hanya mengikuti saja dan mencoba memahami dan mencerna. Walau bersaudara, namun mereka tidak memperlihatkanya.


Hingga waktunya makan siang bersama.


"Silahkan tuan Peter." ucap Xenia menuangkan minuman untuk Peter lalu mengajaknya bersulang.


"Untuk kelangsungan kerjasama kita dan kelancaran project A." ucap Xenia mengangkat gelasnya tinggi-tinggi.


Semua mengikuti. Begitupun Xia.


"Ceeerrrsss...."


Meminum bersamaaan. Xia hanya mencoba belajar dari yang sudah-sudah. tidak mau lagi meminum dari gelas. Xia membawa botol minum sendiri dan meminumnya. Piter menatapnya dengan berbeda.


"Kenapa membawa minum sendiri?"


"Aku tidak minum pak Peter." ucap Xia pelan.


Xenia terkekeh. Xia mengabaikannya.


"Benarkah?"


"Dulu pernah minum, tapi aku tidak kuat dan pernah mabuk. Karena kita sedang bekerja, aku menghindari itu." ucap Xia pelan agar tak ada yang menganggapnya aneh.


"Kalau begitu, mungkin kamu bersedia minum bersamaku seusai kerja nanti."tawar Peter pelan menatap Xia.


"Tidak terima kasih." tolak Xia halus.


"Tidak usah. Aku baru ingat ada acara setelah pulang kerja." tolak Peter sedikit menjauh dari Reina.


Aku bermaksud menggoda dan membawa Xia agar menjauh dari Zander, malah wanita lain yang tergoda. Menjijikkan. pikir Peter melirik Reina.


Tentu saja sikap dan penolakan Peter membuat Reina kesal. Dia ditolak mentah mentah didepan umum. Tapi Xia yang anak baru bisa diajak oleh bos nya itu.


Xia pamit ke toilet. Seusai menuntaskan hajatnya Xia keluar dari bilik merenung. Diluar sudah ada senior Reina yang memoles bibirnya di kaca depan wastafel.


Xia menghela nafasnya. Lalu membasuh tangan dan melangkahkan kaki keluar.


"Hei anak baru!"


Xia yang baru mendorong pintu keluar toilet berhenti dan menoleh.


"Jangan coba-coba menggoda Pak Peter. Dia milikku." ucap Reina penuh penekanan.


"Oh ya? Tapi sepertinya dia menolakmu senior."balas Xia memprovokasi. "Apa itu cinta sepihak?"


"Kau! Jangan kurang ajar pada senior!" Sentak Reina kesal karena apa yang Xia katakan adalah benar.


"Hmmmmppppfffff.... sepertinya benar. Selamat berjuang kalau begitu." ucap Xia melenggang keluar dari toilet.


Reina yang kesal dengan sikap sombong Xia padanya berlari mengejar. Tangannya terulur dan mencoba mendorong Xia. Namun gadis itu sudah tau niat Reina. Xia menggeser tubuhnya menghindar, hingga Reina tersungkur dan jatuh sendiri.


Xia tersenyum, mensedakepkan tangannya didada.

__ADS_1


"Kau baik-baik saja senior?" tanya Xia sedikit membungkukkan badannya pada Reina.


Reina kesal, tubuhnya sakit karena jatuh tadi. Dikejauhan Reina melihat Peter berjalan mendekat dengan beberapa orang.


Bagus, akan ku buat dia jadi pelaku. Akan kuhancurkan reputasinya. pikir Reina licik.


"Ampun Xia!" lantangnya agar didengar Piter dan yang lainnya, Xia kembali menegakkan tubuhnya.


"Maafkan aku Xia. Kamu tak perlu membuatku jatuh. Hiks Hiks Hiks."


Reina mulai beracting. Peter dan yang lainnya sudah mendekat. Xia yang awalnya tertegun dengan ucapan Reina. Mulai mengerti rencana busuk seniornya itu.


"Ada apa ini?" tanya Peter menatap Xia dan Reina bergantian, beberapa orang yang bersamanya membantu Reina berdiri. Dan bergumam-gumam tidak jelas.


"Dia, membuatku jatuh pak Peter. Jangan salahkan dia, aku yang salah karena memprovokasi dia. Dia cemburu karena aku menawarkan diri menawari pak Peter minum bersama." bohong Reina dengan wajah memelas dan dibuat sedih.


Xia tertawa lucu. Semua mata tertuju padanya. Suara bisik-bisik terdengar menyudutkan Xia.


"Beractinglah yang benar senior. Kau membuatku geli." sindir Xia dengan tak acuh.


Reina geram.


"kalian lihat sikapnya itu. Apa pantas seorang junior begitu kurang ajar pada seniornya." Reina mencoba menggiring opini.


Suara-suara gumaman semakin jelas menyalahkan Xia disana.


"Dia bahkan mendorongku hingga jatuh." lanjut Reina kembali melancarkan kebohongannya.


Xia terkekeh.


"Xia benarkah itu? Katakan sesuatu." Peter menatap Xia dengan dingin. Melihat sikap Xia yang memang terlihat jahat disini.


"Aku tidak mendorongnya."


"Bohong!"sentak Reina."Apa kalian tidak lihat aku yang tersungkur dilantai tadi? Tangan ku juga sangat sakit."


"Senior, dalam posisi sekarang ini. Jika aku benar mendorongmu, seharusnya kamu tersungkur diarah sebaliknya." ucap Xia enteng.


Kini gumaman mulai terdengar beralih menyudutkan Reina.


"Apa?" Wajah Reina sudah merah padam karena marah bercampur malu."Berani sekali kah memfitnahku. Aku korban disini."


"Sudah cukup!" seru Peter menengahi. "Ada CCTV disana, kita bisa melihat kebenarannya."


Wajah Reina berubah... Gawat!!


____€€€____


Reader kuuh , kasih semangat donk, biar aku up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___

__ADS_1


😊


__ADS_2