
Dalam ruangan dokter Obgyn, Xia terbaring, perutnya yang telah diolesi jel oleh salah satu perawat perlahan ditempeli alat USG. Benda itu bergerak kesana kemari. Berpusat di perut bawah Xia.
Mata Xander bergerak mengikuti arah benda itu menari-nari diatas perut istrinya. Dengan berharap-harap cemas, wajah Zander terlihat begitu tegang. Akan tetapi dia harus bersabar. Jika itu dokter Jil, bisa saja dia langsung mencekik pria lajang itu saking tak sabarnya.
Huuuuufffftt...
Zander beberapa kali membuang nafasnya. Nunggu sang dokter kandungan tak juga bersuara.
Kenapa lama sekali gerutu Zander dalam hati. Yaahh, walau saat ini mereka baru lima menitan masuk kedalam sana.
"Nah, ini udah kelihatan."
"Apanya dok? Kecebong saya?"
Dokter kandungan itu terkekeh, begitu juga dengan asisten dokter. Zander menggeram kesal. Seketika ruangan jadi dingin dan sepi.
"Jadi, tuan dan Nyonya. Ini adalah janinnya."
Dokter wanita itu menunjukkan layar dan yang tergambar di barnya.
"Istri saya sungguhan hamil dok?"
"Benar tuaann Zann...."
"WUUUUUUUU YEEEEEEEHHHH...."
Zander begitu girang sampai kayang kayang. Tentu wajah dokter dan perawat di sana tak perlu dibayangkan lagi. Xia hanya tertawa kikuk dengan atraksi suaminya yang berlebihan itu.
"Lalu kenapa saya yang mengalami mual dan muntah, dok?"
"Itu memang jarang terjadi, tapi kami menyebutnya kehamilan simpatik. Adanya ikatan batin yang kuat dari sang suami. Bisa di artikan anda sangat mencintai nyonya hingga anda ikut merasakan nyidamnya."
wajah Zander tentu sangat sumringah mendengar penuturan dari sang dokter.
"Kau dengar istriku? Ikatan batin yang kuat. Dan betapa besar nya aku mencintaimu sampai akulah yang menggantikanmu ngidam. Huahahahah...."
Zander begitu senang dan bangga sampai lupa jika dia baru saja mengalami mual yang hebat.
"Lalu apa Selanjutnya dok?"
Sang dokter wanita tersenyum maklum sekaligus geli.
"Usia janin saat ini diperkirakan 4minggu 4hari."
Dokter wanita itu menjelaskan secara runtun dan detail.
"Kenapa ada dua biji kacang disitu?"
"Ini artinya ada dua janin di rahim nyonya, tuan."
"Dua? Maksudnya bayi saya kembar begitu?"
"Benar. Selamat ya, Tuan Zander."
"WUUUUU YEEEEEEEEHHHH...."
Zander kembali bersorak gembira. Kali ini tidak sampai kayang, hanya menari-nari tidak jelas. Dokter dan perawat diruangan itu kembali ternganga. Bagaimana bisa seorang Zander yang terkenal dingin dan arogan itu, kini justru terlihat konyol saking girangnya sang istri hamil anak kembar. Xia lagi-lagi hanya tertaawa canggung melihat aksi suaminya. Malu? Tentu saja!
Setelah urusan USG selesai dan mengambil obat yang sudah diresepkan. Pasangan itu kembali ke vila. Zander terus memeluk tubuh istrinya.
Saat ini apa yang sedang dia rasakan? Tentu saja sangat bahagia pemirsah. Saking bahagianya dia sampai tak tau harus mengungkapkannya bagaimana? (Padahal sudah kayang tadi kan?)
"Su-suamiku..."
__ADS_1
Zander menatap wajah istrinya.
"Gerah."
"Zen! Kencangkan ac nya! Jangan sampai ibu dari anak ku ini mengeluarkan keringat walau setetes."
"Baik tuan." riang Zene ikut merasakan cipratan kebahagiaan juga.
"Aaaarrrggg... Bukan! Bukan! Kalian salah paham! Tolong lepaskan aku. Aku gerah karena kau memelukku seerat ini."
"Aku sedang menjaga kalian, sayang."
"Tidak! Aku kesulitan bernafas kalau begini."
"Baiklah. Aku beri nafas buatan."
"Astaga! Suamikuu..."
Xia mendorong jauh wajah Zander yang sudah memonyongkan mulutnya.
"Aku gerah, kesulitan bernafas, Kamu membuat kami tidak nyaman."
Wajah Zander berubah jadi sedih. Tentu saja membuat Xia jadi merasa bersalah.
"Aku tidak apa-apa. Ini hanya kehamilan, Kamu bisa menjaga kami dengan cara yang lain. Asal jangan peluk. Kami sungguh kegerahan. heeeemmm?"
Zander masih bertampang sayu.
Sepertinya aku selalu salah bicara.
Xia merangkul lengan Zander dan menyenderkan kepalanya pada suaminya itu.
"Begini lebih baik. Sangat nyaman."
Zander pun tersenyum lalu mengecup punca kepal istrinya.
Xia hanya mengulas senyum kecil dan memejamkan matanya.
Begitu sampai di vila utama. Zander hendak membopong Xia, sayang dia sendiri tiba-tiba kliyengan. Kepalanya terasa pusing, gegas Zander berlari untuk memuntahkan isi perutnya lagi.
"UUUUGGGHUUUEEEEKKK...."
"Kenapa malah muntah? Aku ingin memanjakan istriku malah aku sepayah ini." gumamnya kesal.
"Sayang, bukankah dokter tadi sudah menjelaskan. Ini namanya kehamilan simpatik." kekeh Xia yang berdiri dibelakang zander dan mengurut tengkuk suaminya itu.
"Iya aku tau. Ini karena aku begitu mencintaimu."
"Kamu tak perlu mengulangnya berkali-kali sayang."
"Tidak mau! Aku akan mengulang sampai kamu hapal di luar kepala."
Xia menuntun suaminya yang lemas itu ke ranjang kamar.
"Ternyata begini ya rasanya nyidam itu? Sangat menyakitkan."
"Terima kasih sudah menggantikannya untukku, sayang."
Zander mengulas senyum bahagia walau wajahnya masih tampak pucat.
"Demi kalian. Aku rela."
Zander mengusap perut rata Xia dan mengecup disana dengan sayang. Pria itu beralih mengangkat wajahnya, mendekat pada wajah istrinya. Belum sempat bibir ranum itu terkecup, perut Zander sudah bergejolak lagi.
__ADS_1
"Uuuugghhh.."
Zander berlari ke kamar mandi. Dan memuntahkan isi perutnya. Xia menyusul sebenarnya dia cukup prihatin. Kenapa Zander terlihat begitu menderita? Xia memberikan pereda mual pada suaminya itu.
"Minum ini dulu."
Zander yang masih lemah di pembaringan menyeruput minuman hangat itu.
"Aku akan tanya pada bibi Ana, mungkin dia tau cara mengatasi ini." ucap Xia.
Setelah dipanggil melalui interkom dikamar. Bibi Ana mendekat,
"Anda memamggil saya Nyonya?"
"Bibi Ana, Tuan Zander mengalami kehamilan simpatik. Dia begini setiap pagi dan sore. Apa bibi Ana punya sesuatu untuk mengatasi ini?"
"Benarkah? Waaahh beruntungnya anda Nyonya. Selamat tuan. Anda sungguh suami yang luar biasa." Bibi Ana mengangkat kedua jempolnya.
Xia hanya tersenyum kikuk. Sedang Zander terlihat sangat senang ditengah keteparannya.
"Jadi apa ada makan atau minuman yang bisa membantu?"
Wajah bibi Ana sedikit berubah.
"Sebenarnya hanya pereda mual saja nyonya. Mungkin sebaiknya tuan nikmati saja masa-masa ini. hohohoho."
"Itu tidak membantu Bibi Ana. Tapi terima kasih."
"Tenang saja Nyonya, akan saya siapkan makan dan minuman yang cukup membantu meringankan mual tuan."
***
####
Alexa duduk diatas sofa dalam ruangan dengan sedikit pencahayaan. Dia memang sudah keluar dari ruang bawah tanah. Disana Alexa cukup mendapat perawatan setelah sempat mendapat beberapa siksaan dari Zene.
Pintu kamar itu terbuka. Sosok Zene berjalan dengan menyeret sebilah besi runcing. Tentu saja Alexa sangat ketakutan.
Zene berhenti beberapa meter darinya, dan besi itu dia hentakkan cukup keras. Hingga Alexa terlonjak saking kagetnya. Tubuhnya bergetar hebat.
"Aku akan memberimu kebebasan dengan syarat."
"Iya! Aku akan menyetujuinya."
"Bagus!"
Zene melempar selembar kertas pada Alexa.
"Tanda tangani ini!"
Dengan gemetar Alexa menandatangani kertas yang dia juga tak tau apa isinya. Yang terpenting dia pergi dari tempat mengerikan itu.
Zene menyeringai jahat.
"Tuan dan Nyonya sudah mulai berbahagia dengan kehadiran junior-junior. Tak akan kubiarkan kutu kecil ini menggigit mereka." Dalam pikiran Zene.
_____€€€_____
Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
__ADS_1
Salam___
😊