Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
Chap 53


__ADS_3

Kepala Zander terbaring diatas perut Xia. Dia tersentak dan berpindah ke bawah perut istrinya. Xia hanya melongok melihat pergerakan suaminya itu.


"Ng? Kenapa?"


Zander memiringkan tubuhnya, mengusap perut rata Xia.


"Aku lupa, mungkin saja disana sudah berkembangbiak juniorku." ucapnya mengusap lembut perut Xia.


Xia terkekeh mendengar ucapan Suaminya itu.


"Apa yang lucu. Aku sudah melepaskan banyak kecebongku. Pasti ada satu yang lolos." lanjut Zander masih mengusap perut Xia. Gadis itu hanya terdiam tanpa kata.


"Oo iya, kamu mau punya anak berapa?" tanya Zander berbalik tengkurap dengan wajah yang dia angkat diatas perut Xia. Tangannya msih sibuk mengelus perut rata Xia.


"Terserah. Berapapun sama saja."


Zander mendengus, istrinya terdengar tidak seantusias dirinya. Cenderung tidak perduli.


"Kamu mau berapa?"tanya Xia yang melihat ekpresi Zander yang kesal.


"Aku ingin kembar dua, berikutnya kembar tiga."sahut pria itu bersemangat.


"Hahahahaha..." Xia tergelak.


"Kok ketawa sih?"


"Apa kamu pikir mengurus anak kembar itu tidak susah, haaahh?"


"Kita berdua, tidak masalah mau berapa anak yang kita urus. Pasti bisa mengatasinya."sahut Zander mematahkan ucapan Xia.


"Kamu nggak tau ributnya anak kembar."


"Kamu nggak mau punya anak kembar?"Zander mengkerutkan keningnya.


"Entahlah, aku tak ingin memikirkannya sekarang."


Zander bangkit dan merangkah hingga wajahnya berjarak beberapa inci saja dengan Xia. Tangan Zander menekan kedua tangan Xia. Melewati atas kepala gadis itu.


"Kau mau kita memulai pengembangbiakan kecebong lagi?"


"Aarrgg... Kita baru saja selesai. Bolak-balik apa kamu tidak capek."protes Xia mencoba meloloskan diri.


"Tidak! Kamu santapan kesukaanku." Tangan Zander memegang dagu Xia, dengan satu tangan yang lainnya mencengkram kedua lengan gadis itu. Zander melummaaatt bibir Xia.


"Uuummmpp...."


*****


#####


Di sebuah Cafe yang agak sepi di kota itu, Alexa duduk seorang diri. Didepannya segelas minuman orenge yang siap di seruput.


Alexa mengotak-atik hp nya. Menunggu seseorang untuk datang. Sesekali gadis cantik itu menyeruput minumamnya. Tak lama seseorang yang dinanti datang. Orang itu berdiri tepat didepan mejanya.


"Oohh, kau sudah datang? Duduklah." Alexa mempersilahkan dengan tangannya.

__ADS_1


Orang itu mengambil duduk di seberang Alexa.


"Ada apa mencariku?"tanya Xenia datar.


"Apa kau mau minum sesuatu?" tawar Alexa dengan senyum ramah.


Xenia balas tersenyum kaku.


"Ada apa putri dari grup Lanser mencariku? Ini dengan urusan pribadi ataw urusan bisnis?"


Alexa Lanser tersenyum tipis.


"Aku tau kita memiliki kesamaan akan seseorang."


"Maksudnya?"


"Aku tau kau sangat tidak suka dengan kakakmu Luxia Luna."


Wajah Xenia berubah menjadi sangat tegang dan takut.


"A-apa maumu?"


"Ayo kita menjadi sekutu."


"Apa?"


"Kita sama-sama tidak menyukai Luxia. Kenapa kita tidak bekerja sama saja untuk menghancurkannya?"


Xenia tak percaya dengan apa yang dia dengar. Namun yang jelas Xenia tak ingin berurusan lagi dengan Xia, mengingat ada Zander dibelakangnya.


"Apa kau tidak tau siapa yang akan kau singgung? Aku masih punya perusahaan yang mesti ku urus, juga keluarga yang menantiku pulang. Carilah orang lain." tunjuk Xenia dengan kesal berjalan menjauh.


Meninggalkan Alexa yang melongo bingung.


"Kenapa? Apa yang salah? Bukankah dia juga memiliki dendam dengan wanita jalaangg itu?" gumam Alexa mengeretakkan gigi. Marah rencananya tidak berjalan mulus.


"Kupikir dia akan memjadi sekutu yang bagus, mengingat bagaimana dia bisa merebut pacar wanita itu."


"Mantan pacar? Tunggu! Mungkin aku bisa menghasutnya." bisik Alexa dengan seringai licik.


****


####


Di kediaman Alexander, Darren masih sangat penasaran dengan Xia. Pria itu mencoba menghubungi mantan kekasihnya itu. Namun nomor hpnya tidak aktif.


Darren membuang nafasnya.


"Ada apa dengan mu Xia? Kenapa nomormu selalu tidak aktif?" gumam Darren menatap taman di bawah kaki.


Pikiran Darren berkelana, lalu terlintas dalam otaknya, segera Daren mengambil telpon rumah dan menekan nomor Xia yang dia sudah hapal diluar kepala.


"Tersambung?" Derren tertawa kecut."Jadi aku diblokir?"


Ponsel pribadinya berdering. Darren menutup telpon rumah dan melirih hpnya. Sebuah nomor tidak dikenal.

__ADS_1


"Siapa ini?" gumamnya.


Daren mengangkat sambungan telponnya lalu menempelkannya di telinga.


"Siapa ini?"


Mata Daren melebar. Lalu berubah menjadi dingin.


"Baiklah."


****


####


Di kamar mandi vila Zander, suara gemericik air dikamar mandi dengan uap-uap sabun disana-sini.


Xia duduk membelakangi Zander , rambut nya sengaja dia gulung tinggi. Zander menggosok punggung istrinya dengan telaten.


"Apa selama dua hari ini kita beneran hanya di rumah aja?" tanya Xia tanpa menoleh pada suaminya yang sedang menggosok punggung.


"Kenapa? Kamu mau pergi ke suatu tempat, istriku?" Zander masih menggosok punggung.


"Aku bosan dirumah."


"Ada aku pun kamu masih bosan?"


"Justru aku ingin menjauh darimu." batin Xia.


"Hmmmm, aku ingin kepantai,"


"Pantai?"


"hemmm..."


Zander terdiam sejenak.. Berpikir.


"Baiklah." ucapnya menyetujui.. "Tapi kalau kesana, ada syaratnya..."


"Apa syaratnya?" Xia berbalik menatap wajah Suaminya.


"giliranku dulu." Zander berbalik menyodorkan punggungnya. Kini giliran Xia yang menggosok punggung Zander.


"apa syaratnya?"


_____€€€_____


Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___


😊

__ADS_1


__ADS_2