Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
Chap 14


__ADS_3

Xia tersadar namun belum membuka matanya. Membalikkan tubuhnya.


"Kenapa kasur ini rasanya tidak biasa? ng? keras-keras apa ini?" batin Xia meraba tubuh Zander yang berbaring disampingnya.


IIiiinniiii... xia membuka matanya lebar-lebar. Melihat wajah Zander didepannya.


Apaaa?? Maniak sampah ini lagi? jerit batin Xia


Xia langsung duduk terbangun. Selimut yang menutupi tubuh nya melorot.


Aaarrggg.... kemana bajuku? jerit batinnya lagi.


buru buru Xia menutup dadanya dengan Selimut yang melorot itu.


Maniak sialan. Apa yang sudah dia lakukan padaku? kesal Xia dalam hati.


Xia bangkit dan membungkus tubuhnya. Turun dari ranjang. Mendapati pakaiannya yang berserakan dilantai.


uuugghhh... ini memalukan. Xia menepuk keningnya.


Terlintas dalam ingatannya bagaimana dia merayu dan menempel pada Zander.


Astaga! Itu menjijikkan. batinnya lagi malu.


Xia segera memunguti bajunya dan membersihkan diri dikamar mandi. Mengguyur tubuhnya dibawah sower.


SRRAAAAKKKK...


"Suara apa itu?" gumam Xia menyaut handuk melilitkannya ditubuhnya. Lalu keluar dari ruang sower. Mengintip dibalik kaca buram.


Aaarrrggg... Dia....


Xia melihat Zander sedang menyapukan krim cukur di wajahnya. Sambil bersenandung riang. Zander menoleh.


Aaarrrggg... dia melihat kemari. batin Xia terkejut. Membalikkan tubuhnya dengan wajah merah.


Zander mendekat, melongok dan mengangkat tubuh Xia.


A-apa yang dia lakukan! ini pelecehan. batin Xia


Lalu Zander mendudukkannya di meja wastafel. Zander menggenggamkan pisau cukur pada Xia dan menyodorkan dagunya.


"Kau! mau aku mencukurmu?"tnya Xia dengan satu alis terangkat.


"Heemm..."


Dasar maniak sampah tak tau malu. batin Xia kesal. Didorongnya tubuh Zander dan dia hendak melompat turun dari meja wastafel. Namun demgan cepat Zander memepetkan tubuhnya lagi. Hingga gadis itu kehilangan kesempatannya.


"Kau!" geram Xia kesal.


"cukur."


"Tidak mau! Kau suruh saja calon istrimu itu."ketus Xia melipat tangan didadanya.


"Aku sedang melakukannya."


"Apaa??"tertegun


"Siapa calon istrimu?"tanya Xia menyelidik.


"Kau."


"a-apa?" Xia terdiam sejenak."Bagaimana dengan calon istrimu yang lain?"


"Tidak ada yang lain." jawab Zander."Cukur."menyodorkan wajahnya.


"Uuggghhh.. dasar sampah." gumam Xia yang risik dengan Zander yang terus mendekatkan wajahnya.


"Baiklah. cukur ya cukur saja."mendorong bahu Zander.


Xia akhirnya mencukur bulu halus yang tertutup krim itu. Zander hanya menatapnya dengan senyum tipis.


"Sudah."Ucap Xia meletakkan pisau cukur.

__ADS_1


Zander melihat pantulan dirinya dikaca belakang Xia.


"Hmmm... bersih."


"Tentu saja!" tegas Xia."minggir."


Xia bolak balik mencari pakaiannya. Namun tak menemukannya.


"Hei, kau lihat bajuku?"tanya Xia saat Zander baru selesai mandi.


Zander menggerakkan jarinya, instruksi untuk Xia ikuti langkahnya. Zander dan dia masuk keruang ganti. Disana ada beberapa pakaian wanita. dan juga baju milik Zander.


Hahaha... dia bahkan punya simpanan baju wanita di lemari kamarnya. benar-benar sampah. Aku harus menjauh dari maniak ini.


Xia memakai pakaian ganti berdua dengan Zander pun begitu.


Huuuhh.. tidur bersama pun sudah. untuk apa malu. batin Xia dengan muka merahnya.


"Ng? Baju ini pas sekali ditubuhku. Apa semua wanita yang pernah menginap disini berukuran tubuh sepertiku?" gumam Xia. "Hahaha.. miris" Xia tertawa pahit.


Zander dan Xia menuruni tangga. Zander duduk lebih dulu di meja makan. sarapan sudah siap Bibi Ana tampak senang dan tersenyum lebar menyambut Xia.


"Waahh anda menginap disini lagi nona Xia. Kabar yang menggembirakan." sapa Bibi Ana tersenyum lebar.


"Ahahaha..." Xia tertawa canggung.


Xia masih berdiri mematung. "Aku pulang dulu."


Xia melangkah,tangan gadis itu ditahan oleh Zander.


"Makan dulu. nanti aku antar."


Xia menarik kasar tangannya. Lalu duduk dikursi yang sudah disiapkan. Xia makan dengan cepat dan lahab agar. cepat selesai.


"UHUUKKK.... UHUUKK.." Xia tersedak.


Zander memberinya minum.


Omongan ini terdengar tidak mengenakkan. batin Xia jengkel juga.


"Baiklah. aku sudah selesai. Ayo pulang."ucap Xia setelah menghabiskan segelas air putih dan meletakkan gelasnya.


*****


"Kamu mau pulang kemana?"tanya Zander sambil fokus menyetir.


"Kerumah."


"Rumah yang mana?"


"Tentu saja rumah yang itu. Emangnya kau pikir aku punya berapa rumah?"Xia galak.


"Yakin mau kembali kesana?"


Xia tertegun. Dia terdiam sejenak berpikir.


Benar! sekarang tak mungkin untuk aku kembali. kalai begitu.. dalam hati Xia.


"Apa kau sennggang?"


"Sangat."


"Bisa mengantarku ke seuatu tempat?"


Mobil Zander memasuki sebuah rumah sakit khusus penyakit kanker. Dikota B . setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam lamanya. Zander menatap rumah sakit itu menyeluruh.


Dia mengikuti Xia dengan membawa sekeranjang buah. Sedangkan Xia membawa sekotak kue. Yang tadi sempat dibelinya ditengah jalan.


Xia berjalan dan menuju sebuah ruangan. Xia membuka pintunya. Seorang Nenek tengah duduk menatap keluar jendela duduk dikursi roda.


"Nenek!" Seru Xia senang. Nenek itu menoleh. Wajah senang juga terpancar diwajahnya.


"Xia!" sebut nenek itu.

__ADS_1


Xia berhambur memeluk dan mencium tangan Nenek yang disayanginya. Setelah mengharu biru, Nenek Xia melirik Zander yang sedari tadi hanya mematung di belakang.


"Siapa dia Xia."


"Aaahh,, Dia...."


Zander mendekat dan mengulurkan tangannya.


"Saya suaminya...."


"Apa?" Xia melirik tajam tak suka. Nenek pun terlihat sangat terkejut


"Calon."sambung Zander merinding dengan tatapan Xia. Harusnya aku yang memiliki tatapan itu.


"Oohh.. jadi dia pacarmu Xia."


"Aaa.. bukan begitu nek..."


"Iya..." jawab Zander riang.


Wajah nenek berubah lega bercampur sedih.


"Nek."


"Xia nenek sudah sangat kuwatir saat tau bahwa kekasihmu Darren menikah dengan Xenia." ucap Nenek mengelus kepala Xia."Nenek lega kamu sidah punya pacar baru. Lebih tampan dan punya aura yang bagus."


Zander yang mendapat pujian dari Nenek Xia. Yang Dia tau sangat Xia sayangi itu merona.


"Awalnya nenek sangat kuwatir kamu akan terpuruk."


"Sudahlah nek. jangan membicarakannya lagi." ucap Xia "Nek kami bawa kue dan buah. Nenek mau?"


Setelahnya Xia memutuskan untuk kembali disore harinya. Didalam mobil Xia hanya terdiam memikirkan ucapan neneknya.


"Dia terlihat baik cepatkah menikah dan buatkan aku cicit." ucap neneknya menggoda, saat mereka sedang berjalan-jalan di taman rumah sakit. Zander berjalan beberapa meter dibelakang Xia.


Xia mendessaaahh..


"Apa yang mengganggu pikiranmu?"


"Tidak ada."


Mungkin bagus juga jika aku menikah dengannya, dia sepertinya orang kaya. pengobatan nenekpun pasti terjamin. pikir Xia.


Tapi, dia itu sampah yang tidak mengakui calon istrinya sendiri. lebih baik aku buang-buang jauh pikiranku ini. Batin Xia lagi.


*****


"Mengenai malam ini,..." suara Xia dalam perjalanannya kembali dari kota B."Kita lupakan saja. Dan tidak saling mengganggu."


Zander tertegun."Kenapa?"


"Aku tidak akan meminta pertanggung jawabanmu."kata Xia lagi. Zander mengeratkan cengkraman pada roda kemudi.


"Kau tidak! Aku yang meminta." balas Zander tanpa menoleh.


"Apa?"Xia terkejut.


"Aku meminta pertanggung jawabanmu!"


___€€€____


Reader kuuh , kasih semangat donk, biar othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___


😊


●●●

__ADS_1


__ADS_2