
"Nona Alexa Lanser." panggil Darren mendekati meja tepat Alexa duduk di sebuah kafe yang tak begitu ramai itu. Dengan alunan musik Soft yang menghanyutkan suasana.
"Silahkan duduk dulu." pinta Alexa mempersilahkan dengan tangannya.
Darren duduk di depan Alexa dengan bersekat meja. Alexa memanggil waiters,
"Pesanlah. Aku yang traktir."ungkap Alexa.
Daren memesan secangkir kopi. Setelah kopinya datang, pria itu menyeruput kopinya.
"Ada apa Nona Alexa memanggil ku?"tanya Daren meletakkan cangkirnya dimeja.
"Aku hanya ingin menjalin hubungan yang baik dengan keluarga Alexander.
"Baiklah, hanya lain kali mungkin lebih baik jika Kamu mengundang Xenia istriku juga." saran Darren."Kami adalah suami istri, aku tak ingin pandangan buruk orang terhadap kami. Juga, tak ingin membuat prasangka dengannya."
Alexa tersenyum kaku. "apakah aku salah langkah? Aku pikir ini tindakan benar. Kemungkinan Daren masih mencintai Luxia mengingat bagaimana mereka berakhir? harusnya pria ini masih menyimpan rasa pada jalanngg itu." pikir Alexa ragu.
"Maafkan aku kalau begitu Daren." ucap Alexa, "Aku akan menghubungi kalian lain kali jika itu maumu."
Alexa mengeluarkan beberapa lembar foto dan meletakkannya di meja, tepat di depan Darren. Pria itu membulatkan matanya dengan sempurna. Lalu menatap Aelxa dengan pandangan tak suka.
"Apa maksud semua ini nona Alexa?" tanyanyq tajam dengan dingin.
Alexa tersenyum licik. Foto Xia dan Darren yang sedang berpelukan di sebuah rumah sakit, dan saat Darren sedang ditampar oleh Xia setelahnya.
"Aku pikir, kamu mungkin masih memiliki perasaan pada mantan pacarmu itu." sinis Alexa,
"Aku rasa Nona Xenia akan keberatan jika melihat ini, dan aku juga tak tau apa yang harus aku lakukan dengan kedua foto ini. Apakah akan ku edarkan ke masyarakat, atau menyompannya."tukas Alexa, "Bagaimana menurutmu tuan Darren?"
"Apa kau sedang mengamcamku, nona Alexa?"
"Tidak! Hanya apakah kamu sudah tidak memiliki perasaan lagi pada Xia? Aku bisa membantumu mendapatkannya kembali. Aku saat ini ada diposisi yang sama denganmu, Zander adalah tunanganku. Dan entah bagaimana mereka bisa menikah. Aku sangat yakin, ini adalah hal yang tidak benar. Karena itu, mari kita kembalikan semua ketempat semula."
"Kau bisa mendapatkan kwmbali Xia pacarmu itu, dan aku kembali pada tunanganku." lanjut Alexa lagi dengan senyum percaya diri.
Daren menatap wanita didepannya dengan hati-hati, lalu Darren berdiri.
"Aku tidak tertarik." Daren mulai melengkah.
"Pikirkanlah baik-baik Daren. Mungkin saja Xia masih mencintaimu dan menunggumu menyelamatkannya." tukas Alexa menyeruput minumannya.
Daren berhenti sesaat, tanpa menoleh, pria itu melangkah kembali dan keluar dari kafe.
Alexa menghela nafasnya. "Harusnya, semua ini berjalan dengan lancar."gumamnya.
Disisi lain,
Darren mengendarai mobilnya dengan kecepatan standar. Pikirannya tentu terpaut pada Xia dan ucapan Alexa barusan.
"Pikirkanlah baik-baik Daren. Mungkin saja Xia masih mencintaimu dan menunggumu menyelamatkannya." suara Alexa yang bergaung di kepalanya.
__ADS_1
"Mungkinkah Xia benar-benar dlam masalah? Apa yang harus aku lakukan?" gumamnya terpengaruh oleh ucapan Alexa.
"Jika aku kembali pada Xia, akan ku kemanakan Xenia?" lanjutnya lagi bergumam.
****
####
"Kau yakin nggak jadi ingin ke pantai?" tanya Zander berdiri menyenderkan bokongnya pada pinggiran lengan sofa.
Xia yang sedang mengupas buah pear dan memotongnya mengangguk pelan.
"Apa syaratku begitu sulit bagimu?"
"Suamiku, aku baru masuk menjadi karyawan di perusahaan itu belum ada satu bulan, kau sudah pernah memintakan ijin untukku. Aku masih punya muka, untuk meminta ijin cuti lagi?"
"Mereka pasti mengijinkan."
"Aku tidak mau!"
"Kenapa?"
"Itu tidak baik. Buat karyawan lain juga. Hanya karena aku istrimu, lalu bisa seenaknya keluarmasuk, ijin-ijin sesuka hati. Nooo!"
"Kalau begitu berhenti kerja saja. Temani aku."
"No!"
"Kita sedang melakukannya bukan?"
"Kurang!"
Xia tergelak.
"Kau mau pear suamiku?"
"Suapi aku."
Xia tersenyum geli, dia beranjak dari duduknya lalu berjalan mendekat dan menyodorkan sepotong buah pear yang sudah bersih dia kuliti.
"Aaaaa...."
"Suapi aku dengan ini.." Zander memgusap bibir Xia dengan jarinya.
"Tidak mau! Aaaaa..." tolak Xia cepat.
"Kalau begitu jangan harap bisa lepas dariku." Zander memeluk pinggang Xia dan menariknya duduk dipangkuannya, tangan Zander melingkar diperutnya,memeluk Xia dari belakang.
"Suapi aku!"
"Tidak usah makan saja." tukas Xia memakan sendiri pearnya.
__ADS_1
"Suapi!"
"Tidak."
"Suapi!"
"Suapi!"
"Suapi."
"Suapi."
"Suapi."
Xia gedeg juga mendengar rengekan suaminya itu, akhirnya dia jejalkan juga sepotong pear di mulut Zander.
"Sudah!" kekeh Xia,
Zander menarik balik Xia, hingga beralih, gadis itu terdorong di sofa dengan kaki yang menggantung di pinggiran lengan sofa yang Zander duduki tadi. Pria itu sudah mengukung Xia diatasnya. Menekan tangan istrinya itu hingga pear yang dia pegang menggelinding jatuh.
"Dengan apa aku harus menghukum seorang istri yang tidak menurut?"
Xia menyipitkan matanya.
"Kenapa mencari alasan untuk menghukum?"sindir Xia, "Sejak awal kamu memang ingin begitu kan?"
Zander tersenyum puas, "Harusnya kamu jangan memberi celah. Jika begini, artinya kamu mau juga."
Zander mendekatkan wajahnya, menggulum benda kenyal milik Xia yang ranum.
"Uuummmmpp...."
Karena terlalu bersemangat, mereka terguling hingga jatuh dari sofa. Xia kini berbalik diatas tubuh Suaminya.
"Eehheeemmm!"
Suara deheman yang seharusnya tidak ada menjeda kegiatan sepasang suami istri itu.
_____€€€_____
Waahh, siapa ya yang datang? Zander kesel lah yaa pasti... 😂
Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
Salam___
😊
__ADS_1