Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
chap 55


__ADS_3

"Aku sudah bilang jangan datang! Kenapa malah datang?" omel Zander kesal, melihat asistennya Zene cengengesan berdiri tak jauh darinya duduk di sofa.


"Sepertinya kamu memang ingin merasakan mati perlahan yaa??"


"Maaf tuan, saya hanya mengantarkan beberapa berkas yang mendesak karena anda tiba-tiba memutuskan libur dua hari." terang Zene dengan sabar memghadapi tuannya yang seenaknya itu.


"Duduklah dulu Zen." ucap Xia yang baru muncul dari dapur membawa dua gelas jus.


"Ayo duduk. Minumlah dulu. Aku buatkan kamu jus segar."


Antara senang dan segan, tenggorokannya juga sudah kering. Zene melirik Zander yang sedang sibuk dengan berkas yang tadi dia sodorkan.


Mungkin tidak apa kali ya. batin Zene akhirnya mengambil duduk disofa lain.


Zene mengambil jus yang Xia siapkan untuknya. Cek! gelas sudah ditangan, tinggal mengangkatnya.


"Potong gaji!"


Deg!


Astaga!!! Sungguhkan orang tak berperasaan ini bosku?? batin Zene menangis meletakkan kembali gelas jusnya.


Xia tersenyum kikuk, dia melirik suaminya yang dengan tanpa perasaan bersalah membolak-mbalik berkas ditangannya dengan cuek.


Xia lalu menatap Zene.


"Tidak apa-apa, aku membuatkannya untukmu. Jika kamu mendapatkan pemotongan gaji sungguhan aku akan dengan suka rela memberikan miliku untukmu."jelas Xia yang merasa kasihan pada Zene. Selama dia mengenal kedua pria itu, Zene terlihat paling menderita.


Zander yang mendengar langsung memberikan tatapan sadisnya.


"Jangan perdulikan dia, minum saja, Zen."


"kenapa begitu akrab memanggilnya?" protes Zander melirik tajam istrinya itu.


Xia membuang nafasnya.


"Suamiku, jangan terlalu keras padanya. Zene sudah sangat setia padamu."


"Itu karena aku menggajinya diatas rata-rata." ujar Zander tak mau salah."Dan jangan memanggilnya dengan sebutan akrab itu. Panggil dia asisten Zene."


Astaga, kenapa aku bisa punya bos yang begini cemburuan. Batin Zene nelangsa.


"Aku haus, berikan aku jus nya."


Xia menghela nafas panjangnya. Mengambil jus yang dia buat untuk Zander. Lalu memberikannya pada Suaminya itu. Zander langsung menghabiskannya tanpa sisa setetespun.


"Aku masih haus, berikan yang satunya!"

__ADS_1


"Itu untuk asisten Zene sayang."


"Aku masih hauss. Kau mau membuat suamimu ini mati dehidrasi?"


"Ppffffftttt....." kekeh Zene menahan tawanya. Zander lagi-lagi memberinya tatapan mematikan. Zene seketika terdiam patuh.


Xia menggelengkan kepalanya.


"Akan aku ambilkan satu untukmu. Heemm?" Xia beranjak dari duduknya. Dengan cepat Zander menahan lengan Xia hingga wanita itu kembali terduduk. Xia melayangkan tatapan protes padanya.


"Aku haus."


"Karena itu biarkan aku ambilkan minuman lain untukmu, heem?"


"Disini sudah ada air minum, kenapa harus capek-capek mengambilnya?"


"Itu untuk asisten Zene, sayangku."


"Zene! Ambil minummu sendiri sana!"tukas Zander mendelik pada Zene.


"Baik tuan." Zene berdiri dan berjalan cepat kedapur.


Dasar Tuan Zander cemburuannya sudah akut. gerutu Zene dengan senyum diwajahnya. Pria yang seharusnya mendapat predikat lain di muka lain di hati.


"Kenapa kau begitu pada Asisten Zene? Kamu kejam sekali." protes Xia menatap iba pada Asisten suaminya itu.


Sementara itu, Zene yang melangkah memasuki dapur terperanjat setengah mati.


"Astaga!! Apa ini?" kagetnya melihat dapur yang bagai kapal pecah itu.


"Baru libur setengah hari saja dapur ini sudah sehancur ini, bagaimana jika abis dua hari. Kasihan sekali Bibi Ana." gumam Zene lemah. Namun tetap saja pria itu melanjutkan langkahnya mengambil minum.


Setelah Zander selesai dengan berkas yang Zene bawa, Pria itu mengantarkan Zene sampai pintu utama. Zander harus memastikan asistennya itu benar-benar pergi dan tak mengganggunya lagi.


"Aku tidak mau ada lain kali. Selama dua hari. Vila ini terlarang untuk dimasuki." tegas Zander dengan kesal.


"Baik tuan." tunduk Zene. "Saya ijin kembali."


Zene menunduk setengah badan lalu kembali ke gedung utama Z2x.


Zander menatap jejak Zene yang semakin jauh. Zander menyentuh dagunya berpikir.


Sepertinya, asisten sialan itu masih akan mengganggu kedepannya. Aku harus memanfaatkan sisa hari ini. pikir Zander, yang mulai teringat akan keinginan Xia pergi kepantai.


Hhmmm.. yang penting menjauh dulu dari vila ini. Sebelum Zene kembali lagi. sambung Zander dalam pikirannya.


####

__ADS_1


Darren duduk di kursi kerjanya. Tangannya mengenggam pena yang dia ketuk-ketuk di meja. Pikirannya melayang entah kemana. Saat ini Daren sepertinya mulai terpengaruh akan ucapan Alexa.


Memang benar, hatinya masih mencintai Xia. Walau raganya telah menikah dengan sang adik Xenia, namun tak dapat dipungkiri, hati dan pikirannya masih milik Xia.


Kenapa aku dulu bisa sampai begitu bodohnya mengikuti hasratku? Mungkinkah sekarang waktunya untuk memperbaiki? Apakah pilihan yang tepat jika aku menceraikan Xenia agar bisa leluasa mendekati Xia? hati Darren begitu bimbang.


Antara mempertahankan pernikahan yang tanpa cinta dihatinya itu. Atau mengikuti hatinya mengejar kembali cintanya yang sempat ia telantarkan?


Tapi, dia istri pria itu. Aku tak mungkin menyentuhnya. Konsequensinya terlalu tinggi. Alexa, bagaimana tunangannya itu dicampakkan dan menikah dengan Xia. Apakah ada sesuatu diantara mereka? pikir Darren lagi.


"Xia? Apakah kau bahagia dengan nya? Apakah kau sungguh mencintainya?" gumam Darren.


###


Zander membawa Xia keluar dari Vila, walau wanita itu aslinya enggan. Tapi bujukan Zander mempan juga.


"Kita mau kemana dulu?" tanya Xia penasaran. Menatap Zander yang sedang menyetir dari samping.


"Fitting baju." jelas Zander dengan wajah sumringah, "Seminggu lagi acara resepsi pernikahan kita diadakan. Jadi setidaknya kamu harus mencoba gaun pengantinnya dulu."


Xia mengangguk pelan. "Baiklah."


"Akan kubuatkan acara pernikahan yang megah untukmu."


Xia tersenyum kecil.


"Kenapa? Apa kamu tak suka?" Zander menoleh sedikit pada istrinya lalu kembali fokus menyetir.


"Aku suka. Terima kasih."


"Kenapa wajahmu begitu?"


Xia kembali tersenyum kecil.


"Terima kasih sudah mencintaiku." lirihnya dengan senyum kecut.


____€€€____


Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___


😊

__ADS_1


__ADS_2