
π:"Jangan kuwatir nggak akan ketahuan, aku menggunakan nama anomim sebagai identitas di forum karyawan. Jadi tidak akan ketahuan."Suara yang muncul dari bibir merah seorang wanita, yang ditangannya tergenggam telpon seluler.
π:["Baiklah. Aku hanya membantumu mendapatkan beberapa foto itu. Lakukan tugasmu dengan baik."] sahut suara wanita lain disebrang sana.
π:"Senang bekerja sama denganmu." ucap wanita berbibir merah, dengan senyum sinisnya.
π:["Kelak jangan hubungi aku untuk urusan apapun. Kita saling menguntungkan, kau juga dapat tips."] suara Xenia dengan senyum tipis.
****
"Xia!" panggil Susie dengan nada panik dan kuwatir.
"Ada apa?"Sahut Xia lemas.
"Lihatlah berita di forum karyawan."
Xia terbangun dari sandarannya segera Xia membuka komputernya dan mengklik forum Karyawan.
"Aa-apaa ini?" pekik Xia, melihat forum berita disana yang menjadi tranding topik.
Dalam berita di forum pekerja, Xia menjadi karyawan yang bisa dengan mulus mendapatkan kenaikan pangkat karena memiliki affair dengan sang CEO . Juga di cap kan stempel dia seorang wanita jallaaanngg yang menjalin hubungan dengan banyak pria.
Disertakan pula foto Xia dengan direktur Morgan, saat berpelukan dengan Darren di rumah sakit. Dan saat bersama Peter.
Xia juga mendapat stempel wanita penggoda suami orang.
"Ahahaha.... Berita apa ini? Kenapa hal seperti ini bisa masuk forum karyawan?" decak Xia kesal.
"Xia, Aku tau kau bukan orang seperti itu." ucap Susie menyentuh pundak Xia.
"Tentu saja!"
"Ini pasti ulah orang yang tidak suka padamu." ujar Susie.
"Benar! Aku cukup mengenal mu Xia. ini pasti ulah orang yang iri padamu."timpal Ariyo dibelakang Xia mengendikkan alisnya pada Susie yang langsung buang muka.
"Wah-wah, masih punya muka kamu tetap bekerja disini?" suara Reina dengan polesan liptik merah yang mencolok.
"Sepertinya kamu juga masih punya muka bertemu denganku setelah kejadian kemarin."balas Xia dengan senyum mengejek.
Reina menggeram kesal.
"Yaah,, seorang wanita Jalllaanng yang menggoda banyak pria, bahkan suami adik sendiripun kau embat juga."
"Ohh ya? Orang sepertimu bisa berkata seperti itu begitu yakin. Apa kamu yang membuat berita itu?"sinis Xia dengan senyuman.
"Apa?" Reina tersentak kesal."Kau menuduhku?"
"Aku bertanya, bukan menuduh. Apa kau merasa?"
"Kurang ajar! Dasar Jallaangg pelakor!" Tangan Reina terangkat hendak memukul Xia, Tangan Xia sudah menahannya.
"Apa kau mau ini jadi kasus kekerasan?"tantang Xia melebarkan matanya.
Reina sedikit gentar juga, melihat sekeliling. Ada banyak penonton tapi mereka seolah tak mendukung Reina. Hingga Reina akhirnya memilih menarik tangannya kasar dan pergi dengan bibir yang cemberut.
Xia menghela nafasnya lega. Rasanya sangat melelahkan jika harus terus bertengkar seperti ini.
"Xia!" panggil Pak Dira diambang pintu ruangannya. Xia menoleh kearahnya, Pak Dira mengangguk mengisyaratkan Xia untuk masuk keruangannya.
Xia melangkahkan kakinya keruangan pak Dira.
"Ada apa pak?" tanya Xia begitu memasuki ruang itu dengan menutup pintu.
__ADS_1
"Duduk!" titah pak Dira menunjuk kursi didepannya dengan dagunya.
Xia duduk.
"Jadi Xia, Aku sudah pernah memperingatkanmu tentang ini." jelas Pak Dira. "Dan ini terjadi lagi. Malah kini jadi tranding topik. Untungnya pak Peter saat ini sedang dinas jadi dia tak perlu tau masalah seperti ini."
"Maaf pak. Ini diluar kendali saya." Xia menunduk.
"Aku mengerti. Tapi Xia, untuk masalah ini. Aku minta kamu mengundurkan diri." ucap Pak Dira.
Xia tersentak dan mengangkat kepalanya. Xia membuka mulutnya untuk berbicara namun urung.
"Aku mengerti, ini tidak adil untuk mu terlepas ini benar atau tidak. Namun, nama departemen kita sudah tercoreng karenanya. Aku akan membantu agar masalah ini tidak sampai keluar. Karena itu, berikan surat pengunduran dirimu."
Xia bersedih, kenapa jadi begini? Harus menanggung hal yang tidak dia lakukan. Ini hanya salah paham. Hanya karena sempat keluar dengan sang bos sampai dia dicap sebagai wanita penggoda untuk memuluskan karir. Bahkan, pelukan itu juga Darren yang memaksa, Xia bahkan mendorongnya, menamparnya, kenapa itu tidak dituliskan disana?
"Baik pak. Akan saya serahkan hari ini." Pamit Xia berdiri. Lalu berjalan dengan lemas.
Xia duduk ke meja kerja. Air matanya menitik juga, secepatnya Xia menghapusnya. Lalu membusungkan dadanya dan menepuk bahunya bergantian.
Kamu kuat Xia! Kamu berbakat, Biarkan perusahaan ini menendangmu, dan carilah yang lebih baik menanti kemampuanmu! Pikir Xia menyemangati diri.
"Xia!" panggil Susie melongok dari bilik sebelah.
"Apa semua baik-baik saja?" tanya nya pelan."Apa yang dikatakan pak Dira?"
Xia tersenyum kecil."Aku... Akan mengundurkan diri."
"APA?" Susie tersentak tak percaya."Kupikir pak Dira orang yang bijak, ternyata, Xia, biar aku jelaskan pada pak Dira." Susie beranjak dan mulai melangkah.
"Memangnya apa yang akan kamu jelaskan?"
"Itu... kalau kamu tidak seperti itu." ucap Susie.
"Tapii.... Xiaa... ini nggak adil untukmu..."
"Lagi pula, apa yang kamu cemaskan? aku punya backing yang kuat." ucap Xia aasal menghibuur.
"Aahh benaarr!" Susie menepuk tangannya."Kalau dia pasti perusahaan ini juga akan bangkrut."
Xia terkejut dengan ucapan Susie.
"Xia aku mengandalkanmu jika nanti aku butuh kerjaan. Bantu aku ya?!"
Xia mengulas senyum canggung. Apa maksud Susie? Papa Alan tidak sehebat itu. Apa aku harus meminta papa untuk memperkerjakan dia juga? batin Xia ragu.
Sepertinya backing yang Xia maksud dengan yang Susie maksud berbeda. π
Xia meletakkan surat pengunduran dirinya diatas meja ruangan Pak Dira. Atasannya itu, sedang tidak ditempat. Hingga Xia tidak pamit padanya.
Xia berjalan keluar dari gedung perusahaan Xander. Sore itu sudah sangat sepi, beberapa pekerja sudah pada pulang, hanya tinggal beberapa orang saja yang masih lembur. Didepan lobi Susie ternyata masih menunggunya.
"Xia!" panggil Susie berdiri dari duduknya, "Aku menunggumu."
Xia tersenyum menyambut temannya.
"Kenapa?"tanya Xia melanjutkan langkahnya beriringan dengan Susie keluar areal perusahaan.
"Apa kamu akan pulang kerumah suamimu?"
"Tentu saja."
"Bagaimana kalau kita minum-minum dulu, sebelum perusahaan ini bangkrut."
__ADS_1
"Heeiii!!! Kau ini bicara apa? Jangan asal.."
"Iya deh..."Susie menjulurkan lidahnya dan menggaruk kepalanya.
"Itu dia orangnya!" seru seseorang.
Xia dan susie menoleh kearah suara.
"Benar-benar tidak tau malu." sambung suara yang lain mendekat.
"Berani sekali merayu tuan bos kita Peter dengan wajahnya yang pas pasan itu. Sudah jelas dia menggunakan tubuhnya. Wanita murahan." serang orang yang lain.
"Heeii! Jangan asal bicara kalau tak tau apa-apa." sentak Susie membela.
"Dasar Jalllaaanngg! pergi kau dari perusahaan ini! Pembawa sial!" hujat yang lain.
"Xia ini terlalu banyak. Mereka menyerang kita..." Ucap Susie mulai gemetar.
"Pergilah." pinta Xia,
"Tidak! Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri."
"Pergilah panggil polisi! Mereka bisa mengatasinya."
Susie mengerti maksud Xia, Dia mengangguk.
CEPPLLLLOOOKK..
sebutir telur mendarat dibaju Xia, Xia melirik tajam pada para orang-orang tak beradap itu.
"Beraninya main kroyokan haaahhh?" seru Xia.
"Hahaha... Lihat! Banyak sekali gayanya! Bikin mual!" seru wanita yang lain kembali melempar telur pada Xia.
"Jalllang busuk sepertimu pantasnya dicomberan!" Ucap yang lain lagi sambil menyiramkan se ember air comberan, Xia sigap menggeser tubuhnya, hingga hanya sedikit lengannya yang terkena.
Astaga!! Mereka tidak main-main. Aku harus cepat pergi dari sini. Tapi bagaimana? Mereka terlalu banyak. batin Xia mulai tak tenang.
"Sial! Dia berani menghindar." gerutu yang menyiram.
"Lempari saja mukanya dengan telur busuk! Dasarr Jalllaangg!"
Xia memalingkan wajahnya dan menutup matanya saat orang itu mengayunkan tangannya hendak melempar telur kearahnya.
CEPLLAAKKK!
Kenapa aku tidak merasakan apapun? batin Xia membuka matanya,
Xia melihat punggung kokoh didepannya, memnggeram dengan ganas. Seketika atmosfir sekitar yang semula penuh cemooh berubah menjadi suram dan tekanan akan rasa takut yang dalam....
____β¬β¬β¬____
Reader kuuh , kira-kira siapa nihh??
Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
Salam___
π
__ADS_1