Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
Chap 12


__ADS_3

Zander memasuki vilanya...


"Ribut ribut apa ini?"


"Zanderr!" Alexa berlari dan memeluk lengan Zander dengan antusias. dan manja.


Huuuuhhh, dasar sampah batin. Xia yang melihatnya. Trikmu terbongkar Haah?


"Bibi Ana dimana hp ku?"tanya Xia beralih pada Bibi Ana.


"Sebentar Nona Xia, saya ambilkan." bibi Ana berlalu.


"Zander aku sudah menunggu dari tadi."Manja Alexa."Bibi Ana sangat tidak ramah padaku. Kau harus memecatnya."


Xia tersenyum geli sekaligus muak.


"Menjijikkan! Dia yang bersalah bisa bisa nya mengadu." gumam Xia sedikit kesal


Sesaat kemudian bibi Ana kembali.


"Ini nona."menyerahkan hp Xia.


"Siapa jalllaaang itu Sayang? Kenapa dia sampai ada dirumahmu?" Alexa menatap manja pada Zander.


"Nona Alexa.." geram bibi Ana.


"Sudahlah Bi,Jangan buang tenaga meladeni orang gila. Nanti ketularan." Xia melangkah keluar pintu utama vila


"Nona Xia."panggil Bibi Ana.


"Kamu... Kembali.." Suara Zander hendak mengejar. Namun lengannya ditahan oleh Alexa .


"Zander! Apa-apaan kamu? Aku ini calon istrimu.. Bagaimana bisa...?"


Zander geram, dia marah, Alexa terus bergelayut daan menahannya. Zander menarik tangan Alexa kasar, lalu menghempasnya keluar gerbang vilanya.


"Kelak, jangan melangkahkan kaki lagi disini!"


"Zander? Bisa bisa nya kamu perlakukan aku seperti ini demi jallaaangg itu? papa dan mama pasti akan marah jika..."


Zander menjapit mulut Alexa, menatap marah padanya.


"Dengar! Aku tidak ingat pernah tertarik padamu! Dan jika kau menyebutnya Jallaangg lagi, akan kupastikan kau kehilangan lidahmu!" ucapnya menghempas wajah Alexa. Wanita itu bergidig ngeri.


"Zandeerr..." Alexa merintih,air matanya menggenang.


"Coba saja mengadu. tidak ada sesiapapun yang bisa mengatur dan mencampuri urusanku."ucap Zander berbalik meninggalkan Alexa."Camkan itu!"


Zander berlalu membawa mobilnya keluar vila,dia hendak mencari Xia, sepanjang jalan dia hanya menolah noleh. Namun tak juga dia temukan.


"Harusnya tidak jauh. Kemana dia?"


###


Xia yang baru saja keluar dari area vila Zander berjalan menyusuri jalan yang sangat lengang itu.


"Ya ampun. wilayah apa ini? bahkan tak ada kendaraan satupun yang lewat." gerutu Xia kesal.


"Mungkin tempat ini hanya berisi orang-orang sampah, Makanya tak ada manusia yang lewat disini. hahaha.."gumam Xia sedikit kesal dengan tawa kecut.


sebuah mobil berhenti tepat disampingnya. Xia sedikit menjauh, namun mobil itu malah mengikutinya dengan memperlambat lajunya. lalu menurunkan kaca disamping.


"Kau!"


Xia menoleh menghentikan langkahnya.


Piter! Matilah! tertangkap basah oleh boz besar. Xia bergidig , tunggu! mungkin saja dia tidak mengenaliku.

__ADS_1


"Bukankah kau pekerja di Xander plant?"Piter bertanya dengan masih duduk dibelakang kemudi.


Apa?? Xia terkejut. Bagaimana bisa seorang bos besar di perusahaannya mengenali karyawannya yang sekecil ini.


"Benar."Jawab Xia.


"Apa yang kau lakukan disini di jam kerja?"


Aku harus beralasan apa? pikir Xia.


"Hari ini saya ijin masuk setengah hari."alasannya,


Piter menatapnya lama dengan pandangan entah apa.


Sial!


"Masuklah! kita pergi bersama."


"Appa?"


"Tidak akan ada kendaraan yang lewat disini. Kau akan terlambat jika berjalan kaki."ucap Piter.


"Baiklah! Terima kasih atas kebaikan anda." Ucap Xia cepat masuk kedalam mobil.


Xia memasang sabuk pengamannya.


Aku harus segera mengabari Susie. pikir Xia, Dia mengeluarkan hp menghidupkannya lalu mengirim pesan pada Susie agar membantunya meminta ijin tidak masuk. Xia mengabaikan beberapa pesan masuk dan beberapa miscal.


Saat ini yang terpenting adalah menghubungi susie. Setelah mengirim pesan, beberapa kali Suzie menelponnya namun. dia abaikan. Xia men silent ponselnya.


Saat mereka memasuki kawasan khusus industri,


"Tuan piter, bisakah saya turun di sini saja?"


"Kenapa?" piter bertanya dengan datar.


"Apa saya begitu memalukan sampai kau merasa tak enak hati dan takut terlihat orang?"


"Aaaa.. bukan itu maksudku." kini Xia malah tak enak hati, karena Piter justru mengajukan pertanyaan yang seolah merendahkan dirinya sendiri.


Aaahhh sudahlah. jangan berdebat dan hadapi saja. pikir Xia.


Mobil Piter memasuki area perusahaan Xander. Dan terparkir sempurna diarea khusus. Seperti biasa, Kedatangan Piter menjadi daya tarik para pekerja wanita. hingga membuat riuh. Apalagi saat itu usai istirahat makan siang.


Xia keluar dari mobil Piter tentu saja itu jadi perhatian, mereka terkejut.


Bagaimana bisa Xia semobil dengan bigbos? Apakah mereka punya affair? Apakah karena itu juga Xia baru berangkat kerja jam segini? Semua pertanyaan itu menggelayuti para wanita. Mereka iri Xia bisa semobil dengan Piter.


Xia memasuki gedung, dan memisahkan diri dari Piter. Xia duduk balik meja kerjanya. tentu saja sepanjang perjalanannya tadi di iringi oleh bisikan-bisikan yang entah apa? Xia tak mau ambil pusing.


"Xia!" panggil Susie dengan wajah marah dan kesal.


"Kenapa tidak menelponku?"


"Maaff.." dengan tawa canggung.


"kenapa juga hpmu tidak aktif?"


"Hp ku habis batre."


"Tidur dimana kamu semalam?"


"Rumah teman."


"Teman yang mana?"


"Kamu tidak tau."

__ADS_1


"kenapa setelah mengirimiku pesan malah tidak mengangkat telponku? Apa kamu sebenci itu padaku?"tanya Susie sebagai pamungkas.


"Maaf maaf." Xia tertawa mendapat berondongan pertanyaan dari Suzie itu."Aku sedang tidak mungkin mengangkatnya."


"Xia!"Panggil suara berat seorang lelaki, Xia dan Susie menoleh bersamaan.


"Pak Dira!"


"Keruanganku sekarang."


"Baik pak."


"Susie kamu sudah mengirimkan form ijinku hari ini kan?" tanya Xia memastikan.


"Sudah. Harusnya kamu libur hari ini."


"Kenapa pak Dira memanggilku ya?"


"Entahlah." Susie mengendikkan bahunya.


"Mungkin karena berita ini." sahut Yuda dari meja sebelah. menunjukkan komputernya.


"Ada di forum karyawan."


Xia dan Susiie melongok komputer Yuda. Mata mereka membulat serentak. Berita Xia berangkat bareng Pak Piter sudah tersebar. Bahkan muncul juga berita dia adalah simpanan Piter.


"Ya Tuhan! Berita macam apa ini?" seru Susie tak terima.


"kata-kata mereka benar-benar menjijikkan."geram Suzie lagi memukul meja.


"Xia, abaikan saja mereka."


"Aku...." ucap Xia, "Ke ruangan Pak Dira dulu." sambungnya.


Xia melangkahkan kaki nya ke ruangan Pak Dira.


"Xia..." lirih Susie prihatin.


Xia mengetuk pintu ruangan pak Dira lalu membukanya. Pak Dira menatap tajam Xia dari kursi kerjanya.


"Duduk!"


Xia menurut. Walau hatinya tak karuan saat ini. setidaknya dia tau alasan dia dipanggil dan menyiapkan beberapa alasan.


"Kamu tau kenapa. saya panggil disini?"


Xia mengangguk."Mungkin karena berita di forum pekerja."


"Benar."ucapan tegas Pak Dira."Sekarang katakan sejelas-jelasnya. Aku lebih suka mendengarnya langsung darimu dari pada percaya pada gosip forum pekerja. Namun forum itu juga tak bisa diabaikan."


"Baik pak."ucap Xia.


"Sekarang katakan." ujar pak Dira.


"Saya...."


___€€€____


Reader kuuh , kasih semangat donk, biar othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___


😊

__ADS_1


●●●


__ADS_2