
Xia membuka matanya, Sejak hari itu, kedua anak manusia itu jadi lebih sering melakukannya. Hampir setiap malam Zander memintanya, ada saja alasan dan sikapnya untuk menuntut.
Xia meraba ruang disampingnya. Kosong! Tak ditemukannya Zander di sana. Hanya ruang kosong saja.. Xia berjalan menuju kamar mandi, membersihkan dirinya.
Seusai membersihkan diri Xia berjalan keluar dari kamar, rumah itu tiba-tiba serasa sepi. Tak ditemukannya seorangpun disana. Xia merasa begidig kengerian. Bayangkan saja, rumah sebesar itu tak ada penghuninya. Hanya dia seorang.
Di dapur terdengar suara gaduh, juga aroma yang entah apa. Xia mendekat, dilihatnya dapur yang berantakan. Dan Zander yang sedang memasak entah apa.
"Apa yang sedang kamu lakukan suamiku?" tanya Xia mendekat.
Zander menoleh dengan sedikit kaget.
"Memasak."
"Apa yang kamu masak?"
Zander hanya melirik masakannya yang acakkadut dan setengah gosong itu. Lalu berpindah melirik istrinya yang berdiri disampingnya menatap remeh pada masakan yang gosong itu.
"Apa menurutmu, istriku?"
Xia mematikan kompornya. Menarik lengan Zander, menggeret kursi dan menekan bahu Suaminya itu.
"Duduk!" ucap xia, "Biar aku yang masak."
Zander hanya diam menurut. Zander hanya memperhatikan Xia yang sedang sibuk menyiapkan bahan masakan nya. Gadis itu dengan cekatan memotong dan cemplang cemplung di wajan.
Mata Zander sudah sangat mengharap Xia memintanya membantu. Tangan pria itu sudah kasak kusuk tak tenang. Xia meliriknya, mengerti maksud tatapan Zander yang sangat ingin membantu.
"Tidak! Jangan melihat dengan mata seperti itu." tegur Xia melirik Zander.
"Mata yang seperti apa?"
"Mata memohon yang kau tunjukkan."
"Memangnya aku memohon apa?"
"Sudahlah. Aku tau apa yang kau pikirkan."
"Memangnya apa yang kupikirkan?"
Xia menyentak nafasnya.
"Kau mau membantu, kan?"
Zander mengalihkan wajahnya kesamping.
"Aku tidak mau kau semakin menghancurkan dapur."ungkap Xia menyipitkan matanya.
"Aku kan hanya ingin membantu."terang Zander ngambek.
__ADS_1
"Duduk diam disitu saja sudah membantu." ungkap Xia,"Oiya, dari tadi aku melihat gak ada seorangpun. Kemana bibi Ana dan yang lainnya?"
"Mereka aku liburkan 2 hari."jawab Zander enteng.
"Haahh?? Kenapa?"Xia tersentak menoleh.
"Dua hari ini kamu libur ngantor, jadi aku mau lebih leluasa dirumah."
"Apa maksud perkataan lebih leluasa dirumah?" batin Xia bergidig.
"Aku ingin membantu."celetuk Zander melihat Xia mematikan kompor.
"Jangan!"
"Kenapa? Di serial drama tivi pria selalu membantu masak, bahkan mereka sangat ahli memasak."polos Zander tetap ingin membantu.
"Itu kan di drama serial." bantah Xia. "Lihat ini, kau sudah menghancurkan seluruh dapur." ucap Xia melihat dapur berkeliling dengan matanya.
"Aku juga ingin menjadi suami ideal." sedih Zander tak melepas pandangan dari Xia.
"Kamu sudah cukup menjadi seperti sekarang. Sangat mengerikan jika kamu bisa segalanya." elak Xia,
"Sekarang aku bagaimana?" Zander bersemangat melihat pada Xia.
"Hmmm.... Menjadi pria dingin yang kejam..... hahaha..." kekeh Xia bermaksud bergurau.
"Begitukah? Apa aku menjadi lebih kejam lagi?" pikir Zander yang menganggapnya serius.
"Aku tau apa yang kau pikirkan!"ucap Xia.
"Aaaaaakkkkhhh... Memangnya apa yang kupikirkan?" Zander menggosok pipinya yang kena cubit Istrinya.
Xia menyipitkan mata.
"Kau bermaksud menjadi lebih kejam lagi, bukan?"tebak Xia.
Zander berdiri dari duduknya, berjalan mendekat.
"Tapi, aku akan menjadi lebih hangat untukmu." Pria itu menyesap bibir Xia, gadis itu berbalik menggulumnya perlahan, menutup mata.
"Aku sedang memasak." lirih Xia masih dengan bibir Zander yang menempel padanya.
"Kau sudah mematikan kompornya."balas Zander pelan, memperdalam ciumannya. Tangan kekarnya memeluk dekat pinggang Xia. Tangan yang lainnya menekan dagu Xia.
"Ini didapur, Suamiku." lirih Xia saat cumbuan Zander terjeda.
"Apa kau mau pindah kekamar."menyambar lagi bibir Xia yang terlepas. Zander membuka kancing kemeja, lalu melemparkannya sembarang.
Zander memeluk lagi tubuh Xia. Satu satu jari tangannya melepas pakaian istrinya.
__ADS_1
"Su-suamikuu.."
"Diam!"
"Uummmpp.."
*****
######
Darren berjalan keluar kantornya, pria itu bermaksud meninjau perkembangan project A. Darren yang masih merasa menyesal akan apa yang telah dia lakukan pada Xia, dan kejadian pada malam itu. Saat Zander mengumumkan Xia adalah istrinya.
Darren berharap bisa bertemu dengan Xia di project tersebut.
"Xia, maafkan aku." lirihnya bersedih."Aku ingin memperbaiki segalanya, tapi sepertiinya sudah kandas. Aku tak mungkin melawan CEO Zander."
"Dia terlalu kuat dan berpengaruh."
"Tapi dia juga sangat berbahaya, Xia bagaimana bisa kau terlibat dengan nya?"
Darren telah sampai di lapangan, dengan beberapa orangnya yang berkepentingan. Sampainya disana, tempat itu masih dalam proses pengembangan dan pengerjaan.
Daren leliling berharap akan menemukan Xia, namun nihil. Daren pun ikut meting bersama membahas masalah project A ini. Namun lagi-lagi dia tak menemukan Xia.
"Kemana dia?"gumam Daren.
Pria itu melihat seseorang perusahaan Xander. Darren mencegatnya.
"Hei, dimana Luxia? Bukankah dia harusnya ada disini?"
"Luxia?" orang itu terlihat sedikit terkejut "Luxia sudah mengundurkan diri."
"Apa?" Daren tersentak kaget. "Kenapa?"
"Kemarin sempat terjadi masalah dikantor."
Orang dari Xamder itu pun undur diri. meninggalkan Darren yang masih terpaku.
"Xia! Aku harus bertemu dengannya. Mungkin saja dia membutuhkanku."gumam Darren saat itu, memcoba memghubungi Xia.
_____€€€_____
Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
Salam___
__ADS_1
😊