Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
Chap 21


__ADS_3

Aapa yang harus kulakukan? Batin Xia berfikir keras menatap wajah Zander yang masih terlihat sangat kesal.


Tunggu, mungkinkah itu berhasil?


Terlintas satu ide konyol diotak Xia. Gadis itu, menangkup kedua pipi Zander dan menariknya mendekat. Lalu menautkan bibirnya. Mata Zander melebar, saking terkejudnya.


Zander ikut memainkan lidahnya. Tangan kirinya menarik dekat pinggang Xia. Membuat Xia sedikit tersentak dan segera mengakhiri ciumannya. Menatap wajah Zander yang sedikit merona.


Kenapa dengan wajah itu? batin Xia sedikit kikuk.


Persetan. yang penting wajah marah itu sudah tak ada. Batin Xia lagi.


Xia menarik lengan Zander berbalik melangkah. Xia membeku melihat sekeliling. Zene tersenyum lebar. juga beberapa orang yang terlihat mengarah kan pandangan kepadanya.


Astaga! Apa yang kulakukan tadiii ditempat umum!? Kabur! Harus. cepat kabur dari sini. pikir Xia melangkah lebar. Wajah Xia terasa panas terbakar rasa malu. Menarik lengan Zander yang mengikuti dengan sangat patuh.


"Dimana mobilnya?"tanya Xia cepat.


"Kalian kemari dengan mobil kan?" seru Xia tak sabar.


"Tentu Nyonya Xia. Disini." Zene menunjuk sebuah mobil lalu membuka kan Pintu untuk tuan dan nyonya nya. Tak lupa senyuman ramah khas Zene.


Zander dan xia akhirnya sudah didalam mobil yang bergerak. Dengan sangat canggung, Xia menggaruk tengkuk yang tidak gatal.


Haaiiisss... kenapa malah jadi begini. Keluh Xia membuang nafasnya.


"Tuan dan nyonya, kita akan makan dimana?" tanya Zene dari depan yang masih fokus menyetir.


Xia menoleh menatap Zander yang terdiam menyangga pipinya dan memejamkan matanya, seolah tengah menikmati tidurnya.


"Kemana biasanya kalian makan?" tanya Xia karena melihat Zander masih terdiam tanpa bergerak.


"Staring heaven. Nyonya."


"Tunggu bukan kah itu tempat makan orang-orang kelas atas?" Xia memastikan melirik sanksi pada Zene. Namun pria itu masih terlihat fokus menyetir.


Xia lalu berpindah melirik Zander yang masih setia pada posisinya.


"Mungkin seleranya memang disana." gumam Xia menjatuhkan punggungnya kebelakang.


Mobil Zander berhenti di pelataran Staring Heaven. Pasangan itu keluar dan memasuki gedung. Xia melihat beberapa deret mobil yang ikut parkir disamping mobil mereka. Lalu ikut keluar membentuk barisan. Membuat Xia sedikit geli.


"Apa mereka ekormu?" tanya Xia."Maksudku. Orang mu? Apa mereka orang mu?"


"Hemmm..." Zander mengangguk.


"Kita akan makan disini, apa mereka juga akan makan?"


"Tidak. Mereka punya waktu makan sendiri."


"Aaa... begitu." Xia ikut melangkah, lalu berhenti dan menarik lengan Zander."Apa kau punya begitu banyak uang?"


Zander tersenyum dengan wajah sombongnya.

__ADS_1


"Dari wajahmu sepertinya benar."Xia ikut tersenyum licik.


Zander masih dengan wajah sombongnya. "Apa yang kamu mau semua bisa ku belikan." ucapnya sangat percaya diri.


Xia mengulas senyum liciknya lagi. "Berarti tidak masalah jika mengeluarkan berlembar-lembar uang kan?"


*****


Di dalam ruang private terdengar suara riuh dan beberapa orang makan dengan lahapnya. Zander dengan wajah kesalnya duduk di sudut ruang. Xia justru sebaliknya, terlihat begitu riang dan bahagia.


"Iya.. ya makan yang banyak." ucap Xia menyodorkan beberapa makanan pada pria-pria berbaju hitam alias para ekor Zander.


"Ini gratis. Boleh nambah." Seru Xia bersemangat.


"Terima kasih Nyonya.. Terima kasih tuan.." berucap serempak dengan wajah gembira.


"Yayaya...." Xia mengibaskan tangannya di udara. Dia melirik Zander yang terlihat sangat bete. Xia menyenggol lengannya.


"Hei! Mereka mengucapkan terima kasih." protes Xia dengan menerbitkan senyum termanisnya.


"Heeemmm..."Dehem Zander masih bete. Zander sengaja memilih tempat makan ini agar bisa makan berdua dengan istrinya. Malah wanita tak peka itu mengundang semua ekornya.


"Zene! Jangan hanya berdiri saja. Ayo kau juga ikut makan." Xia mengambil seekor udang dan menyuapkannya ke mulut Zene.


Pria itu mengkeret melihat Zander melirik tak suka.


"Nyonya, berikan saja pada tuan Nyonya. Saya bisa makan sendiri." tolak Zene halus dengan senyum khasnya.


Xia melihat Zander yang juga melihatnya. Xia tersenyum.


Zander mengangguk pelan.


Xia beralih menyuapkan udang yang tadi ke mulut Zander. Tentu saja pria itu sangat senang.


"Zene! Ayo ikut makan atau aku suapi?" goda Xia mengedipka sebelah matanya.


Zene bergidik ngeri, merasakan hawa tak suka dari Zander.


"Saya akan makan sendiri nyonya." ucap Zene terpaksa.


Ini akan jadi hari yang berat jika kedua orang ini bersatu. Susah... batin Zene mengeluh.


Setelah makan siang berakhir. Zander dan Xia berjalan keluar ruangan private itu. Dibelakang mereka,pengawal Zander tertawa riang gembira. Tentu saja bagaimana tidak. Mereka jadi bisa merasakan makan di restoran berkelas, berkat Nyonya baru mereka.


"Apa kau selalu di ikuti oleh pengawalmu itu?" tanya Xia karena tak tahan juga hanya berdiam-diam berdua."Maksudku orang-orangmu dibelakang."


"Heemmm..."


"Kamu terganggu?"tanya Zander datar.


"Aaa... tidak."


"Siapa?"

__ADS_1


"Apa?" Xia menoleh Zander tiba-tiba bertanya siapa.


"Siapa?" Ulang Zander.


"Iya. Siapa yang siapa?" Xia balik tanya dengan kesal karena tak mengerti maksud pertanyaan Zander yang tak jelas.


"Siapa yang makan bersamamu tadi?"


"Aaahh,, Dia? Itu atasanku. Kami bertemu di depan rumah sakit. Lalu dia mengajakku makan skalian berdiskusi untuk projek baru dengan perusahaan Alexander grup. Hanya itu." jawab Xia enteng. Masih melanjutkan langkahnya.


Mereka memasuki lift, tentu saj para pengawal Zander juga ikut masuk karena Xia terus memaksa. Dia sangat tidak nyaman jika hanya berdua dengan Zander.


Xia dan Zander berdiri di sudut paling belakang. Ini tidak biasanya, memang Xia sengaja melangkah mundur untuk menarik diri, karena Xia melihat orang yang dia kenal memasuki lift itu juga. Darren dan keluarga besarnya. Termasuk Xenia dan Silvia.


Wuuuaaa... kenapa dunia ini sempit sekali? Kenapa mereka juga bisa ada disini? Mana sama dia lagi. batin Xia melirik Zander. Memaksa Xia untuk bersungut kebelakang. Tentu saja Zander yang melihat pergerakan Xia mengikuti.


Gawat. Cari tempat sembunyi. Semoga, mereka tidak melihat kami disini. pikir Xia yang tanpa sengaja menarik lengan Zander hingga Zander sendiri malah jadi berbalik menghadapnya.


Kenapa Silvia dan Xenia ada disini? kenapa tidak menunggui papa dirumah sakit? batin Xia sedikit geram.


Kenapa pintu Lift nya tidak segera menutup?


Keluarga Daren dan juga Silvia masih berada diluar lift. Hanya Darren dan Xenia saja yang sudah masuk. Dikarenakan lift sudah penuh oleh pengawal Zander.


Dalam posisi yang canggung itu. Zander dan Xia saling tatap. Jantung Zander berdegup dengan kencang. Wajah pria itu sudah merona.


Lift sudah mulai bergerak. Badan Xia pun ikut bergoyang sedikit. Hingga seolah tengah memeluk tubuh Zander.


Ya ampun Suara detak apa Ini? kenapa bisa begitu sangat keras?


Darren menoleh kearah Xia.


Xia menyembunyikan dirinya pada tubuh Zander yang besar.


Aarrggg.... Tunggu! Posisi apa ini? Mata Xia membulat. Menyadari dia salah mengambil langkah.


Zander tersenyum kecil. " Istriku, apa kau ingin mencobanya dilift?" kata Zander menatap wajah Istrinya yang hanya beberapa inci itu.


"Tunggu kamu salah sangka."bantah Xia cepat, Xia melirik Darren dan Xenia yang berada di baris paling depan sedikit menoleh kebelakang...


"Baiklah. Ayo kita lakukan."Ucap Zander mendekatkan wajahnya. Mencium lembut benda kenyal milik Xia.


"Uummmmp..."


____€€€____


Reader kuuh , kasih semangat donk, biar aku up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___

__ADS_1


😊


__ADS_2