Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
Chap 13


__ADS_3

"Saya,, hanya kebetulan bertemu dengan pak Piter dijalan. Dan beliau memberi saya tumpangan."


"Benarkah hanya begitu saja?"


"Iya pak."


"Ada hal lain yang ingin kamu katakan?"


"Tidak pak."


"Aku memperingatkanmu Xia,jangan membuat skandal disini."ucap pak Dira serius.


"Saya mengerti."


"Jujur saja bapak tak ingin tau kehidupan pribadimu. Tapi jangan sampai berita kehidupannya masuk diforom karyawan dan membuat gaduh apalagi mempengaruhi kinerjamu Xia."


"Aku sudag cocok denganmu. kerjamu cukup bagus sampai sekarng. jangan buat aku kecewa."lanjut pak Dira lagi.


"Baik pak. saya mengerti."


"Baiklah. kamu boleh keluar. Kamu ambil cuti kan hari ini."


****


Malam ini Xia mengikuti Silvia ke sebuah pesta khusus. Seperti kesepakatan Xia harus menemani direktur Morgan minum dan makan malam.


Dengan gaun selutut berwarna salem, Xia justru terlihat seperti gadis muda yang cantik. Xia meminum Anggurnya dan duduk diam disisi mama tirinya. Xia tak begitu peduli dengan dengan isi percakapan antara Silvia dan Direktur Morgan.


Xia lebih menikmati anggurnya.


Sepertinya, kita sudah mencapai kesepakatan Direktur Morgan." senyum Silvia dengan licik.


"Tentu saja." seringai Morgan dengan mesum."Semua bisa dibicarakan. Apalagi gadis itu terlihat sangat berbeda dari gadis-gadis yang biasa anda tawarkan." cakap morgan.


"Tentu saja. inilah layanan kami."ucap Silvia tertawa tawa kas mucikari."Xia kemarilah."


Xia mendekat dengan malas."Anak ini anakku yang pertama." Silvia memperkenalkan.


"Ooohhooo.. cantik. cantik. aku suka."


Xia melirik jijik pada direktur morgan. Dia menghela nafasnya.


Paling tidak aku harus dapatkan tanda tangan pria tua ini dulu. batin Xia menyesap anggurnya.


"Suatu kehormatan bisa melayani anda Direktur Morgan.Akan sangat menyenangkan bisa bermain-main nanti"Ucap Xia mengerling dengan senyum yang dibuat menggoda.


Xia mendekatkan gelas anggur yang dia minum tadi ke bibir Direktur Morgan. Tentu saja pria itu langsung menyesapnya dengan senang hati.


Bocah itu?


**B**iarkan saja. siapa peduli. Silvia yang terkejut dengan tindakan tak terduga dengan tindakan Xia yang membagi minuman anggurnya.


"Aku suka aku suka gadis ini." Morgan makin tergila.


"Bagaimana kalau anda tanda tangani dulu sebelumnya."ucap Xia menyentuh bibirnya dengan jari, "Agar permainan kita nanti tidak terganggu."


Silvia mengeluarkan surat kontrak kerjasama mereka.


Huuiihhh.. boleh juga bocah ini. batin Silvia.


"Tentu saja nyonya silvia." Direktur Morgan menerimanya, pria yang sudah setengah mabuk itu langsung menandatanginya sambil menatap Xia dengan pandangan mesumnya.

__ADS_1


Rasanya tubuhku tak enak. Aku harus ke toilet dulu. pikir Xia.


"Saya harus ke toilet dulu sebentar." pamit Xia berdiri perlahan.


"kau bisa berdiri cantik? biar aku bantu." Morgan juga ikut berdiri.


Sial. kenapa dengan ku? kenapa aku tak menolak. pikir Xia yang berdiri dan melangkahkan kaki keluar. Xia melirik Silvia.


Perempuan tua itu? jangan-jangan dia menaruh obat lagi dalam minumanku. Jika benar. Sungguh sangat terlalu dan ini gawat untukku. pikir Xia berjalan dilorong hotel.


Xia melirik Morgan yang terlihat sudah meneteskan air liur itu. disampingnya.


Aku harus kabuurr.. sebelum aku kehilangan kendaliku. pikir Xia mempercepat langkahnya.


Xia semakin mempercepat langkahnya melihat Direktur Morgan mengejar nya dengan penuh napsu dan seringai mengerikan.


Aku harus kabur tidak boleh begini... pikir Xia mulai tak kuat. Tubuhnya terasa sangat panas dan matanya mulai berkabut.


Aku tak boleh....


BRUUUKKK


Xia terjatuh tepat di dalam dada seorang pria.


"Kamu..."


"Heiii... dia milikku. menyingkir kau!" Seru Direktur morgan marah datang mendekat.


Zander menatapnya tajam, Zander mengangkat dan menggendong Xia.


Direktur Morgan tertegun melihat Zander disana.


"Apa kau bilang barusan?"dingin.


Aku tidak bolleh salah langkah. Tidak boleh membuatnya marah.


"Tidak tuan Zander." ungkap Direktur Morgan cepat dan takut."Saya tidak mengenalnya. saya hanya salah bicara, saya hanya lewat saja.Hahaha." sambung morgan lagi.


"Kenapa masih disini?"dingin lagi.


"Sa-saya permisi." pamit Direktur Morgan cepat-cepat pergi.


"Tuan Zander adalah orang yang tak bisa disinggung." gumamnya.


"Silvia sialan! Dia mengumpankan wanita yang salah. Lihat saja nanti." gumam Direktur Morgan lagi membuka pintu ruang privasinya dimana dia minum-minum tadi.


"Haaaahh?" Morgan terkejut, ruangan itu kosong.


"Sialan! kemana perempuan tengik itu?" kesal direktur Morgan menendang udara.


"Dia menipuku mentah-mentah."


*****


Disisi lain


Zander masih menatap jejak Direktur morgan pergi.


Zene yang cukup mengenal arti tatapan itu pun mendekat dengan senyuman siap memberikan informasi.


"Dia adalah direktur Morgan tuan."

__ADS_1


"Siapa orang tidak terkenal itu?"


"Dia adalah direktur di XTC."


Zander menatap wajah Xia yang sedikit kehilangan kesadaran itu.


Apa yang sudah si tua bangka itu berikan padanya. batin Zander.


"Besok pagi,saham XTC harus turun." tegas Zander berlalu.


"Baik Tuan Zander." senyum ramah Zene.


"Sebelum matahari terbit, saya pastikan perusahaan itu sudah bangkrut."lanjut Zene meyakinkan dengan senyuman ramahnya.


Didalam mobil Zander yang melaju.


"Apa kita akan kembali ke vila tuan Zander?" tanya Zene memastikan.


"Tentu saja."


Zene tersenyum senang.


Xia membuka matanya, wajahnya yang memerah akibat pengaruh anggur dan campuran obat peranggggsssaaannngg yang Silvia campurkan tadi.


"Siapa kamu?" lirih Xia melihat wajah Zander dari bawah. Pria itu menatapnya. Zene pun turun melirik melalui sepion.


"Malaikat?" tanya Xia lagi. Zene mengulas senyum dan kembali fokus pada jalanan.


Xia bangkit duduk disamping Zander. "Panas." bisiknya dengan hembusan nafas hangat.


Zander masih terdiam. Xia merapatkan tubuhnya dan meraih tengkuk Zander. Gadis itu menyambar bibir Zander. Membuat Zander sedikit tertegun.


"Kauu..."


"Tubuhmu sejuk sekali..." ucap Xia yang sudah kehilangan kontrolnya itu. pengaruh dari obat yang Silvia berikan ternyata cukup kuat.


Xia membuka jas Zander.


"Wanita...." ucap Zander"Apa yang kau coba lakukan?"


"Entahlah. Menurutmu apa?" balas Xia melonggarkan dasi Zander.


Pria itu menelan ludahnya, hingga jakunnya turun naik. Xia menyentuh Jakun Zander dan memainkannya.


"Hihihi....."Kekehnya.


"Wanita.... Jangan menggodaku."


Xia terkekeh. Menghembuskan nafas Hangatnya. di telinga Zander.


Wanita ini... Kenap terus menggoda.... batin Zander sudah panas dingin. Beberapa kali menelan ludahnya. jika begini aku bisa lepas kontrol dan memakannya. Haruskah ku pakai kesempatan ini untuk menjeratnya?


___€€€____


Reader kuuh , kasih semangat donk, biar othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___

__ADS_1


😊


●●●


__ADS_2