Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
Chap 24


__ADS_3

"Sayangku" sapa Silvia mendekat. "Kau sudah bangun?"


Alan membuka matanya, lalu mencoba bangun duduk dan bersandar pada kepala brankar. Silvia membantunya.


"Terima kasih istriku." ucapnya lemah.


"Kamu sudah makan?"


Silvia mengambil bungkusan yang Xia tinggalkan diatas meja, lalu membukanya. menyusunnya dan mengambil satu lauk dan menyuapkannya pada Alan.


"Ini adalah makan kesukaanku. Terima kasih Istriku. Kamu sangat perhatian." ucap Alan yang berfikir jika makanan itu dari istrinya Silvia.


"Makanlah yang banyak." ucap Silvia lagi menyuapi suaminya. Tanpa mengatakan jika makanan itu sudah ada disana ataw bukan dia yang membawanya.


Biarkan saja! Siapa peduli ini dari siapa? Yang penting aku yang dapat muka. batin Silvia saat itu.


Di lain pihak, di vila Zander. Xia disambut oleh Bibi Ana dengan suka cita.


"Nyonya Xia, akhirmya anda tinggal disini juga." sambut Bibi Ana dengan antusias. "Mari saya antarkan kekamar Nyonya." ajak Bibi Ana lagi.


Sesampainya di kamar Zander.


"Apa?" Xia terkejut. Bibi Ana membantu merapikan koper Xia dan menata bajunya di ruang ganti.


"Maksud bibi Ana, aku tidur satu kamar dengan Zander?"


"Ohohohoh.. tentu saja Nyonya Xia, suami istri wajar jika tidur dalam satu kamar, bukan?" ucap Bibi Ana terdengar meledek.


"Bibi Ana, kalian punya banyak kamar, tempatkan aku di kamar lain." Seru Xia hendak mengambil lagi kopernya.


"Semua kamar terkunci kecuali kamar ini Nyonya. Ohohoho..."


Xia menepuk jidatnya.. "memang semua orang yang bekerja dengan pria ini tidak ada yang waras."gumam nya kesal.


"Bibi Ana? Apa sudah selesai?" tanya Zander tiba-tiba masuk ke kamar.


"Sudah Tuan Zander." menunduk patuh.


"Bibi boleh keluar."


Tinggalah Xia dan Zander dikamar itu, begitu bibi Ana keluar dengan menutup pintu kamar dengan pelan.


Suasana dikamar jadi terasa sangat canggung tanpa percakapan. Xia menghela nafasnya.


"Aku mau mandi dulu." ucap Xia akhirnya. Berjalan menuju kamar mandi.


"Baiklah." Zander menggosok kepalanya, seolah ingin mengatakam sesuatu yang lain namun dia urungkan.


Sudahlah, mungkin lain waktu saja. batin Zander melirik Xia yang menutup kamar mandinya.


CEKLEK! (Suara pintu kamar mandi yang dikunci)


Zander menghela nafasnya.


Tak ada kesempatan.. batinnya.


****


Xia keluar dari kamar mandi seusai membersihkan diri. Menutup pintu dan melihat kedepan. Xia tertegun mendapati Zander duduk dibibir ranjang, menatap tajam kearahnya. Hingga pandangan mereka bertemu.


Apa? Kenapa tatapan nya seperti itu? Apa aku sudah berbuat salah? Xia menggelengkan kepalanya.


Sedangkan Zander memalingkan wajahnya, lalu berdiri dan bersiap mandi, tanpa mengatakan apapun. Zander melewati Xia yang masih berdiri mematung di depan kamar mandi.


SRRAAAAKKK! (suara pintu geser kamar mandi yang di tutup)


Xia yang menghempas nafasnya. Setelah sesaat dia tanpa sadar menahan nafasnya sendiri.

__ADS_1


Haaaaaa.. ada apa dengan ku ini? batin Xia mengatur nafasnya.


"Sudahlah lebih baik aku tidur sebelum dia selesai mandi." gumam Xia,langsung merebahkan diri di ranjang dan menyeliputi tubuhnya.


Xia membolak mbalik tubuhnya nggak tenang.


Tidurlah! Tidurlah! Keburu dia keluar! batin Xia yang masih gelisah.


SRAAAKKK


Suara pintu kamar mandi dibuka, Xia langsung berbalik dan menutup matanya pura-pura tidur.


Zander berjalan mendekat.


"Sudah tidur?" gumam Zander."Beneran sudah tidur?"


Zander menghela nafas susah.


"Ini malam pertama kita, kenapa malah sudah tidur." gumam Zander terdengar kecewa.


Uuuuggghhh... Abaikan Xia. Jangan perdulikan dia. Jangan goyah dan merasa kasihan. Tidur saja. batin Xia masih pura-pura tidur.


Zander yang duduk dipinggiran ranjang itu menoleh melihat Xia. Perlahan merangkak mendekat.


"Kalau begitu...." gumamnya pelan semakin mendekat,


"Cium dikit boleh ya..."


Uuuuugggghhhhh... Awas saja kalau macam-macam. Tidur nanti aku sunatin lagi. batin Xia gugup.


Wajah Zander semakin mendekat. Nafas hangatnya perlahan menerpa pipi Xia.


Uuuugggghhh..


Keringat Xia sudah mengalir saja rasanya, padahal ruangan itu begitu sejuk. Zander hanya diam dan tak melanjutkan.


Zander tersenyum kecil.


Lalu beralih berbaring di samping Xia. Dan menarik selimutnya.


Sepertinya aku harus bersabar. pikir Zander memejamkan matanya.


Dia? Apa tidak jadi? pikir Xia mengintip dengan sebelah matanya yang dibuka sedikit,


Huuuuuffft... Xia bernafas lega.


Keesokan paginya, karena Xia melihat hpnya.


"Loohh? Kok hitam?" gumam nya.


Xia tersadar. hpnya mati karena kehabisan batre.


"AAARRRGGGHHHH!! Aku terlambat " pekiknya histeris melihat jam meja diatas nakas.


Gegas Xia berlari ke kamar mandi. Melepas bajunya dan berguyur dibawah sower. Dengan mata tertutup karena air guyuran dari sower diatasnya, Xia meraba mencari sabun.


Tangamnya menyentuh sesuatu yang keras dan hangat.


Apa ini?


Xia mwmbuka matanya mengusap wajahnya. Betapa terkejutnya dia melihat Zander disana, sedang memijit kepalanya, dengan banyak busa di tubuh dan rambutnya. Membuat pria itu terkesan Seksi.


Aapa yang dia lakukan disini? apa dia masuk lebih dulu? Aaaaahh... ya ampun.. malu sekali. Batin Xia.


"Sabuunn.." Lirih Xia pelan.


Zander mengoper sabun yang dia bawa tanpa mengatakan apapun.

__ADS_1


Persetan dengan malu.... Tidur bareng pun sudah. Ganti bareng pun sudah. Seharusnya mandi bareng pun tak masalah. Pikir Xia sambil menggosok tubuhnya dengan sabun. Dan cepat cepat mengguyurnya.


Jangan lihat wajahnya. Jangan lihat dia!! Abaikan saja. pikir Xia lagi.


Setelah semua ritual mandinya usai Xia lalu mengambil handuk dan keluar secepat kilat. Meninggalkan Zander yang sudah mimisan sedari tadi.


Asstaaagaaaaa.....!! Baru semalam ingin mandi bareng. Giliran dikabulin malah mimisaann.. Pikir Zander menutup hidungnya.


*****


Di meja makan saat sarapan. Xia sudah siap dengan roti panggangnya.


"Kenapa dia tidak turun juga? Apa yang dilakukannya sampai selama ini? Kenapa lebih lama mandi dari ku? Apa dia punya bagian yang harus digosok dengan kuat."Gumam Xia tak sabar menunggu Zander turun.


"Bibi Ana?"


"Iya nyonya?"


"Apa orang itu selalu begini?"


"Siapa orang itu nyonya?"


"Dia."


"Dia?"


"Tuan Zander."


"Siapa tuan Zander?"


"Aaarrggghhh... Suamiku.. Suamiku!"


"Ooohh.. tuan Zander suami Nyonya.. Biasanya jam segini sudah selesai makan nyonya."


"Lalu kenapa sekarang belum turun?"


"Nyonya kan istrinya yang tidur sekamar dengan tuan Zander.."


Aaarrrggghhh... benar-benar tidak ada yang beres pegawai Zander... Tidak waras semua.... pikir Xia geram.


"Ya sudah. Aku makan dulu saja. Aku terlambat bekerja." gumam Xia mengunyah roti panggangnya.


Xia melongok jam dilengannya. "Ya Ampun. Aku sudah tak punya waktu lagi." guman Xia berdiri dari duduknya.


"Aku berangkat lebih dulu. Zene! Kau temani Tuan Zander sarapan..."


"Tuan..." Zene melihat kearah tangga. Wajahnya seketika berubah. Begitupun dengan bibi Ana.


Kenapa dengan tuan Zander? Kenapa terlihat begitu suram dan hidungnya..... pikir Zene dan Bibi An bersamaan. Apa Nyonya habis KDRT pada tuan?


Xia pun ikut menoleh. Astaga! Wajah apa itu? Apa dia habis mimisan? Uuuggghhh sialan. Peduli amat. Sudah telat. telat.


Zander memang terlihat berpakaian rapi, tapi wajahnya terlihat pucat karena habis mimisan tadi dikamar mandi. Lobang hidungnya, dia sumpal dengan tisu.


Memalukan! jerit batin Zander sok tenang dan cool berjalan menuju meja makan.


____€€€____


Reader kuuh , kasih semangat donk, biar aku up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___


😊

__ADS_1


__ADS_2