
Xia menatap pantulan dirinya di cermin. Wanita itu sedang mengenakan pakaian pengantin berwarna pink soft. Seorang menata busana tersenyum padanya sembari merapikan gaun yang sedang Xia kenakan.
"Anda cantik sekali nyonya." pujinya. Xia hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Tuan Zander pasti sangat mencintai anda. Gaun ini sudah tuan pesan sejak sebulan yang yang lalu."
"Baju ini sangat pas ditubuhku."
"Benar nyonya, tuan Zander sangat detail mendiskripsikannya." kekeh desainer itu.
"Baiklah, Nyonya saya akan membuka tirainya."
Desainer itu membuka tirai besar yang menutupi sebagian ruang.
Zander berdiri menatap Xia yang perlahan berbalik kearahnya. Jantung Zander mengentak kuat. Melihat istrinya terlihat begitu cantik dengan gaun pengantinnya.
"Bagaimana?"
"Cantik."
Zander melangkah mendekat, dan berhenti tepat di depan Xia, tangannya terulur meraih tangan Xia. Menggenggamnya dan mengangkatnya hingga ke dekat wajahnya. Zander mengecup punggung tangan istrinya dengan lembut.
Gelayar-gelayar menyenangkan menjalar dari sana hingga ke seluruh tubuh Xia. Wajah gadis itu memerah seiring dengan tatapan mata indah Zander padanya.
Kenapa denganku? Tak mungkin aku jatuh cinta padanya karena ini kan? batin Xia merasakan jantungnya mengentak kuat.
###
Di lokasi lain,
Peter baru saja keluar dari ruang meting setelah melakukan presentasi dan melobi beberapa kliennya. Peter memang sangat bekerja keras beberapa hari ini. Dia bahkan tak sempat mengurus urusan pribadinya.
Sejak Zander membatasi pergerakan dan menekan perusahaannya, Peter benar-benar di buat jungkir balik. Kini perusahaan Xander miliknya itu sudah membaik. Setidaaknya dia sedikit bernafas lega.
Peter melonggarkan dasinya. Menjatuhkan tubuhnya pada punggungan kursi kebesarannya. Peter memijit pelipisnya yang pening. Seketika, pria itu teringat pada Xia. Terakhir kali bertemu dengan Xia saat dia mengobati lukanya. Peter sudah tidak pernah bertemu lagi dengannya.
Peter mengambil ponselnya. Memilih nomor kontak Istri kakaknya. Dan mulai menghubungi. Akan tetapi nomor itu tak pernah aktif sejak terakhir kali dia menghubungi Xia.
"Kenapa nomornya tidak pernah aktif? Apa Xia mengganti nomornya?" gumam Peter menduga. "Mungkinkah Zander marah dan mengambil hpnya. Memutus semua akses luarnya?"
Peter tertawa kecil.
"Pria itu bisa saja melakukannya. Pengurung istrinya karena cemburu."
Peter melihat jam yang melingkar dilengannya. Sudah waktunya pulang. Peter membawa mobilnya menuju vila Zander. Begitu sampai disana, tampak sepi seolah tak ada penghuninya.
"Kenapa sepi sekali?" gumamnya.
"Apa sesuatu terjadi pada Xia?"
Peter memukul setirnya kesal. "Kenapa aku tak mengikutinya kemarin atau memaksa mengantarnya. " sesal Peter frustasi.
Peter akhirnya kembali kekediamannya setelah beberapa saat menunggu. Setelah memarkirikan mobilnya, Peter masuk melalui pintu samping.
__ADS_1
"Pet?" panggil mama Anggia, mendekat.
Peter menghentikan langkahnya, menunggu mamanya yang semakin dekat.
"Ada apa ma?" Peter bertanya dengan malas.
Alexa ada ditaman belakang. temuilah dia. Ambil kesempatan untuk bisa dekat dan berhubungan dengannya."ujar Mamanya, "Lagi pula kakakmu tidak tertarik padanya. Dia sudah menikah, tak ada celah untuk alexa."
"Aku tau ma." potong Peter melangkahkan kakinya menuju taman dimana Alexa berada.
Di taman Alexa sedang duduk menghadap kolam ikan koi. Sesekali Alexa menaburkan pakan kedalam kolam. Hingga ikan-ikan itu terlihat mendekat dan berkerumun meamakan pakan itu.
Peter berhenti disisi kanan agak kebelakang. Peter berdiri menatap kolam dan alexa.
"Sejak kapan kamu suka memberi makan ikan?"
Alexa menoleh, menatap Peter sebentar. Lalu kembali melihat ikan-ikan koi.
"Aku menunggumu."
Peter terkekeh.
"Mama Anggia pasti seneng mendengarnya."kekeh Peter ikut duduk disamping Alexa.
"Aku sungguhan." tegas Alexa dengan senyuman.
"Oke. Apa yang kamu mau?"
Alwxa teekekeh.
"Aku lelah. Aku ingin istirahat Alexa. Lagi pula..." peter sengaja menjeda,
"Temani aku ke Vila Zander."pinta Alexa cepat.
"Mau apa kesana?"
"Ada yang ingin aku bicarakan dengannya."
Peter terdiam sesaat.
"Vila itu seepi."terang Peter menatap ikan-ikan koi yang berenang itu.
"Barusan aku dari sana. Tak ada seorangpun disana."
"Benarkah?" sedih Alexa, "Aku ingin menemuinya."
"Besok datang saja ke kantornya."
"Apa kau mau menemaniku Peter?"
"Aku.... sedang banyak kerjaan."
Hp Alexa berdering, bersamaan dengan ucapan Peter yang berakhir. Alexa mengambil ponsel. Nomor Darren terpampang disana. Alexa menekan tombol hijau. Lalu mendekatkannya di tellinga.
__ADS_1
π: "Ada apa?"
π:["Kupikir tak ada salahnya dengan usulmu."]
Alexa menyungging senyum puas.
π:"Ayo kita bertemu."
π:["Okey. kirimkan lokasinya."]
Alexa menutup sambungan telponnya lalu mengotak atik hpnya sebentar. Peter masih setia menunggu Alexa.Menatap wanita cantik itu dengan pandangan yang entah apa.
Alexa menoleh padanya dengan senyum dan raut wajah bahagia.
"Ku pamit dulu Pet."ucapnya berdiri dan mencium pipi Peter."Aku masih ada urusan. Istirahatlah.Aku tak akan mengganggu."
Alexa pergi dengan langkah cepat. Peter hanya menatapnya dengan mata sayu.
"Apapun rencanamu, aku selalu memdukungmu. Tapi, aku tak akan tinggal diam jika kau menyakiti Xia.'' gumam Peter pelan.
###
Di lokasi lain dipinggiran pantai, duduk sejoli yang menatap lautan luas. Suara ombak yang bersahutan dan buih yang tampak bergulung-gulung lalu menghilang ditelan pasir dibibir pantai.
Pantai itu tampak lengang. Tidak begitu ramai dan sangat cocok untuk menikmati sunset.
Xia menyenderkan kepalanya di bahu Zander. Pria itu mengulas senyum, lalu merangkul Xia membawa wanitanya masuk lebih dalam kedadanya.
"Apa kau senang sekarang?" suara Zander mengecup kepala Xia.
"Aku senang."
Zander terkekeh...
"Istriku, Aku mencintaimu,"
"Aku tau."
"Istriku, jangan pernah berpikir untuk pergj jauh dariku."
Xia terdiam sesaat, lalu mendongakkan kepala melihat wajah Zander dari bawah.
"Kenapa. Kau berkata seperti itu suamiku?"
"Entahlah, aku hanya merasa kamu akan meninggalkanku nantinya." lirih Zander menatap balik istrinya.
____β¬β¬β¬____
Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
__ADS_1
Salam___
π