
Didalam mobil Zene melirik melalui spion. Ada apa dengan atmosfir dibelakang? Kenapa yang satu penuh bunga dan yang satu lagi mendung? batin Zene melirik Xia yang terlihat cemberut dan Zander terlihat sangat bahagia dan senang.
Apa aku melewatkan sesuatu? batin Zene kepo banget.
"Zene kau salah arah. Putar balik." ucap Xia yang melihat Zene tidak berbelok kearah kos annya. Malah lurus saja.
"Ng?" Zene melirik sepion.
"Zene! putar balik."Xia sedikit mengeraskan suaranya.
"Eeheemm.." Zander berdehem.
Xia menoleh ke arahnya.
Apa maksud deheman Tuan? Apa menyuruhku mengikuti kemauan Nyonya? pikir Zene.
Pria itu mencoba putar arah. Belum sempat Berbelok Zander sudah berdehem lagi.
"Potong gaji."
Apa? Belum apa-apa sudah potong gaji? Yang benar saja! makanya jangan kode kodean. Gerutu Zene dalam hati dengan wajah senyum sumringah.
"Zene! Kenapa nggak jadi?" protes Xia, Zene tak jadi putar balik.
"Maaf nyonya. Saya masih ingin gaji utuh."sahut Zene dari depan.
"Hiiissshhh..." Xia melirik Zander, Lalu menyentak nafasnya keras-keras.
"Kamu mau membawaku kemana suamiku?" tanya Xia kesal namun dibuat selembut mungkin.
BLUUUSSSHH...
Wajah Zander merona mendengar Xia memanggilnya suamiku. Xia terkejut melihat wajah Zander yang memerah.
"Apa? Wajah apa ini? Dia merona?"batin Xia tak percaya.
Lucu sekali. Benarkah dia seorang CEO yang kejam dan dingin ? Seperti yang dikabarkan? Batin Xia tersenyum geli. Apa itu semua hanya kabar hoax? Atau hanyalah sebuah humanoid yang dicetak?
Xia tersenyum licik.
"Suamiku?" panggilnya dengan senyum yang dibuat semanis mungkin.
"Kita mau kemana?" tanya nya lembut.
"Pulang." jawab Zander singkat mengatur ritme jantungnya yang tak karuan. Zander berusaha keras menyembunyikan sejuta rasa yang dia rasakan saat ini. Dengan terlihat tampak tenang.
Zene yang sudah hapal betul Tuannya itu, terkekeh.
Nyonya memang hebat, bisa membuat Tuan seperti itu. Sekarang dia pasti sudah panas dingin. Hahaha... batin Zene melirik dari spion.
__ADS_1
"Zene! Potong gaji!" suara yang begitu gurih enak didengar berasal dari jog belakang.
Tuan, aku hanya membatin kenapa anda kejam sekali.. tangis Zene dalam hati.
"Sayang.... " Xia kini merangkul lengan Zander. "kita mau pulang kemana?"
"Vila."
"Kenapa?"
"Itu rumah kita, kita sudah menikah."
Xia tertawa canggung sangat dipaksakan. Xia melepas tangannya dari lengan Zander. Pria itu langsung menoleh menatap protes.
Kenapa melepas lenganku? Cepat peluk lagi. begitu kira-kira yang ada didalam pikiran Zander.
Ehehehe.... aku bisa tau apa yang ada didalam pikiran anda tuan.. Pasti tidak rela nyonya melepas pelukannya. Batin Zene didepan kemudi.
Xia kesal tapi dia mencoba menekan egonya. Setidaknya dia sudah tau trik membujuk Zander.
"Sayang kuuuhhh... Mari kita kembali ke kosan Susie dulu. Aku belum berkemas." bujuk Xia lembut.
"Semua kebutuhanmu sudah tersedia di vila." jawab Zander tenang walau hati tak karuan.
Xia mengepalkan tangannya kesal. Lalu tersenyum palsu.
"Apa?"
"Haaa?"
"Apa itu?"Zander menoleh menatap wajah Xia.
"Hati ku." Jawab Xia tersenyum canggung dengan jawaban yang terdengar sangat bohong.
Ahahaha... Kamu lucu sekali nyonya, bagaimana mungkin tuan akan percaya pada sesuatu yang terlalu palsu seperti itu... Dalam hati Zene.
"AAAPAAAA??" Zander berteriak kaget. Xia pun ikut kaget , Begitupun dengan Zene yang sampai terlonjak.
"Kenapa kamu meninggalkan benda sepenting itu?" Protes Zander lantang."Zene kembali ke kosan Nyonya."
Haaaaa? batin Zene dan Xia terkejut.
Apa? Dia tidak bodoh beneran, kan? Batin Xia.
Apa cinta membuat orang jadi bodoh begini? batin Zene dengan mata membulat.
###
Dilokasi lain.
__ADS_1
Rasanya tadi aku seperti melihat Xia disini. Pikir Darren berjalan masuk ruangan yang sudah keluarganya pesan.
Siang ini Keluarga Darren alexander mengadakan pertemuan dengan besannya. Skalian makan siang bersama.
Apa mungkin hanya perasaanku? pikir Darren lagi. Benar! Pasti hanya perasaanku. Tak mungkin Xia bisa berada di tempat ini. Hanya orang tertentu saja yang bisa kemari. Xia hanya seorang pekerja biasa. Man sanggup dia makan disini." lanjut Darren dalam pikirannya.
"Kak Darren!" suara Xenia mengagetkannya.
"Iya Xen. Ada apa!?" Darren menoleh.
"Kak Darren melamun?"
"Enggak. Hanya memikirkan tentang projek A saja."ucap Darren beralasan.
"Aaa.. benar! Projek A juga bisa berhasil menarik minat perusahaan Xander berkat Xenia juga." puji Helen ibu Darrenn.
"Benar. Aku sebenarnya tak mau menyombong. Tapi Xenia memang memiliki kemampuan. Dia sangat berbakat. Ohohoho.." Silvia begitu menonjolkan anaknya.
"Oohohoh.... benar sangat beruntung Darren menikah dengan Xenia." ucap ayah Darren menatap pada Xenia.
"Ahh.. saya tidak sehebat itu ayah. saya masih perlu banyak belajar." Xenia pura-pura merendah.
"Aaaahh.. karena kita sudah berkumpul. Sebenarnya aku ingin mengundah kalian untuk pesta kesembuhan suami Alan nanti. yah, hanya pesta keluarga saja kok." ujar Silvia.
"Tapi, bukankah sekarang masih dirumah sakit?"
"Benar. Tapi Alan memintaku mengadakan jamuan selamat atas kesembuhannya. Yah, memang masih akan diadakan beberapa hari lagi. tapi rasanya aku sangat berterima kasih jika kalian hadir."ucap Silvia.
"Tentu saja kami akan hadir." ucap helen."Bagaimana dengan anak itu? Apa dia akan hadir juga?"
"Aaahh... Apa anda keneratan?" Silvia agak canggung.
"Yaahh..kami hanya akan merasa tidak nyaman. Tapi nggak usah diperdulikan."
Silvia agak berubah wajahnya.
Jangan sampai kehadiran anak itu menjadi bumerang bagi kami. Dia bisa mengacaukan semua rencana. Aku harus menyingkirkannya dulu. Pikir Silvia memaksakan senyum..
____€€€____
Reader kuuh , kasih semangat donk, biar aku up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
Salam___
😊
__ADS_1