Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
Chap 17


__ADS_3

"Grup Z2X ? Itu, bukankah itu perusahaan terbesar di sini?" Silvia memastikan.


"Kenapa mereka menekan kami?" Xenia ikut berfikir.


"Apakah ada diantara kalian yang menyinggungnya?"tanya Alan melihat satu per satu orang yang hadir disana.


"Tidak! Bertemu saja belum. Bagaimana bisa menyinggung." ucap Xenia yakin.


"Hmmmm..."Alan tempak berpikir. Alan melirik Xia.


"Xia bagaimana denganmu?"


"Aku?"Xia tersentak mendengar namanya disebut.


"Dia hanya pegawai biasa di perusahaan Xander tak mungkin juga dia bisa bersinggungan dengan Tuan Zander itu." bantah silvia dengan nada merendahkan.


"Benar papa.. hahaha.."Xenia mencemooh.


"Benar. memangnya bagaimana orang sepertiku ini bisa menyinggung orang seperti Zander..." balas Xia santai,


Sesaat kemudian mata Xia membulat, menyadari dia pernah berurusan dengan seorang bernama Zander.


"Zander siapa?" tanya Xia pelan ingin memastikan.


"Zander Zoe."jawab Alan singkat.


"Ahahhaha.."Xia tertawa kikuk.


"Apa? kamu mengenalnya?"selidik Alan menyipitkan sebelah matanya.


"Papa, kurasa sebaiknya kita mencari solusinya. Bagaimana. kita bisa keluar dari ini menghindari kebangkrutan." sela Darren.


Darren juga harus berusaha menyelamatkan perusahaan ayah mertuanya itu. Agar orang tuanya tidak memintanya memutuskan hubingan dengan keluarga Tan. Gara-gara tidak selevel.


tak seharusknya aku terjebak disini. batin Xia


"Ng, aku rasa aku masih punya banyak pekerjaan yang menanti di tempatku bekerja. permisi."Xia berdiri dari duduknya. dan melangkah keluar.


"Xia!"panggil Daren beranjak dari duduknya.


"Biar kuantar."tawarnya kemudian.


"Kak Darren!" Xenia tak terima Daren akan mengantar Xia.


Mereka adalah pasangan kekasih dulu. Bagaimana jika jalllaaang laknut itu menggodanya didalam mobil. batin Xenia kala itu.


"Xia, bagaimana kau bisa menggoda suami adikmu!" bentak Silvia menatap Xia tajam.


Xia yang berdiri didepan pintu terhenti.


"Kapan aku menggodanya? Dia yang menawariku."ucap Xia.


"Jangan membuatku kesal dan menerima tawarannya." sinis Xia membuka pintu ruangan itu,


"Dan kamu Daren! Berkacalah apa kamu masih pantas berdiri disampingku." Xia mencemooh. Lalu pergi. membuat Darren mematung.

__ADS_1


"Darren! Apa kau tak bisa menghargai Xenia? Walau bagaimana pun dia adalah istrimu!"tegur Silvia menatap protes pada Darren.


"Maaf Ma, Aku hanya tak tega membiarkan nya pulang sendirian." Ucap Daren beralasan.


"Lalu Kak Daren tega denganku?"isak Xenia, dengan airmata buayanya.


"Lain kali hati-hatilah. Kau suami Xenia sekarang. Aku tak mau ada skandal nantinya."tegas Alan menatap dingin.


"Baik papa Mertua."


****


"Zander... Zander... Zander Zoe." Xia bergumam sambil mencari di akun pencarian.


Xia tersentak melihat artikel yang terpampang disana. Tubuhnya melemas, rasanya dia sudah kehilangan tenaga hidupnya.


"Dia.... Jadi pria sampah itu Orang ini?" Xia menyenderkan punggung nya pada tembok untuk menopang badannya yang seketika lemas.


"Ternyata dia orang seperti ini." Gumam Xia masih Syok."Aku tak seharusnya menyinggung pria semacam ini. Sekarang bagaimana? Sepertinya di sangat marah sampai dia menekan perusahann Papa seperti ini."


"Tidak! Mungkin saja masih ada hal lain."Xia menggelengkan kepalanya menyangkal."yaahh, mungkin saja. Kamu jangan terlalu merasa bersalah."Xia melanjutkan langkahnya.


****


Di gedung pencakar langit milik Zander. Dalam ruang kerjanya, Zander berputar memainkan kursi kerjanya sambil menutup mata.


"Zene!"


Zander membuka matanya, dan bangkit dari duduknya.


"Bagaimana dengan nilai saham Tan?"


"Sudah menyentuh angka terendah tuan." jawab Zene menunjukkan grafik di tablet.


Zander hanya meliriknya. lalu abai. Zander hanya menondar mandir saja.


"Apa Xia sudah menghubungiku?"


"Belum tuan."


Zander menendang udara saking kesalnya.


"Terus beri mereka tekanan."titahnya datar.


Zene tersenyum tipis, "tuan Zander bisa begini kekanakan hanya karena seorang wanita. sungguh luar biasa." pikir Zene.


Zander kembali duduk di kursi kerjanya. Berusaha fokus pada pekerjaannya. Memang beberapa hari ini sejak terakhir kalinya bertemu dengan Xia, Zander kesulitan berkonsentrasi. Entah mengapa dia terus memikirkan wanita itu.


Huuuhhh,cantik juga tidak begitu. Pintar juga kurasa tidak. Apa yang membuatku begitu tertarik. Batin Zander menggosok janggutnya dengan jari telunjuk nya.


Apa karena malam itu?


Zander menyentak nafasnya keras-keras.


Aku nggak bisa begini terus. Apa aku datangi saja dia.

__ADS_1


Jangan-jangan! Akan kubuat dia yang mendatangiku. Pikir Zander tertawa jahat.


Zene yang berada satu ruangan dengan Zander merinding.


Ya tuhan, Kenapa dengan Tuan Zander? Apakah dia menjadi gila karena saking rindunya dengan Nona Xia? Atau dia jadi gila gara-gara Nona Xia belum mau menerimanya? batin Zene tersenyum takut. Jangan tularkan padaku! jangan tularkan padaku.


____€€€____


Coba othor kasih visual disini ya..


Luxia Luna



Zander Zoe



Xenia Tan



Darren Alexander



Alan Tan



Silvia Tan



Peter



Zene



Alexa



Reader kuuh , kasih semangat donk, biar aku up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___


😊

__ADS_1


__ADS_2