Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
Chap 51


__ADS_3

"Kenapa ada bau parfum wanita di bajumu? Itu bukan bau parfumku." ucap Xia pelan.


Zander terpengarah. Mendengar penuturan Xia. Pria itu terdiam dengan pikirannya. Terbayang saat Xenia memeluknya. Ada perasaan bersalah menghinggapinya.


"Wajah bersalah itu... Apa yang kau lakukan? Siapa wanita itu? Seberapa jauh hubungan kalian?"berondong Xia menatap wajah suaminya.


Zander masih membisu. Bagaimana cara dia menjelaskan? Zander tak ingin Xia tau apa yang sudah dia lakukan pada Xenia.


Xia bangkit dan duduk menunggu Zander mengucapkan sepatah kata. Namun pria itu masih memilih diam. Xia mencari-cari kebenaran di mata Zander. Dengan sabar menunggu suaminya itu bersuara. Namun Zander mengalihkan pandangannya.


Xia tersenyum kecut. Dia menelan ludahnya.


"Aku tidak akan bertanya lagi." ucap Xia memutuskan.


Xia menggeser tubuhnya dan turun dari ranjang di sisi lain yang bertolak belakang dengan Zander duduk.


"Aku pernah di hianati. Dan aku tak ingin merasakannya lagi." lirih Xia sukses membuat Zander melebarkan matanya.


"Aku akan tidur di kamar tamu bawah." ucap Xia melangkahkan kaki nya menjauh.


Zander berbalik dan melihat punggung Xia semakin menjauh. Hatinya berdenyut keras, Zander melompati ranjang yang dia duduki. Mengejar Xia yang sudah keluar dari kamar.


Zander menangkap lengan Xia hingga gadis itu berbalik. "Akan aku jelaskan."


"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku tidak akan pernah menghianatimu." Mata Zander bertumbu pada wajah Xia, penuh harap.


Zander menghela nafasnya panjang. Xia masih menunggu suaminya bersuara.


"Ci-cium aku dulu. Setelahnya aku akan cerita."pinta Zander pelan dengan ragu.


Xia tertawa kecil.


Xia mengusap pipi Zander mengambil dagunya dan mengecup ringan bibir suaminya.


Cup.


"Apa ini cukup?"


Zander menelan ludahnya sebelum mulai berucap.


"Aku bertemu dengan Xenia."


Wajah Xia berubah pias. Lalu dia tertawa kecil.


"Apa itu bau parfumnya?"


"Heemm...."


"Kau menagih hutang padanya secara pribadi?"


"Heemmm..."


"Apa yang kalian lakukan?"


"Hanya.... sedikit kontak fisik...." ujar Zander sedikit mengalihkan pandangan matanya dari wajah Xia, tentu saja karena rasa bersalah lagi.


Jawaban Zander tentu membuat Xia marah, Xia menarik tangannya kasar. Berbalik dan melangkah. Zander lagi-lagi menangkap lengannya,

__ADS_1


"Lepaskan aku, aku akan tidur dibawah." Tukas Xia meronta.


"Dengarkan aku dulu..." Zander tak mau kalah bertahan mencengkram lengan Xia.


"Aku sudah mendengarkan.. Aku juga sudah tidak mau tau selanjutnya." tukas Xia lagi, masih melakukan perlawannan.


"Benarkah?" Zander menangkap lengan Xia yang satu lagi menggoncang tubuhnya. Mendekatkan wajahnya, hingga mau tak mau mata keduanya beradu.


"Benarkah? Kau marah padaku? Kenapa? Kenapa tidak mau tidur seranjang denganku?" Zander menatap dalam Netra Xia. Xia membalas menatapnya tajam.


"Aku tidak sudi tidur dengan pria yang membagi tubuhnya dengan wanita lain."


Zander tersentak, dia terdiam sejenak menatap wajah Xia yang marah dan cemburu itu. Lalu bibirnya ter buka lebar.


"Apa itu artinya kau sudah mulai mencintaiku?" ocehnya senang.


Mata Xia melebar.


Apa? Apa aku sedang cemburu? batin Xia tersadar dengan perasaa nya sendiri.


"Kau cemburu? Kau sudah jatuh cinta padaku? Begitu?" tanya Zander dengan bersemangat.


Tanpa menjawab, wajah Xia sedikit memerah. Zander memeluk tubuh Xia erat-erat. Wajah Zander begitu lega dan senang. Senyumnya terus mengembang lebar di wajahnya.


"Aku mencintaimu. Dan itu tak akan pernah berubah." ucapnya bahagia,


"Xenia menemuiku untuk kerja sama pengembangan taman Air Mengalir. Dia sempat memelukku karena aku kurang waspada. Hanya itu. Kami sempat terlibat sedikit pembicaraan yang tidak penting. Tapi Xia. Aku sungguh-sungguh mencintaimu...''Jelas Zander yang diakhiri dengan ketegasan.


Zander mengecup kepala Xia bertubi-tubi saking senangnya.


"Kau, juga mencintaiku kan?" Zander melonggarkan pelukannya. Menatap wajah dan mata Xia dengan penuh harap.


####


Keesokan pagi Xia membersihkan diri dikamar mandi, Seusai membersihkan diri Xia keluar dari kamar mandi dan membalut tubuhnya dengan handuk. Sayup terdengar suara Zander yang berbicara dengan bibi Ana.


"Buang saja itu."


"Baik, Tuan." tunduk Bibi Ana patuh.


Xia yang melihat bibi Ana melangkah dengan membawa keranjang pakaian kotor, mendekat.


"Tunggu."


Bibi Ana berhenti, Zander pun menoleh.


"Apa yang mau dibuang?"


"Ini nyonya." Bibi ana mengangkat pakaian kotor milik Zander yang semalam dia pakai.


"Kenapa mau dibuang?" selidik Xia menatap Zander.


"Aku tak suka baunya."


Xia tertegun.


"Tak suka baunya? Maksudmu bau parfum yang menempel disana?"

__ADS_1


Zander tidak menjawab. Xia beralih melihat bibi Ana.


"Jangan dibuang Bi, sayang. Dicuci saja." ucapnya.


Zander menoleh menatap protes.


"Buang!"


Xia mengulas senyum.


"Jangan! Di cuci aja."


"Buang!"


Bibi Ana menatap keduanya bergantian. Senyum nya mengembang. "Xixixi.... Tuan dan Nyonya bertengkar. Manis sekali." kekeh Bibi Ana dalam hati.


Xia menatap Zander protes.


"Kenapa mesti dibuang sih?"


"Sudah kubilang aku tidak suka baunya." tegas Zander melipat tangannya didada, dan membuang mukanya kesamping.


Xia tersenyum gemas. Dan beralih melihat pada Bibi Ana. Lalu mengulurkan tangannya mengambil baju Zander.


"Bibi Ana keluarlah."


Bibi Ana pun pamit undur diri.


"Bibi, bawa bajunya juga. Aku tak suka. Harus dibuang. Baunya menjijikkan. Bibi!" teriak Zander kesal. Namun Bibi Ana sama sekali acuh tidak menoleh, apa lagi kembali.


Xia mengulas senyum lucu. Membuka handuknya, lalu memakai baju bekas Zander.


Adegan yang tentu membuat netra pria itu melebar. Nafas hangatnya menyembur keluar dengan semangat.


Apakah dia sedang menggodaku? Sengaja membuka handuknya didepanku? Haruskah aku diam saja? Atau aku tubruk saja dia? Pikir Zander beraksi pada sikap Xia yang tengah mengenakan bajunya.


Tubruk saja!


Zander menubruk jatuh tubuh Xia hingga terjerembab diatas tilam. Nafas hangat Zander menerpa wajah Xia, rambut poni Xia yang setengah basah itu ter geser dari keningnya.


"Apa kau sudah suka baunya?"


"Bau apa?" tanya Zander dengan nafas memburu.


Xia mencubit baju yang dia kenakan.


"Aku suka bau-mu....." Zander menghirup ceruk leher Xia.


Wangi sekali.... Manis.....


_____€€€_____


Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.

__ADS_1


Salam___


😊


__ADS_2