Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
Chap 48


__ADS_3

"Heeehhh,, Xenia ya...." Zander menggosok dagunya dengan jarinya.


"Aku sampai lupa dengannya karena terlalu sibuk mencintai Xia."ucap Zander tersenyum jahat,


Bagi tuan Zander mencintai nyonya seperti suatu kebanggan tersendiri.... Batin Zene dengan senyum diwajahnya.


"Kita bahkan belum memperhitungkan yang satu ini untuk kejadian yang terakhir."seringai Zander licik.


"Zen! Ayo buat permainan dengan nya."


Zene menunduk,


"Panggil dia keruang meting kecil."


"Siap!"


Diruang meting kecil.


Xenia duduk dengan percaya diri sepaket berkas tertumpuk di depannya. Wanita itu menunggu dengan sabar, Xenia mengambil kaca dan lipstiknya, memoles lagi bibirnya agar makin merona.


"Sempurna!" pujinya sedikit mengerutkan bibirnya lalu memisahkan bibir bawah dan atasnya dengan seksi.


Xenia memasukan lagi kaca dan lipstiknya kedalam tas bahunya. Melihat seluruh ruangan meting kecil. Walau kecil ruangan itu tetap mampu menampung setidaknya 15-20 orang.


Xenia saat itu memakai pakaian yang sedikit terbuka, baju terusan berwarna krem tanpa lengan yang memperlihatkan belahan dadanya bagian atas, dengan dipadankan dengan jaket blazer warna coklat.


Xenia membenarkan dadanya agar sedikit terangkat dan makin padat. Lalu kembali pura-pura membuka-mbuka berkasnya.


Tak lama kemudian,pintu ruang metting dibuka oleh Zene. Dengan wajah senang Xenia menoleh, Dia sedikit kecewa karena Zene yang masuk bukan Zander.


"Maaf menunggu nona Xenia."


"Tidak apa. Apa kakak ipar tak mau menemuiku?"


"Tidak Nona Xenia, anda adalah adik Nyonya, tak mungkin tuan Zander mengabaikan."


Xenia sumringah,


"Benarkah?"


Zene tersenyum tipis.


"Eheemm.. Lalu dimana dia? Kenapa kau yang duduk disini?" dengan senyum yang sedikit dipaksakan.


"Sebentar lagi tuan akan datang."


Tak lama pintu dibuka. Zander masuk lalu duduk di hadapan xenia dengan bersekat meja. Sedangkan Zene memilih beranjak dari duduknya dan berdiri dibelakang Zander.


"Apa yang kamu punya untuk ditawarkan Nona Xenia Tan?" tanya Zander dengan datar.


"Kaka Ipar, aku dengar kalian mengembangkan project taman Air Mengalir di kawasan X." ucap Xenia menyodorkan berkas yang dia bawa, "Mungkin Kaka ipar akan tertarik dengan ini."


Zander menaikkan alisnya.


"Kamu terus menggunakan kata 'kakak ipar' ini dengan maksud baik atau buruk?"


Xenia tertegun,


"Tentu saja dengan maksud baik, CEO Zander." ucap Xenia merubah panggilannya.

__ADS_1


"Bagaimana kabar Kak Xia?"lanjutnya memgalihkan pembicaraan.


"Dia baik-baik saja."


"Apakah kak Xia masih suka keluyuran?"


"Sepertinya kamu mengenalnya cukup baik."


"Tentu saja, kami sudah tinggal serumah cukup lama. Dulu kak Xia suka keluyuran dan tidak pulang kerumah. Kadang dia malah pergi dengan beberapa laki-laki asing." ucap Xenia mulai mencoba menghasut, agar Xia terlihat buruk dimana Zander.


"Benarkah?"


Xenia berakting sedikit tertegun karena kelepasan.


"Aah, maaf, aku tak seharusnya membicarakan hal buruk tentang Kak Xia pada kakak Ipar." ucapnya menutup mulutnya.


"Aku ingin mendengar pandanganmu tentangnya sebagai saudara." ucap Zander. dengan senyum kecil.


"Aku tidak ingin menjelekkan nya kaka ipar. Hanya......." Xenia mengeluarkan dua lembar foto cetak dari tas bahunya, meletakkannya di atas meja dan mendorongnya ke depan Zander.


Xander meliriknya. Foto Xia dengan Peter dan satu lagi Foto Xia yang sedang dipeluk Darren.


"Sebenarnya aku sangat malu, tapi salah satu dari mereka adalah suamiku. Itu terjadi beberapa waktu lalu di rumah sakit." lirik Xenia dengan sedikit isakan yang dibuat-buat.


"Apa kau mau bilang istriku wanita yang tidak benar? Bermain dengan beberapa pria dalam satu waktu."


"Tentu saja tidak kakak Ipar, mana aku berani. Aku hanya menunjukkan foto itu. Foto itu cukup membuatku terluka. Mungkin kaka Ipar juga merasakan demikian." ujar Xenia menhiba.


Zander tersenyum tipis, mengambil berkas yang Xenia sodorkan tadi dan menelitinya. Memgabaikan dua foto itu.


"Kenapa Alexander grup mengirimmu? Kupikir kau akan mewakili keluarga Tan."


"Hmmm.... Apa ini rencanamu?"


Xenia tersenyum senang. "Heemm... Apakah menarik?"


Xenia menempelkan tubuh depannya pada meja, menumpukan dadanya diatas meja, hingga tampak belahannya yang menonjol.


Zander tersenyum tipis.


"Apa yang sedang kau tawarkan Nona Xenia? Duduklah dengan benar." tanya Zander datar.


Xenia langsung memundurkan tubuhnya. Merasa malu dengan reaksi Zander yang datar.


"Apa kamu biasa melakukan tawar menawar seperti ini?" tanya Zander menutup map berkas yang Xenia sodorkan tadi. Lalu meletakkannya.


"Itu...."


"Kami bisa mengaturnya jika kamu mau."


"Itu..."


"Bagaimana kalau makan malam di klub Pasific?"


Xenia sedikit terkejut. Apakah mungkin pancinganku tadi berhasil? batin Xenia.


"Dan aku sedikit kesal dengan kedua foto ini."ujar Zander datar sambil menyenderkan punggungnya.


Sepertinya hasutanku berjalan dengan lancar, batin Xenia lagi.

__ADS_1


"Aku juga merasakannya kak Zander. Pasangan kita sendiri saling berpelukan seperti itu." Xenia memasang wajah sedih.


Zene yang sedari tadi berdiri diruangan itu sudah merasa sangat panas. Ingin rasanya melakukan sesuatu pada gadis yang sedang menggoda tuannya dan merusak citra Nyonya nya itu. Tangan Zene sedari tadi mengepal di balik punggungnya. Walau tatapan pria itu terlihat sangat datar dan tenang.


"Baiklah, sampai bertemu nanti malam di pasifik club nanti malam." Zander berdiri dengan senyum tipis diwajahnya.


"Baiklah. Ka Zander."


"Berhiaslah semenarik mungkin." ucap Zander mengedipkan sebelah matanya.


"Zene!"


"Iya Tuan."


"Antarkan Nona ini berbelanja keperluannya." Zander mengangsurkan sebuah kartu berwarna hitam platinum pada Xenia. Wajah wanita itu langsung sumringah.


"Mungkin dia membutuhkan seseorang untuk membawa barang."


"Baik. akan saya kirimkan seorang pengawal untuk nona Xenia."tunduk Zene, membuat Xenia semakin sumringah.


****


Zander berjalan dilorong gedung dengan langkah lebar. Dibelakangnya Zene mengikuti dengan patuh.


"Zen, apakah persiapan di Club Pasific sudah sempurna?" tanya-nya tanpa menoleh pada Zene asistennya itu.


"Tentu saja tuan, Semua sudah dipersiapkan dengan baik." jawab Zene dengan cepat.


"Selesaikan malam ini juga, aku sudah jijik melihatnya."


"Baik."tunduk Zene dengan senyum kecil yang licik.


#####


Xenia keluar dari gedung Z2x dengan wajah gembira. Dia tidak menyangka jika Zander lebih mudah dirayu dan dihasut.


"Lihatlah Xia, aku akan segera mengambil Tuan Zander darimu, setelah aku mendapatkannya akan kuceraikan Darren. Kau boleh mengambilnya kembali." kekeh Xenia berlenggang dengan sombongnya.


Xenia memilih baju yang mahal dan seksi, juga membeli beberapa aksesoris yang sama mahalnya. Dia sudah mendapatkan kartu platinum, tentu harus dimanfaatkan dengan baik.


Xenia juga pergi menghias diri di salon ternama.


Saat melakukan treatmen, Hp Xenia berdering, panggilan masuk dari Darren.


"Ck! Mau apa dia, aku sudah dapat mangsa yang bagus, mau apa di masih menelpon?" gerutu Xenia kesal. Yang memilih mengabaikannya.


"Tunggu aku Zander! Aku pasti mendapatkanmu malam ini." batinnya yakin.


_____€€€_____


Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___


😊

__ADS_1


__ADS_2