Gairah Cinta Semalam

Gairah Cinta Semalam
Chap 42


__ADS_3

Pagi itu Xia bangun agak telat. Segera Dia ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Didepan wastafel sudah ada Zander yang sedang mencukur bulu halus diwajahnya. Xia asal menerobos saja, berdiri didepan Zander, dan mulai menggosok gigi nya.


Melalui kaca netra keduanya bertemu. Xia nyengir, sedang Zander tersenyum tipis. Entah kenapa jadi terasa canggung. Xia mempercepat menggosok gigi, berkumur dan sedikit membungkuk membuang kumuran.


Terdengar samar suara Zander bersenandung. Xia menggeser tubuhnya kekanan. Tangan kanan Zander sudah menguncinya di meja wastafel. Sedang tangan kirinya masih mencukur.


Xia beralih menggeser tubuhnya ke kiri. Kini giliran tubuh Zander yang menekuk,


Ini tidak benar! Kenapa dia seperti sengaja mengunci tubuhku disini? batin Xia jengkel, dia sedang buru-buru tapi Zander seolah sedang menggodanya.


Xia mencoba menggerakkan tubuhnya, namun tubuh Zander semakin memepetnya. Xia kesal, jengkel dan geram membuang nafas keras-keras.


Tangan kiri Xia terulur kebawah dan mencengkram pistol Zander. Sehingga pria itu mendelik penuh keterkejutan. Xia meremas pistol itu dengan geram.


"Uuuuggghhhh istriku....!"


Xia masih mencengkramnya dan berbalik memdorong, tentu Zander masih mendelik menahan ngilunya.


"Pagi-pagi sudah bikin kesal. Enak Heeeeee?"


Xia melepas begitu saja dan mengusap tangannya di kulit dada Zander yang terbuka.


"Hiiiiissssshhh...."Desisnya kesal. Meninggalkan Zander yang masih merasa ngilu memegangi senjatanya yang dicengkram kuat oleh istrinya tadi.


"Kau ganas sekali."


*****


Di bawah, di meja makan. Pagi itu Xia hanya sarapan pagi dengan roti panggang. Sambil mengunyah melangkah keluar didekat tangga Xia berpapasan dengan Zene.


"Apa kamu mau menjemput Zander?".sapa Xia menghentikan langkahnya sejenak.


"Iya, Nyonya." Zene menunduk hormat.


"Okey."


"Tuan." Sapa Zene melihat Zander yang mengendap-ngendap menuruni tangga. Zander mengepalkan tangannya kesal. Karena Zene menyapanya, saat ada Xia disana, padahal sudah menggendap-ngendap. Xia menoleh, teersenyum tipis menatapnya. Secara reflek Zander menutupi senjatanya.


Xia mencleos, Zene hanya menatap keduanya heran.


*****


Hari pertama Xia bekerja di SCH, Semua berjalan normal. Hanya direktur utama menjadi sangat baik padanya. Di pabrik itu, Xia lebih banyak bekerja dilapangan. Di area produksi Xia fokus dan sibuk dengan mesin-mesin. Direktur utama dan anak buahnya mengintip melihat kerja Xia.


"Benarkah dia wanita CEO Zander itu?" tanya salah satu orangnya.


"Ya tidak salah lagi. Belau secara khusus meminta kita mengawasinya. Dan menunggu waktu yang tepat mengirimnya ke kantor pusat."bisik Pak Tama selaku direktur utama.


"Dia sepertinya biasa saja." asistennya menilai.


"Heemmm... jadi menurutmu apa?"


"Mungkinkah dia simpanan Tuan Zander?"


Pak tama menjitak kepala asistennya.


"Jangan sembarangan! Tuan Zander belum menikah!"


"Lalu kenapa tuan Zander membiarkan wanitanya bekerja di tempat kecil seprti ini?"asistennya semakin penasaran."Harus nya beliau tetap menjaganya untuk disisinya. Bukannya membiarkannya bekerja dengan mesin yang kotor dan berat."


"Hemmm..." pak Direktur Tama terlihat berfikir."Tapi beliau meminta kita mengawasi sampai dia nantinya ditarik ke kantor pusat."


"Pak Tama! Wanita simpanan itu hilang!"


Pak Tama menjitak lagi kepala asistennya


"Jangan asal bicara." ujarnya kesal.


"Tapi dia beneraan tidak ada!" menunjuk kearah Xia tadi bekerja dengan menahan sakit karena dijitak.


"Mana? Mana?"


Kedua orang itu celingukan mencari Xia dari tempat mereka mengintip.


"Nyari apa, pak?"

__ADS_1


"Itu... Wanitanya...." jawab Pak Tama, Keduanya menoleh kearah suara, Malah terkejut melihat sosok yang dicari sudah ada dibwlakang mereka.


"Kuntilanak!" pekik Asisten latah terkaget.


"Aastaga pak, cantik-cantik gini dibilang kuntilanak." protes Xia cemberut.


"Hahaha.... Sejak kapan kamu disitu?" kikuk Pak Tama.


"Barusan, pak." jawab Xia celingukan kearah pak Tama dan asistennya melihat tadi. "Lihat apa sih pak?" Xia masih penasaran.


"Bukan apa-apa. Bagaimana hari pertama mu?"


"Sangat bagus bapak!" riang Xia dengan senyum ramah.


"Ehemm! Bagus kalau begitu. Tidak mengalami kesulitan kan?"


"Tentu bapak. Semua orang sangat ramah dan membantu."


"Ya udah! Kalau begitu, lanjutkan bekerja." Pak Tama dan Asistennya berlalu meninggalkan Xia.


"Siap, pak."


####


Peter menatap hpnya. Dia sedikit bersedih. Tak ada satupu. pesan dari Xia yang masuk. Bahkan sejak mereka berpisah kemarin pun wanita itu sama sekali tidak menghubunginya.


Peter tersenyum sendiri.


"Kenapa kamu sangat mengabaikanku?" gumam Peter sedikit bersedih.


Sesaat Peter terdiam. Mengambil hp nya dan mengusapnya, memencet dan terhenti pada kontak nomor Xia. Peter hanya memandangnya tanpa melakukan apapun. Pria itu menimbang-nimbang, apakah menghubunginya atau tidak.


Tiba-tiba Peter teringat akan misinya merebut Xia demi Alexa. Peter tercenung, lalu tersenyum getir.


"Lihat siapa yang kini justru dibuat jatuh cinta." sendunya.


TOK TOK TOK


Pintu ruangannya diketuk.


Pintu dibuka. Peter terkejut melihat siapa yang datang.


"Alexa!"


Alexa berjalan mendekaat dan langsung duduk di meja depan Peter duduk.


"Apa-apaan ini?" tanya Peter sedikit terkejut.


"Bagaimana dengan janjimu?"


"Janji apa?" Peter pura-pura linglung.


"Menyingkirkan wanita itu dari sisi Zander."


"Cepatlah! Atau aku saja yang menyingkirkannya, Pit?"


Peter tersentak.


"Jangan! Biar aku saja. Aku akan membawanya pergi jauh."


"Aku sudah tidak tahan melihat wanita itu terus menempel pada Zander." Alexa memasang wajah sedihnya, netranya melirik meja yang dia duduki, disana dia melihat undangan berwarna hijau, lalu Alexa mengambilnya dan melihatnya.


"Ini, pesta keluarga Tan?"


"Heemmm..."


Aku tau, keluarga ini... batin Alexa dengan senyum tipis.


"Boleh aku ikut?"


Peter terdiam, dia bingung. Awalnya Peter ingin menjemput Xia dan pergi bersama. Tapi melihat Alexa meminta ikut, sepertinya haluan berubah.


"Baiklah."


pria payah ini tidak pernah bisa menolakku! Aku tau itu. senyum licik Alexa sambil memeluk Peter.

__ADS_1


#####


Di kediaman Tan,


Malam itu, rumah megah Alan sangat ramai dan bercahaya. Mereka semua rekanan bisnis Alan dan juga kerabatnya. Alan sudah tampak tampan dengan stelan tuxedonya. Silvia juga sangat cantik walau sudah tua.


Daren dan Xenia pasangan muda itu juga terlihat sangat tampan dan cantik. Juga terlihat kompak.


"Dimana Xia? Apa dia tidak hadir? Kenapa aku tak melihatnya?" Tanya Darren melihat sekeliling.


"Kenapa masih mencarinya kak?" protes Xenia cemberut."Ada aku disini."


"Xia kan bagian dari keluarga kita. Kenapa mengecualikannya?"


"Dia hanya wanita rendah...."


"DIAAMM!!"sentak Darren sedikit kesal,"Dia itu kakakmu!"


"Kak Daren? Kenapa membentakku?" Xenia berkaca-kaca.


"Itu karena kamu berkata tidak pantas! Istriku tidak boleh berkata tidak pantas." tegas Darren.


Xenia tentu saja kesal.


Gara-gara wanita itu, kak Darren membentakku. Bahkan setelah dia berhasil kurebut pun wanita itu masih saja mengganggu. pikir Xenia.


"Hei! Lihat! Bukankah itu Peter Xena?" Seru Silvia yang berada tak jauh dari sana. Melihat Peter datang dengan seorang wanita.


"Wah, dia membawa wanita lain. Sepertinya sangat elegan, sangat cocok dengannya."sahut Mama Helen.


Deren terkejut, bukankah dia dekat dengan Xia? Kenapa tidak datang bersamanya? batin Darren bertanya-tanya.


Lalu apakah Xia sungguh tidak datang?


"Selamat datang, Tuan Peter!" sambut Alan dan Silvia ramah dengan tangan terbuka.


Peter hanya mengangguk dengan senyum ramahnya.


"Cantik sekali pasangan anda, direktur Peter." Puji Silvia mengulurkan tangannya.


Alexa menyambut dan menyalaminya.


"Alexa."


"Nama yang cantik, aku Silvia istri Alan."


"Saya tau, anda orang hebat."


"Wahh, kamu terlalu memuji."


"sepertinya kita semua sudah berkumpul, Bagaimana jika kita mulai saja acaranya." ucap Helen meninbrung.


"Tunggu! Masih ada tamu agung yang akan datang." tahan Alan.


"Siapa? Kupikir sudah semua." Helen mama Darren memelengkan kepalanya heran.


"Tuan Zander. Beliau menerima undanganku kemarin."


"APA?"


Baik Peter, Alexa, dan orang-orang disana terkejut. Tak biasanya Zander mau menerima undangan begitu saja.


Di pintu masuk rumah megah itu, terdengar suara riuh yang ribut...


"Ada apa?"


_____€€€_____


Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.


like dan komen ya


Terima kasih.


Salam___

__ADS_1


😊


__ADS_2