GAIRAH STEVA

GAIRAH STEVA
TERBONGKAR


__ADS_3

Dev menikmati kopi hitamnya yang pahit tanpa gula sambil memainkan ponselnya duduk di sofa ruang tengah rumah mewah Razz. Ia adalah sahabat Razz yang juga masih kerabat dari mendiang ayah Razz. Dev mengirim pesan pada Razz dan Tan agar segera pulang karena dirinya datang dan menunggu kedatangan Razz.


Tiba-tiba terdengar suara keributan dari arah depan.


"Dimana anak itu? Kurang ajar! Keterlaluan!" teriakan seorang wanita yang cukup familiar di telinga Dev, Dev lantas berdiri kala wanita yang berteriak itu telah sampai di ruang tengah dan berhadapan dengan dirinya.


"Aunty?" seru Dev mendapat kejutan.


Dia adalah Amora yang datang dari luar negeri setelah mendapati Razz pulang seorang diri tanpa membawa Liora bersamanya.


"Dev? Kau di sini?" teriak Amora yang juga terkejut dengan adanya Dev yang berdiri di ruang tengah rumah Razz.


"Iya, aku baru datang, Aunty. Liora?" arah mata Dev berpindah pada gadis yang berdiri di samping Amora dengan wajah sembab, dan terdapat banyak luka pada wajah dan tangannya yang mulai sembuh, serta perban yang membalut keningnya.


"H-ha hai, Dev!" sapa Liora terbata, hati Liora sedang tidak baik-baik saja, ia takut akan terjadi sesuatu yang buruk karena Amora memaksanya ikut bersama dengannya mendatangi Razz di rumahnya, di mana Liora menyadari jika ada wanita lain yang telah sah menjadi istri Razz, dan Razz juga mencintainya.


"Liora? Kau kenapa?" tanya Dev melihat luka-luka itu, dan wajah Liora terlihat sembab, mata yang bengkak seperti banyak menangis, wajah pucat itu tanpa polesan make up segores pun, bahkan bibir yang biasa ia hiasi dengan warna merah lipstik kini terlihat pucat pasi.


"Dia baru saja mengalami kecelakaan, Dev. Untunglah dia baik-baik saja! Tuhan melindunginya." Amora yang menjawab pertanyaan Dev.


Mendengar seseorang yang berteriak, Steva yang tengah berada di halaman belakang membantu Asha mengangkat jemuran pun lekas masuk ke dalam di susul Asha yang membawa keranjang pakaian di belakangnya.


"DEG!"


Sorot mata Amora menatap tajam pada Steva yang berdiri gugup di sana dengan tangan yang gemetar namun Steva berusaha agar tetap tenang, Steva tahu jika wanita yang berdiri dekat sofa ruang tengah ini adalah ibu mertuanya, Mommy Razz, Steva beberapa kali melihat fotonya di layar ponsel Razz saat ia melakukan panggilan via WhatsApp pada Razz.


Gulnora berlari tergopoh-gopoh dari arah dapur setelah mendengar kedatangan Amora.


"Selamat sore, Nyonya besar!" sapa Gulnora sambil membungkukkan badan, kedua tangannya saling bertaut dengan sopan.


"Selamat sore, Nona Liora!" sapa Gulnora pada gadis yang berdiri di sebelah Amora yang akhirnya Steva tahu, dialah wanita bernama Liora yang sempat Dev sebut tadi.


"Dimana Razz?" teriak Amora.


"Kak Stev?" lirih Asha berbisik pada Steva, dan Steva memintanya untuk ke belakang menyelesaikan pekerjaannya.

__ADS_1


"Tapi Kak?" Asha tidak yakin. Dia takut jika sesuatu akan terjadi pada Steva mengingat Tuan besar yang belum pernah memperkenalkannya pada Nyonya besar Amora. Namun Asha tetap menurut dengan pergi dari sana.


"Tuan masih di kantor, Nyonya!" jawab Gulnora khidmat.


"Hubungi dia sekarang juga, dan suruh dia agar cepat pulang!" bentak Amora pada Gulnora yang langsung mendapat anggukan, dan Gulnora yang masuk setengah membungkuk mundur untuk segera menghubungi Razz. Namun sedetik kemudian. Suara itu menghentikan langkah Gulnora dan menyita perhatian semua orang.


"I'm here, Mom!" seloroh Razz yang tiba-tiba datang berjalan cepat menuju Amora, hingga,,,,


"Plaaakk!"


"Hah!" Steva terkejut, ia menutup mulutnya yang hampir berteriak, Amora menampar keras pipi Razz saat pria itu telah sampai di hadapan Amora.


"Kurang ajar! Kau taruh di mana otakmu, Razz? Kau pulang dan meninggalkan istrimu di rumah orang tuanya, apa kau gila?" teriak Amora penuh emosi.


"DEG!"


Entah bagaimana menggambarkannya, jantung Steva serasa berhenti berdetak, hatinya kembali patah begitu parah, Amora menyebut wanita lain sebagai istri dari suaminya.


Razz menatap Steva yang masih berdiri tidak jauh dari pintu menuju halaman belakang, Razz tahu Steva dalam keadaan syok.


"Plak!"


"Memalukan! Lelaki macam apa kau ini, hah?" Amora tak mengetahui apapun, ia tak tahu jika Liora telah mengkhianati Razz dan bahkan mengandung janin dari pria lain, itu terpaksa mereka sembunyikan, karena jika Amora tahu, Devne takut Amora tidak akan setuju, dan aib keluarganya bisa tersebar luas, demi menjaga kehormatan Liora, Razz hanya diam menyimpan semua itu dari Amora sang Mommy.


"Istri?" lirih Steva menarik perhatian semua orang, Steva masih berdiri meski ia hampir saja tumbang setelah mendengar pernyataan Razz menyebut nama Liora, tangan Steva bertumpu pada pinggiran meja di dekat dinding kaca.


"Stev?" Razz berlari menghampirinya, Razz hendak memeluk tubuh Steva yang gemetar, namun Steva mundur sebagai penolakan.


"Dengar, sayang? Aku bisa jelaskan semuanya, ini semua tidak seperti yang kamu kira. Stev?" Kalimat Razz terhenti, ia merasa begitu sakit melihat Steva yang sudah berlinangan air mata karena dirinya. Razz merasa sakit saat ia menyakiti hati wanita yang ia cintai.


"Kau menikah lagi? Dan kau memilik istri lain selain diriku?" tanya Steva dengan suara begitu lirih.


"Hentikan drama ini!" bentak Amora.


Ia lantas melangkah cepat menarik tangan Razz sehingga putranya itu menghadap dirinya, meski tubuh Razz menjulang lebih tinggi darinya yang sudah mengenakan sepatu hak tinggi.

__ADS_1


"Apa ini?" Amora menarik paksa topeng wajah Razz tepat di depan Steva. Hingga terpampanglah wajah tampan Razz yang sebenarnya, rahang tegas, dan kulit wajah yang mulus. Membongkar kebohongan yang Razz lakukan selama ini.


"DEG!"


Tubuh Steva semakin bergetar dengan degup jantung yang semakin kencang tak beraturan. Bahkan Steva baru menyadari jika Razz juga melihat dirinya dengan jelas sedari tadi. Jika Razz datang menghampirinya dengan tatapan matanya yang menatap tepat pada manik miliknya, jika Razz ternyata tidak buta.


"Apa ini semua, Razz? Kau memakai topeng, dan kau juga tidak buta?" lirih Steva tak percaya. Ia seperti keledai yang telah dibohongi Razz habis-habisan.


"Brengsek! Kau menyumpahi putraku buta?" bentak Amora yang membuat Steva mundur terperanjat, takut.


Mata Razz terpejam mengalirkan buliran bening air matanya, untuk pertama kalinya pria dingin itu menangis setelah sekian lama tangis terakhirnya adalah saat kematian sang ayah. Hati Razz berdenyut nyeri dalam situasi yang kacau.


"Keluar kau dari rumah putraku! Kau tak diharapkan di sini!" teriak Amora yang hendak menarik tangan Steva namun dengan gerakan cepat Razz langsung mencengkeram tangan Amora menghentikannya.


"She is my Wife, Mom. Terima atau tidak, dia adalah istriku yang sah, dan dia berhak untuk tinggal di rumah ini," tukas Razz menatap tajam pada Amora membuat Amora semakin naik pitam, putranya yang selalu penurut dan tidak pernah membantah hari ini telah kurang ajar padanya, meninggikan suaranya dan sorot matanya tak hormat, demi seorang perempuan yang dianggap tidak jelas.


"Plak?" Amora kembali menampar Razz setelah ia berhasil menepis kasar tangan Razz yang menggenggam erat tangannya.


"Razz?" teriak Amora penuh amarah menunjuk muka Razz dengan telunjuknya.


"Masuklah ke kamar, Stev," ujar Razz yang sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari Amora seolah menantang.


Steva tak bergeming dan dia menggeleng.


"Steva? Masuk ke kamar, ini perintah!" bentak Razz pada istrinya yang menangis semakin deras membuatnya terlonjak kaget, gugup, dan takut.


Steva menguatkan diri agar ia dapat menggerakkan tubuhnya yang terpaku dan Steva berlari menaiki anak tangga masuk ke dalam kamar utama diiringi tangisan dan hati yang berantakan.


...****************...


*Hai, buat yang nggak siap dengan drama Razz dan Steva, bisa di skip kok, nggak papah. Terimakasih ya sudah pernah hadir meski sekedar mampir. Sebuah tulisan akan menemukan pembacanya sendiri. Utamakan kesehatan hati dan mental anda. 😁🙏 Tapi yakin mau pergi? Bab selanjutnya part haruedang soalnya. 😭


Buat yang mau pamit, saya ucapkan "Good bye and thankyou!"


Buat yang masih bertahan, yok berjuang bersama memberi dukungan pada Steva sampai Steva mendapat bahagia, atau dia justru akan menyerah dan mengakhiri semuanya. 😔*

__ADS_1


...****************...


__ADS_2