
Nyonya Gulnora tengah mencukur jambang Razz yang tak terurus semenjak masuk Rumah Sakit, ia melakukannya dengan sangat pelan dan hati-hati. Mengurus Tuan besar seperti anaknya sendiri.
"Anda pasti akan merasa lebih senang jika yang melakukan ini adalah Nyonya Steva kan, Tuan? Jadi berjuanglah, dan bertahanlah. Kau harus tetap hidup, agar nanti Nyonya Steva bisa melakukan ini untuk anda, mencukur jambang anda, anda pasti menginginkannya bukan, Tuan?" Gulnora terus berbicara meski Razz tak dapat menanggapi, mata Razz hanya terbuka sangat sipit, hampir terpejam, namun Gulnora tahu, Razz tidak sedang tidur, ia hanya tak mampu karena begitu lemah menahan sakit yang begitu parah.
"Anda harus terlihat tampan, Tuan besar. Nyonya Amora dan Pak Tan telah menemukan keberadaan Nyonya Steva, mereka akan membawa Nyonya pulang," Gulnora masih telaten mencukur rambut jambang di sekitaran wajah Razz, dan Razz tersenyum sangat tipis mendengar kabar yang Gulnora katakan.
Gulnora berhenti sesaat ketika ia melihat senyum sangat tipis itu dari bibir Razz, ia lantas berdiri merapikan semua peralatan setelah wajah Razz bersih.
"Saya tinggal sebentar ke kamar mandi, Tuan!" Gulnora berdiri dan pergi, ia sebenarnya tidak kuat untuk menahan tangisnya, Gulnora pergi karena tak ingin Razz melihatnya menangis.
...****************...
Setelah melewati segala macam perdebatan, dan mengungkap fakta-fakta serta kebenaran, di sinilah sekarang Steva berada, melakukan penerbangan dengan sebuah helikopter, duduk bersebelahan dengan Amora yang telah menerima Steva sebagai menantu sepenuhnya.
Kedua tangan Amora dan Steva saling menggenggam selama di dalam heli, keduanya menangis dan berdebar, was-was, khawatir, cemas, dan takut.
Sedangkan Tan berada di heli lain, dan Malvin ikut serta, Malvin pun tak kalah tercengangnya setelah mendengar fakta tentang jantung yang ditanam dalam tubuhnya, adalah hasil paksaan yang telah dilakukan oleh ayahnya, Tuan Bachtiar, dan dia hanya bisa terdiam, apalagi saat melihat Steva begitu histeris tadi, betapa besar cinta mereka. Malvin menyentuh dada kirinya, memejamkan mata merasakan detaknya.
'Ini adalah detak cintamu untuk istrimu, Tuan Fabio.'
Steva hanya menangis dan terdiam selama melakukan penerbangan, pikirannya berputar dan kembali teringat perdebatan saat tadi di rumah Paman Yohan.
__ADS_1
"*Pergilah, Nak. Nanti Paman akan datang setelah bibi Elly sudah kembali dari kota, paman dan bibi akan menemuimu di sana."~ Paman Yohan*.
"*Seorang pengawal akan menemani anda di sini dan menemani perjalanan anda esok hari, Tuan Yohan!"~Tan*.
"*Razz tidak pernah menceraikanmu, Steva, itu semua aku yang lakukan, aku tahu kesalahanku tak termaafkan, tapi aku mohon ikutlah denganku, Razz sangat membutuhkanmu. Hiks hiks hiks."~Amora*.
"*Liora menghubungiku, mengatakan jika Razz akan menceraikannya, aku kalap, dan langsung memerintahkan pengacara Abhi untuk membuat surat perceraian dan mengantarnya padamu, memalsukan tanda tangannya, maafkan aku, Steva? Aku salah, aku terlalu menyayangi Liora hingga mataku tertutup untuk melihatmu, tapi Liora justru mencurangi putraku, hiks hiks hiks."~Amora*.
"*Kau boleh menghukumku apa saja, Steva. Tapi aku mohon, ikutlah denganku, Razz, putraku, dia sedang sekarat sekarang, hiks hiks hiks*."
"*Bukan tanpa alasan Tuan Razz melakukannya, dia hanya takut anda tidak percaya dan tak mau mengerti jika Tuan Razz bicara jujur, karena anda sedang dalam amarah saat itu, Tuan Razz hanya tidak mau anda emosi dan meninggalkannya*."
"*Selama satu Minggu, saya dan Tuan Razz melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, lalu kami kembali dan tinggal di hotel, Tuan Razz tidak pernah menemui Nona Liora, ia juga tidak tinggal bersama Nona Liora, Tuan Razz bersama saya tinggal di hotel, Nyonya*."
__ADS_1
"*Hari itu, di mana Anda menemukan Tuan Razz bersama Liora di apartemennya, sama sekali tidak seperti yang anda pikirkan, itu adalah pertama kalinya Tuan Razz menemui Nona Liora*."
"*Liora menghubungi Tuan Razz jika perutnya terasa kram, dan dia membawa Nona Liora ke rumah sakit, saya yang sedang menyiapkan segala macam berkas tidak ikut menemani Tuan Razz, dan baru setelah siang itu saya datang ke apartemen Nona Liora untuk menjemput Tuan Razz, karena kami ada pertemuan bisnis penting, namun saat saya datang, keadaan sudah kacau*,"
"*Tuan Razz meminta saya mengurus Liora agar dia bisa segera pergi mengejar anda dan menjelaskan pada anda, dia sangat takut anda akan meninggalkannya, tapi di perjalanan, semua menjadi sebuah tragedi*."
"*Tuan Bachtiar, ayah Tuan Malviness Bachtiar, menghadang jalan Tuan Razz, membawanya dan melakukan operasi paksa untuk menukar jantung mereka, itu dilakukan demi kehidupan putranya, dan juga bentuk balas dendam*."
"*Tuan Razz sudah memperkirakan semua itu pasti akan terjadi, ia pernah melihat kondisi Tuan Malvin saat Tuan Malvin masih di Rumah Sakit, dan dia sudah mendapat ancaman dari Tuan Bachtiar waktu itu, namun hari itu, Tuan Bachtiar mengatakan pada Tuan Razz, bahwa yang harus menerima hukuman adalah anda, Nyonya Steva, itulah kenapa semenjak kejadian hari itu, Tuan Razz melarang anda kemana-mana, mengurung anda seperti tahanan, karena Tuan Razz takut jika Tuan Bachtiar benar-benar melancarkan ancamannya, menyakiti anda, namun semua tak seperti yang diduga. Tuan Bachtiar justru membawa Tuan Razz, dan demi melindungi anda, Tuan Razz bersedia tanda tangan mendonorkan jantungnya untuk Tuan Malvin, dan sebagai ganti, jantung Tuan Malvin ditanam di tubuhnya*."
"*Dokter mengatakan tidak akan ada kesempatan, jantung Tuan Malvin yang rusak tidak akan mampu bertahan dalam 24 jam, tapi Tuan Razz tak peduli, ia akan tetap hidup meski hanya satu hari untuk menunggu kedatangan anda, dan mukjizat Tuhan luar biasa, Tuan Razz masih bertahan sampai sekarang setelah berbulan-bulan, meski hanya hidup sebagai pesakitan, dia tetap menunggu kedatangan anda, Nyonya. Dia hanya mengharapkan anda bersedia menemuinya*."
"*Tuan Razz juga tak mau menerima jantung orang lain dengan mengorbankan nyawa orang itu, dan dia juga tak mau menerima jantung lain meski pemilik jantung sudah tiada, karena Tuan Razz takut jantung baru tidak akan merasakan cinta untuk anda, sedangkan dengan jantung Tuan Malvin yang rusak, setidaknya Tuan Razz masih merasakan cinta itu kepada anda melalui jantung Tuan Malvin yang juga mencintai anda. Cinta Tuan Razz terhadap anda begitu tulus dan murni, Nyonya. Dia tidak pernah mengkhianati anda. Dia sangat setia dan menjaga diri hanya untuk anda."~Tan*.
__ADS_1
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...