
Suasana rumah Amora sangat ramai oleh para tamu yang hadir memberikan selamat atas kelahiran cucunya. Amora tengah melakukan pesta kecil untuk menyambut kelahiran Baby Razz Junior, sekaligus pemberian nama. Kenzo Cannavaro Razolla, Baby Ken.
Nonna (Nenek) Amora dan Nonno (Kakek) Nard bergantian menyapa tamu mereka, sedangkan Steva terlalu canggung untuk berkumpul langsung ke tengah-tengah obrolan mereka yang tak begitu Steva mengerti bahasanya.
Steva memilih duduk sendiri sambil memangku Baby Ken, dan tersenyum manis saat para tamu satu persatu menyapanya sambil melihat Baby Ken lalu kembali menikmati pesta.
"Hi, congratulations!"Seorang pria datang membawakan boneka anjing putih yang sangat lucu menghampiri Steva.
"Terimakasih!" balas Steva sambil menerima boneka anjing yang pria itu berikan.
"Apa dia rewel?"
"Tidak, dia sangat pintar, hanya saat tengah malam dia sering bangun. Kalau siang begini malah suka tidur,"
Pria itu terkekeh mendengar kebiasaan Baby Ken dari sang Mommy.
"Dia sangat mirip dengan Razz," Pria itu kembali bicara, ungkapan yang sama yang hampir dikatakan oleh semua orang yang mengenal Razz.
"Iya, Nonna Amora dan Nonno Nard juga bilang begitu," balsa Steva melihat bangga pada Baby Ken.
"Boleh aku gendong?" pinta pria itu. Steva menoleh, dahinya mengernyit.
"Kamu bisa?"
"Oh, Tuhan.... Segitu takutnya kah?"
Steva tertawa kecil. Tapi dia akhirnya memberikan Baby Ken pada pria itu yang duduk di dekatnya untuk ia gendong.
"Sini sini, sama Uncle Dev dulu, Sayang...."
Iya, pria itu adalah Dev, sahabat sekaligus kerabat Razz yang pernah datang ke rumah saat Amora dan Liora datang membuat kekacauan.
Baby Ken sangat tenang, ia tidak terbangun maupun terganggu dan dia tetap lelap dalam gendongan Dev.
"Sorry ya! Aku tidak datang di acara pemakaman Razz, saat itu aku sedang di Dubai, dan aku sangat syok, terbang ke tanah air pun tidak bisa tepat waktu." Dev berbicara santai agar Steva juga bisa nyaman ngobrol dengannya.Sampai saat ini, Steva hanya dekat dengan Tan dan Gulnora. Sangat sedikit bicara saat bersama dengan yang lain.
Steva tak menjawab langsung, ia hanya tersenyum sambil mengelus pucuk kepala Baby Ken yang berada di gendongan Dev.
Senyuman yang sangat manis, yang mampu membuat Dev tak bosan untuk terus melihatnya, menggendong anaknya, menatap Mommynya.
"Dev? Kau sudah bertemu Baby Ken?" Amora dan Nard datang menghampiri. Dev dan Steva lekas berdiri.
"Bahkan dia sudah berada di gendonganku," cicit Dev membuat Amora dan Nard tertawa pelan.
"Besok kami akan melakukan amal di gedung badan amal Nasional. Kalau kamu tidak keberatan, ikutlah bersama kami, ini kami lakukan demi penyambutan Cucuku tercinta," Amora mengelus pipi Baby Ken, lalu merangkul bahu Steva yang hanya senyum tanpa bicara sedari tadi.
"Tentu, aku akan ikut," balas Dev. "Kita akan jalan-jalan besok, Mr. Ken!" seloroh Dev antusias lalu mengecup pipi gembul Baby Ken.
'Lihatlah Razz, begitu banyak orang yang menyayangi putra kita, kau pasti senang melihat ini semua, bukan? Razz,,, aku merindukanmu.'
Amora, Nard, dan Dev melihat Steva yang diam dengan mata yang sudah berkaca-kaca melihat dalam pada Baby Ken. Dan mereka semua tahu jika Steva belum sepenuhnya dapat melupakan kesedihannya selama ini, Wanita itu hanya mencoba menutupi lukanya dengan sebuah senyuman.
Dev berdehem. Membuyarkan Steva dari lamunan.
"Bisakah aku minta makan? Sebenarnya aku sedang lapar, karena terburu-buru ke sini, aku tidak sempat makan siang," celoteh Dev. Steva ikut tersenyum meski baginya itu bukanlah sesuatu yang lucu.
__ADS_1
"Kau ini, tentu saja! Ayo...." beo Amora.
"Biar aku ajak Baby Ken ke kamar, Kalian nikmati saja dulu pestanya," Steva mengambil alih Baby Ken dari gendongan Dev.
"Kau ikutlah makan bersama kami, Stev." Dev mencegah Steva pergi.
"Iya, Sayang,,,, biar Baby Ken bersama Gulnora terlebih dulu," Amora setuju.
"Steva belum lapar, Mom. Nanti saja Steva makan," tolak Steva.
"Jangan bilang kalau kamu sedang diet!" beo Dev menebak.
Steva tertawa pelan. "Tidak, aku lebih mengutamakan gizi untuk Baby Ken, dari pada bentuk tubuhku,"
"Great, lagipula, kamu tidak perlu khawatir, badan kamu tetap terlihat sangat bagus meski sudah melahirkan, benarkan Uncle?" Dev meminta persetujuan Nard.
"Hei, kenapa aku?" Nard merasa tercurangi.
"Karena dari kaca mata pria Cassanova sepertimu bisa menilai perempuan super dan yang biasa saja, dasar buaya!" celoteh Amora mengundang gelak tawa Dev dan Steva yang tertawa pelan.
"Ya ya ya, baiklah. Kau benar, Steva tetap memiliki tubuh terbaik meski sudah melahirkan, seperti istriku yang cantik dan seksi ini," Nard merengkuh pinggang Amora mendekatkan wajahnya dan dengan gerakan cepat Amora memalingkan muka Nard, mendorong pelan pipi Nard.
Steva mengulum senyum, ada rasa malu, namun ia tak menunjukkannya.
"Diam kau, Tukang rayu!" tukas Amora.
Nard memang seorang mantan Cassanova, ia terbiasa bermain dengan banyak wanita sebelum akhirnya bertemu dengan Amora, dan Amora yang begitu susah untuk ia taklukkan, membuat Nard jatuh cinta dan bertekuk lutut, perjuangan Nard untuk mendapatkan Amora yang menjanda begitu lama tidaklah muda, dan dia harus meminta bantuan Razz waktu itu untuk bisa mendapatkan Amora. Karena Amora masih sangat mencintai mantan suaminya, ayah Razz yang sudah tiada. Dan kini nasib yang serupa yang dialami Amora, telah dialami Steva.
Diam-diam Amora mengatur pertemuan mereka, Steva dan Dev. Amora tahu bagaimana sakit dan menderitanya hidup seorang diri tanpa pendamping dalam membesarkan dan mengurus anak, ia tak ingin Steva merasakan apa yang ia rasa. Belum lagi anak-anak di masa kecil yang tak memiliki ayah, seperti Razz kecil yang dibully teman-temannya karena tak memiliki seorang ayah, tentu Amora tidak mau jika semua itu dirasakan oleh Baby Ken cucunya itu nanti.
Amora berbicara dengan Dev, dan bisa dikatakan ingin menjodohkan mereka diam-diam, Dev tidak menolak tapi juga tidak setuju, ia tidak mengenal Steva sebelumya, jadi dia meminta waktu untuk mengenal dan dekat dengan Steva terlebih dahulu. Sedangkan Steva. Amora tentu tidak mengatakan apapun pada wanita itu, jika Dev memang ingin bersama Steva, maka Amora memintanya untuk berjuang, jika Dev tidak tertarik, maka dia bisa pergi meninggalkan acara pertemuan ini, namun Dev sepertinya tertarik, ia bahkan akan ikut ke acara amal besok. Agar bisa lebih dekat dan mengenal Steva.
Semenjak hari itu, hampir setiap hari Dev datang bertamu ke rumah Amora. Ia semakin tertarik dengan kepribadian Steva, dan kecantikan Steva yang alami jelas membuat Dev kian hari kian jatuh cinta. Tak dipungkiri jika wanita itu tetap sangat cantik meski tanpa polesan, apalagi saat memakai make up, Dev bisa lupa dengan keindahan dunia yang lainnya.
Steva tak menggunakan jasa Babysitter untuk mengurus Beby Ken. Meski Amora sangat sibuk dan jarang bisa membantu, tapi Nyonya Gulnora Ada untuknya 24 jam, sedangkan Pak Tan, ia kembali ke tanah air untuk mengurus bisnis Razz, yang kini kesemuanya berbalik nama atas Steva dan Baby Ken. Pak Tan hanya sesekali datang menjenguk ke Itali. Ia tetap tinggal di rumah Razz, seperti permintaan Steva.
'*Tok tok*,' pintu kamar Steva yang setengah terbuka diketuk. Dan Steva menoleh untuk melihat siapa yang datang.
"Uncle Dev?"
"Selamat pagi, semua!"
__ADS_1
"Selamat pagi," balas Steva manis. Ia tengah sibuk melipat baju-baju Baby Ken.
"Ken sedang tidur?" Dev menjatuhkan diri duduk di tepian ranjang, di sana Baby Ken sedang pulas sambil memeluk boneka anjing putih yang ia berikan sebagai hadiah dulu.
"Ken sepertinya sangat menyukai si guk-guk," Dev mengelus kepala Baby Ken yang baru mulai ditumbuhi rambut halus.
"Iya, tiap mau tidur, dia pasti memeluknya." balas Steva yang sedang menyimpan baju-baju Baby Ken ke dalam lemari.

"Manis sekali, Ken tidur memeluk boneka pemberian Uncle, kalau begitu Mommy tidur sambil memeluk Uncle, pasti lebih manis," celoteh Dev penuh makna, namun Steva hanya menanggapi sebagai candaan biasa.
"Uncle Dev, Ck!" Steva menutup lemari lalu naik ke atas ranjang mengelus dan mengecup lembut Baby Ken. Dev tersenyum senang karena kini Steva sudah semakin dekat dengannya.
"Jalan?" tawar Dev.
"Kemana?"
"Emmmhh? Mall?" Dev memberi ide.
"Boleh sih, aku juga butuh beli baju-baju baru buat Ken. Banyak yang udah kekecilan. Tapi Ken masih tidur,"
"Kita tunggu sampai Ken bangun, lagi pula, ini masih sangat pagi."
"Okay, aku minta izin sama Nonna Amora dulu," Steva berdiri menuju nakas, memainkan ponsel lalu menghubungi Amora.
'*Aku tertarik padamu, Steva, bahkan kurasa aku telah jatuh cinta padamu, tapi bagaimana cara mendekatimu? Kau hanya melihatku sebagai teman sampai saat ini*.'
__ADS_1
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...