
Desas desus mengenai orang yang mengirimkan kotak nasi ke Raniyah semakin ramai di lingkungan sekolah, Pak Rasya menjadi orang yang diduga mengirimkan kotak tersebut. Entah siapa yang berani menyimpulkan sendiri tentang kejadian itu. Sementara Raniyah hanya menganggapnya angin lalu dan berpikir bahwa itu bahan guyonan para guru saja dijam makan siang.
" Pak Rasya gimana jadi mau sama Bu Rani?" Tanya Pak Agus guru Matematika.
Pak Rasya terlihat tersenyum, para guru menangkap ada sinyal hijau dari Pak Rasya dilihat dari sikapnya.
" Wah, jangan-jangan bener nih Pak Rasya yang0 ngirim makanan ke bu Rani!" Celetuk Pak Farhan guru olahraga.
"Wah bagus itu pak! Langkah yang cool dan sweet!" Goda pak Farhan.
" Bapak-bapak ini, saya gak pernah ngobrol sama bu Rani juga! Masa langsung ngirim-ngirim makanan!"
" Tapi nih Pak Rasya sendiri kalau ditanya gimana sama bu Rani?"
" Kalau feel sih ada," Kata Pak Rasya membuat sorak semua yang hadir.
Suasana makan siang begitu ramai dengan perbincangan hangat seperti itu, Pak Rasya juga menceritakan tentang seseorang yang dulu pernah ditaksirnya, dari sekolah ini juga.
" Ya saya dulu sebenernya naksir sama bu Diana, tapi bu Diananya ternyata suka sama Pak Ilham."
Semua yang ada juga beberapa menimpalinya dengan santai, Bu Diana bisa dibilang orangnya cantik tapi sekarang sudah menikah dan tengah hamil anak kedua. Kisah cinta pak Rasya bisa dikatakan kandas sebelum terungkapkan.
****
Setelah tunangan itu, wajah Haya semakin berseri-seri dan tidak segan mengirimkan pesan kepada Daiyan walupun Daiyan hanya membalasnya singkat, tapi Haya cukup senang. Rasa bahagianya benar-benar tidak bisa digambarkan.
Haya juga penampilannya semakin modis, beberapa kali sering berbelanja untuk membeli beberapa hal baru yang akan dikenakannya nanti setelah menikah. Haya melihat ke arah lingerie berwarna merah menyala, wajahnya memerah.
__ADS_1
" Haya kamu mau beli ini juga?" Seru Mia sambil cekikikan.
" Iih apaan sih!"
" Eh buat menyenangkan suami dimalam pertama Haya!"
" Enggak usah Ih!"
" Haya udah beli ya!"
Mia langsung mengambilnya dua stel lingerieyangs sangat tipis, wajah Haya langsung merah menahan malu. Setelah berbelanja, Haya dan Mia pergi ke salon, menurut Mia sebelum menikah Haya harus banyak menghabiskan waktu untuk memanjakan dirinya sendiri.
"Haya kalau kamu sudah resmi menikah nanti! langsung promil! Dan manjakan suamimu!" Kata Mia sambil menikmati pijatan dibahunya.
" Iya Mi, aku akan belajar banyak darimu!" Kata Haya.
Tawa Mia pun meledak melihat Haya tengah malu juga, mengingat waktu menjelang ke pernikahannya semakin dekat, tentuny hal yang dibicarakan Mia akan semakin dekat terjadi. Haya yang tidak pernah dekat dengan lelaki ada sedikit ketakutan.
*****
Bel sekolah sudah berbunyi menandakan waktunya pulang sekolah. Semua siswa berhamburan keluar dari gerbang. Raniyah juga bergegas pulang karena tadi baru saja mendapat telpon dari ibunya, bahwa dia harus ke pasar berbelanja kebutuhan hajatan. Dan kak Radit akan mengantarnya berbelanja.
Raniyah pun menunggu ka Radit di depan gerbang, namun tidak disangka Pak Rasya yang tidak terlalu dekat dengannya, saat itu menyapanya.
" Bu mau pulang?"
" Iya Pak." Kata Raniyah menoleh sambil melemparkan senyumannya.
__ADS_1
" Naik angkot bu?" Tanya Pak Rasya.
" Dijemput pak, sama kakak, bapak sendiri?."
" Oh begitu. Iya saya naik angkot sih, karena dulu pernah bawa motor trauma saya."
" Kenapa pak?"
" Kaki saya keseleo dan hampir diamputasi bu!"
" Oh begitu ya Pak."
" Oh anu bu, mengenai kotak makan di meja itu!"
Raniyah langsung menoleh dan melihat ke tangannya yang mengengam kotak makan toska itu.
" Punya bapak?" Tanya Raniyah sambil berkerut dahi.
" Hahaha. Bukan Bu!Justru saya mau bilang, bukan saya yang melakukannya. Saya takut jadi salah paham!" Kata Pak Rasya sambil tersipu malu.
" Iya gak apa-apa Pak." Balas Raniyah.
Tidak lama kemudian, Kak Radit datang Raniyah pun langsung naik motor dan duduk di jok boncengan sambil pamitan ke Pak Rasya. Raniyah menoleh ke belakang, Pak Rasya jug tidak lama langsung naik angkot. Yang sewaktu mereka ngobrol lalu lalang sangat banyak.
"Apa sedari tadi Pak Rasya gak naik angkot sengaja hanya ingin mengobrol?" Batin Raniyah.
#Bersambung...
__ADS_1